NovelToon NovelToon
Bos, I Love You

Bos, I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Supernatural / Cintamanis / Patahhati / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:265.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: della meyna

Alissa Moon seorang yatim piatu yang tumbuh di sebuah panti asuhan, ia memiliki kecerdasaan yang luar biasa hingga mampu menghidupkan dirinya sendiri semenjak remaja, berkat beasiswa yang di dapatkan, Alissa telah menyelesaikan pendidikan diusia dini. Selain itu, Alissa memiliki kelebihan berbeda, gadis itu bisa membaca masa lalu dan mengetahui masa depan seseorang.

Hingga suatu waktu, Alissa di hadapkan pada hubungan sepasang kekasih yang pelik, Alrescha Nero sangat mencintai Arabella Kalista, kekasihnya. Sayangnya gadis itu tidak mencintai Alrescha, ia menyukai saudara tirinya bernama Georgi Nero, membuat Alissa percaya di dunia ini manusia adalah makhluk yang tidak tahu diri dan paling egois.

Namun hal tak terduga terjadi, Alissa tidak bisa melihat dan membaca masa depan serta masa lalu Alrescha, namun anehnya setiap kali pria itu berada dalam bahaya, Alissa selalu ada disana, terjerat di dalam takdir yang membuatnya terjebak untuk melindunginya, hingga akirnya Alissa mencinta Alrescha sekalipun ia sadar, jika pria itu masih bertahan pad Arabella yang sudah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon della meyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[Episode : 24] Mampu membunuh tanpa menyentuh.

Di ruangan yang sepi dan tidak ada siapapun kecuali Alissa, membuat Alrescha memasukinya, pria itu berjalan dengan penuh wibawa sembari memijaki keramik marmer secara perlahan, bahkan di balik kekusutan dan juga kecemasan yang melanda, Alrscha sangat luar biasa menyembunyikanya, ia bahkan di penuh sikap tenang lantaran sudah membicarakan perihal kondisi Alissa dengan Steven yang merupakan suami temanya, tentu saja Steven akan merujuk Alissa kepada Dokter terbaik berserta kualifikasi yang luar biasa handal, hanya saja apakah gadis itu tidak mengetahui kondisinya, atau dia tidak ingin mengobatinya.

“Bos” sapa Alissa setengah berteriak, ketika melihat Alrescha memasuki ruangan yang sedari tadi penuh akan suram.

Dengan senyum mengambang penuh akan pancaran tulus membuat mata Alrescha meliriknya, namun sesegera mungkin membuang wajah kearah samping untuk tidak terpaku lagi. Entah kenapa hati dan perasaan Alissa selau saja nyaman dan penuh akan bahagia lantaran sedari tadi Alissa sangat mengiginkan Alrescha Nero, dan saat ini pria itu berdiri dan berjalan dengan kondisi baik, kenapa hatinya tak henti mengucapkan syukur jika Alrescha baik-baik saja.

“Apa kau sudah membaik?" tanya Alrescha dengan kalimat dingin namun penuh peduli.

“Aku sudah baik-baik saja Bos, tapi makanan di rumah sakit ini sangat tidak enak, tekstur nasi yang lembek itu benar-benar menghilangkan selera makan ku”

keluhnya.

“Tapi kau menandaskan seluruh makanan, apakah itu yang di katakan kehilangan nafsu makan” balas Alrescha ketika mencari sofa ternyaman untuk di duduki.

“Tapi aku tidak memakanya selahap biasanya Bos, aku hanya memakanya sedikit demi sedikit” bantah Alissa seraya mengibaratkan jarinya kehadapan Alrescha.

“Terserah kau saja” balas pria itu. “Aku akan kembali ke Indonesia besok pagi, kau istirahat saja selama 3 hari di Negara ini. Nanti akan aku kirimkan anak buahku untuk menjemputmu” terus Alrescha ketika menatap kearah Alissa, bahkan dari arah sofa Alrescha bisa mengakses kerutan di dahi Alissa yang sebentar lagi akan mengeluarkan kalimat bantahan.

“Kenapa?” bentaknya dengan tidak terima. “Aku tidak mau tinggal” terusnya sekali lagi.

Hingga pria itu menyungingkan senyum penuh kepuasan atas reaksi Alissa yang sesuai dugaan, bahkan belum sempat beberapa detik, ia sudah bisa menebak jalanya otak gadis gila itu.

“Kau harus tinggal Alissa, sekalipun kau pulang, aku akan memaksamu beristirahat di rumah untuk kesembuhan”

“Aku baik-baik saja. Sungguh, aku tidak betah disini” kekeh Alissa kearah Alrescha, bahkan wajahnya penuh dengan harap sebab tidak ingin di tinggalkan, hingga akirnya Alrescha menatap tajam kearah Sekretaris yang luar biasa keras kepala itu.

