[ VOTE DAN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ]
Yang tidak pernah terbayangkan oleh Reygan, yaitu perjodohan.
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara laki-laki dan juga perempuan yang saling mencintai satu sama lain. Tetapi tidak dengan Reygan, dia harus menikahi seorang wanita yang sama sekali tidak ia kenal, wanita itu bernama Nasya.
Rumah tangga mereka berdua sama sekali tidak dibumbui oleh rasa cinta, mereka berdua harus menikah saat mereka menginjak kelas dua SMA.
Awalnya bukan Nasya lah yang seharusnya menikah dengan Reygan, melainkan kakak tirinya. Tapi karena Kakak tirinya enggan untuk menikah muda akhirnya Nasya lah yang harus menggantikannya.
Perasaan Reygan bukan untuk Nasya, melainkan kekasihnya yang bernama Zora. maka dari itu Reygan selalu memperlakukan Nasya dengan tidak baik bahkan ia secara terang-terangan berpacaran dengan Zora tepat di depan mata istrinya.
Nasya tidak bisa berbuat apa-apa, mereka berdua juga harus merahasiakan pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NG STORY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Januartha mengantarkan Nasya pulang kerumah Hera, gadis itu enggan pulang kerumahnya karena malas sekali untuk bertemu dengan suaminya.
"Terima kasih Januartha, kau sudah mengajakku pergi ke pantai, makan-makanan yang enak, itu sangat menyenangkan sekali." ucap Nasya sambil tersenyum manis.
Jantung Januartha berdetak kencang saat melihat senyuman manis itu, tangannya terulur untuk mengacak-acak rambut gadis yang ada dihadapannya itu.
"Aku senang jika kau bahagia."
"Baiklah jika begitu, hati-hatilah saat perjalanan pulang, aku duluan masuk kedalam rumah."
Januartha menganggukan kepalanya, laki-laki itu menatap kepergian Nasya dari belakang, setelah memastikan Nasya masuk kedalam rumah dengan aman ia pun memasuki mobil dan melajukan kendaraannya pergi dari kawasan rumah Nasya.
Disisi lain Reygan, Gavin, Gala dan juga Savian sedang berkumpul di basecamp milik mereka.
Orang tua mereka sengaja memberikan tempat itu karena tahu anak-anak mereka sering berkumpul.
"Dimana Januartha?" tanya Gala sambil mengambil cemilan yang ada di depannya.
"Entahlah, dari pagi dia pergi bersama bersama Nasya." jawab Gavin.
Gala mengalihkan pandangannya menatap Reygan yang saat itu sedang fokus ke layar ponselnya, Gala sedikit mengintip.
"Kau dekat lagi dengan Zora?" tanya Gala terkejut.
Gavin dan Savian yang mendengarnya langsung menatap Reygan.
"Benarkah?" tanya Gavin.
Reygan diam tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu. "Aku tahu kau dan Nasya menikah karena perjodohan, tetapi kau tidak harus selalu bersikap kasar kepada Nasya." kata Gala sambil menghelakan nafasnya.
"Apakah kau membela gadis itu?" tanya Reygan dengan wajah tanpa ekspresi.
"Iya, aku membelanya." jawab Gala
"Terserah aku ingin bersikap kasar kepadanya, itu urusanku. kalian tidak usah ikut campur."
"Apa yang dikatakan oleh Gala memang benar, kau selalu memperdulikan Zora daripada istrimu, walaupun kau menikahi dia karena terpaksa tetapi seharusnya kau tidak memperlakukannya seperti itu." imbuh Savian
"Apakah kau tahu, saat Nasya menyusulmu ke lapangan dia begitu terkejut saat melihat kau menggengdong Zora ke UKS, dia pasti sudah menyukaimu." seru Gavin
"Dia lebih sering memperhatikanmu belakangan ini, apakah kau tidak berniat membuka hatimu untuknya? Zora bukan wanita yang baik untukmu." kata Gala
"Kalian tahu apa, sudah ku katakan jangan ikut campur."
"Kita bersikap seperti ini karena demi kebaikanmu, Reygan." sahut Savian merasa kesal.
"Januartha sepertinya menyukai Nasya, apakah kau tidak takut jika dia mengambilnya darimu?" tanya Gavin.
