°•°Serial Detektif/Kriminal°•°
S2 CLBK [Cinta Lama Belum Kelar].
Alangka baiknya membaca novel tersebut di atas, sebelum membaca novel ini. Agar bisa mengikuti lanjutan kisah 'Kasus Selokan' dan 'Asmara' serta 'Problem Hidup' dari tokoh-tokohnya.
Tawa dan tangis seiring sejalan dalam hidup seseorang. Tidak selamanya ada tangis, tidak selamanya tertawa. Semuanya silih berganti menghiasi hidup. Itulah romantika kehidupan'.
Mampukah Kaliana sang detektif dan 'Team Sopape' bisa menolong Chasina yang telah ditahan sebagai pelaku pembunuhan?
Bagaimana dengan 'Kasus Hati' Marons dan Kaliana? Siapakah yang akan menyelesaikan kasus ini?
"Kebenaran selalu menemukan jalannya, untuk menolong setiap orang yang berjalan di jalan-Nya."
Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. Khawatir.
...~•Happy Reading•~...
Kaliana berpikir cepat, mendengar yang dikatakan Marons. 'Apakah terjadi sesuatu?' Tanya Kaliana dalam hati, karena Marons yang dia kenal tidak akan bersikap seperti itu. 'Atau karena dia sudah tahu dirinya Anny, jadi makin protect?' Tanya Kaliana lagi dalam hati, sambil terus berpikir.
"Arrow, aku pulang sebentar. Nanti bersama yang lain ke rumahmu, ya." Kaliana mencoba negosiasi, dengan berkata pelan sambil berharap Marons menyetujuinya.
"Tidak ada nego. Langsung ke rumah. Tunggu yang lain di rumah. Jangan sampai mereka tiba di rumah lebih dulu darimu." Marons tidak memberikan opsi untuk negosiasi atau kompromi. Kaliana makin berpikir, membuatnya makin merasa lelah.
"Belum menuju rumah? Aku masih ada pertemuan, jadi cepat putuskan dan aku dengar." Marons masih menunggu dengan serius, karena Kaliana belum memutuskan mau ke rumah Marons atau tidak.
"Iyaa, Arrow... Di depan ada putaran, aku akan putar balik." Jawab Kaliana mengalah. Dia tahu, Marons tidak pernah seperti itu. Jika dia begitu, pasti ada terjadi sesuatu, atau merencanakan sesuatu.
"Baik. Hati-hati di jalan." Marons langsung mengakhiri pembicaraan mereka. Hal itu membuat Kaliana tertegun. Marons langsung mengakhiri pembicaraan mereka, tanpa menunggu salam darinya.
Kaliana makin mempercepat laju mobilnya ke rumah Marons. Selain ingin tahu yang terjadi, dia juga ingin beristirahat. Apa yang dilakukan sepanjang siang menguras tenaga dan pikirannya.
Setelah tiba di rumah Marons, Kaliana terkejut. Rumah Marons sudah dalam keadaan bernyawa. Kondisi rumah seperti sudah ditinggalin orang. Kaliana turun dari mobil, lalu membuka pagar dengan kunci yang ada padanya untuk memasukan mobil.
"Maaf, Non. Bibi tidak tahu, Nona sudah pulang. Biar Bibi yang dorong pagar." Bibi tergopoh-gopoh keluar dari dalam rumah, saat mendengar pintu pagar didorong oleh Kaliana.
"Oooh... Bibi sudah datang ke sini?" Tanya Kaliana dengan hati lega, setelah tahu yang keluar dari rumah adalah Bibi yang selama ini tinggal bersama Marons.
"Iya, Non. Tadi Bibi ada di belakang, jadi tidak tahu kalau ada yang datang." Bibi menjelaskan apa yang dilakukan. Mendengar itu, Kaliana mengangguk mengerti sambil tersenyum. Kemudian memasukan mobilnya ke halaman, karena dia berpikir mobil Marons yang akan dimasukan ke garasi.
"Non mau minum apa? Biar Bibi buatkan." Tanya Bibi yang sudah menarik pagar dan kunci.
"Tidak usah, Bi. Saya mau minum air mineral hangat saja." Kaliana sangat lelah, jadi cuma mau istirahat. Dia turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah.
Kaliana langsung menuju ruang makan untuk mengambil air mineral. "Kapan Bibi pulang ke sini?" Tanya Kaliana setelah minum dan menyadari situasi.
Tadi dia sangat terkejut melihat rumah Marons dalam kondisi dan suasana yang berbeda. Sehingga dia membuka pagar dengan hati bertanya-tanya. Dia juga mengira ada orang yang datang, jadi Marons memintanya datang.
"Belum lama, Non. Tadi tuan muda mengirim sopir ambil Bibi untuk dibawa pulang ke sini. Katanya, ada yang mau datang. Jadi Bibi sudah bisa kembali ke sini." Bibi menjelaskan apa yang dikatakan sopir Marons kepadanya.
