NovelToon NovelToon
Playboy Jatuh Cinta

Playboy Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:174.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: mawarjingga

Kehidupan kecil Arthur yang penuh kebahagiaan lenyap dalam waktu singkat, saat kedua orang tua dan juga neneknya menghilang dalam sebuah kecelakaan.

Arthur kecil yang tak lagi mendapat kasih sayang, kini tumbuh menjadi sosok Arthur yang tak berperasaan

Dan yang paling menonjol dalam dirinya adalah, sikap Playboynya.

Namun, Pertemuannya dengan seorang murid cewek baru disekolahnya, merubah hampir keseluruhan sikap buruk Arthur, dan membantunya mengungkap masalah yang sudah tertutup rapat selama hampir 6 tahun lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawarjingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran mendadak

Laki-laki itu tiba-tiba terdiam, bahkan ia tidak melanjutkan kembali acara makan siangnya.

"Om, om kok diem, om nggak apa-apa?" cerocos Dara, yang melihat raut wajah laki-laki itu berubah sendu.

"Euhmz, saya nggak apa-apa."

"Kita belum sempat kenalan kan om, kenalin saya Dara."

Laki-laki dihadapannya tersenyum, seraya membalas uluran tangan Dara.

"Mahesa."

"Gimana om, om kenal kan sama papa saya.?"

"Begini saja Ra, bisakah saya minta nomor telpon papa kamu, saya akan menghubunginya nanti."

"Baiklah om." Dara pun mulai menyebutkan nomor ponsel papanya.

Drrtt.. drrtt..

Tiba-tiba ponsel Dara bergetar, yang menampilkan nama Arthur disana.

"Hallo?"

"Aku di suruh jemput kamu sama om Arga, lagian kamu kenapa sih nggak pulang-pulang, nggak lagi ketemu cowok lain kan disana?"

"Eh apaan sih, yaudah jemput aku sekarang di Restaurant A ya!"

"Ok sayang!"

"Dicariin papa nya ya?"

Dara meringis, "Bukan om, dia Arthur pacar saya."

Dara sengaja menyebutkan nama Arthur di hadapannya.

"Saya pamit dulu ya om, saya berharap lain waktu kita bisa ketemu lagi."

"Ok, hati-hati."

Dara mengangguk, lalu mulai melangkahkan kakinya.

"Dara, tunggu!"

Merasa namanya dipanggil Dara pun segera menoleh.

"kenapa om?"

Laki-laki itu beranjak dari duduknya dan menghampiri Dara.

"Tadi Dara bilang punya pacar namanya Arthur, boleh om tahu nama panjangnya?"

Dara mengangguk sambil tersenyum manis, "Arthur Reynald Al-tezza, om kenal?"

Deg!

Kini Dara yakin 99% bahwa laki-laki itu adalah papanya Arthur.

Tidak mungkin, seseorang akan penasaran bertanya jika tidak mengenalnya, apalagi wajahnya mendadak berubah pucat, saat ke dua nama orang tadi disebutkannya. batin Dara.

..

"Kata om Arga, mau ketemu seseorang, udah ketemu?" ucap Arthur, sembari mulai membukakan pintu mobil untuk Dara.

"Euhmz udah!"

"Siapa sih,?" tanya Arthur dengan nada tak suka.

"Temen papa."

Arthur menggerenyit, "Kok kamu yang nemuin?"

"Kan tadi papa nganterin kamu."

"Ck!"

"Kenapa sih, kamu kayaknya nggak suka kalau aku ikut kesini?" ucap Dara, yang melihat wajah datar Arthur.

"Hei..sayang, aku sama sekali nggak marah, aku tuh malah seneng kamu selalu ada disamping aku," Arthur memegang dagu Dara agar menatapnya, "aku cuma nggak mau kamu deket sama cowok manapun selain aku."

Dara mengerjap gugup, dengan wajah merona. "K-kamu nuduh aku deket sama cowok lain?"

"Eh, bukan gitu yang.""

"Udah ah, cepet nyalain mobilnya aku mau istirahat!" ketus Dara.

"Yang.."

"Kamu nggak denger?"

"Ok!"

..

"Gimana Ra, kamu udah ketemu orangnya?" ucap papa Arga, menghampiri anak gadisnya.

"Udah pa, tadi dia bilang mau telpon papa malah."

"Kamu serius,?"

