NovelToon NovelToon
CINTA PRIA YANG KEJAM

CINTA PRIA YANG KEJAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Shafira adalah gadis yang di paksa menikah dengan pria yang di kenal dengan kekejamannya. hingga suatu hari pria itu jatuh cinta pada gadis itu karena kebaikan hati dari sang gadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEMUANYA SUDAH BERAKHIR

Dalang dari kejahatan selama ini telah berada di dalam sebuah gudang tua yang dulu ia gunakan untuk menyiksa Edzard karena telah hanyut dalam keserakahannya. Dengan cara yang sama tangan kaki terikat dan mata yang tertutup, semua yang terlibat telah di kumpulkan oleh Edzrad.

“Inilah kejutan untukmu om Arnold!” Ucap Edzard seraya melapaskan kain yang menutup matanya.

Betapa kagetnya ia melihat Tina, tante Ani, dokter yang bekerja sama denganya dan juga perawat yang membantu Lita di rumah sakit jiwa yang telah tertangkap oleh Edzard sebelum dirinya.

“Seharusnya aku lebih berhati –hati saat berniat untuk berurusan denganmu Edzard.” Kata Arnold.

“Arnold!” Ucap Tina tak percaya bahwa Arnold tertangkap.

“Ada apa denganmu Tina? Apa kau terkejut mendengar suara kekasihmu yang tertangkap, hah?” kata Edzard.

“Kalian sangat menjijikan!” Sambung Edzard lagi.

“Buka ikatan kain pada mata mereka semua, agar mereka bisa menikmati acara reuni mereka.” Perintah Edzard pda anak buahnya.

Mereka semua saling membelalakan kedua matanya saat saling menatap satu sama lainnya. Mereka sungguh tak pernah menyangka kalau Edzard mampu menjebak mereka satu persatu dan mengumpulkan mereka semua di gudang tua itu.

“Apa kau tau siapa yang menggagalkan rencanamu om?” Tanya Edzard pada Arnold.

Arnold hanya diam dan menatap Tina. Ia menyangka Tina lah yang membocorkan tentang rencana jahatnya untuk menghabisi orang tua Edzard.

“Apa kau berpikir Tina yang melakukannya?” Tanya Edzard lagi.

“Jangan omong kosong kau, Edzard!” ujar Tina.

“Hahaha, apa kau takut jika Arnold membunuhmu?” Tanya Edzard pada Tina.

“Ayolah, tangan dan kakinya sedang terikat, dia tidak akan bisa melukaimu.” Sambung Edzard lagi.

“Jelas bukan aku yang membocorkan rencananya!” Bentak Tina.

“Ya…ya, memang bukan kau tapi tante Ani! Dia lah yang membocorkan rencana jahatmu Arnold.” Kata Edzard yang membuat Arnold langsung menatap tante Ani dengan penuh amarah.

“Dasar kau wanita tua! Beraninya kau membocorkan rencanaku!” Teriak Arnold kesal pada tante Ani.

“Mereka mengancamku akan menyakiti Bobi! Makanya aku terpaksa membongkar rencanamu. Aku tak ingin terjadi apapun lagi terhadap putraku!” Balas tante Ani.

"Hahaha, mereka sangat lucu! Dulu mereka saling bekerja sama, tapi sekarang saling menghujat!” Ucap Edzard tertawa jahat.

"Kelihatanya kau sedang senang suamiku!" Ucap Shafira yang juga berada di gudang tua itu.

"Shafira!" Gumam Arnold.

"Ada apa tuan Arnold? Apa kau terkejut melihatku masih hidup setelah kau membakar desa tempat kelahiranku, hah?" Ujar Shafira begitu geram padanya.

“Apa?” Ucap tante Ani terkejut mendengar perkataan Shafira mengenai kejahatan Arnold yang membakar desa tempat tinggalnya dulu.

“Masihkah kau ingin bekerja sama dengan orang yang membunuh suamimu karena kebakaran besar itu tante?” Tanya Shafira.

“Hahaha, memang benar! Aku lah yang membakar desa itu!” Sahut Arnold mengakui kejahatannya.

“Dasar penjahat, kau Arnold! Karena ulahmu membakar seluruh desa, membuatku kehilangan suamiku untuk selamanya!” Teriak tante Ani.

"Kau pikir aku perduli denganmu dan juga putramu yang bodoh itu, hah?" Sahut Arnold.

