NovelToon NovelToon
Ardian Dan Rindunya

Ardian Dan Rindunya

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:42.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rikha

Cinta itu tak bisa dijelaskan seberapa besarnya. Orang mungkin menilai cinta itu sebesar dunia, samudera, bahkan langit. Namun, tak ada seseorang pun yang bisa menakar seberapa besar cintanya dengan logika. Ketika kamu telah menemukan cinta sejati, peluk dan genggamlah ia selama kamu masih memilikinya.

"Apa itu sangat menyakitkan? Kamu ingin menguburnya saja?"

"Ya, begitulah."

"Kamu bilang 'cinta yang sebenarnya akan mengikat jiwa, memenuhi semua pikiran, cinta memiliki ruang tersendiri di dalam hati.' Bagaimana dengan itu? Jiwamu telah terikat pada cintanya, jadi kamu akan terus memikirkannya?"

"Hanya satu cinta yang bisa mengikat jiwa seseorang. Tempatnya tidak akan berubah di hati. Itulah cinta yang sebenarnya, cinta sejati. Sedangkan cinta yang lain, bisa berada di mana saja, bisa datang dan pergi."

"Jadi, jiwamu belum terikat sama sekali? Aku yang akan mengikat jiwamu."

'Sudah sejak lama Ardi. Hanya saja telah tersimpan, kunci hatiku entah hilang kemana, kamu harus cari.'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rikha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harus kuat

🍂🍂🍂

PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder) atau gangguan stres pasca trauma adalah kondisi kesehatan jiwa yang dipicu oleh peristiwa yang traumatis, baik dengan mengalaminya maupun menyaksikannya.

Gejala PTSD tidak selalu muncul segera setelah kejadian tersebut terjadi. PTSD umumnya didiagnosis setelah seseorang mengalami gejala selama setidaknya satu bulan, setelah mengalami kejadian traumatis. Namun, seseorang bisa saja baru mulai merasakan gejalanya, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah mengalami kejadian traumatis tersebut.

Secara umum, gejala PTSD dibagi menjadi empat tipe, yaitu intrusive memory (gangguan pada ingatan), avoidance (menghindar), perubahan cara pikir menjadi lebih negatif, dan perubahan reaksi secara fisik maupun emosional. PSTD yang Rindu alami termasuk ke dalam tipe kedua yaitu menghindar. Ia cenderung menunjukan sikap seperti : Berusaha untuk tidak memikirkannya. Tidak ingin berbicara mengenai kejadian tersebut. Menghindari siapapun dan apapun yang berkaitan dengan kejadian tersebut, termasuk menghindari tempat dan kegiatan tersebut.

Sumber : halodoc.com

_____

Rindu harus selalu ada dalam pengawasannya. Dirogohnya kantong celana mengambil HP nya.

"Ejja… Carikan aku psikiater terbaik. Yang khusus menangani PTSD," perintah Ardian.

"Apakah kamu sudah mulai gila?"

"Tidak, itu untuk wanitaku," jawabnya dingin.

"Rindu sakit? Baiklah akan aku urus secepatnya."

"Oo… bagaimana dengan hal yang aku minta tempo hari?"

"Masih dalam proses pengalihan saham."

"Baiklah… Aku mau besok semua sudah selesai."

"Iya… bos tenang saja. Aku akan bekerja mati-matian untuk mu, walaupun hari ini aku juga ingin libur," sahut Ejja kemudian.

"Satu hal lagi… Siapkan sebuah posisi di kantor untuk Rindu, yang mudah untuk aku awasi."

"Hemm… kalau yang itu aku harus menanyakan ke HRD terlebih dahulu."

"Emmm… baiklah, terimakasih!"

"What…? Apa aku tidak salah dengar? Ardian si muka balok es, berterimakasih padaku?" ejek sang asisten.

"Emm…!"

"Wahh… seharusnya tadi aku merekamnya. Apa bisa kamu ulangi lagi bos...?" kelakarnya lagi.

"Apa pekerjaanmu sekarang terlalu mudah? Aku akan melakukan penggalangan dana untuk perbatasan Israel dan Palestina. Kamu akan jadi perantaranya!" katanya geram pada asisten nya itu.

"O… O… tidak, aku lebih suka bekerja di dekatmu saja," sahutnya kemudian, ia merasa sedikit takut.

"Kalau begitu jangan banyak bicara!"

"Baiklah… bos."

Ardian melemparkan HP itu begitu saja ke sofa. Lalu ia bersandar memejamkan matanya sejenak. Candaan Ejja tidak bisa mengubah mood nya. Mukanya kusut, hari ini terlalu banyak hal yang harus ia pikirkan. Terutama Rindu, ia harus memberikan yang terbaik untuk wanita yang sangat dicintainya.

