NovelToon NovelToon
The Housemaid

The Housemaid

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Percintaan bebas / Hamil di luar nikah / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Tamat
Popularitas:75.9k
Nilai: 5
Nama Author: Black in Light

Claire, kepala pelayan mengalami kejadian tragis yang menimpa dirinya. Ia hamil.
Kehamilannya yang mengejutkan membuatnya sangat frustasi.
Kehadiran dua majikan pria yang sama-sama menginginkannya, membuat Claire tambah bingung dengan perasaannya Bisakah Claire melewati semua drama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Black in Light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

"Ramalan yang mana?" tanya Seth.

"Tentang anakku yang berjenis kelamin perempuan." jawab Claire.

"Memangnya kenapa? Kau tidak suka pada anak-anak?" Seth sedikit bingung.

"Aku suka pada anak-anak, aku hanya takut bila anakku benar-benar terlahir sebagai perempuan."

"Astaga, bukankah wanita lebih suka bila anak yang dikandungnya perempuan? Kenapa kau

berbeda? Ayahnya ingin kau melahirkan seorang putra?" tanya Seth.

Claire menggeleng. Ia bahkan tidak tau apakah ayah dari bayinya menginginkan anak itu atau tidak.

"Perempuan  sangat  lemah, mereka hanya bisa menerima saja jika diperlakukan buruk oleh laki- laki. Aku akan sangat sedih bila anakku seperti itu. Jika dia lahir sebagai laki-laki, ia tidak mungkin seperti itu, 'kan?" Claire menjelaskan.

Seth membeku. Kata-kata Claire sudah membuat dirinya terasa hidup tanpa jiwa. Ia mengerjapkan matanya dan kembali menatap Danau Taupo dengan seksama. Tapi Seth bersumpah, ia sendiri tidak tau matanya melihat apa. Ia memikirkan kata-kata Claire tadi.

"Jika anakmu terlahir sebagai perempuan apa yang kau lakukan? Kau tidak akan menyia-nyiakannya hanya karena ia bukan laki-laki seperti yang kau inginkan, bukan?" tanya seth.

"Tidak, aku akan tetap menjaganya. Aku malah akan lebih gigih untuk melindunginya bila dibandingkan dengan ia terlahir sebagai laki-laki. Aku hanya takut anakku seperti aku."

"Sepertimu? Maksudmu?" tanya seth.

Claire menggeleng, lalu tersenyum. "Bukan apa-apa. Kurasa ini hanya syndrome pasca kehamilan. Aku benar-benar Shock saat tau aku mengandung sedangkan aku sama sekali belum siap untuk itu. Belum lagi karena aku harus menjalaninya sendirian. Aku  takut  lelah, siapa yang akan membantuku saat kandunganku semakin  berat? Aku tidak mungkin merepotkan Sara selamanya."

Yah, bukankah Sara bilang bahwa Claire menikah dengan pilot. Mungkin suaminya terlalu sibuk menerbangkan pesawat tanpa memiliki waktu untuk berhenti. Claire pantas bersedih jika ia mencintainya. Usia pernikahannya bisa terbilang baru, Claire masih perawan di malam itu, lalu menikah dan mengandung dengan sangat cepat. Wajar kalau dirinya serba ketakutan dengan apa yang terjadi padanya saat ini.

"Besok kita pulang jam berapa?" Claire memecah lamunan Seth.

Seth menghela nafas lalu memandanginya. "Kau masih sangat lelah? Aku berencana pulang sore ini. Besok aku harus bekerja dan tidak bisa menunggu sampai pagi. Jika kau cukup kuat kita akan bersiap-siap sekarang juga untuk pulang."

"Tidak, bukan masalah. Aku juga sudah merindukan kamarku. Disana tentu saja adalah tempat  ternyaman  bila  dibandingkan dengan tempat seperti apapun!" ungkap Claire.

Bisakah hubungan mereka disebut sebagai hubungan persahabatan? Claire dan Seth sudah begitu dekat semenjak kejadian itu, Claire bahkan bisa membuat Seth merasa nyaman untuk berlama-lama di apartemen Sara setelah sekian lama ia tidak merasakan kenyamanan itu lagi. Tidak bisa dipungkiri bahwa perasaan kehilangan sudah membuat Seth mengerti betapa sesungguhnya Claire memegang peranan yang cukup penting dalam hidupnya. Tapi Seth benar-benar tidak bisa melanjutkan perasaannya ke jenjang yang lebih  jauh. Walau bagaimanapun Claire sudah bersuami, dan Seth tidak  mungkin bisa mencintai wanita yang sudah bersuami.

