Kehidupan Andromeda yang semula datar dan biasanya saja berubah dalam sekejap setelah menyelamatkan seorang gadis remaja bernama Titania yang hendak bunuh diri. Kesalahpahaman akan nasib Titania dan bosan dengan ucapan sang ayah membuat Andromeda menikahinya.
Karena ingin keluar dari kehidupan nya yang menyedihkan membuat Titania menyetujui begitu saja menikah dengan Andra tanpa mengetahui bagaimana sifat, karakter dan kehidupan Andra.
Titania sama sekali tidak mengetahui jika kehidupan Andra penuh bahaya.
seorang gadis remaja berusia 18 tahun menikah dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Sanggukah Titania bertahan disisi Andra yang penuh bahaya?? Bisakah Andra menumbuhkan rasa cinta dalam pernikahan nya yang tidak dia sangka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jaga diri dan ingat statusmu sudah menikah
Tak ada yang tahu jika harga diri Andromeda tengah terluka. Galaksi dan Raka ayahnya sukses membuat Andromeda merasa sebagai seorang lelaki yang payah. Sebenarnya saat itu Andromeda menuju rumah utama keluarganya untuk menyelesaikan sedikit masalah.
"Bagaimana bisa ada kebocoran sistem seperti ini. Hampir saja kita kebobolan data penting jika tidak menggunakannya sistem pengamanan ganda. Andra bagaimana kamu menangani hal semacam ini??" tanya Raka di ruang kerjanya.
Sengaja tidak mengadakan rapat di markas besar karena ada pihak dalam yang berusaha menembus sistem keamanan data organisasinya.
"Maaf yah, Andra kurang pengawasan dan penjagaan dalam hal ini. Om Bara memberikan waktu Andra libur selama seminggu dan tidak memperbolehkan mengakses apapun. Bahkan akun Andromeda dibatasi oleh Om Bara, ayah. Sehingga Andra sedikit banyaknya lost control terhadap masalah apa yang terjadi di organisasi," terang Andromeda.
Raka menaikkan sebelah alisnya, lupa jika anaknya adalah pengantin baru harus memiliki banyak waktu berduaan dengan istrinya.
"Aahhh iya, ayah lupa. Untung ada Bara yang ngasih waktu cuti buat kamu. Tapi untuk sekarang ayah bener-bener butuh bantuan kamu An, kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan," ungkap Raka
"Iya Yah, ini biasa Andra perbaiki dengan segera. Nanti akan Andra tambah lagi sistem pengamanan nya agar tidak mudah untuk di retas coding yang di pakai," jawab Andra.
Tiba-tiba Galaksi yang sedari tadi duduk sambil mendengarkan diskusi kembarannya dengan sang ayah menarik tangan kakak kembarnya agar duduk disampingnya.
"Kak, gimana udah berhasil ehem-ehem belom??" bisik Galaksi menggodanya.
Andromeda menarik tubuhnya menjauhi sang adik yang sedang kepo, kedua mata dan alisnya terangkat bersamaan, seakan menggoda dirinya
"Heh, yang jomblo mau tau aja sih!!!" Jawab Andra ketus, tak suka adiknya mengorek informasi kegiatan pribadinya.
Kepala Galaksi mendekat, menatap dan menelisik raut wajah Andromeda yang kaku
"Aaiiihhhh... ini keliatan banget belom ngapa-ngapain. Hahahaha.. masa seorang ahli jebolin data orang paling jago tapi ternyata giliran jebolin keamanan sang istri bocilnya payah. Hahahaha kak Andra payah," ledek Galaksi dengan puas hati
Andromeda mengepalkan tangannya hingga kuku-kuku memutih. Meski benar yang dikatakan oleh Galaksi, Andromeda tak seorangpun merendahkan dirinya. Dia harus memberikan adik kembarnya balasan yang setimpal.
"Galaksi!!!! Ayo geluuuuttttt!!!!"
Andromeda berdiri, sebelah tangannya menyingsingkan lengan kemejanya hingga ke sikut. Galaksi hanya menyengir memperlihatkan gigi-giginya yang putih.
"Bunda..... tolong!!!!!"
Galaksi lari ngacir bergitu saja, dia lebih baik menghindar karena jelas akan kalah jika bertarung Andromeda pemegang sabuk hitam sejak kelas 6 SD. Dan kali ini, Andromeda tak akan membiarkan adiknya lolos begitu saja, walaupun nanti dia harus menghadap bundanya untuk memberi sebuah pukulan kepada Galaksi.
.
.