"Serius lah pa, tapi omnya bilang namanya Mahesa, bukan Gibran yang seperti papa bilang." balas Dara sembari meletakan sisir diatas nakas.

"Yaampun." papa Arga memegangi dadanya, yang membuat Dara terlonjak seketika.

"Papa kenapa, dada nya sakit iya?"

"Bukan Ra, tapi dugaan kamu ternyata benar, kemungkinan besar itu adalah Gibran papanya Arthur."

"Karena papa masih ingat jelas nama panjangnya, Gibran Mahesa Al-tezza." lanjut papa Arga, sembari menatap putrinya.

"Papa yakin?"

"Yakin sekali Ra."

"Kenapa selama ini papa bodoh sekali, nggak kepikiran sampai kesitu ya, tapi siapa yang waktu itu meninggal, ini benar-benar membingungkan, sepertinya papa harus mencari tahu yang sebenarnya Ra."

"Dara akan berusaha bantu papa."

"Ok sayang, terimakasih!"

Sedangkan di tempat lain, seseorang tengah menelpon agar anak buahnya selalu mengikuti kemanapun Arthur pergi.

"Saya nggak mau tahu, pokoknya kalian harus ikut kemanapun dia pergi, jangan sampai lengah."

"Karena, kalau sampai anak itu celaka, kalian harus menggantinya dengan nyawa kalian, apa kalian mengerti?"titahnya.

"Saya tidak akan membiarkan siapapun menyentuh kamu Ar, saya akan pastikan itu." gumamnya.

.

.

"Ar, kamu ngapain sih masuk kamar aku?"

"Pengen aja."

"Kalau papa tahu kamu bisa di marahin Ar."

"Papa mama, sama Darren lagi jalan-jalan, aman!"

"Dih, mereka kok gitu sih, nggak ngajakin aku?"

Arthur terkekeh, "kata om Arga kamu itu nggak suka jalan-jalan, jadinya ditinggal."

"Kata siapa, aku mau kok." Dara pun berjalan menuju pintu, namun langkahnya terhenti, kala Arthur memeluknya dari belakang.

"Kangen yang, pengen peluk kamu." bisiknya, membuat seluruh tubuh Dara meremang seketika

Kemudian Arthur membalikan tubuh Dara agar menghadapnya, lalu membawanya untuk duduk dipinggiran kasur.

Arthur menggenggam kedua tangan Dara, kemudian mencium kedua tangannya dengan penuh kelembutan.

"Ara, aku kayanya nggak bisa berlama-lama kaya gini, setelah lulus nanti aku bakal lamar kamu, kamu mau kan nikah sama aku?"

Deg!

Seketika jantung Dara berpacu lebih cepat, aliran darahnya berdesir hebat, bahkan kini wajah putihnya sudah memerah seperti kepiting rebus.

"Sayang, aku tahu aku bukan cowok baik-baik, tapi bisakan aku dikasih kesempatan buat belajar jadi cowok yang lebih baik lagi, untuk kamu dan anak-anak kita nantinya."

Deg!

"K-kamu ngomong apa sih Ar, nggak lucu deh bercandanya."

"Sayang, lihat aku? emangnya aku kelihatan bercanda, aku serius!"

"Ar?"

"Please, sayang!"

"Ar, nikah itu bukan hal main-main, kamu harus pikirin dulu baik-baik."

"Semuanya udah aku pikirin sayang, kamu tahu yang selama ini aku hidup sendiri, dan sekarang aku butuh seseorang buat jadi temen hidup aku."

Dara menatap manik memohon dihadapannya, entah mengapa ada rasa kasihan yang teramat padanya, mata hitam kecoklatan itu seakan menyimpan penuh luka di dalamnya.

Namun, tentang urusan menikah, hal tersebut tak pernah terlintas sama sekali dalam pikiran Dara, terlebih usianya kini masih sangat muda.

"Ar?"

Arthur mengeluarkan kotak beludru merah dari saku jaketnya, lalu mengambil sesuatu yang berkilau dari dalam kotak tersebut.

"Adara Nashwa Larasati, menikahlah denganku?"

Dara terpaku dengan suara tercekat, sama sekali tidak menyangka dengan ucapan Arthur yang memang tidak main-main.

"Ar?"

"Kamu bisa pikirin dulu yang, tapi aku mohon pake dulu cincinnya ya!"

Tanpa persetujuan gadis itu, Arthur langsung menyematkannya di jari manis Dara, yang ternyata memang pas, membuat Arthur tersenyum simpul.