Tapi Seth sendiri menolak untuk menghindar dari Claire, ia lebih suka memutuskan untuk menemani Claire menjadi pengganti dari suaminya selagi Claire berada di New Zeeland bersama mereka. Menggantikan suaminya untuk menjaganya dan menemaninya, tidak lebih. Kandungan Claire sudah sebulan yang lalu memasuki trimester ketiga, tinggal hitungan minggu dan ia akan segera melahirkan. Tapi hari ini adalah hari pertama Claire memeriksakan kandungannya lagi setelah yang terakhir saat wanita itu kembali ke wellington. Ia sangat takut dengan rumah sakit, takut dengan ramalan tentang jenis kelamin anaknya.

"Lalu apa yang memutuskanmu untuk USG sekarang? Bukankah kau takut jika anakmu berjenis kelamin perempuan?" Tanya Seth saat mereka berdua berjalan menyusuri koridor rumah sakit.

Claire melangkah dengan sangat pelan seolah-olah ia tengah berjalan menuju kematian.

"Aku hanya ingin mempersiapkan diri. Jika dia adalah seorang perempuan setidaknya aku sudah mempersiapkan hatiku lebih lama lagi. Aku tidak ingin menjauhinya karena ia seorang perempuan saat bayiku lahir nanti." jelas Claire.

"Ya, sebaiknya begitu. Jika saja bayimu perempuan, kau harus bisa membuat anakmu menjadi perempuan yang hebat, perempuan yang tidak bisa ditindas ataupun dimanfaatkan oleh laki-laki. Kau tidak boleh kecewa dengan kelahirannya. Bisa saja dia akan menjadi wanita perkasa yang akan memberikan pelajaran pada banyak laki-laki hidung belang!" Seth tertawa karena ucapannya, ia senang saat  Claire merespon kata-katanya dengan tawa juga.

"Sepertinya kata-katamu benar. Aku tidak perlu takut jika anakku seorang perempuan. Dia harus terlahir dengan sehat dan kuat, dia tidak bisa ditindas oleh siapapun."

"Karena itu, berjuanglah. Aku akan mendukungmu dengan sepenuh hati." ujar Seth.

Claire mengangguk, semangat itu mulai merasukinya dan membuat langkahnya melaju semakin cepat. Ia menyenangi keberadaan Seth di sampingnya, Seth adalah sahabat yang baik yang membuatnya merasa tidak sedang hidup sendirian di dunia ini. Pintu ruangan Dokter spesialis kandungan sudah di depan mata.

Claire senang karena tidak ada Antrian di pagi hari seperti sekarang, ia bisa masuk dengan mengetuk pintu saja dan sang dokter akan menyambutnya dengan senyuman.

Claire memeriksakan kandungannya seperti biasa dan dokter sangat senang saat Claire mengajukkan permintaan untuk USG. Sebenarnya dokter sudah sangat lama ingin melakukan itu untuk memantau perkembangan bayinya, tapi sayangnya selama ini Claire tidak mengizinkannya meskipun dokter mengatakan kalau Claire tidak perlu melihat dan mengetahui apa jenis kelamin dari anaknya.

Claire menanti segalanya dipersiapkan, jantungnya berdebar-debar menanti saat-saat ia bisa melihat anaknya. Berkali-kali Claire mengeluh karena degupan jantungnya yang terlalu kuat, ia juga duduk dengan sangat gelisah dan meminum air mineral yang diberikan dokter dengan jumlah yang banyak. Karena itu Claire berkali-kali bolak-balik ke kamar mandi, ia membuat Seth tertawa.

"Hentikanlah, kau baru akan melakukan USG, bukan melahirkan. Tidak perlu terlalu gugup!" ujar Seth.

"Aku juga tidak mengerti mengapa bisa begini," Gumam Claire dengan wajah kesal.

Seth tertawa lagi dan berusaha menyembunyikan tawanya. Ia baru berhenti ketika dokter mengatakan kalau semua perlengkapan sudah siap. Ada sebuah keinginan yang datang tiba-tiba di benak Seth untuk melihat bayi itu juga. Keinginan yang  menurutnya hanya berasal dari rasa penasaran saja. Tapi Seth tidak berani mengajukkan keinginannya kepada Claire. Beruntung dokter mengajaknya ikut serta dan Claire mengizinkannya. Untuk pertama kali dalam hidupnya Seth merasa sangat bahagia.