Sudah sepuluh kali alarm berbunyi tetapi kembali dimatikan, kedua orang yang masih tertidur nyenyak di bawah selimut sama sekali tidak terganggu. Rasa nyaman membuat pasangan suami istri ini masih betah berlama-lama dalam mimpi. Belum menyedari apa yang akan terjadi detik berikutnya.
"Eeeuuuggghhhhh"
Tania menggeliat, ini tidurnya yang ternyaman. Semalaman di peluk oleh Andromeda membuatnya merasa hangat. Tania meraih jam weker yang ada dinakasnya, berusaha melihat jam berapa saat ini.
Karena tidak begitu jelas melihat angka pada jam, Tania mengucek matanya yang masih terasa sedikit mengantuk. Namun sedetik kemudian kedua mata Tania melotot maksimal saat berhasil melihat angka pada jam tersebut.
"Huuuaaaaaaa udah jam setengah tujuh, aku terlambat!!!!" pekik Tania berteriak.
Tania begitu panik dan langsung bangun dari tidurnya, berlari menuju kamar mandi. Andromeda yang mendapat goncangan pada ranjangnya juga turut terbangun pada akhirnya. Dia juga refleks melihat jam weker yang tergeletak diatas ranjang.
"Walahh.. celaka," ucap Andra dengan lirih.
Dia bergegaslah bangun dan memilih menuju kamar mandi yang ada di luar sebab yang di dalam sudah digunakan oleh Tania.
Andromeda hanya membersihkan muka dan gosok gigi. Tak mungkin sempat jika melakukan ritual mandi. Dia bisa mandi setelah selesai mengantarkan Tania ke sekolah.
Sebenarnya Andra ingin membuatkan sarapan untuk Tania tapi setelah melihat jarum yang di tunjukkan oleh jam dinding sepertinya tidak akan sempat. Sebenarnya sempat -sempat saja jika Andromeda tidak melamun saat sedang menggosok gigi. Dalam benak Andromeda masih tertinggal rasa manisnya bibir Tania. Pengalaman pertama yang sangat berkesan. Lagi -lagi Andromeda membayangkan saat dirinya dan Tania beradu bibir.
"Om An, " sapa Tania, gadis itu sudah siap untuk berangkat kesekolah.
Andromeda tengah membuatkan susu dan roti tawar untuk Tania, setidaknya ada yang masuk kedalam perutnya. Andromeda tidak mau Tania kembali sakit seperti kala itu.
"Ini untuk sarapan, maaf ya ga sempet menyiapkan yang lain," sesal Andromeda.
"Gapapa Om, ini salah Tania juga terlalu nyenyak tidurnya sehingga ga denger alarmnya udh bunyi dari sejam yang lalu," jawab Tania sambil memakan roti yang siapkan Andra.
"Nanti uang jajannya aku tambahin, jangan lupa beli makanan yang sehat, jangan jajan sembarangan," ucap Andromeda mengingatkan Tania.
"Ga perlu Om, uang yang kemarin juga masih ada kok," sahut Tania
.
.
Untung saja jalanan tidak begitu macet, satu menit sebelum bel berbunyi mobil Andromeda sudah tiba di depan gerbang sekolahnya. Tania pamit dan tak lupa mencium punggung tangan Andromeda, meskipun canggung tapi sebagai bentuk bakti Tania kepada Andromeda.
Saat Tania hendak keluar dari mobil, Andromeda menarik tangan Tania dan terjadi adegan wajah mereka saling berpandangan.
Cup
Andromeda mendarat sebuah kecupan singkat di kening Tania.
"Belajar yang baik ya, jangan nakal di sekolah. Jaga diri dan ingat statusmu sudah menikah, jangan genit dan tebar pesona kepada lawan jenis apalagi dengan sahabat lelaki mu itu. Tolong perhatikan bagaimana bersikap yang seharusnya di tunjukkan oleh seseorang yang sudah menikah. Dah sana keluar, nanti keburu bel masuk berbunyi," ucap Andromeda panjang lebar
Tania menganggukkan pasrah walaupun sebagian nyawanya masih tertinggal. Baru saja dia seperti diterbangkan ke awan saat Andro mencium keningnya lalu seakan di hempasan ke bumi saat Andromeda berbicara panjang lebar tanpa Tania paham apa maksud dari ucapan itu.
"Aiihh si om An ga salah makan gitu?! Kenapa mulutnya seperti klakson kereta apa? Ahh ya sudah lah."
sedih banget pasti Tania., /Frown/
tp kayaknya sih babang Andra bakalan datang...
dia kann pahlawan 🤗
siap meluncur Thor... 😁😁😁
sekarang aku mode pengangguran karena edi /Curse//Curse//Curse/