Saat hari sudah beranjak sore. Rindu akhirnya bangun dan keluar dari kamar. Ardian yang tengah duduk di sofa ruang keluarga mengekori Rindu dengan matanya. Rindu menuju kamar mandi. Setelah keluar dari kamar mandi Rindu langsung menghampirinya.

"Ardi… kamu masih disini?"

Pertanyaan Rindu sontak membuatnya kaget. Rindu bersikap seperti biasanya. Seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Sepertinya Ia telah melupakan kejadian tadi siang. Apakah ini normal? 

"Emm… aku… ya," jawabnya datar. Ia mencoba bersikap tenang.

Rindu pun duduk di sebelah Ardian. Lalu Ardian memiringkan tubuhnya menghadap ke Rindu, ia berusaha untuk terus tersenyum. Walaupun sebenarnya hatinya remuk melihat kondisi Rindu yang sangat memprihatinkan ini.

"Maaf ya… tadi aku juga ketiduran waktu menidurkan Kanaya."

"Apa... Jadi begitu? Sepertinya Rindu Menganti ingatannya sendiri." Analisa Ardian saat ini.

"Mmm… oiya, kita pergi ke stasiun radionya lain kali saja ya?"

"Em… kenapa?"

"Lagi malas… lebih baik istirahat di rumah, tadi kan sudah main seharian!" tutur Rindu.

"Ok… gak masalah sayang."

"Oya… Kanaya mana? Aku bangun tadi udah gak ada?" tanya Rindu kemudian mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut rumah.

"Mama, Allan dan Allen bawa Kanaya main di taman kompleks."

"Ermm… ok… aku mau mandi dulu. Kamu tunggu sebentar, setelah itu aku akan memasak untuk makan malam."

"Emm… mandi sama kamu boleh?" bisik Ardian di telinga Rindu.

Seketika itu Rindu mendorongnya menjauh hingga sampai ke sudut sofa.

"Iiiisss…. jangan harap!" katanya ketus lalu segera beranjak dari sana. Ardian menyunggingkan senyumnya.

"Sayang… beneran gak mau mandi bareng?" tanya Ardian sedikit berteriak.

Rindu mendengus menoleh padanya, Ardian tergelak. Pria itu menghela nafasnya berat. Lalu menumpukan sikunya di kedua lutut dan menopang kepalanya dengan kepalan tangan yang saling bertaut. Perasaannya campur aduk sekarang. Bagaimana mungkin ia sanggup melihat wanita yang dicintainya menderita seperti ini. Ia tidak sanggup, tapi ia harus tetap kuat agar Rindu bisa kuat.

_____

Setelah selesai makan malam, Ardian mengajak mama Lia mengobrol lagi. Mereka sekarang duduk di ruang tamu, sedikit jauh dari keberadaan Rindu. Allan mengajak Rindu menemani Kanaya bermain di kamarnya. Sedangkan Allen bertugas mengawasi sekiranya kakaknya itu keluar mendatangi mereka.

"Ada apa Ardi…?"

"Ma… ini mengenai Rindu ma, bagaimana dengan pengobatan selama ini?" tanyanya lirih. Tubuhnya seakan tidak bertenaga, lemas.

"Haahhh… itulah yang mama cemaskan, Rindu tidak mau lagi menemui psikiater. Dulu Rindu pernah menjalani pengobatan ketika gejala pertama muncul, tapi pengobatanya tidak sampai selesai. Alasannya ia sudah merasa baik-baik saja. Rindu bersikeras, dan dokter terpaksa hanya memberinya obat pencegah saja," ungkap mama Lia sedih.

"Sudah berapa lama ma… apakah itu tidak berbahaya?"

"4 tahun… mama sudah berkonsultasi ke dokternya. Selama Rindu merasa bahagia, gejala itu tidak akan muncul. Asalkan ia selalu rutin meminum obatnya. Dokter juga telah mengurangi dosis obatnya. Dan gejala itu tidak pernah muncul lagi hingga 3 bulan lalu."

"Ma… Ardi sudah mencarikan dokter terbaik untuk Rindu. Beberapa hari lagi, kita akan menemuinya. Mama harus menceritakan lebih dulu kondisi Rindu kepada dokter. Rindu harus segera sembuh."

"Terimakasih Ardi… mama percayakan semua sama kamu!"

"Iya ma… Ardi berjanji akan menjaga Rindu dan Kanaya juga."

"Kamu harus kuat ya… mama yakin kamu bisa membahagiakan Rindu, kamu satu-satunya harapan mama sekarang," kata mama Lia sendu.

