Revina Angelina adalah mahasiswa baru di universitas Angkasa.. Ia mendadak populer disana berkat dance nya yang bagus sehingga mencuri perhatian laki-laki disana.
Suatu hari Revina ditembak oleh seniornya yang bernama Radian.. Namun, ia menolaknya.
Hal itu membuat Radian kecewa dan bersumpah akan menghancurkan hidup Revina lantaran ia sudah membuatnya malu dihadapan seluruh mahasiswa.
Ketika Radian terus menerus membully Revina, seorang lelaki bernama Muzaki datang menolongnya.
Muzaki merupakan cowok dingin dan jarang berinteraksi dengan wanita.
Lalu, seperti apa kisah mereka bertiga???
Baca yuk novel terbaruku ini..!!
Jangan lupa like,komen + gift kalo boleh...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Awas ada kecoa!
...HELO GUYS!...
...WELCOME BACK TO MY STORY!...
..."ANGKASA"...
...\=\=\=...
Oh ya, sebelumnya author mau minta maaf karena novel ini sempat hiatus beberapa bulan. Hal itu dikarenakan author sedang fokus membuat dan menyelesaikan beberapa novel author yang sedang on going saat ini.
Nah sekarang karena author sudah selesai membuat dua novel author sampai tamat, kini saatnya author kembali fokus menceritakan kisah Revi si mahasiswi kampus angkasa ini sampai selesai, semoga masih ada yang mau baca novel ini lagi ya!
Oke kita langsung cekidot ke ceritanya...!!!
...•...
#ANGKASA EPS. 23
...•...
...SELAMAT MEMBACA...🎉🎉🎉...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Sore ini, Revi ada sesi latihan dance bersama para anggota grup dance kampusnya yang lain. Revi pun datang ke tempat latihan mereka tepat waktu dan mengambil seragam dance miliknya itu, ia lalu berganti pakaian di toilet yang ada di dalam sana dan meninggalkan tas miliknya di tempat itu.
Setelah Revi pergi berganti pakaian, Syahra dan beberapa temannya yang ada disana coba mengusili Revi dengan memasukkan sesuatu ke dalam tas gadis tersebut. Syahra memang masih tak menyukai Revi karena Oni terus saja membelanya dan memuji anak baru itu, Syahra merasa kalau Revi belum pantas dipuji begitu oleh Oni ataupun pelatihnya.
Syahra pun menaruh seekor kecoa ke dalam tas Revi dan kembali menutup resleting tasnya lalu kembali melakukan pemanasan bersama yang lainnya.
"Ra, emang gapapa ya kalo kita taruh kecoa itu di dalam tasnya Revi? Kalau nanti si Revi kaget terus jantungan gimana? Atau misalnya dia ternyata phobia sama kecoa terus jatuh sakit karena lihat ada kecoa di tasnya?" tanya Ami (teman Syahra).
"Haish, udah lah gausah mikirin begitu! Bodoamat mau si Revi jantungan atau sakit kek, malah sampe dia mati juga gue gak peduli! Yang penting gue puas ngeliat Revi itu kena karmanya karena udah cari-cari perhatian ke pelatih kita, apalagi dia akrab banget tuh sama si Oni!" jawab Syahra ngegas.
"Ish, parah lu! Masa doain Revi meninggal? Nanti kalo dia mati beneran terus arwahnya gentayangin lu gimana? Emang mau lu kalo dihantuin sama arwahnya Revi?" ujar Ami menakuti Syahra.
"Ah nyebelin lu! Tadi lu setuju sama ide gue buat kerjain si Revi, terus kenapa sekarang lu malah jadi belain dia dan mojokin gue sih? Harusnya lu seneng karena punya temen yang otaknya encer kayak gue, nanti juga pasti lu bakal terimakasih kalau Revi gak dipuji-puji lagi sama pelatih kita!" ucap Syahra.
"Hah? Apa yang mau kalian lakuin ke Revi?"
Tiba-tiba saja seorang wanita muncul dari pintu depan tempat latihan mereka, sontak Syahra serta Ami menoleh dan terkejut ketika melihat sosok Oni alias ketua dance mereka muncul disana dan menatap tajam ke arah mereka.
"Cepet kasih tau gue! Kalian mau ngapain Revi?" tanya Oni dengan mata tajam menyala.
"Eee...." Ami dan seorang temannya yakni Leora tampak kebingungan menjawab pertanyaan Oni, mereka tidak mau kena omel dari Oni dan dihukum atas perlakuan mereka pada Revi.
