NovelToon NovelToon
One Night Incident

One Night Incident

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Anak Genius / Tamat
Popularitas:186.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mamah AllRey..

Arine membuka mata secara perlahan, dan tangannya terangkat untuk memijit pelipis yang masih terasa pusing. Beberapa saat gadis itu melakukannya, dan seakan terlupakan apa yang telah terjadi pada dirinya. Namun tanpa sadar, sebuah tangan terasa hangat tiba-tiba melingkar di pinggang gadis itu. Arine tersadar, dan mata gadis itu terbuka dengan lebar, barulah gadis itu menyadari apa yang telah terjadi pada dirinya.. Sontak gadis itu terbangun,

"Oh my God... apa yang sudah terjadi dengan diriku.." perlahan Arine berusaha untuk menyingkirkan tangan di pinggangnya itu dengan hati-hati. Terbayang apa yang sudah terjadi semalam, dengan laki-laki yang masih tertidur di sampingnya saat ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamah AllRey.., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Brian Butuh Papa

Sesampainya di kamar, Arine segera merebahkan diri di samping Brian yang sudah tertidur lebih dulu. Rencana untuk melanjutkan pekerjaan yang tertunda, dibatalkan karena malam ini Arine tidak bisa berpikir jernih. Pikiran gadis itu melayang, dan kembali teringat dengan ucapan yang baru saja diucapkan oleh Raffi. Kebaikan yang dilakukan laki-laki itu, mendadak hilang dari ingatannya.

"Ternyata sampai disini, yang benar benar baik padaku tanpa pamrih adalah Bram. Tidak tahu apa sebabnya, Bram selalu baik padaku, dan betul betul menganggap Brian seperti putranya sendiri. Meskipun beberapa kali Bram pernah tidur di rumah ini, tapi laki-laki itu tidak pernah melecehkanku, bahkan dengan tulus selalu membantu dan memberikan pertolongan kepadaku.." Arine membandingkan kebaikan Raffi dengan Bramantya.

"Mungkin Raffi tahu, jika saat ini Bram sedang tidak di Sapporo, sehingga dengan gilanya laki-laki itu menyampaikan maksudnya padaku.." mengingat wajah Raffi, tiba-tiba saja gadis itu menjadi kesal.

Gadis itu kemudian memiringkan tubuhnya ke kiri, kemudian memeluk Brian. Perlahan mata Arine akhirnya tertutup rapat. Mommy dan putranya itu tertidur dalam kedamaian..

*********

Hari Minggu...

Pagi hari, ketika Bramantya sudah datang dan sampai di Sapporo, laki-laki muda itu bergegas mendatangi rumah Arine untuk bertemu dengan Brian. Untung saja, laki-laki itu berpapasan dengan Arine yang sedang mengeringkan pakaian..

"Hey Bram.. kapan kembali dari luar negeri.. Brian sering menanyakanmu tuh.." Arine langsung menyapa laki-laki itu.

"Sejak hari Jum,at Rine.. hanya saja aku menghabiskan waktuku dua hari di laboratorium . Maklumlah, berhari hari eksperimenku aku tinggal, aku harus memberikan perhatian khusus akhirnya. Tapi syukurlah, malam tadi semua sudah selesai aku kerjakan.." Bramantya menjawab pertanyaan Arine, dan laki laki itu segera masuk ke dalam rumah, seperti di rumahnya sendiri.

Arine membiarkan laki-laki itu, dan gadis itu melanjutkan pekerjaannya. Tidak lama kemudian terdengar celoteh lucu Brian, tampak berkomunikasi dengan papa besarnya. Arine tersenyum, dan turut merasa bahagia dengan kebahagiaan putranya. Setelah pekerjaan mengeringkan pakaian selesai, gadis itu kemudian masuk kembali ke dalam rumah.

"Rine.. boleh nih, satu cangkir hot black coffee,,, Maklumlah jomblo.., tidak ada yang membantu membuatkan.." baru saja Arine sampai di dalam, Bramantya sudah meminta untuk dibuatkan kopi.

"Yap.. tunggu sebentar Bram.. Kebetulan aku juga akan menyiapkan sarapan pagi, dari tadi aku belum menyiapkannya.." Arine segera berjalan menuju ke arah dapur.

Bramantya menatap punggung gadis yang tidak pernah mengeluh jika merasa lelah itu.. Tatapan laki-laki itu ternyata diperhatikan oleh Brian..

