NovelToon NovelToon
QUEENESYA

QUEENESYA

Status: tamat
Genre:Komedi / Detektif / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Angelica Maria Vianney

Percayalah, bahwa bahagia akan datang pada akhirnya. Kamu hanya perlu bersabar dan selalu bersyukur untuk setiap napas yang kamu hirup setiap harinya.


Ini kisah kehidupan seorang Queenesya, gadis yang tidak pernah di anggap ada oleh keluarga Petter dan tak hayal mendapat bullying dari Aurel, putri tunggal keluarga Petter.

Siapa yang akan menyangkan bahwa ia adalah putri tunggal dari pengusaha yang tidak bisa dianggap remeh dan merupakan cucu dari ke-empat keluarga besar yang sangat berpengaruh di dunia yang diculik oleh pesaing bisnis Vondrienty ketika baru seminggu ia lahir ke dunia.


karya ini hanya Fantasi Author saja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelica Maria Vianney, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 Terusir

Seperti embun yang tidak pernah bisa bertahan lama di depan jendela kamar dan seperti pelangi yang tak pernah lagi menampakkan dirinya dikala hujan berhenti. Seperti pula kehidupan gadis itu, tidak selamanya akan selalu berada di tempat yang sama pula.

Tadi siang setelah kejadian di belakang sekolah itu terjadi, Esya langsung saja pergi menuju ketempat biasa dimana ia bekerja, hanya saja ketika sampai di sana ia baru sadar jika hari ini bukan giliran dia untuk melakukan pekerjaan.

Jadwal kerjanya telah berpindah kehari Sabtu dan Minggu dimana ia memiliki waktu luang untuk bekerja. Setelah itu, ia memilih untuk pergi ke taman terdekat dari rumah yang ia telah naungi selama ini.

Menenangkan diri dan mencari udarah segar sembari melanjutkan rutinitas kosongnya dengan membaca buku novel favoritnya itu, ingatannya kembali pada kejadian pagi tadi tepat di belakang sekolah, seorang remaja yang ia ketahui bernama Dion memeluk dirinya erat sembari menangis setelah ia membuka gelang yang telah bertengger lama di pergelangan tangannya.

Memikirkan rasa hangat yang timbul saat berada di pelukan cowok itu menambah heran dirinya, akan satu hal yang selama ini menganggu pemikirannya.

Mengapa gelang miliknya tidak pernah bisa dilepaskan oleh orang lain selain Dion salah satu kakak kelas yang baru ia kenal tadi pagi.

Setelah menghabiskan banyak waktu di taman dengan berdiam diri dan membaca bacaannya, Esya cewek imut itu kembali ke mansion dimana ia di tampung selama ini.

Dan disinilah ia sekarang, didepan ketiga manusia yang menurutnya tidak memiliki perasaan layaknya keluarga berbulu serigala. Menundukkan kepala dan pasrah hanya itulah yang selalu bisa ia lakukan setiap hari tanpa keberanian untuk melawan.

Bukannya ia takut, hanya saja jika ia melawan bisa saja ia akan di tendang keluar dari mansion ini dan menjadi gelandangan baru di kota tua. Ia tidak mau jika itu sampai terjadi, terlebih lagi dirinya tidak memiliki sanak saudara yang bisa ia hubungi, karena Ponsel saja ia tidak punya.

"Apa yang sudah kau lakukan?"

Mendengar pertanyaan itu membuat Esya sudah mengerti apa yang sedang terjadi. Aurel pasti sudah mengarang cerita baru lagi pada kedua orang tuanya agar dirinya terkena masalah lagi.

Apa yang bisa Esya lakukan sekarang, menjelaskan hal itu juga tidak akan mereka percaya, tidak ada gunanya jugakan untuk dirinya, jadi lebih baik jika dirinya diam saja agar masalah ini cepat berakhir dan ia bisa kembali kedalam kamarnya yang begitu nyaman. Meskipun hanya dengan fasilitas seadanya saja.