Sedangkan Syahra tampak membuang muka tak mau meladeni Oni atau menganggap kehadiran wanita tersebut disana.
"Heh! Kenapa pada diem? Jawab! Kalian pikir gue gak denger apa yang kalian omongin tadi? Kalian pasti punya rencana jahat kan buat Revi? Ayo jawab, Syahra! Jangan diem aja kayak orang bego!" ucap Oni tegas dan sepertinya sangat marah.
"Haish, apaan sih lu? Udah deh, gausah sok jadi pahlawan buat Revi!" ujar Syahra.
"Lu ada masalah apa sih sama Revi? Kenapa lu kelihatan gak suka gitu sama dia? Lu iri sama dia, ha? Kalo lu mau kayak dia, ya lu tingkatin dong performa lu! Gimana bisa lu nyaingin Revi? Kalo lu aja malas-malasan begini, sukanya ghibah dan ngomongin orang di belakang!" ujar Oni.
"Lu gausah sok nasehatin gue! Lu pikir lu udah jago, ha? Inget ya, lu jadi ketua disini cuma karena gak ada aja yang lebih pantas dan pengen bukan karena lu jago!" ucap Syahra menantang Oni.
"Ahaha, secara lu gak langsung lu bilang dong kalo gue ini pantas buat jadi ketua kalian? Kalo gitu sekarang lu diem dan jangan pernah sekali-sekali lu berani buat ganggu Revi, atau gue gak akan segan-segan buat laporin lu ke pelatih dan lu bakal dicoret dari tim dance kampus kita!" ucap Oni mengancam Syahra dan yang lainnya.
Syahra hanya bisa diam, ia tak mampu berkata apa-apa karena takut dengan ancaman Oni yang ingin melaporkannya pada pelatih.
Tak lama kemudian, Revi kembali ke tempat latihan saat mereka semua sedang melakukan pemanasan dan Oni tengah duduk memegang ponselnya.
"Eh Revi, kamu udah dateng?" tanya Oni langsung bangkit kemudian terkejut saat melihat Revi datang sudah memakai seragam dance-nya.
"Iya kak, tadi aku abis ganti baju dulu. Eee apa kita udah bisa mulai latihannya sekarang, kak?" ucap Revi bertanya kepada ketua dance-nya itu.
"Belum sih, kamu duduk-duduk aja dulu atau pemanasan kayak yang lain! Nanti kalo pelatihnya udah otewe kesini, pasti aku kasih tau ke kamu juga kok!" ucap Oni tersenyum.
"Ohh, iya kak."
Revi pun melangkah ke tempat ia menyimpan tasnya tadi dan memasukkan bajunya ke dalam kantong yang sengaja ia bawa setiap kali ada latihan.
Syahra melirik ke arah Revi dan tersenyum, ia sudah tidak sabar menyaksikan reaksi dari Revi ketika tau di dalam tasnya ada kecoa yang sudah ia masukkan kesana bersama teman-temannya tadi.
Revi yang ingin mengambil ponselnya, terpaksa membuka tas miliknya karena ia menyimpan ponselnya itu disana. Revi membuka resleting tasnya lalu syok saat melihat ada kecoa muncul dan merayap di tangannya, namun Revi menyikapinya dengan tenang dan membuang kecoa itu ke tempat sampah disana tanpa berteriak.
Syahra yang melihatnya tampak terkejut karena ternyata Revi sama sekali tidak takut dengan kecoa, bahkan gadis itu dengan santainya mengambil kecoa dari lengannya itu lalu membuangnya.
"Ra, kayaknya lu salah taruh hewan deh. Revi gak takut sama kecoa, tuh dia malah pegang kecoanya pake tangan!" bisik Ami menghampiri Syahra sembari menunjuk ke arah Revi dengan telunjuknya.
"Haish, gausah dikasih tau gue juga tau kali! Lu jangan sembarangan nunjuk gitu dong! Nanti Oni bisa curiga dan tau kalo kita yang udah taruh kecoa di dalam tasnya Revi, mending lu pemanasan lagi sana!" ujar Syahra tampak kesal.
"Iya iya...."
Syahra pun jengkel sekali dengan apa yang dilihatnya saat ini, padahal ia ingin jika Revi berteriak ketakutan atau mungkin pingsan disana setelah melihat kecoa di dalam tasnya.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...