....

"Sebelum kamu kenal aku, udah berapa banyak cewek yang kamu pacarin Ar?" ucap Dara ketika kini keduanya tengah selonjoran di pinggir taman kecil yang terletak di samping rumah itu.

"Nggak kehitung yang!" balasnya sambil terkekeh geli, Membuat Dara kian berdecak.

"Ihs dasar, playboy!"

"Itu kan dulu sayang."

"100 ada?" lanjutnya.

"Mungkin lebih!" jawab Arthur sekenanya.

"Ihs.!"

"Tapi aku bersyukur banget sumpah! biarpun aku segini berandalnya, pada akhirnya aku dapetin cewek baik-baik kaya kamu Ra." Arthur menoleh sambil tersenyum.

Deg!

"Dulu aku pikir nggak bakal sampe sebegini gilanya jatuh cinta sama seseorang, karena buat aku cewek itu hanya sekedar mainan dan pelampiasan, nggak lebih."

mendengar tanggapannya tentang perempuan, ingin sekali rasanya Dara membenturkan kepala kekasihnya itu agar terpecah menjadi beberapa bagian, namun di sisi lain ia merasa bahagia karena pada akhirnya dialah yang menjadi satu-satunya perempuan yang di cintai Arthur.

Meski kini hatinya belum sepenuhnya meyakini.

.

.

.

1
HR_junior
langsung lmran np gak sekalian mau ngajak ke KUA aja thur
HR_junior
baca ini dulu ..td baca si Arjuna trnyata ada crita ortunya jg
Ina Rose
Luar biasa
Husnul Kholil
bagus
Muryanti
mana kelanjutan nya masak udah tamat
nisa
mksih kk ok critanya
Qaisaa Nazarudin
Bagus banget karya mu thor,,,Udah END aja,,aku kagak rela nih pisah ama Dara dan Arthur,,,
Apapun tq ya thor,aku suka smua karya mu sampai saat ke 3 karya mu yg ku baca ,semua cowok/suami begitu menghargai cewek/istri mereka,, bagus ,aku akan lanjut baca kisah si kembar Satya dan Satria deh setelah ini,,⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Aaahhh curang Outhornya kok di skip sih huaaaa😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah,,aku udah nahan nahan nafas nih,deg degan aku🤭🤭😂😂
Qaisaa Nazarudin
Aaahhh itu pasti Arthur dan keluarganya mau dateng,ngelamar Dara swcara resmi ya kan,,??😁😁
Qaisaa Nazarudin
Kasian Arthur terpaksa membesar tanpa kehadiran ortunya,nyesek aku thor😭😭 disebabkan keserakahan orang lain, Orang lain yg menjadi mangsa nya🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Yeeessszz💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻 Rasain tuh gak tau bersyukur,Anak angkat juga tapi kok serakah banget sih…🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk Rasain kalian,,,Eh tunggu,,jangan sampe di sana ada CCTV nya ntar bisa ketahuan Dara yg bawak kabur kakek Firman,,,😤😤😤
Qaisaa Nazarudin
Haaahaa,,hujung2 nya Dara lah yg menemukan papa gibran dan juga kakeknya,,Dara lah superhero nya mereka😂😂👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Ya Allah sedih nya,,, Alhamdulillah kakek,oma,mama dan papa Arthur Akhirnya semua selamat🤲🏻🤲🏻🤲🏻
Qaisaa Nazarudin
Whhaaaatt😱😱😱 Apa cuma papa Gibran anak kandung kakek???wah semakin penasaran nih..🤔🤔😌😌
Qaisaa Nazarudin
Panggilkan dokter Dara utk mengecek keadaan kakek,Panggil papa kamu dan juga Arthur dtg dong Dara,,,👏🏻👏🏻
Qaisaa Nazarudin
Yeesssszzz💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻 Akhirnya Dara berhasil,,OMG OMG 😱 Aahhhh semoga mereka gak bisa nemuin kakek lagi,Aahh seneng nya aku💃🏻💃🏻💃🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Dara video in dong atau langsung telpin Arthur suruh dia dtg,,,ini kesempatan buat kalian Dara,,,pleaasee duh deg degan aku😨😨😨😳😳😳
Qaisaa Nazarudin
Itu bodyguard kamu yg dikiririmkan papa kamu Arthur,,tenang aja,,?😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!