NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tak Bisa Ku Hindari

Jodoh Yang Tak Bisa Ku Hindari

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Bertemu sebagai musuh berakhir di pelaminan.

Kisah perjodohan untuk mempererat hubungan kedua keluarga.

Janganlah terlalu mencintai, siapa tau menjadi musuh.
Jangan terlalu membenci, mana tau jadi cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

*Di kediaman Yanti.

Salma mengunjungi rumah Yanti, mereka sudah sepakat untuk pergi jalan-jalan hari ini.

"Jeng! Kita hari ini kemana?" tanya Yanti menghampiri Salma dengan menenteng tas di tangannya.

"Hari ini kita ke butik. Orang butik bilang baju kita sudah siap dan aku ingin kita fitting baju sekarang" ucap Salma tersenyum.

"Ok, yuk kalau begitu!" ucap Yanti beranjak pergi bersama dengan Salma.

Mereka langsung menuju sebuah butik milik Salma.

Disana mereka merasa senang karena baju mereka selesai dengan cepat. Baju mereka sesuai dengan apa yang mereka inginkan.

Setelah melakukan fitting mereka merasa puas dengan kualitasnya.

"Jeng! Untuk yang lainnya gimana?" tanya Yanti menatap Salma.

"Kita suruh kesini saja"

"Ide yang bagus itu"

Mereka langsung menghubungi anak-anak mereka.

------

Di kantin

Drrrttt...

Shofi langsung mengambil ponselnya dalam tas dan mengangkatnya di telinganya.

"Siapa?" tanya Tari.

"Nyokap gue" ucap Shofi.

"Ooo" ucap Tari dan ia sibuk menatap cincin Shofi yang ia pakai di tangannya.

"Assalamualaikum, Ma" ucap Shofi.

"Wa'alaikumussalam. Shofi! Kamu dimana?"

"Di kampus, ada apa, Ma?" tanya Shofi bingung.

"Kamu kesini, ke butik tante Salma ya. Mama tunggu kamu!" ucap Yanti langsung mengakhirinya.

"Aish.. Belum dijawab udah main mati aja" gerutu Shofi kesal dengan Yanti yang ketika menyuruhnya tidak meminta pendapat terlebih dahulu, semuanya sesuai dengan kehendaknya. Yang namanya anak mana bisa menolaknya.

"Lo kenapa?" tanya Tari menatap wajah Shofi yang kesal.

"Nyokap gue suruh gue ke butik temannya" lenguh Shofi.

"Wah keren! Lo pasti di kasih baju tuh, buruan gih sana" ucap Tari tersenyum.

"Lo ngusir gue?" tanya Shofi menatap tajam Tari.

"Lo lama-lama peak juga ya. Buruan sana lo ke butik, masa lo gak mau yang gratisan" ucap Tari kesal.

"Ak u lah, males gue" ucap Shofi datar. Ia tau kalau ini pasti tentang baju untuk acara kawinan Rangga.

-----

Di kantor.

Drrttt....

"Assalamualaikum. Ma" ucap Adit.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah" ucap Salma.

"Nak! Kamu lagi dimana?" tanya Salma penasaran.

"Ini lagi di kantor, Ma" ucap Adit.

"Adit, bentar lagi kan jam makan siang. Tolong jemput Shofi dan bawa ke butik Mama ya! Mama tunggu kalian berdua." tut..tut.. Ucap Salma langsung mengakhirinya.

"Ya Allah! Mama ini kenapa sekarang jadi begini?" gerutu Adit kesal dengan tindakan Salma.

Ia langsung berjalan keluar ruangannya dan menemui sekretarisnya.

"Syila.."

"Iya, Pak!"

"Saya mau keluar, siapapun yang ingin menemui saya, suruh datang setelah jam makan siang" ucap Adit

"Baik, Pak"

Adit langsung pergi meninggalkan kantornya. Ia berusaha menghubungi Shofi.

-----

Di butik.

"Gimana, Jeng?" tanya Yanti.

"Semuanya sudah bere. Aku sudah suruh Adit jemput Shofi". Ucap Salma tersenyum sumringah, ia merasa senang karena berhasil meluluhkan hati anaknya.

"Bagus" ucap Yanti tersenyum bahagia.

-----

Drrttt...

Shofi membiarkan ponselnya berbunyi di dalam tasnya.

"Itu nyokap lo lagi deh kek nya" ucap Tari menatap Shofi.

"Mungkin. Biarin ajalah" ucap Shofi cuek.

-----

"Berani ya gak mau angkat telpon gue" gerutu Adit kesal sembari menyetir.

"Gue telpon sekali lagi, kalau lo gak angkat, awas" gerutu Adit menggertakan giginya.

-----

Drrtttt....

"Itu bunyi lagi. Mending lo angkat gih, mana tau penting" ucap Tari.

"Huff" Shofi menghela nafasnya.

Kemudian ia mengambil ponselnya. Ia melihat nomor baru yang menghubunginya dan meletakkan kembali ponselnya.

"Kenapa gak di jawab?" tanya Tari bingung.

"Nomor baru, malas gue angkat" ucap Shofi cuek.

"Eh, mana tau itu penting, mending cepat lo angkat" ucap Tari.

"Hmm" Shofi dengan malas langsung mengambil ponsel.

"Assalamualaikum" ucap Shofi.

"Wa'alaikumussalam warahmatullah. Lo dimana?" tanya Adit kesal.

"Gue di kampus, ini siapa?" tanya Shofi penasaran.

