NovelToon NovelToon
Jerat Hasrat Pangeran Gaib

Jerat Hasrat Pangeran Gaib

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Suami Hantu / Dunia Lain / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Ketika sedang berlibur bersama teman-teman kerjanya ke sebuah wisata air terjun, tanpa sengaja Mila menemukan sebuah kalung berlian berwarna merah.


Tidak lama setelah itu, sesosok mahluk gaib muncul di hadapannya dan mengaku sebagai pemilik kalung tersebut. Mahluk itu menjerat Mila ke dalam hubungan yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Cerita ini hanyalah sebuah karangan Author belaka. Jadi, harap maklum jika di dalamnya terdapat cerita yang tidak masuk akal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rika Mabuk

Makan malam romantis antara Rika dan Rangga pun dimulai. Rika tampak malu-malu. Sesekali ia melirik lelaki tampan itu dan setelah Rangga membalas tatapannya, ia pun segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Selang beberapa menit kemudian.

"Terima kasih makan malamnya, Mas Rangga," ucap Rika sambil mengelap bibirnya dengan tisu yang terletak di atas meja.

"Sama-sama," jawab lelaki itu singkat.

"Oh iya, Mas. Tadi 'kan Mas bilang ada sesuatu yang penting, yang ingin Mas bicarakan padaku. Memangnya masalah apa sih, Mas? Apa ini ada hubungannya dengan Mila atau si 'Dia' itu?" lanjut Rika sambil menatap lekat kedua bola mata Rangga.

Rangga menggeleng pelan. "Bukan. Bukan soal itu. Aku mengajakmu bertemu di sini adalah untuk ...."

Rangga menghentikan ucapannya. Ia merogoh saku celananya kemudian mengeluarkan sebuah kotak perhiasan kecil berwarna merah kombinasi gold dan memiliki berbentuk amor. Rangga membuka kotak perhiasan tersebut kemudian menjulurkannya ke hadapan Rika.

"Maukah kamu menjadi kekasihku, Rika?" tanya Rangga dengan tatapan dingin menatap gadis itu.

"Ke-ke-kekasih?" Bibir Rika bergetar. Begitu pula seluruh tubuhnya. Gadis itu syok berat. Ia tidak pernah menyangka bahwa Rangga akan menyatakan perasaan cinta kepadanya.

Sebuah kalung emas cantik terpampang jelas di depan mata Rika. Liontin berbentuk amor dengan sebuah berlian kecil sebagai pemanisnya, berhasil membuat gadis itu terpesona.

"Mas serius? Mas tidak sedang bercanda 'kan?"

Rangga menggeleng pelan. "Aku serius."

"Ta-tapi aku pikir selama ini Mas Rangga menyukai Mila," lanjut Rika yang masih tidak percaya dengan pernyataan lelaki tampan itu.

"Kamu salah. Aku sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun terhadap Mila. Aku mencintaimu, Rika. Sekarang terimalah kalung ini, sebagai tanda bukti bahwa aku mencintaimu," sahut Rangga dengan mantap.

Dengan gemetar Rika meraih kalung itu kemudian menentengnya. "Serius, kalung ini untukku, Mas?"

"Ya."

Walaupun gaya Rangga terlihat begitu kaku saat menyatakan cinta kepadanya, tetapi hal itu tetap terkesan romantis bagi Rika.

"Bagaimana? Kamu menyukai kalung itu?" tanya Rangga, masih dengan tatapan dingin menatap Rika.

Rika mengangguk dengan cepat sambil menyunggingkan senyuman hangatnya untuk Rangga. "Iya, Mas. Aku sangat menyukainya."

Rangga tersenyum tipis. Ia bangkit dari posisi duduknya kemudian berjalan menghampiri Rika. Kini lelaki itu berdiri tepat di belakangnya. Ia meraih kalung yang masih ada di tangan gadis itu kemudian memasangkannya.

