Gwen Prameswari dan Daniel Artajaya telah menikah lebih dari 3 tahun. Namun hingga saat ini mereka belum juga di karuniai seorang anak.
Ibu mertua Gwen yang terus menuntut untuk agar segera memiliki cucu semakin membuat Gwen frustasi dan di ambang perceraian.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BPH 24
"Selamat pagi Mbak," sapa Owen saat melihat Gwen hendak pergi bekerja.
Sudah seminggu ini, Owen selalu mengikuti Gwen kemana pun itu. Owen takut bila terjadi apa apa dengan Gwen. Dan seminggu ini Gwen hanya di rumah dan pergi ke taman sesekali untuk mencari angin.
Dan hari ini baru Gwen akan mulai masuk kerja kembali. Ia berfikir bahwa dirinya hanya membuang waktu menangisi Daniel. Toh percuma dia menangis, Daniel takkan mau kembali lagi padanya. Gwen mencoba ikhlas dan kuat menghadapi semuanya. Ia yakin Tuhan akan memberikan kebahagiaan kepadanya nanti.
"Pagi Owen, tumben udah rapi?" tanya Gwen, pasalnya hari ini Owen memakai celana semi formal dan kemeja biru muda dengan masih memakai sendal jepit sualowh.
"Hehehe Doain ya Mbak, Owen mau ngelamar kerja di kantor. Biar gak perlu narik ojek lagi," ucap Owen menyengir.
"Amiiinn, semoga semuanya lancar yah. Oh ya bagaimana kalau nanti sore kita makan sebagai perayaan kamu kerja di tempat baru," kata Gwen dengan mata berbinar.
"Di terima aja belom Mbak, masa mau asal perayaan ckck," decak Owen terkekeh geli.
"Ya gapapa, Mbak yakin kamu bakal di terima kerja. Kamu tau feeling ku itu kuat!" ujar Gwen yakin.
"Baiklah, Aku amin kan ya mbak, kalau di terima nanti Owen traktir pecel lele di depan komplek," kata Owen.
"Oke setuju!" ucap Gwen dengan cepat membuat Owen kembali terkekeh.
Setelah berbincang basa basi, akhirnya Gwen pun menancapkan pedas gas nya dan melajukan mobilnya ke butik.
"Gwen!" pekik Syifa langsung menyambut kedatangan Gwen di depan pintu masuk.
Gwen hanya tersenyum ke arah Syifa lalu mengajak Syifa masuk ke dalam ruangan nya.
"Sorry ya gue libur kelamaan," ucap Gwen nyengir.
"Gapapa, terserah lo. Mau kerja atau enggak juga terserah lo, yang penting lo tetep ngasilin gue duit," ujar Syifa bercanda. Yah memang selama seminggu Gwen tidak masuk kerja, namun Gwen masih tetap menyelesaikan pekerjaan nya di rumah.
"Dasar," decak Gwen lalu keduanya tertawa bersama.
"Ah iya, tumben lo gak di anter berondong lo lo," ucap Syifa.
"Brondong gue? Owen?" tanya Gwen mengerutkan dahinya.
"Memang nya lo ada berondong lain selain dia?" tanya syifa terkekeh.
"Sialan lo ya, gue sama dia gak ada hubungan apapun, dan lagi dia masuk ngelamar kerja di perkantoran. Katanya biar gak ngojek lagi," jelas Gwen membuat kekehan di mulut Syifa terhenti..
"Kantor mana?" tanya Syifa.
"Gak tau, setiap kali gue tanya gak pernah jawab. Dia kerja di Caffe mana aja gue gak di kasih tau, katanya kalau nanti gue jadi istrinya baru dia akan kasih tau. Gila gak tu bocah," sungut Gwen kesal membuat Syifa langsung tertawa terbahak bahak.
"Eh tapi Gwen, emm sorry nih ya gue pengen ngomong tapi lo jangan ke singgung. Secara lo kan sama Daniel udah proses nih. Lo gak pengen gitu buka hati buat berondong caem?" tanya Syifa membuat Gwen terdiam.
"Hidup ini terus berjalan Gwen, lo gak bisa kaya gini terus. Ada baiknya lo buka hati lo buat si berondong dan membuka lembaran baru lagi," imbuh Syifa.
Membuka hati? Memulai lembaran baru? Apakah ia bisa? Apakah dia bisa melupakan Daniel dan membuka hati untuk Owen? batin Gwen.