NovelToon NovelToon
Melahirkan Bayi Untuk Kakakku

Melahirkan Bayi Untuk Kakakku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Angst / Pengganti / Poligami / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:252.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: ethaloona

Elin mengalami kecelakaan bersama kakak iparnya, Sinta yang sedang hamil besar. Tanpa ia duga, kecelakaan itu berakibat fatal bagi Sinta. Sinta harus kehilangan bayinya sekaligus rahimnya. Ariel, kakak angkat Elin pun menyalahkan hal ini pada Elin yang menyetir mobil.

Karena tak bisa lagi memiliki anak, Elin pun diminta untuk bertanggung jawab oleh sang kakak untuk mengganti bayinya yang telah tiada. Elin pun terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan Ariel.

.

Halo! Ini adalah novel pertamaku di Noveltoon, mohon support nya yaah
follow akun IG: etha.loona

deep bow!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ethaloona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Permintaan Elin

Sinta baru saja selesai menyiapkan makan malam ketika ia mendengar suara deru mobil Ariel. Ia buru-buru melepaskan apron lalu membukakan pintu depan untuk Ariel. Kedua matanya menatap mobil merah Ariel yang baru saja masuk ke halaman rumah mereka.

Sinta tersenyum, ia selalu seperti ini menyambut suaminya dengan hangat. Namun, hari ini ia merasakan sesuatu yang berbeda. Ia melihat Ariel merangkul Elin yang terlihat begitu lemas atau mengantuk, ia tidak yakin. Yang jelas ia tidak begitu menyukainya. Ia yang meminta Ariel untuk selalu mengantar-jemput Elin bekerja, tetapi hari ini ia menjadi menyesali permintaannya.

"Kalian udah pulang? Elin kenapa?" tanyanya.

"Ah, ini pusing banget katanya, lemes dia," jawab Ariel. Ia melepaskan bahu Elin lalu bergerak untuk merangkul Sinta. "Tadi aku sama Elin mampir ke pasar buah terus Maghrib di masjid yang deket sana jadi baru nyampe deh."

"Iya nggak papa, kamu istirahat aja, El. Kayaknya lemes banget," ujar Sinta.

Elin hanya mengangguk. Ia memang mudah sekali lelah dan mengantuk belakangan ini. Apalagi sepulang kerja, rasanya ia sudah tidak memiliki tenaga lagi dan hanya ingin berbaring di kamarnya.

"Aku ke kamar dulu, Mbak," ujar Elin.

Usai mandi dan berganti pakaian, Elin pun duduk di tepi ranjangnya. Perutnya terasa lapar dan juga kembung, sungguh perpaduan yang tidak nyaman.

"Kamu nggak makan, El?" tanya Sinta yang baru saja mengetuk pintu kamarnya lalu masuk.

"Iya, ini mau turun," jawab Elin.

"Kamu bisa makan dengan baik kan?" tanya Sinta seraya duduk di sebelah Elin.

"Lumayan, Mbak. Tapi nggak banyak, aku pengen yang seger-seger terus rasanya," ujar Elin. Ia teringat ketika makan siang, ia terus mual meskipun ia sudah meminum obat dari dokter. Ia sudah membuat Mirna bertanya-tanya. Beruntung, Mirna tidak membuat gosip tentangnya.

"Ya udah yuk makan dulu. Aku masakin kamu sop ikan, kamu pasti suka. Aku jamin seger," kata Sinta dengan nada membujuk.

"Oke, yuk."

Elin pun mengikuti langkah Sinta menuruni anak tangga. Rupanya Ariel sudah di dapur. Terlihat Ariel sedang mengupas buah mangga muda yang ia beli tadi. Senyum Elin mengembang sekarang. Ariel benar-benar menepati ucapannya untuk mengupaskan buah untuknya.

"Kami ngapain, Mas?" tanya Sinta. Ia mendekati Ariel dan memperhatikan apa yang dilakukan suaminya.

"Oh, ini tadi aku beli mangga, Sayang. Aku juga udah kupasin kamu itu yang manis," jawab Ariel.

"Makasih ya, Sayang. Ini buat Elin?" tanya Sinta seraya mengambil piring di depan Ariel. Ariel yang sedang mencuci piring pun mengangguk. "Aku bawa ke meja makan ya."

"Oke." Ariel kembali mengangguk. Ia membereskan sampah kulit mangga lalu menyusul dengan membawa piring mangga untuk Sinta.

"Kamu suka yang asem-asem ya," ujar Sinta seraya meletakkan piring mangga muda itu di depan Elin. Elin hanya mengangguk pelan.

