NovelToon NovelToon
My Perfect Husband

My Perfect Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Patahhati / Lari Saat Hamil / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / CEO / Tamat
Popularitas:372.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marianay

Ayuna putri yang akrab dipanggil Yuna ini terpaksa menikah dengan pria yang tidak dikenal sebelumnya karena berdasarkan tradisi adiknya tidak boleh menikah terlebih dahulu sebelum sang ayah kakak

Awalnya ia setuju tapi saat dirinya sah menjadi istri dari Yusuf Mahendra malah dipertemukan dengan pria yang selama ini ditunggu.

Yang tidak lain adalah pria yang ingin dinikahi oleh adiknya sendiri

Bisakah Yuna menerima kenyataan yang ada di depan matanya? Dan menerima Yusuf suaminya seutuhnya?

maraton bacanya entah bagaimana kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marianay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berkunjung

"Kita mau kemana bang?"

"Lihat aja nanti"jawabnya "ini masih siang, kamu tidur aja mungkin ini agak jauh"lanjutnya

"Ooo. Oke"

Tangannya bergerak mengusap kepalaku, setelahnya menggenggam tanganku.

"Tidurlah"

Aku menurut, menutup mata dengan ujung jilbab, karena memang susah tidur dalam keadaan terang.

"Dek, dek, bangun"

"Hmm. Kita dimana?" mengusap mata pelan sedang memulihkan kesadaran, kursiku pun sudah lurus seperti tempat tidur.

"Ayo turun dulu"

Bang Yusuf sudah turun duluan, aku pun menyusulnya keluar dia memapahku yang masih pusing, ini seperti rumah, tapi seperti rumah singgah.

"Assalamualaikum " ucap bang Yusuf agak keras, kerena tak ada orang.

"Wa'alaikumussalam, eh, kak Yusuf, masuk ibu ada didalam. Tunggu saya panggilkan"

"Iya, sekalian panggil anak-anak ya"

"Iya kak. "

Kami menunggu cukup lama. Bang Yusuf sempat cerita ini panti asuhan, yang tadi itu Zainal anak panti disini juga, cuma dia yang paling besar, dia mau nemenin ibu panti, pernah ada yang ingin mengangkatnya jadi anak, tapi dia gak mau.

"Maaf ya, membuat nunggu lama, anak-anak baru selesai tidur siang, jadi saya banguin dulu"

"Gak papa bu,"

"Loh ini siapa Nak?"

"Oh ini kenalkan, istri saya bu"

"Waaahh cantik ya"

"Ibu bisa aja"balasku

"Kenalkan Bu, saya Ayuna Putri istri Bang Yusuf panggil saja Yuna." kucium tangannya sebagai tanda hormat. Dia wanita hebat

"Nal.. bawain minum nak"

"Iya bu, ini minumnya" Zainal muncul lagi dari tempat tadi.

"Nal., ambil didalam bagasi semua mainan dan baju kantong itu, bagiin buat anak-anak, dan buat kamu juga ya."

"Makasih kak,"

"Dek abang bantuin Zainal dulu ya, kamu keliling aja sama ibu, Bu titip ya"

"Iya Nak Yusuf, minum dulu nak Yuna, nanti kita lihat-lihat,"

"Iya, Bu. Makasih"

Kuhabis cepat minumanku, ingin melihat anak-anak, karena tadi bang Yusuf sudah duluan masuk dengan Zainal.

"Sekarang indah, mana indah, ayo maju"panggil Zainal

"Saya kak" sahut gadis kecil sambil maju kedepan teman-temannya.

"Ini, dan ini buat kamu"

"Uwaaahhh makasih banyak om," sontak bocah itu memeluk bang Yusuf.

"Iya sama-sama sayang"gadis itu berjingkrak-jingkrak senang keluar ruangan.

"Intan, maju intan"

"Iya kak."

"Ini, dan ini buat kamu"

"Terimakasih banyak om" kulihat mata gadis bernama intan ini berair seperti ingin menangis.

"Iya, sama-sama " bang Yusuf mengusap pelan kepala gadis itu. Dia pun keluar dengan wajah sumringah.

"Nak Yusuf setiap tahun kalau ada waktu selalu kesini, dulu waktu dia masih SMA, dia sering pergi kesini bahkan dengan masih berseragam SMA, dia akrab pada semua anak, entah mengapa dia selalu ingin membagi sendiri hadiah pada anak panti padahal ini tugas kecil."

