NovelToon NovelToon
Dua Mata Hati

Dua Mata Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis
Popularitas:156.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rose noor

Sekuel Istrinya Ustadz?

Ustadz Afkha atau Adzraffa Khayru Al-jaris tidak pernah bermimpi untuk menikah lagi, apalagi memiliki niat berpoligami. Terlebih usia pernikahannya dengan Shanum atau Rhaishanum Almahyra Qurby baru beberapa bulan saja.

Akan tetapi suatu insiden, membuat Ustadz Afkha di minta bertanggung jawab oleh sang Istri untuk menikahi Zeeta Alghiz atau Zeetasha Umaiza Alghiz. seorang model cantik. Namun, seusai insiden tersebut, kehidupannya menjadi tak memiliki arti. Ia buta dan juga mengalami kelumpuhan pada kakinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Pawangnya Biyya.

Sebelumnya,

Hasna mendapatkan Video call dari Kyra yang sedang menangis. "Sayang, koq menangis? ada apa? siapa yang membuat kamu menangis?" tanya Hasna didalam sambungan Video call.

"Huaaaa ... Mimma. Kak Aaf jahat, dia bertindak kejam." jawab Kyra didalam sambungan video call tersebut.

"Bertindak kejam bagaimana, Sayang?" tanya Hasna kembali. Saling menatap didalam layar ponsel.

"Kak Aaf pergi begitu saja, tidak menemui Ky dan menanyakan kabar Ky."

"Loh koq bisa? Kak Aaf 'kan di rumah Kak Afsha. Sedangkan Ky 'kan di rumah Abang." Hasna belum mengerti.

"Huaaaa Mimma ...."

"Tenang dulu ya, Sayang. Coba ceritakan perlahan ya, apa yang terjadi. Agar Mimma mengerti." Pinta Hasna.

Pada akhirnya Kyra menceritakan apa yang terjadi siang ini. Bahwa Aftha sedang memata-matai dirinya dan ketika di telepon malah pergi tanpa pamit.

Hasna tidak tahu bahwa Aftha sudah kembali ke pondok pesantren. Maka setelah Kyra menghubunginya melalui video Call dan menceritakan mengapa ia menangis, maka ia segera menelpon Aftha. Akan tetapi teleponnya tidak aktif dan ketika menanyakannya kepada Afhsa melalui sambungan telepon. Afsha mengatakan bahwa Aftha sudah pergi dari rumahnya sejak Zuhur tadi.

Maka Hasna segera mencari keberadaan Aftha di area pesantren dan beberapa santri putra yang sempat bertegur sapa dengan Aftha, mereka mengatakan Aftha menuju rumah utama. Maka ia segera ke rumah utama dan betul saja, bungsunya itu sedang berada di rumah utama.

"Ha-hai Mimma sayang!" sapa Atha dengan salah tingkah.

"Dik Aaf. Kamu apakan Dik Ky, sampai menangis seperti itu?" tanya Hasna tanpa basa-basi. Aftha mengerutkan keningnya, karena ia merasa tidak berbuat apapun terhadap Kyra, sehingga membuatnya menangis.

"Mim, aku tidak berbuat apapun. Memang kenapa Ky bisa menangis?" tanya Aftha kembali dengan wajah nampak polos menggemaskan.

"Ya mana Mimma tahu. Makanya Mimma nanya. Kamu berbuat kejam apa terhadapnya?" tanya Hasna kembali, ingin mendapatkan pengakuan langsung dari sang Putra.

"Aku tidak berbuat apapun. Mana mungkin aku bertindak kejam." Betul adanya, apa yang Aftha katakan.

Di sudut lain pesantren. Afnan baru saja keluar dari gedung sekretariat. Sepertinya ia baru saja menyelesaikan kepentingan di gedung sekretariat.

Afnan berjalan menuju pulang ke rumahnya. Akan tetapi ia berpapasan dengan beberapa orang santri putra yang melihat Hasna ke rumah utama dan mereka memberitahukan bahwa Hasna tadi pergi ke rumah Utama. Maka Afnan memutuskan untuk ke rumah utama saja.