“Kau masih sakit. Temanku bilang kau perlu istirahat beberapa waktu”

“Alrescha!!” geram Alissa hingga membuat pria itu tertegun, jika Alissa sudah memanggilnya seperti itu, nampaknya gadis itu tidak ingin mematuhi perintah Alrescha lagi. "Aku tidak mau tinggal disini" kesal Alissa hingga menampilkan ketidaksukaanya pada Alrescha.

"Kau harus--"

"Tidak!" tukas Alissa dengan kalimat tegas, bahkan belum sempat Alrescha bicara gadis itu sudah membantah, jika begini siapa sebenarnya yang menjadi Bos, jika sekretaris yang seharusnya mematuhi perintah Alrescha, malah menjelma menjadi sebaliknya.

“Baiklah. Aku akan menanyakan hal itu lagi pada Carlie, jika dia mengizinkan. Maka kau akan kembali ke Indonesia”

“Benarkah!! Kau harus janji padaku” ucap gadis itu bahkan membuat Alrescha menatap penuh sendu saat memikirkan jika Alissa tengah megalami sakit saat ini, jika bukan karna Alissa terluka dan tengah sakit karna dirinya, mungkin Alreacha akan mengeraskan diri bahkan lebih keras dari pada Alissa, tapi kali ini Alrescha memilih mengalah, sampai Alisaa sehat seperti sedia kala.

Hening membentang di kamar inap yang berukuran cukup besar untuk satu orang, Alissa duduk sembari menyimak siaran televisi yang sengaja Alrescha setel untuknya, sedangkan pria itu duduk manis di sofa sambil mendengarkan sesuatu dengan aerphone bluetooth miliknya, bahkan dari ujung mata Alissa, ia tengah mengamati Alrescha yang sangat mempesona ketika serius bekerja, jika memandang pria itu entah kenapa jantungnya terus berdebar dengan sangat kencang, makin diamati jantung itu seolah tak sudi untuk menepi, sungguh hati yang tidak bisa di nasehati, padahal Alissa sudah menyadarkan diri, Jika Alrescha tidak akan menyukai dirinya, tapi saat melihat Alrescha baik-baik saja hatinya sungguh sejahtera.

Apakah aku sangat mencintai mu Alrescha? Tanya alissa pada dirinya sendiri, jika memang Alissa mencintainya sejak kapan perasaan itu hadir, dan jika memang itu terjadi kenapa Tuhan menempatkan hatinya pada Alrescha Nero yang sangat jelas memiliki kekasih dan bahkan sangat jelas mencintai Arabella, jika di lihat dari memori Dokter bernama Carlie, sungguh ada kehapahitan yang terpaksa Alissa pendam dalam, tentang Alrescha yang begitu mencintai Arabella, bahkan di memori ibu satu anak itu, Alissa mampu melihat sisi berbeda dari Alrescha terkait kasih sayang luar biasanya pada Arabella, tapi sayang sekali, pria sehangat dan sepeduli Alrescha, pada akirnya akan mendapatkan kekecewaan.

“Kenapa takdir tidak berpihak pada kita?” gumam Alissa dengan penuh sedih, bahkan tanpa terasa air matanya berlinang hingga mampu membuat hati itu berdesir perih.

“Alrescha” ucap Alissa setelah menepis kesedihan yang ia rasakan cukup dalam, membuat Alrescha melepaskan aerphone sembari mendongakan wajah kearah Alissa.

“Kenapa? Apa kau butuh sesuatu?" tanya Alrescha yang kala itu berjalan menghampiri Alissa dengan gurat panik.

“Tidak, tidak!” ucap gadis itu sambil mengelengkan kepala dengan yakin.

“Jika tidak, kenapa kau memanggilku seperti itu?” tanya Alrescha dengan bingung, bahkan ia mendengar jelas ada gemetar di nada suaranya.

Tentu tatapan peduli itu selalu membuat Alissa gugup, bahkan saat ini ia tengah meremukan kedua jari tanganya untuk menghilangkan segala kesedihan dan rasa sakit yang sudah menjelma. “Ada yang ingin aku tanyakan padamu” lirih Alissa dengan kalimat rendah, membuat Alrescha menautkan kedua alis matanya tebal itu dengan bingung.

“Katakan saja, memangnya ada apa?”

“Apa kau sangat mencintai Nona Arabella?” tanya Alissa dengan penuh percaya diri, ia memasang wajah ingin tahu dan menyembunyikan kekecewaan itu dalam-dalam.