Belum sempat Ardian menyelesaikan obrolannya, Allen datang dan memperingatkan mereka bahwa Rindu sedang menuju ke sana. Mereka pun bersiap merubah mimik muka mereka. Mama menyapu sudut matanya yang telah basah. Ardian menaikkan bahunya hingga tegap. Allen juga demikian. Mereka kemudian tertawa seolah-olah sedang membicarakan hal yang lucu.

"Apa aku ketinggalan sesuatu yang lucu? Kenapa kalian semua tertawa?"

Rindu menghampiri dan duduk di samping mamanya, sedangkan Ardian ada di samping satunya.

"Aku… menceritakan pertemuan pertama kita dulu."

"Apakah itu sesuatu yang lucu untuk diceritakan?"

"Tentu saja… kamu tidak ingat bagaimana matamu ingin melompat keluar saat memelototi ku!"

Dan mereka pun tertawa terbahak-bahak. Rindu mendengus kesal. 

"Ardi…!" pekiknya geram lalu berkacak pinggang.

Mereka pun kembali tertawa. Rindu kembali mendengus ke arah Ardian.

"Ardi… awas saja kamu cerita yang tidak-tidak!"

"Mama… lihat… seperti itulah matanya dulu. Serasa ingin melompat dari wajahnya!"

"Ardi….!" 

Rindu kemudian mencubit lengan Ardian dari belakang mamanya. 

"Aauu… sssttt… mama lihat, calon menantu kesayangan mama dicubit sampai merah gini!"

Mama menggeleng dan tersenyum melihat kelakuan mereka. Mama pun bangkit dan membiarkan mereka berdua. Lebih baik mama bermain bersama cucu kesayangannya. Mama bersyukur Ardian bisa membuat Rindu nyaman.

*

*

*

*

*

Maaf author telat update hari ini...

Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya...

LoPe dan JemPol kamu yang berharga. 🥰

Komen Yuk ramein, biar Aku semangat nulisnya...

Dukung terus author ya...

Love U all ☺️😘

1
HIATUS
Woow karya yang luar biasa...
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Jika mau membaca seru 😃
diMangatoon lah tempatnya 😁
Hari ini kutemui karyamu 😊
Mari salkung bersama - sama 🤣

Semangat Kaka 🤗 !!!

Jika kak Author ada waktu mari mampir kekarya saya :

" MISTERI DUA CINCIN DIBALIK RUNTUHNYA ISTANA ANDALUSIA " .
Tarti Rizky
ini mana kelanjutannya. jadi Ngegantung. ingat Thor, di gantungin itu gak enak lho. 😭😭
_zainwushi
Kak aku mampir.... Udah penasaran sama sosok di mobil😁😁

Semangat terus 👍👍
El_Tien
hehehhehehe
El_Tien
ya ampun jahat mak ilustrasimu
⭕MamBulat⭕: 😅 jahat gimna
total 1 replies
El_Tien
bekuin di kulkas biar gak meleleh
Ghiie-nae
terjebak antara dua Cinta hadir memberi dukungan kak 🙏🙏🙏🙏
⭕MamBulat⭕: makasih 🥰 🥰
total 1 replies
El_Tien
oh Ardian, dirimu bukan hanya.dicintai Rindu tapi sama Othor kamu juga hehe
⭕MamBulat⭕: wkwkwk😂😂
bener bgt,
Ampe komen dimari🥰🥰🤭
total 1 replies
Tinta Hitam
semangat terus Thor
Tinta Hitam
next Thor, salam dari petualangan cinta Abian & Olivia ☺️
Tarti Rizky
eh, ngapain Ardian tiba-tiba ke kamar mandi? mencurigakan 🤔🤔
☘💚Efa Vania💚☘
aku yg pertama😍🤭
Tarti Rizky
lha, tak kirain Nella kharisma jebule rindu kharisma. 🤭🤭. kapan nikahnya, Thor?
⭕MamBulat⭕: 😂😂
undangan belum jdi, nanti otor kirim undangan deh🤭
total 1 replies
☘💚Efa Vania💚☘
Ahh
...
Nanggung Ardiii...
😭😁🤣
Asyifa gemoy: jangan di teruskan masih pagi sudah di buat haredang 🤦🏼‍♀️
total 1 replies
Asyifa gemoy
sosweat banget 🥰
Asyifa gemoy
Kasian amat deh Ardian...sini aku peyuk cium 🥰🥰
Rokinah Mamasurya
lanjuttt Thor aku ceritanya..tentang kesetiaan...
HIATUS
nyicil baca sini dulu ya kak... mata dah sepet... kalau berkenan jangan lupa mampir ya... tapi jangan kaget melihat karya receh ku masih ambrul adul.. 😁
⭕MamBulat⭕: komen terus 😂 makasi 😘 yg blum revisi byk, di beka juga, aku malu, tulisan berantakan
total 1 replies
HIATUS
rasanya nyessss..... 😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!