Setelah berucap salam dan di sahuti serempak dari arah dalam. Afnan-pun masuk kedalam dan ia mendapatkan sambutan dari sang istri yang mengecup tangan kanannya dan setelahnya dari Aftha, Afkha dan Shanum.

"Loh, Dik Aaf sudah pulang? bagiamana keadaan kamu Nak? ada yang terluka?" tanya Afnan.

"Sudah Biy, Alhamdulillah Aku tidak mengalami luka serius," jawab Aftha dan ia sepertinya hendak pergi lagi.

"Alhamdulillah. Loh baru pulang sudah mau pergi lagi?" tanya Afnan.

"Mau mempertanggung jawabkan perbuatannya Biy." Kali ini Hasna yang menyahuti Afnan seraya duduk di sebelah Afnan dan refleks menautkan jari jemari mereka.

"Maksudnya apa ini? Biyya tidak mengerti?" tanya Afnan kembali, melihat ke arah Aftha lalu menoleh kearah Istrinya. Mencari jawaban pasti.

"Hanya salah konsep Biy." Balas Aftha dengan santai sembari duduk kembali. Afkha dan Shanum hanya menyimak dengan Shanum bergelayut manja di lengan suaminya yang masih duduk di kursi roda dan ia duduk di sofa.

Afnan menghela napas. Ia sungguh tidak paham dengan apa yang sedang di bicarakan oleh istri dan putranya. Hasna paham gelagat Afnan yang seperti itu, maka ia mencoba menjelaskannya.

"Jadi begini By ... Setelah penyelamatan itu, Dik Aaf dan Dik Ky saling berpisah kemarin sore. Dik Ky pulang bersama Abang Acha dan Dik Aaf pulang ke rumah Kak Sha. Nah tadi siang, Putra Biyya yang kelakuannya agak nyeleneh ini, pulang dari rumah Kak Sha, malah memata-matai Dik Ky di rumah Abang Acha. Ketika terpergok dan di telepon Dik Ky, Dik Aaf malah minggat. Harapan Dik Ky, Dik Aaf masuk dan melihat keadaannya. Karena 'kan kemarin kaki Dik Ky terkilir By." Penjelasan Hasna panjang.

Hasna menceritakan kembali tentang Kyra yang menangis dan menghubunginya melalui video call. Ia merasa Aftha telah bertindak kejam dengan tidak merespon niat baiknya yang sudah rela menjatuhkan harga dirinya dengan menelpon Aftha. Namun, yang terjadi justru Aftha malah pergi begitu saja. Baru saja Aftha akan kembali ke rumah Arsya untuk menemui Kyra dan meminta maaf.

Afnan manggut-manggut tanda mengerti. '"Oh, ya sudah, tunggu apalagi, silakan pertangung jawabkan perbuatan kamu, Dik!" pinta Afnan.

"Ish Biyya. Larang aku ke sana gitu, atau bagaimana!" protes Aftha.

"Eum, boleh. Itu pun kalau Mimma melarang, maka Biyya-pun akan mendukung keputusan Mimma." Afnan tersenyum kepada sang Putra, lalu menoleh dan kini ia menatap sang istri penuh cinta dan penuh damba, membuat Hasna tersipu malu di balik niqabnya.

"Dik, kamu 'kan tahu. Pawangnya Biyya adalah Mimma. Untuk hal Cemen seperti ini ya sudah pasti akan mendukung Mimma. Sudah kamu pasrah saja, daripada nanti Mimma semakin marah. Kasihan Biyya, Kalau Mimma sedang kesal biasanya tambah cantik. Kamu tahu dong apa yang terjadi?" bisik Afkha.

"Hum, ia, ia. paham, Biyya akan jatuh cinta lagi pada Mimma dan sudah pasti, aku akan di tanggal pergi bulan madu lagi." Desis Aftha Sembari memanyunkan bibirnya.

