Keiko adalah gadis panti yang berada di salah satu distrik Negeri Bamboo, kehidupan masa kanak-kanak hingga remaja tidaklah mudah, karena dirinya dan sebagian anak panti lainnya harus pergi ke ladang dipagi yang masih buta untuk sekedar menjadi buruh pemetik teh untuk membantu keperluan Panti yang sudah tidak lagi mendapatkan donatur, kadang dirinya pergi ke kawasan pasar sekedar untuk mengais-ngais sisa makanan.
Tapi siapa sangka Keiko adalah putri dari salah satu keturunan Naga Langit yaitu penguasa bayangan yang bergerak di dunia bawah atau disebut black market, dimana pengaruhnya terhadap suatu negera sangatlah besar, baik ekonomi maupun politik.
Bagaimanakah kehidupannya setelah kembali ke keluarganya yang sedang terjadi gesekan dengan beberapa keluarga Naga Langit lainnya, apakah Keiko mampu menyelesaikan konflik tingkat tinggi tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vheindie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PCD 24
Berangkat Menuju Wilayah Keluarga Noise
--_
"Jadi Senpai dan Nona Ayumi adalah teman masa kecil?" Tanya Lily penasaran dan mencoba memastikan kebenarannya pada mereka berdua. Kagura yang dari tadi hanya diam sambil membersihkan katana kesayangan pemberian ibu angkatnya pun mulai tertarik dengan pertanyaan Lily.
"Benar, kami berada di panti asuhan yang sama. Bahkan saling berbagi kamar, tapi tidak kusangka gadis yang dulunya suka semaunya sendiri dan suka ceroboh, ternyata anak seorang kepala keluarga penguasa bawah tanah dan lagi sepertinya gadis kecil ini bertambah pintar saja, meski harus kuakui dalam hal IQ dari dulu dia memang pintar sih meski dalam hal pekerjaan dia selalu bergantung padaku karena malasnya gak tertolong" Jawab Ayumi.
"Ya sekarang juga Senpai Keiko orangnya masih suka semaunya kok!" timpal Lily tersenyum melirik ke arah Keiko yang sejak tadi menempel di dekat Ayumi, seolah seperti adik manja yang bergelayut memegang tangan seorang kakak yang baru temui kembali.
"Oi oi oi... Jangan suka nuduh sembarangan ya, aku yang dulu bukan aku yang sekarang tau" timpal Keiko tak terima dengan memasang wajah cemberut.
"Mohon perhatian untuk semuanya, kita akan segera mendarat di bandara ibukota nusantara. Jadi mohon untuk memasang safety beltnya" ucap Jesicca yang memberi pengumuman pada semua penumpang yang berada dalam pesawat tersebut.
Pesawat pribadi yang di tumpangi Keiko dan timnya sekarang sudah mendarat di bandara ibukota nusantara, yang mana membutuhkan waktu sembilan jam untuk sampai di negara ini.
"Selamat datang kembali di negeri maritim Nona Keiko" ucap Pak Ichirou pada Keiko dan rombongannya setelah turun dari pesawat yang terparkir di landasan khusus keluarga Benjiro yang berada di bandara dengan nama dari kedua pahlawan yang memproklamasikan kemerdekaan negara yang dikenal sebagai salah satu negara paru-paru dunia itu.
"Ya... Terimakasih telah menjemput kami Ichirou-san, maaf merepotkan padahal saya tau anda pasti sangat sibuk" timpal Keiko.
"Tidak perlu meminta maaf segala, karena ini adalah kewajiban dan suatu kehormatan bagi saya sebagai seorang yang bekerja pada keluarga Benjiro" timpal pak Ichirou. Dirinya adalah salah satu bawahan ayahnya Keiko yang dipercaya untuk memegang segala urusan bisnis di negara nusantara ini.
"Karena anda baru datang dari perjalanan yang cukup jauh, pasti Nona beserta rombongan sedikit lelah, mari silahkan masuk, kami akan mengantar anda ke hotel terbaik yang kita miliki" lanjutnya yang menawarkan fasilitas terbaik untuk Keiko beserta rombongannya.