"Iya, Mbak. Makasih ya udah dibawain," tukas Elin. Ia menatap Ariel yang menyajikan mangga manis untuk Sinta. Elin mendengus pelan. Ia mengira Ariel hanya membelikan buah untuknya, tetapi Sinta juga mendapatkannya.

"Kamu makan nasi juga dong," kata Ariel mengingatkan Elin.

"Aku mual," ujar Elin. Ia sudah mencoba makan masakan Sinta, tetapi ia tidak begitu menyukainya. Perutnya bergejolak setiap kali ia menyendok, jadi ia hanya makan buah potong.

"Kayaknya kamu makin parah, kemarin kamu masih bisa makan," celetuk Sinta.

"Nggak tahu, Mbak. Tapi aku emang lemes banget," kata Elin.

"Jangan lupa minum air, nanti susunya diminum juga," kata Ariel. "Vitaminnya kamu nggak lupa kan?"

Elin menggeleng pelan. "Aku minum kok." Ia sudah beberapa hari tidak minum susu hamil yang dibelikan oleh Ariel. Ia sama sekali tidak menyukainya. Itu hanya membuatnya jauh lebih mual.

Malam itu, Elin tak bisa tidur nyenyak. Ia terbangun ketika tengah malam baru saja berlalu, tetapi ia tidak bisa kembali memejamkan matanya. Ia mendadak lapar dan memutuskan untuk mencari sesuatu di dapur.

"Ehm, biskuit," gumamnya ketika ia membuka kulkas. Ia mencobanya, tetapi ia juga tidak begitu suka. Namun, karena ia lapar ia tetap memakannya. Ia juga makan beberapa buah stroberi milik Sinta yang ternyata sangat lezat.

"Kamu nggak tidur?"

Elin yang berjongkok di depan kulkas pun terkesiap. Ia menoleh dan mendapati presensi Ariel tak jauh darinya. "Ya, aku kebangun," jawab Elin. "Aku agak laper."

"Makanya, kamu itu makan," tukas Ariel. "Kamu udah lemes, gimana dengan bayinya? Kamu nggak kasihan?"

"Kakak tahu, aku juga udah coba makan. Tapi aku emang mual!" ujar Elin kesal.

"Aku tahu. Tapi kamu makan terlalu sedikit. Aku khawatir kalau kamu muntah-muntah tapi nggak ada asupan yang masuk," ujar Ariel. "Aku bikinin susu ya. Diminum!"

Elin semakin cemberut. Ia tahu Ariel hanya khawatir dengan kandungannya, bukan padanya.

"Kamu bilang kamu mau makan apa, besok aku beliin," kata Ariel seraya mendekati Elin.

"Kan aku udah bilang, aku mau mangga muda yang dipetik di pohonnya, yang ada di rumah lama kita!"

Ariel membuang napas panjang. "Itu jauh banget, El. Kamu nggak kepengen yang lain? Tadi kan udah makan mangga muda."

"Tapi itu kan beda. Aku mau Kak Ariel sendiri yang metik buahnya!" sergah Elin.

"Ya udah, nanti hari Minggu aku ke sana."

"Serius?" tanya Elin senang. Ariel mengangguk di depannya. "Asyik! Nggak sabar rasanya."

"Ya sabar dong, aku nunggu libur," ujar Ariel. Ia tersenyum tipis melihat rona bahagia di wajah Elin. Sudah sejak sore Elin terlihat lemas dan cemberut, jadi ia merasa agak lega ketika bisa melihat senyuman di wajah Elin.

"Aku mau ikut ke rumah lama, Kak. Bolehkan?" tanya Elin. Ia memperhatikan bagaimana Ariel membuat susu untuknya.

"Ya lihat besok. Itukan jauh lima jam perjalanan, bolak-balik udah seharian. Kayaknya kamu nggak usah ikut aja, nanti kamu capek," kata Ariel seraya mengulurkan segelas susu pada Elin.

Elin kembali murung, ia sempat membayangkan bisa berduaan lebih lama dengan Ariel jika ia melakukan perjalanan ke rumah lama mereka. Namun, ia juga sadar itu memang cukup jauh. Dengan kondisinya sekarang, ia hanya akan teler di jalan.

"Tapi Kakak beneran yang bakal manjat pohonnya kan?" tanya Elin dengan nada sangsi.

Ariel tertawa kecil. "Kamu lupa, aku kan jago manjat. Tenang aja kalau kamu nggak percaya, nanti aku minta Pak Jono buat ambil fotonya."

Ariel mengacak pelan rambut Elin karena gemas dengan permintaan dan pertanyaan Elin. Pak Jono adalah tukang kebun di rumah lama mereka. Meskipun rumah itu kosong ada beberapa orang yang dibayar oleh orang tua mereka untuk mengurusnya.