Bahkan untuk pertama kalinya Alrescha memberi jeda ketika seseorang mempertanyakan hal ini padanya, tapi kenapa ia meragu untuk mengakui jika dirinya mencintai Arabella, bahkan membuat Alrescha berdebar dengan cukup kencang saat yang bertaanya itu Alissa.

“Bahkan kau tahu sendiri tanpa harus aku menjelaskan, kenapa kau bertanya lagi”

Sungguh, kalimat yang baru saja Alrescha keluarkan seperti terganjal untuk ingin di tarik sesegera mungkin, tapi kenapa? Tidak mungkin ia menjaga perasaan Alissa, jika memang ingin menjaga perasaan Alisaa, kenapa harus menjaganya, padahal Alisaa bukan siapa-siapa, selain orang luar yang bertugas sebagai orang kepecayaan dirinya.

“Oh iya, aku hanya memastikan” balas Alissa ketika mengambangkan senyum dengan sikap bodoh. Padahal ia sudah mengetahui hal itu, kenapa harus bertanya lagi. "Lihatlah Alissa bagaimana menyedihkan-nya dirimu" batin Alissa dengan penuh sesal.

“Apa aku boleh bertanya?" sambung Alrescha hingga membuat Alissa tertegun menatap dirinya.

“Bertanya saja, sejak kapan kau harus meminta izinku untuk bertanya” celetuk gadis itu dengan tawa manis yang ia sertai sebagai jawaban atas perkataan Alrescha.

“Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa mengetahui apapun yang akan terjadi dan apapun yang di rencanakan oleh orang lain? Seolah-olah kau bisa memprediksi masa lalu dan juga masa depan ketika bertatapan denganmu” sungguh jantung Alissa seperti di pacu dengan deguban yang amat keras, bagaimana ia menjawab hal ini, seumur-umur Alissa tidak pernah menjawab pertanyaan yang mungkin tidak pernah di pertanyakan semua orang padanya, dan Alrescha Nero menayakan sesuatu itu dengan apik hingga di bungkus dengan kalimat tertata.

“Dor!!” terus Alrescha ketika memainkan jarinya, bahkan tingkah Alrescha yang di luar perkiraan itu membuat Alissa terpaku. “Kau masih ingat dengan permainan ini kan, kau tidak bisa mengelak Alissa, selain menjelaskanya”

“T-Tapi kau curang menanyakan hal itu dengan senjata ini” teriak Alissa kearah Alrescha.

Bahkan ia merasa sangat rugi sekali, Alrescha mengunakan permainan ini, untuk suatu penjelasan yang sulit Alissa jabarkan, sedangkan dirinya hanya menukar tembakan "Dor" itu dengan kaleng Alkohol, bahkan setelah ia mabuk Alrescha menikmati sekali tidur di sisinya. Bukankah ini sangat tidak adil.

“Kau sendiri yang membuat permainan ini. Jadi katakan, apa yang ada di dalam dirimu itu” sungguh jantung Alissa seperti berdegup cukup kencang, hingga bibirnya membeku tanpa mampu mengucapkan apapun.

Alrescha Nero memang pandai menjatuhkan senjata di waktu yang tepat.

Ia bahkan mampu membunuh tanpa menyentuh, dan saat ini Alrescha tengah menyerang tanpa mengeluarkan senjata sungguhan.

1
DeRe
thor balik dong
DeRe
bagussss
Yatie Triesye
ceritanya bagus.... tapi koq tak ada kelanjutannya
Devy ZoviaCarissa
Ni novel masih lanjut atau da END ksini thor? Q kangen tauuuuu plus penasaran dg kelanjutan ni novel.
Up dong thor🙏🙏🙏
Devy ZoviaCarissa
Baru kali ini q baca novel yg penuh sejuta misteri.susah banget untuk menebak akhir cerita novel ini. Semangat ya thor, q Sukaaaaaaaaaa banget dg novel mu in.
Flrna Rina
Thor ceritanya ni seruu, Misteri dan kisah Roman ya menyatu🥰
semangat Thor aku padamu🤗
arin
ngga tersa air matku ngalir...Rsnya nysek?
Martina Alfarizqi
2 like semangat up
alisha
2 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like👍
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Martina Alfarizqi
4 like semangat up
alisha
3 like
Elisabeth Ratna Susanti
4 like🤗
Elisabeth Ratna Susanti
hadir😍
Cindy Wulandari
semangat
Ika NcOm Ajee
apa kabar thor'y...ga up" kok udh lama penasaran
Shopee Hartono
kok lamaaaaaa
ety_
semngat
KHARDHA LOVE
Setulus itukah Alresca🙄 lanjut semangat terus ya salam dari Dokter Cinta Spesialis Hati"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!