"Eh... Ngomong-ngomong bagaimana kabar dari Rehan-san dan keluarganya?" Tanya Keiko setelah dirinya dan Ayumi berada di mobil yang dikendarai oleh Pak Ichirou sendiri. Sementara Kagura, Lily dan Jesicca berada di mobil yang berbeda. Iring-ringan mobil tersebut berjumlah empat, dimana dua diantaranya bertugas sebagai pengawal yang diisi oleh petarung keluarga Benjiro yang memang ditugaskan untuk menjaga bisnis keluarga mereka di negara tersebut.
"Rehan-kun dan keluarganya baik-baik saja, bahkan bisnis home industri mereka saat ini semakin berkembang meski tanpa bantuan kita. Apakah Nona Keiko akan mengunjunginya?" Jelas Pak Ichirou dan balik bertanya.
"Tidak, lain kali saja. Karena saya dan teman-teman tidak akan lama, sebab jam tujuh malam nanti, kami harus segera berangkat ke negeri Greenbull dan mohon pesankan tiket pesawat untuk kami berempat dengan tujuan negara tersebut dan jangan yang kelas bisnis apalagi first class, pesan yang kelas ekonomi saja" timpal Keiko. Meski dalam hatinya dia ingin sekali bertemu dengan orang yang pernah menyelamatkan dan mengajari ilmu bela diri yang mempunyai ciri khas tersendiri itu.
"Eh... Baiklah akan saya pesan dari sekarang" ucap Pak Ichirou tanpa bertanya lebih lanjut, meski tidak diberitahu sama sekali tapi dirinya sangat paham situasinya dan sepertinya Nona mudanya itu tengah melakukan misi penting sekaligus berbahaya di negara tersebut, karena tidak mungkin dirinya diminta untuk memesan tiket kelas ekonomi, apalagi bukankah Nona mudanya itu membawa pesawat pribadi, jadi dia berasumsi demikian, tapi Pak Ichirou tak berani menanyakannya secara langsung dan hanya berasumsi dalam hatinya saja.
Pergantian dari detik ke menit, menit ke jam sungguh terasa sangat cepat tak terasa Keiko, Ayumi, Lily dan Kagura, sudah meninggalkan kamar presidential suite dihotel bintang lima yang memang masih milik keluarga Benjiro dan dipegang oleh salah satu orang kepercayaan Pak Ichirou yang asli warga pribumi.
"Jesicca kami pergi dulu, dan mohon maaf pak Ichirou kami membutuhkan bantuan anda lagi, yaitu nanti apabila setelah satu minggu kami berada disana, tolong kirim peralatan senjata kami melalui kapal kargo, dan untuk alamatnya akan saya kirim dua hari kedepan" ucap Keiko, setelah mereka menerima tiket penerbangan jurusan negara Greenbull.
"Baik Nona, serahkan tugas itu pada saya" jawab Pak Ichirou, setelah pamit mereka pergi ke bandara dengan memesan mobil dari aplikasi online, karena Keiko tidak mau keberangkatannya diketahui oleh orang lain selain orang yang benar-benar setia dan dapat dipercaya.
"Dan untukmu Jes, setelah semua senjata kami selesai dipindahkan tolong langsung pergi dari negara ini pada malam hari dan gunakan beberapa orang yang sudah kita sewa sebagai kamuflase pengganti kami berempat" ucap Keiko lagi, memang ide tersebut terbesit secara sepontan ketika dia menonton film drama dihotel, dan siang dia meminta Pak Ichirou untuk menyewa seorang artis figuran untuk didandani seperti mereka.
"Negara ini sangat besar, meski keluarga kita hampir mendominasi bisnis dinegara ini, tapi ada dua keluarga pribumi yang pengaruhnya cukup besar dan juga mempunyai wilayah bisnisnya sendiri, meski mereka belum termasuk kedalam tujuh Keluarga berpengaruh seperti kita, dan masih terhitung sebagai ormas dinegara ini, tapi kita harus tetap waspada, karena takutnya mereka akan dihasut dan ditunggangi oleh keluarga Goliath atau Noise" ucap Keiko, dirinya memang sudah belajar dari peristiwa penyergapannya, waktu kunjungan pertama kalinya, dimana membuat Keiko hampir kehilangan nyawa (Kisah tersebut ada di novel asa Di Ujung lembayung).