"Lo tunggu gue 5 menit lagi. Gue hampir sampai di kampus. Ingat! lo temui gue di belakang kampus karena gue gak mau orang lain lihat kita jalan berdua" perintah Adit.

"Emang lo siapanya gue main perintah-perintah aja" ucap Shofi kesal.

"Lo gak kenal lagi sama gue?" pekik Adit kesal.

"Emang siapa?" tanya Shofi polos.

"Ya Allah! Anak ini, Shofi gendut....!" pekik Adit kesal.

"Oh lo, rubah! Kenapa lo telpon gue?" tanya Shofi santai.

"Emang tulalit ni anak. Barusan gue bilang mau jemput lo, masih aja lo tanya kenapa gue telpon lo hah?" ucap Adit kesal.

"Hmm.. Jangan marah-marah, makin tuaan lo yang ada, malu gue yang ada kalau jalan sama lo" ledek Shofi tersenyum sumringah.

"Ok, lo jangan banyak kali omong, gue sekarang di belakang kampus, cepat lo kesini! Sekarang!" perintah Adit, kemudian ia langsung memutuskan panggilannya tanpa mendengar jawaban Shofi.

"Aish.. Main seenak jidatnya aja" ucap Shofi kesal sembari meletakkan ponselnya kembali.

"Lo kenapa? Yang tadi siapa?" tanya Tari bingung melihat Shofi begitu kesal.

"Musuh gue. Udah ya gue cabut" ucap Shofi beranjak pergi.

"Lo mau kemana?" tanya Tari bingung.

"Gue mau ke butik, nanti kita video call aja" ucap Shofi langsung mempercepat langkahnya.

Sesampai di belakang kampus ia melihat sebuah mobil sport merah yang menunggunya. Ia melihat kiri dan kanan kemudian ia berlari dan masuk ke dalam mobilnya.

"Huff.. Huff..huff.." suara nafas Shofi tersengal-sengal.

"Lo kenapa?" tanya Adit penasaran melihat Shofi kaya anjing kepanasan.

"Gara-gara lo" ucap Shofi melirik sinis Adit.

"Kok gue?" tanya Adit bingung.

"Yang suruh gue kesini siapa?" tanya Shofi menatap Adit dengan kesal.

"Gue" ucap Adit singkat.

"Nah! Tau kan ini kesalahan lo" ucap Shofi sinis.

"Tapi, gue gak minta lo lari, gue minta lo kesini bukannya lari" jelas Adit santai sambil menyetir.

"Gue minta lo kesini bukan lari, kalau gue gak lari gimana mau sampe kesini tepat waktu" gerutu Shofi kesal.

"Udah cukup! Pasang seatbelt lo yang benar" ucap Adit melirik Shofi dengan wajah datangnya. Padahal dalam hatinya ia tertawa terbahak-bahak melihat Shofi begitu bodoh mau mengikuti perintahnya.

1
Bilqis Salsabila
sangat suka top markotop
Mai
i like Shofi...🥰🥰🥰 Dewi harus dibasmi 🤭🤭
Windy 2613
penasaran yg bucin duluan siapa kira²
king1718
bagus ceritanya
Neni Sumarni
ngidam g segitu nyakali.....
Roewina
Thor jangan kebanyakan bahas adegan ranjang , dan ciuman soalnya dari awal " adegan romantisnya tulisannya kek gitu jadi bosen bacanya 🙏🙏
Roewina
malam pertama masa sampe sebegitunya, othor berlebihan banget,
Roewina
hadeeh 🤦 udah 87 episod ceritanya kek gitu Mulu kapan kelarnya , kalau ceritanya dibolak' balik terus ntar yg baca pada bosen loh Thor
Roewina
lah itu Sofi ma mantan pacarnya bisa bersikap dewasa , ngomongnya juga aku , kamu tapi kalau ma Adit cs ko ga da sopan - sopannya ngomongnya Lo , gue , manggil nama pula padahal Sofi kan jauh lebih muda dari Adit cs hadeehh 🤦 gimna sih Thor?
Roewina
Thor karakter gadis Solehah buat sofi ga cocok , ga pas ma kelakuan , omongan, dan bahasanya kasar kurang sopan TDK mencerminkan gadis Solehah 🙏🙏🙏🙏
Roewina
hadeeh 🤦
Roewina
mulai seru nihh, lanjut thor
Roewina
Thor si Sofi kan berhijab jadi q ngebayangin si Sofi anaknya kalem , lemah lembut sopan, tapi kok kalau ngomong kata - katanya kurang pas maaf ya Thor, tapi ceritanya bagus q suka 👍🙏
Roewina
mau dong resepnya jus poligami 😄☺️☺️
Roewina
lupa ya Thor .... tadi nyebut mamanya Adit kok mama Yanti😄😄😄
Markhatus Mbok Ane Joevika
ws thoooorrr sepurane aq Moh Moco novel.. critone mbulet mumet garai Sirah ngeluuuuu
Markhatus Mbok Ane Joevika
critone blas gk bermutu mumet koyo kotoran.. mboseni🥴🥴🥴🥴🥴
Markhatus Mbok Ane Joevika
kecewa mbik sopo thoooorrr.. Ra sumbut mbik jilbape.. ogak Reti kewajiban dadi wong ws duwe bojo... critone membosankan
Markhatus Mbok Ane Joevika
kesuwen thoooorrr critane mumetttt... maap y thoorr
Saenab
terlambat Rian mengungkapkan perasaannya sama tari
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!