"Dulu saat dia kuliah hampir tiap bulan dia datang, ada saja yang diberikan, dari sepatu hingga jilbab bagi anak perempuan"

"Nak Yuna beruntung sekali punya suami seperti nak Yusuf"

"Iya, bu"

"Jangan sia-siakan Nak Yusuf ya, walaupun dia kaya, di tak sombong. Panti ini pun sudah besar dari wujud awal hanya rumah kecil, sekarang sudah ada beberapa kamar itu pun karena bantuannya"

Ibu panti mengusap ujung mata pelan, seperti ingin menangis, ku usap pelan punggungnya menguatkan.

"Bahkan kami pun dulu di undang ke pernikahannya sama nak Yuna, tak ada yang bisa pergi karena ada anak yang sakit, nak Yusuf bahkan sudah menyiapkan mobil untuk kami"

Ibu panti menangis dengan senyum diwajahnya, kurengkuh tubuh tuanya, dia wanita yang sangat kuat. Sudut mataku juga ikut berair mendengarnya, seharusnya aku tak pernah membuatnya sedih.

"Udah kebagian semua?"tanya Zainal

"Udah kak" Dengan antusias anak-anak mengankat hadiah mereka tinggi

"Ucapi apa sama om ini"

"Makasih banyak om" Kulihat bang Yusuf juga mengusap ujung matanya. Dia menangis.

"Iya, sama-sama "

Semua mengerumuni Bang Yusuf, tapi ada juga yang mengantri. Ada yang dicium, ada yang dipeluk, ada juga yang bersalaman ala sahabat. Aku ingin menangis juga melihatnya.

Setelah beberapa menit lalu bang Yusuf selesai membagi hadiah anak-anak panti, sekarang kami duduk dikursi taman panti melihat anak-anak bermain.

"Gimana, kita pulang?"

"Aku betah disini, bentar lagi yah"

"Kalau kelamaan pulang kita sampainya malam nanti"

Menghela nafas pelan, aku susah meninggalkan anak-anak ini. Mereka sangat lucu. Menggemaskan sulit meninggalkan mereka.

"Yaudah ayo pulang"ucapnya."Kita pamitan dulu sama ibu, Zainal dan anak-anak."lanjutnya

"Iya"

Kami duduk didepan ibu panti, saling berpamitan.

"Bu, kami pamit pulang dulu ya?"

"Gak nginep aja disini semalam"

"Gak usah deh, Bu. Lain kali aja"

"Yaudah, lain kali mampir lagi ya"

"Insya Allah"Kami menyalami ibu panti bergantian

"Assalamualaikum "

"Wa'alaikumussalam "

Saat keluar dari rumah panti, diluar anak-anak sudah berbaris menunggu bersama Zainal.

"Om pulang dulu ya"

Sekali lagi anak-anak mengerumuni meminta menyalami kami satu persatu, mereka sopan sekali. Kami memasuki mobil, mereka hanya melambaikan tangan, membuka kaca mobil dan membalas lambaian mereka, sungguh aku terharu melihat wajah mereka. Mengambil tisu mengelap air mata.

"Jangan nangis dek"

"Bang, abang gak liat mereka itu seneng banget tadi, aku gak bisa tahan lagi" ucapku mulai segugukan.

"Oo. Sayang maafin abang ya, abang kira kamu bakal tersenyum"

"Abang gak liat aku terharu ini lihat mereka, dari mata mereka terlihat bahagia banget seakan sangat jarang mereka dapat" menyapu lagi air mata.

"Syuutt. Sini peluk abang biar tenang" Tangan bang Yusuf meraih kepalaku meletakkan dibahunya.

"Ayo, peluk" tanganku terulur memeluk perutnya dari samping.

"Hiks..hiks.."

"Udah, udah. Tidur lagi nanti kalau sampai rumah Abang bangunin".

Mengusap kepala dan bahuku pelan, entah mengapa aku sangat nyaman dengannya, dan aku tertidur lagi tak tau berapa lama.

"Dek, bangun "

"Hmm. Udah sampe ya?"

"Udah, ayo kita masuk sekalian bagi-in hadiah yang kamu pilih tadi " Bang Yusuf memperbaiki letak jilbabku, entah apa yang salah. Aku membeku

"Hey. Ayo "

"Ah iya"

Bang Yusuf membawa belanjaan tadi serta koperku, seperti tadi, aku hanya di izinkan membawa sedikit. Padahal aku tak lemah.