"Papa besar.. kenapa menatap mommy Brian seperti itu.. Apakah mommy ada sesuatu..?" dengan polosnya, Brian bertanya tentang mommy nya.

Laki-laki itu tergagap, tidak menyadari jika ternyata Brian juga mengamatinya. Bramantya mengambil Brian, kemudian mengangkat anak kecil itu di atas lehernya.

"Tidak apa Brian.. bagaimana jika kita bantu mommy di dapur. Kasihan mommy masih harus menyiapkan sarapan pagi, padahal baru saja selesai mencuci pakaian.." Bramantya mengajak Brian.

"Okay papa besar.. kita akan bantu mommy.." dua laki laki satu besar, dan satu kecil itu menghampiri Arine di dapur. Arine menoleh, dan di tangan gadis itu sudah ada satu cangkir kopi hangat.

"Sabarlah dulu, kenapa kalian malah menyusulku ke dapur.. Ini kopimu Bram.., sudah siap. Aku letakkan di meja tamu, atau cukup di meja makan.."

"Kita akan membantu pekerjaan mommy... Sekarang saatnya mommy istirahat., papa besar dan Brian yang akan memasak untuk mommy..." Brian berteriak memberi tahu rencana mereka pada mommy nya.

Arine tersenyum. karena dua laki-laki itu sering memanjakannya. Meskipun tidak ada hubungan apapun antara dirinya dengan Bram, namun laki-laki itu sering menjalankan perah, seolah olah menjadi papa pengganti untuk putranya Brian. Terkadang ada rasa malu dengan masa lalunya, namun andai waktu bisa diulang, Arine tidak akan menjadi sepolos dan sebodoh itu.

"Mommy... nasi goreng sudah siap. Kok mommy malah melamun, dan terlihat bersedih.. Apakah mommy sedang ada masalah.." Brian yang mengantar nasi goreng ke meja makan, berteriak melihat reaksi mommy nya.

"Tidak ada Brian sayang.. mommy hanya sudah tidak sabar ingin mencicip masakan Brian dan papa besar.." dengan cepat, Arine merubah ekspresinya.

Tidak lama, Bramantya juga datang dengan membawa tiga buah telur setengah matang, dan juga potongan sosis. Laki-laki itu meletakkan piring itu di samping nasi goreng. Tanpa diminta, Arine segera mengambil nasi goreng dengan sendok besar, dan menempatkan pada tiga piring. Tidak lupa, sosis dan telur ceplok juga melengkapi.

"Semuanya sudah siap, ayo kita segera makan.." agar putranya tidak mengejar apa yang barusan dilamunkannya, Arine segera mengalihkan fokus anak itu.

"Sekarang, agar Tuhan meridhoi rizki yang kita konsumsi, kita harus berdoa dulu. Berdoa dimulai.." tiga orang itu segera menundukkan wajah ke bawah, dan mengucap doa dalam hati. tidak lama kemudian, ketiganya mulai menikmati makanan tersebut.

Jika orang melihat dan tidak mengetahui kedekatan hubungan ketiganya, mungkin akan mengira jika mereka ini adalah keluarga kecil. Apalagi wajah Brian, juga mirip dengan wajah Bramantya., papa besarnya. tetapi untuk memiliki pasangan saat ini, sedikitpun tidak ada dalam pikiran Arine..

********

Sesaat setelah Brian tidur siang, Bramantya mendatangi Arine yang sedang duduk di belakang laptop. Sepertinya ada sesuatu yang akan disampaikan laki-laki itu pada dirinya. Arine menoleh dan tersenyum pada laki-laki itu, dan akhirnya Bramantya duduk di samping Arine.

"Rine.. aku lihat dan juga tanyakan pada Brian, katanya sudah beberapa waktu Raffi sudah jarang main ya ke tempat ini.." tiba-tiba tidak ada angin dan tidak ada hujan, Bram bertanya tentang Raffi.

Sesaat Arine menjadi gugup, dan hal itu ditangkap oleh laki-laki itu.

"Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku Arine, dan memilih untuk menanggung sendiri masalahmu.." kembali Bramantya mengulang pertanyaannya.

Setelah menyiapkan hatinya, akhirnya Arine memberanikan diri untuk menatap laki-laki yang sudah dianggapnya sebagai kakak sendiri itu.