"Ini diminum susunya jangan dianggurin," ujar Ariel ketika Elin hanya mengaduk-aduk cairan berwarna putih itu.

"Aku tuh nggak begitu suka susunya," protes Elin.

"Tapi ini bagus buat kandungan kamu. Besok aku beliin yang rasa lain, siapa tahu kamu lebih suka."

"Oke." Elin akhirnya mulai minum susunya. Meskipun ia tidak begitu suka, ia tetap menghabiskan minuman itu karena Ariel yang membuatkannya. Ariel bahkan menemaniku di dapur hingga ia meneguk habis.

"Udah kenyang sekarang?" tanya Ariel.

"Udah kenyang banget, aku nyampe takut muntah," jawab Elin.

"Ya jangan dong, sini gelasnya biar aku bilas." Ariel mengambil gelas di depan Elin lantas mencucinya di wastafel. Ia mengelap tangan lalu kembali duduk di sebelah Elin yang sedang membaca sesuatu di ponselnya. "2 minggu lagi kita bisa cek USG lagi. Aku penasaran bayi aku udah sebesar apa."

"Belum kelihatan," ujar Elin seraya mengusap perutnya. Ia terkesiap ketika Ariel menarik tangannya. Telapak tangan besar Ariel menggantikan tangannya yang semula ada di perut. Ia begitu gugup karena Ariel sedang menyentuh perutnya. Ia merasakan jempol Ariel mengusap pelan di sana.

"Aku cuma mau pegang bayi aku," bisik Ariel. Ia menatap mata Elin dengan lembut lalu kembali menatap perut Elin. "Aku harap bayi aku sehat dan tumbuh dengan baik di dalam sana."

Elin mengangguk. Walaupun Ariel menyebut bahwa bayi itu adalah bayinya, Elin mulai berandai-andai jika Ariel akan menyebutnya sebagai bayi mereka berdua. Hati-hati, Elin menyentuh pipi Ariel yang begitu dekat dengannya. Ariel agak kaget, ia kembali menatap Elin sekarang. Mereka sudah cukup dekat untuk melakukan ciuman.

Elin hampir mendekatkan wajahnya ke wajah Ariel ketika Ariel menelengkan kepalanya dan berkata, "Sinta! Kamu kebangun?"

1
Shakayla Habibi
galaaannng ...😭😭😭😭
Srirejeki Gabus
😀
Enung Samsiah
aahh,,, aril perhatian prrreeeetttt,,, bikin jengkel bacanya,mnding elin sama galang aja,, aril brengsekkk
ethaloona: 😁😁😁 egoisss kak
total 1 replies
Stanley Maweikere
bagus
Stanley Maweikere
makin seru
Enung Samsiah
aaahhh,,, siaril egois kauu
neuron ACtiv
exstra partt please kk
yunist
Keren banget...
Sivia
😡😡😡😡
ethaloona: kenapa kak??
total 1 replies
Reny Yunita
😭😭😭😭😭😭😭😭😭 aish nyesek bgt babang galang meninggal elin jahat bgt di lamar tapi slalu aja blm bsa ksih jawaban bner" menjengkelkan ga inget apa pengorbanan galang 😤 mna udh tamat aja lagi pdhal blm kelar ngomelin si elin bikin kesel aja si elin 😤
Reny Yunita
astaghfirullah knpa babnya bikin berlinang air darah eeh slah air mata 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 aah ga adil bgt si klw elin balik lagi masa blik kan sama Ariel dan galang gmna dong 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Reny Yunita
aish elin bodoh ngapain pake ngangguk bikin sebel aja Luna udh di ksih ke Ariel udh tanggung jawab mereka lah klw smpe Luna skit mereka bodoh ngurusnya 😤🤦🏻‍♀️
Reny Yunita
uuh akhirnya yg menemukan galang aah bahagianya aq smoga saja sedikit demi sedikit elin akan ada rasa ke galang dan menikah dan bahagia bersama galang 😍😍😍😍
Paulina Nurhadiati
kalo gak buat sesi ke dua please 🙈😭😭 masih mau tau pas kemo berhasil gak ini?? elin dan Ariel kudu bersatu menikah
Paulina Nurhadiati
ah belum rela kalo tamat masih ada yg kurang kasih Ektra part beberapa bab please kak 🤧🤧🤧
..
tragis amat ya nasib galang ini mau lamar elin eh malah kecelakaan dan meninggal 😭😭
Kisti
👍👍👍👍👍
Kisti
sebesar itu kesakitan kalian elin.luna.ariel.
Kisti
😭😭😭eliin jka kmu tau btp ariel juga cinta kmu 😭
Kisti
elin 😭😭😭
Deliz Diaz Dla FM B
Extra part dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!