"Kau memperalatku dan juga putraku!" Teriak tante Ani lagi.

“Baiklah! Acara reuni selesai! Bawa mereka kembali ke tempat mereka! Jangan lupa untuk terus menjaga mereka dengan ketat.” Kata Edzard pada semua anak buahnya yang berjaga di gudang tua itu.

Edzard dan Shafira berlalu keluar gudang tersebut. Edzard mengantarkan Shafira kembali ke rumah sakit jiwa untuk menuntaskan Lita dan Bobi dengan cepat serta menyerahkan semua bukti kepada pihak polisi.

 

*****

Shafira kembali memainkan perannya sebagai pasien rumah sakit dan menggunakan topeng wajah sebagai samarannya. Disana ia terus memantau keadaan Lita yang terus bekerja sama dengan seorang penjaga yang memudahkan dirinya keluar masuk rumah sakit jiwa itu.

Dengan kesal Lita terus mencoba untuk menghubungi Arnold, namun hasilnya tetap sia-sia. Ia tak dapat menghubungi Arnold. Lita belum mengetahui kalau Arnold telah tertangkap oleh Edzard dan di sekap di gudang tua. Hanya dirinya dan juga Bobi lah yang masih  tersisa.

Malam harinya, Lita kembali beraksi. Ia bersiap-siap untuk pergi keluar dari rumah sakit jiwa itu dengan bantuan seorang satpam yang ia suap untuk menyimpan rahasianya. Tanpa Lita sadari saat itu ia sudah diikuti oleh Anton beserta anak buahnya yang akan menyergapnya malam itu juga.

Lita tiba di salah satu bar yang letakknya agak jauh dari sudut kota. Bar yang tampak sederhana namun banyak pelanggan itu pun akan menjadi tempat terakhir yang akan Lita kunjungi. Anton dan anak buahnya terus memantau pergerakan Lita di dalam bar tersebut. dari sudut ruangan bar, Anton melihat Lita bertemu dengan Bobi disana.

"Itu Bobi! Dia benar-benar masih hidup." Gumam Anton dalam hatinya.

"Hehehe, sekali dayung dua pulau terlampaui! Aku akan menyergap kalian berdua malam ini!" Gumam Anton lagi.

Di sebuah room yang ada di bar itu, Lita dan Bobi tampak sedang bersitegang. Mereka kebingungan karena Arnold dan yang lainnya tak pernah muncul lagi dihadapan mereka.

"Apa yang terjadi? Kenapa aku tidak bisa menghubungi Arnold?" Tanya Lita.

"Aku juga tidak tau dimana dia dan yang lainnya. Bahkan hingga sekarang aku tidak tau keberadaan ibuku." Sahut Bobi.

"Apa mereka telah tertangkap oleh Edzard?" Tanya Lita.

"Jika hal itu benar terjadi, maka habislah kita!" Sahut Bobi.

"Sebaiknya kita tinggalkan kota ini sebelum Edzrad menangkap kita juga." Kata Bobi.

"Tapi bagaimana dengan papaku? Dia masih mendekam di penjara." Kata Lita panik.

"Apa kau mau ikut mendekam di penjara bersama dengan papamu, hah? Jika kita tertangkap, Edzard pasti akan memenjarakan kita karena perbuatan kita selama ini." Kata Bobi lagi.

"Tapi kita mau kemana?" Tanya Lita.

"Kemana saja asalkan jauh dari jangkauan pria kejam itu!" Sahut Bobi.

"Sebelum Arnold pergi ke paris waktu itu, aku berhasil mengambil semua isi brangkasnya. Dengan itu kita bisa kabur dari kota ini." Sambung Bobi lagi.

"Baiklah, kalau begitu." Kata Lita menyetujui perkataan kekasihnya itu.

"Ayo kita segera pergi dari sini." Kata Bobi.

"Tunggu, aku ke toilet dulu." Kata Lita.

"Baiklah, cepat kembali." Sahut Bobi.

Lita pun pergi ke toilet untuk buang air kecil. Namun setelah ia selesai dari dalam toilet, tiba-tiba saja seseorang menyergapnya dari arah belakang dan membiusnya. Seketika saja Lita pingsan dan tak sadarkan diri. Di tempat lain, Bobi sangat gelisah menunggu Lita yang kunjung muncul. Inisiatif, Bobi pun menghampiri Lita ke toilet wanita yang ada di bar tersebut. Saat celingak-celinguk di depan toilet wanita itu, tiba-tiba seseorang menyergap Bobi dan memukul tengkuk lehernya sehingga membuat Bobi tak sadarkan diri.

