NovelToon NovelToon
LELAH Season 1-3

LELAH Season 1-3

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:18.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hairunnisa Ys

DILARANG PROMOSI!!! SESAMA AUTOR MARI SALING MENGHARGAI...

Syeilla Aretha Zayna harus menuai hasil yang ia tanam di masa lalunya. Segala penderitaan dilimpahkan Tuhan padanya. Mulai dari suami yang ia cintai mencintai wanita lain, mertua yang selalu menghinanya karena tidak bisa memiliki anak, keluarga yang mengucilkannya, disaat itulah Tuhan pun menurunkan anugrahnya saat Syeilla dinyatakan hamil namun ia dinyatakan menderita penyakit mematikan yang dapat membahayakan bayi dan dirinya sampai membuat Syeilla berada di titik terendah dalam hidupnya. Dalam kesendiriannya ia berjuang untuk melahirkan bayinya dengan resiko kehilangan nyawanya. Tuhan masih berbelas kasih dengan menurunkan tiga malaikat dalam wujud manusia.

Aiden William Abhivandya telah menanamkan sebuah kebencian semenjak Syeilla memasuki kehidupannya secara licik dengan menjebaknya maka mulai saat itu ia bertekad untuk membuat Syeilla menderita sampai ajal menjemputnya namun seiring kebersamaan mereka perasaan benci mulai berubah menjadi cinta namun ia menyangkalnya hingga malam tragis itu menyadarkannya betapa berharganya seorang Syeilla dalam hidupnya.

*****
Seburuk apapun masa lalu seseorang bukan menjadi patokan untuk mereka tidak berhak bahagia walau hanya sedetik (Syeilla).


Note!: cerita ini konfliknya sedikit berat, bagi yang tidak tahan jangan dibaca. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hairunnisa Ys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24

"Syeilla... " teriak Aiden pagi-pagi sekali. Linda yang sedang menyiapkan makananpun lari terbirit-birit ke kamar tuannya.

Tok

Tok

"Tuan ini saya Linda" teriak Linda dari balik pintu.

"Linda panggilkan Syeilla" teriak Aiden dengan marah.

"Maaf tuan tapi nona sudah tidak ada di rumah lagi" ujar Linda dengan lesu.

"Kau jangan berbohong. Cepat panggilkan atau kau akan aku pecat!!" teriaknya dengan lantang. Ia berjalan menuju pintu dan membukanya dengan kasar.

Linda yang sedang ditatap tajam pun hanya mampu menunduk dengan pasrah.

"Tuan, bukankah tuan sendiri yang mengusir nona beberapa hari yang lalu dan semenjak itu nona tidak pernah lagi kembali ke rumah ini" jawab Linda dengan takut-takut.

"Kau bisa kembali"

Seakan teringat ia pun menjambak rambutnya dengan kencang. Segala perbuatan buruknya seakan berputar di kepalanya.

"Arrggg" teriaknya dengan frustrasi. Kenapa di saat seperti ini malah bayangan itu yang muncul di benaknya.

Tring

Tring

Terdengar suara memanggil dari seberang. Ia segera mengambil handphone dan mengangkatnya.

"Bagaimana?" tanya nya dengan datar.

"Maaf pak tapi kami tidak menemukan keberadaan nona Syeilla di manapun bahkan rumah sakit tidak ada menerima pasien atas nama nona Syeilla" lapir seseorang dari seberang sana.

"Baiklah" lalu ia pun mematikan panggilannya dan menatap ke arah langit-langit kamarnya.

"Kemana kau?" tanya nya dengan bingung.

"Ah ini pasti salah satu triknya agar aku mencarinya cih! dia pikir siapa dirinya? Hanya untuk meraih simpatiku kau sampai melakukan hal seperti ini" Aiden menggelengkan kepalanya dengan sinis lalu sedetik kemudian ia tertawa terbahak-bahak.

"Dasar perempuan bodoh"

Di belahan benua lainnya Syeilla sedang menikmati angin semilir yang membelai wajahnya dengan lembut. Ia sesekali tersenyum menikmati betapa indahnya panorama ciptaan Tuhan yang selama ini tidak pernah ia nikmati. Betapa ia dangat kufur akan nikmatnya.

"Syeilla" teriak Zia dari belakangnya. Tampak Zia membawa beberapa buah dalam sebuah keranjang kecil dan berjalan kearah Syeilla.