Prilaku manis Rangga malam ini benar-benar membuat Rika salah tingkah. Pipinya pun terlihat semakin merona saja. Sebenarnya sudah lama Rika memendam perasaan cinta terhadap Rangga. Namun, ia terpaksa menutupinya karena ternyata Mila pun menyukai lelaki yang sama.

Demi Mila, ia rela mengenyampingkan perasaannya terhadap Rangga dan memilih menjadi mak comblang untuk Mila dan lelaki pujaannya itu.

"Aku masih punya kejutan kecil untukmu, Rika," bisik Rangga di samping telinga Rika.

"Ke-kejutan? Kejutan apa lagi, Mas? Jangan buat aku mati berdiri malam ini," sahut Rika dengan terbata-bata.

Tepat di saat itu, seorang pelayan masuk ke ruangan tersebut dengan membawa nampan di tangannya. Nampan itu berisi satu buah botol minuman dan dua buah gelas kecil.

Rika menautkan kedua alisnya menatap isi nampan tersebut. Sementara Rangga kembali ke tempat duduknya dan meminta pelayan itu untuk meletakkan nampan tersebut ke atas meja.

"Sekarang pergilah," titah Rangga setelah pelayan itu meletakkan nampan yang tadi ia bawa ke atas meja, sama seperti yang di perintahkan oleh Rangga kepadanya.

Rangga meraih sebuah gelas kemudian menyerahkannya kepada Rika. Gelas yang sudah diisi dengan minuman. Bukan hanya untuk Rika, Rangga pun meraih gelas yang satunya kemudian menentengnya ke udara.

"Malam ini kita rayakan hari jadi kita sebagai sepasang kekasih, Rika. Mari kita bersulang!" ucap Rangga.

Rika mencium aroma alkohol yang begitu kuat dari minuman yang ada di tangannya saat itu.

"Minuman beralkohol?" Rika menautkan kedua alisnya heran menatap Rangga. Tidak pernah sekali pun terpikir olehnya bahwa ternyata Rangga adalah lelaki penikmat minuman memabukkan itu.

Rangga mengangguk pelan. "Ya."

Rika meletakkan kembali gelas itu ke atas meja dan menolak ajakan Rangga untuk meminum minuman tersebut.

"Maafkan aku, Mas Rangga. Aku tidak bisa."

"Hanya sekali ini saja, Rika. Dan ini pun yang pertama kalinya untukku. Aku tidak pernah menyentuh minuman ini sebelumnya," bujuk Rangga.

"Benarkah? Jika Mas tidak pernah menyentuh minuman memabukkan ini, lalu kenapa sekarang Mas malah mengajakku meminumnya? Kita 'kan bisa ganti dengan minuman yang lain, teh, kopi atau jus misalnya?" ucap Rika dengan setengah kesal.

Rangga menghembuskan napas berat. "Ya, sudah kalau kamu tidak mau."

Lelaki itu meletakkan kembali gelas minumannya kemudian memalingkan wajah ke arah samping dan dari raut wajahnya saat itu, Rika tahu bahwa Rangga tengah kesal kepadanya.

Rika menarik napas dalam kemudian menghembuskannya kembali. Ia meraih gelas minuman itu dan mengangkatnya ke hadapan Rangga.

"Baiklah, Mas. Sekali ini saja!"

Rangga menoleh sambil tersenyum tipis. "Ya, hanya sekali ini saja!"

Rika terpaksa menenggak minuman itu demi Rangga. Ia menghabiskan minuman tersebut sambil menutup hidungnya agar bau menyengat dari minuman itu tidak tercium. Akhirnya Rika pun berhasil meminum minuman itu hingga tandas.

"Hoeekkk!" Rika menutup mulutnya dengan kedua tangan. Minuman memabukkan itu malah membuat isi perutnya bergejolak. Sementara Rangga hanya tertawa pelan melihat tingkah Rika yang terlihat begitu lucu.

Beberapa menit kemudian.