 

 

*****

Sementara Shafira yang berada di rumah sakit jiwa sedang membuat kerja sama dengan petugas penjaga malam dengan menawarkan sejumlah uang yang berkali-kali lipat dari yang diberikan oleh Lita padanya.

“Aku hanya ingin kau memberikan informasi padaku.” Kata Shafira pada paetugas.

“Apa saja yang kau tau tentang Lita?” Tanya Shafira.

“Dia hanya wanita yang berpura-pura gila untuk membalaskan dendamnya kepada seseorang.” Jawab petugas itu.

"Dendam pada siapa dia?” Tanya Shafira berpura-pura tak tau.

“Edzard!” Sahut petugas.

“Apa kau mengenali Edzard itu?” Tanya Shafira.

“Tidak! Tapi yang aku tau selama ini, katanya Edzard itu adalah keponakan dari tuan Arnold.” Jawab petugas itu.

“Apa kau mengenal tuan Arnold?” Tanya Shafira lagi terus merekam perbincangan itu tanpa sepengetahuan petugas.

“Untuk apa kau tau tentangnya? Aku tidak akan menjawab apapun mengenai tuan Arnold.” Kata petugas.

Shafira kembali melemparkan segepok uang kehadapan petugas itu.

“Jika kau bersedia memberikan informasi tentang Arnold, maka uang itu akan jadi milikmu dan aku pastikan kau tak akan terkena masalah apapun.” Ucap Shafira bernegosiasi pada petugas itu.

Dengan sifatnya yang serakah terhadap uang, petugas itu akhirnya membeberkan segala yang ia ketahui mengenai apa yang dilakukan oleh Arnold selama ini. Setelah mendapatkan semua informasi mengenai Arnold, anak buah Rendi langsung menangkap petugas itu.

“Nyonya, kau menjebakku!” Teriak petugas itu.

“Apa kau pikir aku lupa, bahwa kau juga ikut menjebakku di dalam hotel itu! Sebelum aku pingsan, aku juga melihatmu yang tersenyum puas karena berhasil memukulku dengan sebuah balok yang ada di tanganmu saat itu.” Kata Shafira yang langsung membuka topeng wajah samarannya.

“Nyonya Shafira! Bagaimana mungkin?” Ucap petugas itu sangat terkejut melihat Shafira.

“Bawa dia!” Perintah Rendi pada anak buahnya.

Petugas itu pun dibawa kesebuah gudang tua berkumpul dengan rekan-rekan jahatnya yang lain.

“Edzard, semua bukti sudah terkumpul dan semuanya telah berhasil kita tangkap!” kata Anton.

“Baiklah! Kepala polisi dan lainnya sedang dalam perjalanan, kita tunggu mereka datang agar semuanya bisa ditangani oleh pihak yang berwenang.” Sahut Edzard.

Tak lama kemudian, pihak yang berwenang pun datang dan menangkap semua penjahat beserta dalangnya yaitu Arnold. Sidang di pengadilan telah memutuskan untuk menjatuhkan hukuman mati terhadap Arnold atas segela perbuatanya selama ini. Sementara yang lainnya yang ikut berkomplot menjalan rencana kejahatan itu, di hukum sesuai dengan tindak kejahatan yang ia perbuat.

 

 

Satu tahun kemudian, Shafira mengunjungi tante Ani serta Bobi di dalam penjara. Sebenarnya ia sangat iba melihat tante Ani dan juga Bobi di dalam sel tahanan yang dingin itu. Namun Shafira juga tak bisa melupakan apa yang telah mereka lakukan terhadapnya sehingga membuatnya merasakan siksaan Edzard lahir batin dulu.

"Shafira, seharusnya kau berterima kasih padaku, karena aku telah memberimu kepada Edzrad! Kau bahagia kan bersamanya sekarang?" Kata Bobi pada sepupunya itu tanpa ia menyesal sedikitpun atas perbuatannya.

"Heh, kau pikir saat pertama aku bertemu dengan Edzard, dia memperlakukan aku dengan baik, hah? Kau tau sendiri siapa Edzard! Dia pria yang terkenal akan kekejamannya. Aku melalui semuanya penuh penderitaan, apalagi saat kau dan ibumu menjebakku di hotel itu. Penderitaanku seakan tiada habisnya kurasakan." Sahut Shafira.