"Kau tak ingin berbicara?"

Beep...beep...

Dering telpon itu membuat aktivitas yang sedang berlangsung itu terhenti, pria paruh baya itu baru saja menerima telpon dari seseorang yang sepertinya begitu penting.

"Ada apa?"

"Barusan aku menerima telpon dari salah satu staf di kantor"

"Lalu apa katanya?"

"Sebagian besar saham yang di tanam oleh Vondriety company (VC) telah mereka cabut kembali"

Wanita paruh baya itu, menunduk lesuh mendengar perkataan suaminya itu. Bagaimana bisa hal itu terjadi, setahu mereka hubungan antara kelurga vondriety dan Petter selama ini baik-baik saja, tidak pernah ada masalah. Sedangkan,Pria itu hanya berjalan bolak-balik sambil memegang dahinya, seraya berpikir mencari cara agar perusahaan mereka tidak berada di tahap darurat.

Esya hanya diam mencerna pembicaraan sepasang suami istri di hadapannya itu, ia cukup mengerti apa yang sedang terjadi disini. Saham yang ditanam oleh VC sangatlah penting terutama tidak sembarang orang bisa melakukan kerjasama dengan mereka.

"Apa yang kau lakukan disitu, cepat pergi sana"

"Ba-ik"

Esya mulai berjalan menjauhi kedua orang tua itu, yang sepertinya mulai prihatin terhadap kondisi perusahaan mereka kedepannya, terutama sekarang ini pesaing bisnis begitu sangat banyak.

👯Queenesya👯

Gadis itu berjalan menghampiri kedua orang tuanya, merasa aneh bahkan memiliki firasat yang tidak baik akan hal ini. Di tatapnya kedua orang tuanya itu secara bergantian.

"Mi,Pi"  panggil gadis itu

"Aurel, apa yang sudah kau lakukan di sekolah tadi"

Bingung, itulah yang ia rasakan. Tidak biasanya maminya bertanya mengenai kegiatannya di sekolah, apa yang harus ia jawab?, Apakah ia harus mengatakan kejadian yang terjadi selain dimana ia mengancam Esya?, Tentu Tidak, karena ia bisa masuk didalam bahaya jika sampai orang tuanya tau.

"Aku hanya mengancam Esya karena mendekati Dion, itu saja"

"Selain kejadian itu" tatap papinya

"Ti-dak Ad-a"

"Kalau tidak ada mengapa pihak VC sampai mencabut saham yang mereka tanam pada perusahaan Kita" teriaknya tepat di depan wajah putri tunggalnya itu

'Apa!!!' batin Aurel. Ternyata benar ini semua karena ulahnya tadi pagi, Dion benar-benar meminta ayahnya untuk mencabut saham di perusahaan milik keluarganya.

"Sekarang katakan yang sejujurnya"

"Aurel!!!" Bentak maminya

Aurel yang tersentak kaget akan perilaku maminya itu bisa apa sekarang. Ini pertama kalinya maminya itu membentak dirinya, bahkan papinya pun seperti tidak memiliki niat untuk menolong dirinya.

"Se-ben-ar-nya..." Ucap Aurel menggantungkan ucapannya, dirinya belum yakin akan menceritakan kejadian tadi pagi.

"Apa!!! Cepat katakan"

"Se-ben-ar-nya, i-ni ka-ren-a u-lah Ga-di-s Mis-ki-n itu Mi, Pi. Yah, ini semua karena Esya, tadi pagi aku memergoki dia sedang berusaha menggoda Dion"

"Apa hubungannya?"

"Aduh mami, di kota ini siapa coba yang tidak tau tentang dia,gadis yatim yang begitu brruntung di angkat menjadi anak oleh keluarga Petter"

Sekilas sepasang suami istri itu memikirkan kembali apa yang telah di katakan oleh putrinya itu, ada benarnya juga bisa jadi Esya memiliki rencana untuk menghancurkan keluarga Petter, mengingat perlakuan kurang baik yang selalu mereka berikan.