Kaliana mengangguk, tapi belum mengerti apa yang direncakan Marons. "Baik, Bi. Kalau begitu, saya mau istirahat sebentar. Nanti baru kita bicara lagi." Kaliana segera beranjak ke kamar tamu yang pernah ditiduri bersama Yicoe dan Novie.
"Non, istrahat di kamar tuan saja. Bibi sudah rapikan. Tuan yang akan tidur di kamar tamu." Bibi berkata sesuai perintah Marons kepadanya.
"Oooh... Iya, Bi. Terima kasih." Kaliana langsung ke kamar Marons. Dia sudah tidak memiliki tenaga untuk berpikir dan bertanya kepada Marons. Dia mengikuti apa yang dikatakan Marons tanpa berpikir atau pun bertanya kepada siapa pun lagi.
Setelah tiba di kamar Marons, dia melepaskan sepatu dan rompinya lalu ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya. Kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur Marons yang mewah dan nyaman.
...~°°°~ ~°°°~ ~°°°~...
Entah sudah berapa lama Kaliana tertidur. Dia terjaga, saat mendengar bunyi air di kamar mandi. Saat sedang loading, Marons keluar dari kamar mandi dengan rambut basah, mengenakan celana pendek dan T-shirt.
"Sudah bangun rupanya." Marons melihat Kaliana memandangnya dengan mata loading dan belum sepenuhnya terkumpul kesadaran.
"Kau sudah pulang?" Tanya Kaliana sambil terus mengumpulkan kesadaran.
"Kalau belum pulang, aku sedang jalan-jalan di mimpimu." Marons menjawab asal, membuat Kaliana tersenyum.
"Ayooo, bangun. Yang lain mungkin sudah lapar, pingin makan malam." Marons tetap melihat Kaliana sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangan.
"Oooh... Sudah jam berapa?" Kaliana terkejut mendengar mau makan malam.
"Sudah jam bebek pukul ayam." Marons kembali menjawab asal, membuat Kaliana tertawa. Dia jadi ingat isengnya saat membangunkan Marons.
"Ayo, cepat. Aku tunggu di ruang makan." Marons segera keluar kamar meninggalkan Kaliana. Marons berpikir, mungkin Kaliana mau ke kamar mandi tapi tidak enak ada dia.
Kaliana segera turun dari tempat tidur lalu mengambil rompinya. Dia ingin tahu jam berapa sehingga Marons bilang mau makan malam. Ketika melihat jam di ponsel, dia sangat terkejut sebab sudah lewat dari jam tujuh malam.
'Astagaaa... Aku tadi tidur seperti po'on yang tidak ditiup angin.' Kaliana berkata dalam hati sambil menepuk dahinya. 'Aku tidur sangat keterlaluan dan sangat bablaaass...' Ucap Kaliana lagi. Dia langsung ke kamar mandi lalu menyisir rambutnya dengan tangan. Kemudian buru-buru keluar kamar menuju ruang makan.
Kaliana kembali terkejut melihat semua anggota team sopape sudah duduk di meja makan dengan makanan yang sudah penuh di atas meja. "Mbak, cepetaaan... Bentar lagi aku layu seperti po'on yang belum disiram." Putra mengelus perutnya yang sudah lapar.
"Jangan bertanya dulu. Mari makan, sebelum dia benar-benar layu." Marons mencegah, karena melihat Kaliana mau bertanya dan menunjuk Putra dengan wajahnya. Kaliana menahan diri, lalu berjalan cepat, karena dia tahu pasti Putra sudah lapar.
Kaliana segera duduk di kursi yang tersedia. Kemudian mereka semua makan dalam diam. Selain karena semua sudah lapar, makanan yang tersedia juga sangat lezat. 'Pasti ini masakan Bibi.' Kata Kaliana dalam hati, melihat Bibi masih sibuk di dapur.
Sambil makan, Kaliana juga berpikir. 'Mengapa semua anggota team sudah datang ke rumah Marons?' Kaliana bertanya dalam hati. Dia ingat yang dikatakan Marons, agar dia ke rumah dan tunggu yang lain di sana.
'Oooh... Arrow yang minta mereka ke sini.' Kaliana berkata dalam hati lagi. Dia terus berpikir, sampai Bibi mengantar buah-buahan dan letakan di atas meja makan.
"Putra, sudah kau lakukan yang saya minta?" Marons bertanya saat mereka mau makan buah-buahan yang tersedia.
"Sudah, Pak. Nanti selesai makan saya perlihatkan. Supaya lebih jelas, kalau lihat langsung dari pada saya jelaskan secara lisan." Putra menahan tangannya mengambil buah-buahan di atas meja. Cara tangan kaku Putra di atas tempat buah-buahan membuat Kaliana mengerti.
Tiba-tiba Kaliana menepuk dahinya, membuat semua orang memandangnya dengan heran. "Ada apa di dahimu?" Marons sengaja bertanya, sebab dia yakin Kaliana ingat sesuatu.
"Ada 'nyamuk lupa' yang nemplok." Jawaban asal Kaliana menutupi bahwa dia teringat peristiwa di depan restoran saat anggota polisi meletakan GPS di mobilnya.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
haadeehh...aneh aneh rekan kerjamu bram🤦🤦