"Apa kau benar-benar membawakannya untukku?" ujar Syeilla dengan terharu.

"Tentu saja. Kau bisa mengganggapku sebagai suamimu mulai sekarang" ujar Zia dengan cengiran khasnya. Mereka pun kemidian tertawa bersama.

"Bagaimana bisa aku menganggapmu sebagai suamiku. Aku bahkan merinding saat membayangkannya" dengus Syeilla sembari mengambil buah dalam keranjang kecil yang ada di pangkuannya saat ini.

Zia memperhatikan Syeilla dengan dalam. Matanya tak berkedip menatap wajah Syeilla yang berseri. Tawa yang tak pernah ia lihat sebelumnya kini terbit di bibir Syeilla.

"Apa kau bahagia disini?" tanya Zia tanpa sadar.

Syeilla melihat ke arah Zia dan tersenyum.

"Tentu saja aku bahagia disini. Tempat ini sangat indah, aku bahkan tidak pernah mengingat hal buruk yang pernah aku alami selama ini dan semua berkat kau Zia. Untuk itu aku sangat berterima kasih karena Tuhan memberiku sahabat baik seperti kau" ujar Syeilla lalu memeluk tubuh Zia dari samping dan menyenderkan kepalanya di pundak Zia.

"Syukurlah kalau begitu" senyum Zia dengan lega. Ia bersyukur mengetahui Syeilla bukan perempuan plin plan yang akan bersedih jika ia ingatkan dengan Aiden. Reaksi Syeilla malah seperti tidak ada hubungan apapun di antara mereka dulu.

"Zia kalau nanti terjadi apa-apa denganku tolong jaga kedua anakku. Hanya kau yang bisa aku percaya untuk merawat mereka" ujar Syeilla dengan sedih.

"Apa yang kau bicarakan. Kau sendiri yang akan merawat mereka Syei" jawab Zia dengan suara bergetar.

Syeilla menatap dalam manik kecoklatan Zia.

"Kau tau bahwa itu tidak akan mungkin terjadi Zi, andai aku bisa meminta pada Tuhan untuk terus memberiku kehidupan maka aku akan memintanya Zi tapi aku hanya manusia yang penuh dengan dosa" lirih Syeilla sambil menunduk.

Zia memegang bahu Syeilla dengan lembut lalu menatapnya.

"Apa kau lupa Syei manusia yang paling dicintai adalah manusia yang pernah berbuat dosa lalu menyadarinya sambil ia menangis. Sedangkan orang yang katanya baik malah berbuat sesuka hati mereka. Apa kau pikir Tuhan lebih meyayangi mereka daripada kau? Tuhan itu adil Syei, dia tau apa yang terbaik untukmu maka dari itu jangan pernah menganggap rendah dirimu. Mengerti"jelas Syeilla dengan lembut lalu mengusap air mata Syeilla yang kekuar tanpa ia sadari.

"Kau ingat kan jika semua orang memusuhimu kau masih memiliki aku sebagai sandaranmu. Aku akan terus berada di sisimu selamanya" seru Zia dengan mantap.

"Lalu kapan kau akan menikah kalau begitu?" tanya Syeilla dengan polos.

"Aku tidak akan menikah dengan siapapun" jawab Zia dengan cuek.

"Dan kau akan menggantung Ariel begitu saja?" tanya Syeilla sambil mencolek dagu Zia dengan gemas.

"Apa maksudmu?" tanya Zia dengan tergagap.

"Ayolah aku tau kau dan Ariel saling menyukai satu sama lain" seru Syeilla.

"Tidak usah ngaur" dengus Zia dengan kesal bahkan wajah nya pun sudah memerah.

"Coba kau pikir apa alasan Ariel sampai mengikutimu kemari?"

"Tentu saja untuk merawatmu"

"Kau ini dasar payah. Kau tidak lihat mata tajamnya saat kau dan Elka bercanda. Ia bahkan seperti ingin memakan Elka hidup-hidup" jelas Syeilla dengan serius.

"Benarkah begitu" seru Zia dengan ragu.

"Kau cari tau saja sendiri. Aku mau makan dulu" Syeilla pun pergi meninggalkan Zia yang masih bingung di tempatnya.

"Apa iya?" tanya nya pada diri sendiri.

"Tidak baik wanita cantik berbicara sendiri" seru sebuah suara dari arah belakangnya.