"Aku meminta Raffi untuk tidak datang ke rumah ini lagi Bram, sebelum dia bisa merubah sikapnya.." jawaban itu membuat Bram terkejut. Tapi Arine malah kembali terdiam..

'Tidak mungkin bukan, tanpa ada sebab yang mendasari kamu melakukan itu. Ceritakan padaku Arine, jika kamu masih menganggapku sebagai kakak.." Bramantya meminta gadis itu melanjutkan ceritanya.

Sesaat gadis itu mengambil nafas panjang, kemudian... Arine menceritakan apa yang terjadi dengan Raffi, dan awal keributannya. Sepanjang cerita, laki-laki itu dengan antusias mendengarkan, kemudian..

"Ternyata aku ikut salah menilai hubungan kalian berdua Arine.., aku berpikir jika kamu dan Raffi merupakan pasangan yang cocok. Tapi ternyata seperti itu komunikasi kalian.." akhirnya Bram memberikan komentar.

"Tapi aku juga tidak akan memaksa kamu Rine,., semua adalah privacymu. Hanya saja, aku katakan padamu jika Brian membutuhkan seorang papa, untuk melengkapi perkembangannya. Atau jika memungkinkan, kamu bisa memberi tahu papanya Brian, katakan padanya jika putranya sudah lahir.." lanjut Bramantya.

Arine menutup mulutnya rapat rapat, tidak mau berkomentar lagi. Bahkan siapa yang sudah tersesat dalam satu ranjang dengannya, sampai sekarang Arine tidak mengetahuinya..

**********

1
Surati
Bagus ceritanya 👍🙏🏻
Evy
Akhirnya Brian bertemu papanya..
Evy
wah...wah... ternyata Bram calon Abang ipar.pantesan pas bertemu seperti ada kontak batin yang kuat akan rasa melindungi calon adik iparnya.
Evy
Ternyata Rafi salah paham...
Depiyanti Oktaviansyah
Luar biasa
NBF
"membawaMU kembali bersamaMU"
Susi Wati
Luar biasa
Lutfie Wachad
mksih Thor ceritanya bagus menghibur dan membuat penasaran reader..... salam sehat dan semangat 😊💪
Lutfie Wachad
Arien hamil anak ke dua nich membuat Elmar mengcancel agenda kerjanya lebih memilih menemani Arien Konsul ke Keiko 🤣🤣
Lutfie Wachad
kembali Sapporo Arien dengan Elmar dan Brian sedangkan Bram denga Keiko 😍😍
Lutfie Wachad
Arien maluemerah pipinya setelah mendengar penjelasan Elmar tentang gaun dan perlengkapan wanita yang disediakan untuk Arien 🤣🤣
Lutfie Wachad
hehehe....Elmar marah mendengar kata-kata Arien bahwa ada wanita yang tersakiti ketika Elmar bersamanya 🤣🤣
Lutfie Wachad
hadeehh....Arien hanya melihat gaun dan perlengkapan wanita lainya yang ada di wadrop kamar Elmar di kantor sudah mengambil.kesimpulan sendiri kalau dirinya telah menjadi pelakor...entar nyesel loh Rien 🤣🤣
Lutfie Wachad
kedatangan Arien ke kantor suaminya membuat semua karyawan kagum...mungkin ada juga yang cemburu karena CEO mempunyai istri yang cantik 🤣🤣
Lutfie Wachad
lega dan bahagia mama Clara dan papa William melihat kedua putranya sudah menikah tugas sebagai orang tua untuk mengantarkan ke titik ini sudah terlaksana 👍👍
Lutfie Wachad
akan ada Royal Wedding....😍😍
Lutfie Wachad
akhirnya Bram mengajak menikah Keiko meski belum.juga tau tentang perasaannya kepada Keiko...🤣😍🤣
Lutfie Wachad
cie...cie....Bram sedang mengamati Keiko dan ternyata mengagumi kecantikannya yang selama ini tak pernah diperhatikannya 🤣🤣🤣
Lutfie Wachad
sikap Arien yang keren tidak membalas kejahatan mama tiri dan saudara tirinya tetapi justru bersikap baik hingga membuat malu Sarah dan Claudia 🤣🤣
Lutfie Wachad
mama Clara niat banget untuk menyatukan Bram dan Keiko 🤣🤣 kalau berjodoh ya akan bersama 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!