Rika merasakan sakit yang amat sangat di kepalanya. Seluruh benda yang ada di dalam ruangan itu terlihat melayang dan berputar-putar di atas kepalanya.

Rika yang sudah berada di bawah pengaruh minuman beralkohol tersebut mengibaskan-ngibaskan tangannya ke atas kepala.

"Sialan! Kenapa ayam-ayam ini berputar di atas kepalaku," kesal Rika.

Rangga menghampiri Rika kemudian menarik tangannya pelan. "Sebaiknya kamu istirahat dulu, Rika. Sepertinya kamu sedang mabuk," ucap Rangga.

"Mabuk? Ah, aku tidak mabuk kok, Mas. Ayam-ayam itu saja yang mabuk!" racaunya sambil tertawa gelak.

Dengan sabar Rangga menuntun Rika hingga masuk ke dalam kamar lelaki itu. Rika yang sudah dalam kondisi setengah sadar, tidak merasa khawatir sedikit pun ketika Rangga mengajaknya ke tempat tidur.

"Kita mau apa, Mas?" tanya Rika sambil mengalungkan tangannya ke leher Rangga.

Rangga menyeringai kemudian dengan secepat kilat melepaskan pakaian yang dikenakan oleh Rika. Sementara gadis itu hanya tertawa lantang sambil sesekali mengucapkan kata cinta untuk Rangga.

Hingga akhirnya Rangga berhasil menanggalkan seluruh pakaian yang dikenakan oleh Rika. Kulit putih bersih gadis itu terpampang jelas di depan mata Rangga. Bahkan dua buah bulatan kenyal dan area sensitif gadis itu terlihat tanpa sensor sedikit pun. Namun, ada yang aneh pada lelaki itu. Ia tampak acuh dan tidak peduli dengan tubuh polos yang begitu menggiurkan tersebut.

...***...

1
abang kakak adek
selamat ya 2R
abang kakak adek
tega amaad pangeranbgaibbitu jebak rangga dan rikaa
kan kasiian
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indahnya
sungguh mantap sekali
terus lah berkarya dan sehat selalu...
Yunerty Blessa
tak terasa dah selesai, cerita nya sungguh terbaik...tak berbelit,mantap....
Yunerty Blessa
pasti Mila anak mereka
Yunerty Blessa
seperti nya Mila bukan orang sembarangan...
Yunerty Blessa
padan muka kau Raja Edward
Yunerty Blessa
baru sedar langsung minta jatah 🤭 biar betul ni Pangeran Hans
Yunerty Blessa
mungkin Pangeran Hans cuma pengsan saja... semoga ada keajaiban buat Pangeran Hans...
tahniah buat kehamilan Mila...
Yunerty Blessa
syabas, Pangeran Hans sampai pada tepat masanya...
Yunerty Blessa
belum sempat kalian mengeksekusi Mila, Pangeran Hans sudah tiba untuk menyelamatkan Mila...
Yunerty Blessa
pasti ini ulah Raja Edward dan Putri Serena....bisa² Mila akan diculik
Yunerty Blessa
aku yang panas sejuk membacanya 🤣🤣
Yunerty Blessa
begitu mudah nya Raja Edward terhasut dengan cerita Putri Serena padahal dalam hati nya,dia menginginkan Pangeran Hans menjadi suaminya... mimpilah Putri Serena
Yunerty Blessa
syabas Mila, jangan gentar menghadapi Raja Edward
Yunerty Blessa
jawapan Pangeran Hans sungguh tegas....
Yunerty Blessa
satu restu sudah di genggam oleh Pangeran Hans dan Mila...
Yunerty Blessa
Mila pasti akan dijaga dengan rapi oleh Pangeran Hans
Yunerty Blessa
bersabarlah Mila menghadapi cabaran nanti, semoga Pangeran Hans akan selalu menjaga mu dari kejahatan Raja
Yunerty Blessa
rasakan Lulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!