"Siapa yang berbicara sendiri? Sok tau" kesal Zia kemudian matanya bersitatap dengan mata Ariel yang berdiri tidak jauh di depannya. Zia akan melambai namun Ariel sudah pergi meninggalkannya bersama Elka.

"Ada apa dengannya?" tanya Zia dengan bingung.

"Dia marah kalau aku mendekatimu" kekeh Elka dari sampingnya. Zia pun menoleh dan menatap Elka dengan kesal.

"Kenapa juga kau berpikiran seperti itu" ujar Zia sambil mendengus.

"Kau tidak buta bukan?"

"Jelas-jelas aku masih melihatmu yang sedang tersenyum menjengkelkan" decak Zia lalu memutar matanya dengan kesal.

"Tapi kau tidak bisa melihat cintanya padamu itu artinya kau itu sama saja dengan buta" Elka segera beranjak dari sana sebelum Zia menerkamnya seperti kemarin.

"Elka,  kau!" ucap Zia setelah sadar dan hendak mengejar Elka namun sebuah tangan mencekalnya dari belakang.

"Jangan mengejarnya. Aku cemburu!" desis Ariel dengan serius.

"Kau! Bukannya tadi sudah pergi" ujar Zia dengan kikuk. Pipinya bahkan sudah semerah kepiting rebus.

"Aku hanya mengambilkan ini untukmu" setangkai mawar merah sudah berada tepat di depan wajah Zia. Ia pun hampir menangis saking bahagianya tapi itu akan terlihat norak bukan jadi ia pun mengendalikan dirinya.

"Terima kasih"

"Hanya itu?" tanya Ariel sambil menaikkan alinya.

"Emmm memangnya apa lagi" seru Zia salah tingkah.

Ariel pun berdecak gemas melihat kepolosan Zia. Ia bahkan bertanya-tanya apa Zia pernah memiliki pacar dulu.

"Pejamkan matamu"

"Untuk apa?" tanya Zia yang minta di tabok saking gemasnya.

"Tutup saja" ujar Ariel dengan tegas. Zia pun menutup matanya dengan harap-harap cemas.

Cup

Sebuah kecupan pun hinggap di bibir merahnya sontak Zia membuka matanya dan kembali Ariel mengecup bibirnya.

"Apa yang kau lakukan" tanya Zia dengan gugup.

Karena gemas Ariel kembali mendaratkan bibirnya ke bibir merah Zia lalu melumatnya dengan lembit. Jangan tanya bagaimana Zia, ia bahkan sudah seperti cacing yang siap di panggang hidup-hidup.

"Apa kau baru saja mencari mati!" desis Zia dengan yang lebih terdengar seperti bisikan psiko. Menyadari nyawanya terancam Ariel pun memutuskan untuk pergi dari sana dengan berlari sekuat tenaga sampai di kejauhan ia melambangkan ❤ untuk Zia.

"Ah menyebalkan. Siapa dia berani mencuri ciuman pertamaku. Awas saja nanti" desah Zia kemudian berlalu untuk menemui Syeilla.

❤❤❤❤❤

1
falea sezi
bukannya Aiden sempet terpesona ma auxilia heleh munafik liat bening dikit oleng pasti dia
falea sezi
halah munafik
falea sezi
heleh cwek manja kek Elena bisa apa manja uda deh cut aja Elena males bagt bca bab Elena mual aq
falea sezi
Elena baru sakit gt aja manja gmna lu sakit parah cwek manja sebel liat muka lu yg sok jd korban /Puke/ cwek laknat tunangan kaka sendiri di embat benci ma altaf ma alena
falea sezi
enak bgt Elena hidupnya/Drowsy/ seyla yg menderita terus benci cwek munafik kek Elena najis
falea sezi
bertele tele
falea sezi
lah pacar lu bnuh dirinya karena dirinya tolol
falea sezi
males liat lu Thor penjahat selalu menang tolol
Nani Maulani
ko pndek Thor
Nani Maulani
bagus bnget
Nani Maulani
suka bmget
Nani Maulani
bingung
Nani Maulani
lanjut Thor cerita nya bagus
Norma Koelima
part ini ngakak 🤣🤣
May Keisya
mending pergi..
Sri Mulyanti Yanti
Luar biasa
Trusthi Widhi
sukak
Daffin Radhika
ap urusan rumah bisa semerepotkan itu!?😁
Riska Fatonah Risal
luar biasa
muti mau
makasih thor...sudah kerja keras untuk selesaikan ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!