Claire berbaring di ranjang rumah sakit, Dokter membuka bagian perutnya dan mengolesinya dengan  sebuah Gel dingin. Claire bergindik saat itu, juga saat sebuah alat menempel di perutnya. Tidak butuh waktu lama Claire bisa melihat bayinya. Bergerak- gerak dalam gambar hitam putih, bentuknya sudah sangat jelas, ia sudah besar. Sudah sangat berkembang dan siap lahir ke dunia.

"Bayinya perempuan." Gumam Dokter.

Claire menghela nafas, ramalan Alana benar tentang jenis kelamin bayinya. Anak itu adalah seorang perempuan. Tapi bukan masalah. Bukankah Claire akan mendidik putrinya untuk menjadi seorang gadis yang kuat? Ia tidak akan kalah dengan laki-laki, tidak akan ditindas, tidak akan dijadikan pemuas nafsu belaka seperti dirinya.

"Bayimu besar sekali." Desis Seth.

"Ya, sepertinya kau harus operasi." Dokter juga ikut berbicara lagi. "Kondisi tubuhmu selama ini kurang bagus, dengan bayi sebesar ini, aku fikir kau akan kesulitan untuk melahirkan secara normal."

Claire memandang Seth murung, ia mengingat uangnya yang habis di tabungan. Beberapa bulan lalu Noah mengirimnya uang untuk membeli ponsel agar dia bisa menghubungi Claire saat Noah menginginkannya. Noah juga mengirimkan uang dengan berbagai alasan, tapi Claire tidak pernah menggunakannya. Ia tidak ingin menggunakan sepeserpun uang Noah untuk dirinya. Dengan gamang Claire menoleh kepada Dokter,

"Mengenai biayanya…."

"Kau tidak perlu memikirkan itu!" Seth memotong.

Ia mendekat untuk menggenggam tangan Claire erat. "Aku akan meminjamimu uang untuk biaya operasi. Aku hanya akan memberikanmu bunga setengah persen perbulannya. Tapi jika kau tidak mengembalikan uangku dalam lima tahun, aku akan menaikkan bunganya-mengerti?"

"Terimakasih Seth, kau memang teman yang sangat bisa diandalkan" ujar Claire senang.

Seth mengangguk mengerti, ia menatap monitor itu lagi dengan kagum. Melihat bayi Claire membuat jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. Ia seperti diganggu oleh emosi  yang  sangat  tidak bisa dimengerti, bahagia karena bisa melihat bayi itu hari ini, sedih karena anak itu bukan miliknya dan marah karena Claire yang sudah disakitinya ternyata dimiliki oleh orang lain sebelum Seth bisa menebus kesalahannya.

----------------------------------

1
Ooreoenakloo
menunggu saat saat seth tau kalau claire hamidun anaknya🤗🤗
Ooreoenakloo
tunggu tanggal mainnya seth 🤣😎
ummi zia
sabar ya claire
ummi zia
mulai ad cinta si noah
mummy_aling
critanya bgus skli🥰truskn brkarya. sokongan dri malaysia ☺☺
mummy_aling
cerita yg bagus😍
Mira Anggraini
waahhhh udah tamat aja... tapi seneng, happy ending 😍
Dasti Rukiah
lanjut Thor keromantisannya Seth dan Claire
lusi
bgus kak , 🤩
Anna Mariana
bagus ceritanya kk
Diana Susanti
kok tamat kak extra part kak👍👍👍
Dasti Rukiah
semangat dan lanjut Thor semangat 💪
BiancaRD
hhhhhhhh.. suka suka josss thorrr. meskipun luama update nya aku setia menunggu. menunggu warna biru. 😘😘😘
Toshi
terima kasih ya doa nya. km juga sehat selalu ya.. memang sempet menghilang soalnya harus isolasi di RS.
Anna Mariana
smg sehat sll kk
Mira Anggraini
baru sempet mampir lagi.. ditunggu kelanjutannya Author
Diana Susanti
apapun itu seth ayahkandungnya Gallian
Diana Susanti
lanjuuut kak
Mira Anggraini
makasih T
author... udah Up 2 chapter☺☺☺
Mira Anggraini
yeaayyy Up juga😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!