"Ya sudah, nunggu apalagi? cepat kamu temui Dik Ky. Lihat tuh Biyya dan Mimma lupa tempat, sudah saling tatap menatap malu-malu gitu. Bahaya!" kelakar Afkha sembari tetap berbisik dan mengekeh pelan.

"Baiklah, aku pergi menunaikan bakti dulu ya Ibunda, Ayahanda, Kakanda dan Kakakninda!" Aftha berdiri dari duduknya dan Afnan serta Hasna yang masih menatap hanya mengangguk. Aftha keluar dari rumah utama setelah berucap salam.

"Sudah pergi By!" bisik Hasna.

"Hehe, kita lanjut di rumah yuk! tatap menatapnya." kelakar Afnan sembari mengekeh dan mereka pun berpamitan untuk pulang kepada Afkha dan Shanum.

Afkha geleng kepala melihat kelakuan ayah dan ibunya. Ia paham dengan mereka yang melakukan hal tersebut karena agar Aftha tak banyak protes lagi. Maka agar prosesnya cepat, ia ikut andil memanas-manasi Aftha dan betul saja, itu berhasil.

"Cinta, bawa aku ke kamar." Pinta Aftha.

"Baik, Albie." Shanum mendorong kursi roda suaminya masuk kedalam kamar.

Setelah didalam kamar, Shanum membantu Afkha merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. "Sini cintaku." Panggil Afkha. Shanum menghampiri suaminya dan ia ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk suaminya.

"Masih ada yang sakit, Bie?" tanya Shanum khawatir. karena biasanya Afkha akan meminta ditemani sepanjang hari bila ia sakit.

"Tidak ada Cinta. Hanya saja ...." Aftha bingung, haruskah ia menceritakan tentang gadis yang masih koma di rumah sakit.

"Ya, hanya saja?"

"Eum, itu ... sebetulnya ...." Afkha menghela napas pelan, ia memejamkan mata sejenak. Memberikan kekuatan untuknya bicara.

1
Tinie Ndutz
kk, lanjuti lagi donk
Follow Author.IG: rosenoor_193: Terima kasih atas perhatiannya. Di usahakan ya secepatnya. Author nya lupa alur, outline tak sengaja hilang dari memori penyimpanan. Mohon bersabar, Author baca dari awal dulu ya 🙏
total 1 replies
ulpah sayidah
kapan update lagi
Tinie Ndutz
KK, kapan up nya 🙏
Tinie Ndutz: ditunggu y kk, Terima kasih kk🙏
total 2 replies
Sefri Lubis
kapan lanjutnya tour?
Follow Author.IG: rosenoor_193: Terima kasih atas perhatiannya. Di usahakan ya secepatnya. Author nya lupa alur, outline tak sengaja hilang dari memori penyimpanan. Mohon bersabar, Author baca dari awal dulu ya 🙏
total 1 replies
Sefri Lubis
kelanjutannya ada g?
Maulana Akbar
good
Maulana Akbar
lanjuut
alnino
buku ini dr thn 22 sampek thn 25 g kelar"/Frown//Frown//Frown/
Tinie Ndutz
kpn up lagi, pleaseeee
نور✨
seru,lucu, menghibur, ada pelajaran dan ilmunya juga...
Nazwaputri Salmani
Ada ada aja deh ah.. kelakuan para bapak ini
نور✨
🤣🤣🤣
نور✨
Masya Allah rinduuuu nya, suasana keluarga Afnan & Hasna bikin heboh🤩
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦zc❖ ༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
bakalan heboh ama duo ganteng 🤣🤣🤣
Nazwaputri Salmani
Apa bakalan selamanya begitu atau nanti shanum meninggal ya
♨ˢᶜ🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦zc❖ ༄༅⃟𝐐🍁Henny❣️
firasat Zeta benar klu shanum menyembunyiin sesuatu.

ah coba Afka dengar
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
kangen dengan cerita mereka
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Aamiin ya rabbal alamiin 🤲
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
betul banget 😁
🤎Rahmaara⁴³💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Sebenarnya Zethasa ini siapa, seperti nya mereka pernah bertemu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!