"Benar-benar anak itu"

Wanita paruh baya itu berjalan kearah belakang dimana terletak ruangan kecil tempat Esya selalu beristirahat. Dari belakangnya anak serta suaminya mengikuti langkahnya, Aurel hanya memasang senyum kemenangan, menghancurkan kehidupan Esya sama saja dengan menggapai mimpinya selama ini.

Membuka pintu kayu itu dengan cepat, berjalan kearah gadis yang sedang terlelap, mencengkram lengan gadis itu dengan kuat lalu Menariknya hingga gadis itu terbangun dari tidurnya.

Tidak sampai disitu sekarang giliran Aurel yang menarik Esya hingga ke depan teras mansion, apa yang bisa ia lakukan jika melawan pun juga bukan merupakan haknya.

Setelah tiba di depan teras mansion langsung saja tanpa hati Aurel mencengkram erat lengan gadis itu lalu tanpa pikir panjang lagi ia menghempaskan tubuh gadis itu layaknya sebuah bantalan.

"Pergi kamu dari sini"

"Karena kau keluarga kami selalu mendapat banyak kesialan"

"Ck, dasar sampah"

Prakkk...

Pintu itu dibantingnya dengan keras, meninggalkan Esya sendiri di luar, sekarang Esya harus kemana dalam keadaan seperti ini. Esya sama sekali tidak membawa pakaian, uang sepeserpun juga tidak ada di kantungnya, semuanya tertinggal di dalam kamarnya.

'Hujan' pikir Esya, apa yang  harus ia lakukan sekarang dan kemana ia harus melangkah. Ia tidak tau siapa yang akan ia mintai tolong. Apa mungkin selama hidupnya ia tidak akan pernah bisa bahagia.

1
Ananda jaka Ideatama
Luar biasa
Erlina Ibrik
gambarnya gk bisa di buka
Endang Iswahyuni
benar²kakak goblok seharusnya kasih tahu keluarganya biar melindunginya lu bocah sok kepinteran lihat akibatnya sekarangnya
Epijaya
maaf sampai dgn bab ini ceritanya tidak nyambung dgn judul sbb sampai bab tidak menceritakan tentang qunsya.tp LBH yg lain.jd kurang menarik.
Hasanah Ana: ya tidak menceritakan Quensya TPI menceritakan keluarga x
total 1 replies
Epijaya
knp ceritanya tidak ada kisah Quensya?
Wulan Dari Sidyan
seru cerita ada sedih nya ada bahagianya semua campur aduk
Insan Kuratun Jannah
wah cerita ini sangat seru selali
Nadyah Tambunan
ini kenapa sekelas esya sama evan
Nadyah Tambunan
bukannya sibevan seumuran sama Dion saga Gion😏😏
Nur Ain
jahat gitu MCM manA nak jd kakak ipar
Nur Ain
hahaha parkir dulu..thor2
SeYeolSoo
wait mo nanya sebenernya nama ayahnya si kembar dan esya tuh lucas apa yohan?
Nadyah Tambunan: yohan
total 1 replies
Rini Andriani
single
Asry Sagala
kalo anak2 menyelidiki bakal enggak dapet Thor soal nya cuma banyak bacot doang udah tau saudaranya bukan di kasih tau sama orang tuanya tunggu mati biar di kasih tau
Carlos Sianturi
makin berbelit. aneh aja secara diprolog udh keren tuhh silsilah keluarganya 4 klan besar. tpi kok goblok yaaa... anak sendiri disekitar ga tau. buat lahh dia nutupi warna matanya pakai sf, nahh apa kabar dengan gelang dan nama panggilan? dan masa ga nanya nama lengkapnya selama tinggal bersama membengongkan
Siti Nurain
👍
Mrytl22
"Gion ganteng, Gion sabar"
MaMy
g bisa nulis namanya sendiri itu ntar
Anonim
suka
Rini Haryati
keren ceritanya
sukses...semangatthor
mksh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!