"Aku tidak perduli."
Mereka bertiga menghembuskan nafasnya dengan kasar, mereka bertiga beranjak berdiri dan untuk sesaat mereka menatap Reygan dengan perasaan yang kesal lalu Savian dan juga Gavin pergi keluar dari tempat itu sedangkan Gala masih berdiri menatap sahabatnya dengan jengkel.
"Jika kau tidak nyaman dengan rumah tanggamu lebih baik kau ceraikan saja Nasya, aku akan menggantikannya untukmu." ucap Gala lalu pergi dari basecamp nya.
Reygan menatap kepergian sahabatnya itu, keningnya berkerut. "Sejak kapan mereka perduli kepada Nasya dan sejak kapan juga gadis itu bisa dekat dengan sahabat-sahabatkuu." gumam Reygan bertanya kepada dirinya sendiri.
Keesokan harinya Nasya turun dari mobil Januartha, laki-laki itu menjemputnya untuk pergi ke sekolah.
Gala, Gavin, Savian, Chalandra dan juga Eliaria yang melihat kedatangan mereka langsung menghampirinya, Chalandra memeluk erat kakak iparnya itu merasa rindu karena sudah beberapa hari tidak bertemu.
Beberapa siswa dan siswi yang ada disana merasa terkejut saat melihat kedekatan Nasya dan juga anak-anak yang paling berpengaruh di sekolah.
"Akhirnya kau sekolah juga, aku sangat merindukanmu." ucap Chalandra.
"Aku tidak percaya jika kau merindukanku." kata Nasya sambil tersenyum lebar.
"Jika tidak ada kau, tidak ada orang yang menjelaskan materi yang tidak aku pahami, lain kali jangan menghilang seperti itu lagi." ucap Gala lalu diangguki oleh Nasya.
Nasya dan Januartha berjalan berdua ke kalas, sedangkan yang lainnya pergi ke kantin untuk membeli makanan.
Saat hendak memasuki kelas, tubuh Nasya mematung saat melihat Zora yang ada di kelasnya, wanita itu melingkarkan kedua tangannya di leher Reygan dan tatapannya yang terus memandangi laki-laki itu.
Reygan yang sedang duduk di kursi sambil menghadap kearah pintu langsung bisa melihat wajah Nasya yang ekpresinya sulit untuk ia tebak.
Laki-laki itu tersenyum miring, tangannya bergerak mengusap punggung tangan Zora.
Zora yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung tersenyum lebar.
Januartha yang memperhatikan Nasya yang matanya mulai berkaca-kaca, ia mengalihkan pandangannya kepada Reygan.
Tangannya bergerak menggenggam tangan Nasya, Januartha langsung tersenyum kearah Reygan saat itu.
Reygan yang melihatnya langsung beranjak berdiri dan menatap tajam kepada Januartha.
Zora yang terkejut langsung melihat kearah yang dilihat oleh Reygan dari tadi, beberapa saat ia menjadi kesal karena melihat Nasya ada disana.
"Ayo, masuk." ucap Januartha
Nasya menganggukan kepalanya lalu mengikuti langkah laki-laki itu dari belakang, Januartha menyuruh Nasya untuk duduk disebelah Cleo dan gadis itupun langsung mengiakannya.
Suara bel masuk berbunyi, Gala dan juga yang lainnya masuk kedalam kelas.
Mereka bertiga terkejut saat melihat Zora ada disana, Gala menatap tajam Reygan sedangkan Gavin dan juga Savian menatap kasihan Nasya.
"Kau tidak dengar bel masuk, kenapa masih ada disini?" tanya Gala dengan ketus.
Semua mata murid yang ada di kelas itu tertuju kearah Zora, dengan perasaan yang kesal ia pun langsung pergi dari kelas tersebut.
"Lagipula bukankah dia sudah putus dengan Reygan?"
"Dia pasti mengejar Reygan lagi, secara Reygan sangat populer dan anak yang berpengaruh di sekolah inii."
"Dia pasti mengincar harta Reygan."
Bisikan-bisikan itu bisa terdengar di telinga Nasya, tanpa ia sadari ia tersenyum tipis.
dasar Reagen lebay
ngga ada akhlaknya...
korban dari orang tua yg selingkuh
menjodohkan anak yg masih sekolah