"Aku harap kau membusuk di penjara ini, Bobi!" Ucap Shafira yang seketika kesal karena Bobi tak pernah menyadari akan kesalahannya pada Shafira.

"Kau ingat saja nanti! Setelah aku keluar dari penjara ini, aku akan membalasmu!" Teriak Bobi.

"Aku menunggumu, Bobi!" Sahut Shafira seraya melangkah pergi dari tempat pertemuannya dengan Bobi.

Setelah menemui Bobi, Shafira pun mengunjungi sang tante yang juga mendekam di dalam penjara. Shafira menatap iba pada sang tante yang dulu pernah merawatnya.

"Tante!" Ucap Shafira yang tak bisa menahan air matanya.

“Shafira, maafkan lah aku, nak! Aku menyesal karena telah terperdaya pada Lita dan juga lainnya.” Ucap tante Ani.

Shafira hanya diam saja sambil mengusap air matanya yang sempat menetes dari sudut matanya.

“Maafkanlah aku! Jika suatu saat aku tiada, maka aku bisa mati dengan tenang.” Sambung tante Ani lagi.

“Kenapa kau tega melakukan hal itu padaku, tante? Padahal aku sangat menyayangimu seperti ibuku sendiri." Ucap Shafira.

"Maafkan aku, nak!" Ucap tante Ani menangis menatap Shafira yang duduk berhadapan dengannya dengan dinding kaca sebagai pembatas.

"Aku memaafkanmu, tante!" Kata Shafira beranjak pergi.

"Tapi, aku berharap aku tidak akan pernah bertemu denganmu lagi, tante." Kata Shafira sambil melangkah pergi dari rumah tahanan itu.

Tante Ani hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya kepada Shafira yang sangat menyayanginya seperti ibu kandungnya sendiri.  Di dalam kamar tahanannya, tante Ani hanya bisa mengenang saat-saat dulu Shafira selalu membantunya disaat senang maupun susah. Kenangan itu selalu membuat tante Ani dirundungi perasaan bersalahanya.

1
Qaisaa Nazarudin
Noh siapa itu? Apa jangan2 itu Bobi yg sudah tantenya ikat jamin dgn duit Rp50 juta itu??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa kau gak pergi lihat aja, Mana tau ada org jahat dirimah itu..
Qaisaa Nazarudin
Hanya itu2 saja alesan ancamannya Edzard,Edzard belum bertemu buku dgn ruas lelaki yg bisa menyelamatkan Shafira dari cengkaman Edzard..😔😔
Qaisaa Nazarudin
Anton selalu benar👍🏻👍🏻👍🏻 Shafira itu wanita baik2,mana mau dia hamil anak luar nikah,Dasar pria gila..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu pasti kalung yg Edzard liat waktu Shafira menyelamatkan nya waktu itu..
Qaisaa Nazarudin
Sama aja bohong 🤣🤣🤣
Makanya lain kali baca dulu,ogeb..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Yup aku setuju, Di sini Shafira juga gak salah, Karena dia diancam oleh Bobi dan di manpaatin oleh Lita..
Qaisaa Nazarudin
Jfn bilang kalo itu Shafira..
Qaisaa Nazarudin
Haih raasain kau Bobi mampus aja bagus,Hidup juga gak berguna..😡
Qaisaa Nazarudin
Mungkin dr sini kelhilafan Edzard,Nih cewek ntar yg jd penghalang antara Edzard dan Syafira,,percaya deh..
Diana diana
ceritanya bagus , gak ngecewaiin
Diana diana
tamat juga . .
aku maraton loch bacanya . .
dan gak ngecewain . .
Diana diana
ceritanya bagus tapi sepi pengunjung ya . .
Diana diana
aaaah aku jd deg degan an euy
Diana diana
part nya sedikit tapi setiap part nya sangaaaaaaaat mengesankn . .
Diana diana
ap yg terjadi ya 6 tahun lalu . .
Diana diana
wkwkwkwk . .
Diana diana
wkwkwkwk . . ngakak liat tingkah mereka . .
Diana diana
bahaya klo sampe Kang Mus tau klo Safira d siksa c tuan kejam . . wkwkwkwk
Diana diana
aku yakin Shafira orangnya . .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!