"Assalamualaikum" ucap bang Yusuf setelah aku menekan bell.

"Wa'alaikumussalam, masuk tuan, nona. Sini saya bantu bawakan"

"Tolong bawa koper dan paper bag ini ke kamar saya, Bi" tunjuknya pada tas belanja yang ku bawa.

"Baik tuan"

Kami masuk beriringan, bang Yusuf memeluk bahuku.

"Yusuf, Yuna kalian udah datang"

"Iya Ma, baru aja"

Menyalami satu persatu anggota keluarga bang Yusuf dan dipersilahkan duduk.

"Beneran ini kakak ipar, imut banget"

"Ihh. Bella bisa aja"

"Kakak ipar tau namaku. Ahh. Aku senang"

"Udah deh Bel, jangan lebay gitu. Malu" ucap bang Yusuf.

"Ini ada hadiah, buat Mama, kak Nara, Bella dan Rico dipilih sama Yuna"

Bang Yusuf melihat hadiah yang ku pilih, dia pun ingat yang mana ku pilih untuk Mama.

"Uwaaah. Kakak ipar ini bagus buanget, pandai banget kakak milih. Makasih loh kak" Bella

"Iya, sama-sama "ucapku canggung

"Pandai Yuna pilih, bagus-bagus, kakak suka, makasih ya" Kak Nara

"Iya kak"

"Ini beneran Yuna yang pilih, bagus. Makasih ya nak"

"Iya Ma."

"Kalau itu punya siapa?" Tunjuk bella bella pada tas belanja yang tersisa..

"Ini khusus kakak yang pilih buat istri"

"Wow. Kakak romantis banget"

"Jelas dong"

"Eh liat deh, gelang kakak ipar cantik banget "

Entah bagaimana cara bella melihatnya, padahal aku sudah menutupi dengan lengan baju tadi

"Siapa yang kasih kak, cantik banget"

Belum sempat aku menjawab bang Yusuf sudah duluan bicara

"Kakak yang beli tadi sebagai hadiah padahal kakak ipar ini mau nolak lagi tadi "

Kupandangi wajahnya dengan tatapan tajam, kenapa bilang sih.

"Bukan nolak, tapi.."

"Udah, ayo kekamar, tadi kamu ketiduran dimobilkan? Kita istirahat dulu ya. Bentar lagi acaranya dimulai "

Bang Yusuf menarik tanganku, dan meraih tas belanjaan yang tersisa.

"Daa.. Kakak ipar "ucap Bella melambaikan tangan

"Daa.."balasku, masa iya sih bang Yusuf mau aku cepet istirahat, padahal dia yang capek. Aneh

1
Royani Arofat
ngapain sih g jujur.udah mau d lecehkan jg.
Royani Arofat
unting aja yusuf sabar.cemburunya menakutkan.tdk sesuai porsi.kl kayak gitu lamaw g betah loh suaminya
tambahan bonus bunga karena sudah mau berteman dengan myako
kok aku belum di polback kak?
Ryana: udah kok kak
total 1 replies
mantul
suaminya maksa njerr
lanjutkan cuyy
singkat sekali
jangan lupa mampir di karyaku juga ya dan beri dukungannya. sekalian boleh minta folback nya agar bisa berteman
bagus banget semangat terus kak
udh mampir nih☺semangat
Ig : Author_fanie.liem
AK mampir kak
jgn lupa untuk mampir ya
di Mr. Latto- latto- mencari cinta sejati
snow angel
😍😍
Natassa Putri
Ceritanya sangat bagus dan bikin penasaran buat baca chapter selanjutnya
Natassa Putri
Semangat trs Kak nulisnyaa💪😊
Ryana: iya kak mampir juga di novelku yang lain judulnya Hutang Cinta Helena
total 1 replies
Sry Purwanti
gak jelas novel ya.perempuan ya ter lalu muter2 pikiran ya dan naif
Ryana: Makasih kak, aku bakal jadi lebih baik lagi, baca novel lainnya juga, moga gak muter-muter kayak blender
total 2 replies
Ryana
terimakasih
harie insani putra
mampirrrr baca
Anariy
semangat Author
harie insani putra
Tetap semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!