Ega adalah alasan Andara mau menikah dengan Pras. Pria yang sudah menjadi kakak iparnya, suami dari saudara kembarnya Dinda.
Andara sangat membenci suaminya, bukan tanpa alasan. Peristiwa beberapa tahun lalu, membuatnya sangat membencinya Pras, sayangnya Pras menikah dengan sang kakak dan kini menikah dengannya karena wasiat Dinda sebelum dia meninggal.
Menjadi ibu sambung bagi Ega bukanlah hal sulit, tapi untuk mencintai suaminya terasa tidak mungkin.
Akankah Pras berhasil membuat dara mencintai nya? ataukah rumah tangga mereka akan karam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Yakin
Pras tidak langsung pulang ke rumah, ditengah jalan Pras berubah pikiran dan dia membelokkan mobilnya menuju ke rumah orangtua dara.
"Assalamualaikum" Pras sudah berdiri di depan pintu.
"Waalaikum salam, " mama membuka pintu.
"Loh Pras, sendirian?" tanya sang ibu mertua Setelah melihat kiri kanan, tapi tidak ada oranglain.
"Iya ma, tadi dara minta diambilkan baju nya di kamar." bohong Pras.
"Oh ya, silahkan masuk. Mama sampai lupa. Duduk dulu, biar mama ambilkan. Dara pesan nggak bajunya yang mana dan warna apa?'
"Biar Pras ambil sendiri ma, tadi dara dah kasih tau kok, nggak usah ngerepotin mama." jawab Pras
"Oh ya udah, bentar ya mana buatin minum dulu, atau mau langsung diambil?"
"iya, Pras langsung ke kamar aja ya ma?' Pras kembali berdiri dan kini dia melangkah masuk ke kamar istrinya.
Mama hanya bisa menatap kepergian Pras,ada sedikit keraguan, mengapa dara tidak menelponnya saja, bisa kan supir yang mengantar, atau mungkin dirinya sendiri. Tapi dengan cepat, mama menghapus keraguan tersebut.
Pras membuka pintu dan kembali menutupnya dengan rapat. Dia mencari sesuatu, Pras membuka lemari dan mulai melakukan pencarian, tapi kosong. Meja belajar di kamar dara juga dia periksa, rak buku tetap tidak ada. Pras pasrah dan menunduk kecewa.
Pras merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit langit kamar, tangannya dia rentangkan sempurna, sesaat Pras memejamkan matanya.
Saat membuka mata, Pras melihat sebuah boneka besar yang diletakkan disamping tempat tidur dara, Pras tersenyum tipis seorang gadis dewasa masih menyimpan boneka beruang yang sangat besar, sebesar dirinya. Pras berniat membawa nya pulang kerumahnya, tak lupa mengambil satu baju dara sebagai alasan.
Saat mengangkat boneka tersebut, Pras tertegun, benda yang dia cari ada dibawah boneka tersebut. Sebuah buku berwarna biru yang sudah terlihat usang, Pras langsung meraih nya.
Dadanya berdegup kencang, rasa penasaran menyelimuti dirinya, perlahan Pras membuka lembaran demi lembaran buku harian dara, matanya memanas, dadanya terasa sesak, sedih, dan sakit.
Begitu dalam luka yang dia torehkan, menunjukkan betapa besar dara membencinya, dan dibalik itu semua jelas menunjukkan betapa besar dara mencintai nya.
Gemuruh didalam hati Pras semakin menjadi, sedih dan bahagia.
Pras menutup buku harian tersebut dan meletakkan nya kembali ke tempatnya, tak lupa boneka besar itu dia kembalikan ke posisi awal. Hati Pras semakin mantap, "aku akan membuatnya kembali mencintaiku." ucap Pras pada dirinya sendiri.
Tok....tok....
"Ya ma"
"Ada nak yang kamu cari?" tanya mama
"Ini ma. Pras menunjukkan paper bag yang dia isi dengan sebuah pasmina.
"Mama, nanti sore bisa titip Ega. aku dan dara akan ke pesta pernikahan Hanum, mungkin besok pagi bati kami jemput".
"Bisa nak, .dengan senang hati mama akan menjaganya."
"Saya pamit dulu ma, assalamualaikum" ucap Pras
Mama menutup pintu, mama sempat tertegun, Pras terlalu sibuk hingga dia tak sempat meminum tehnya.
Pras pulang ke rumah, langsung menyuruh Maya bersiap ke rumah mama mertua nya, diantar oleh supir.
Pras berjalan ke kamar, saat hendak membuka pintu, terkunci dari dalam.
Tok ...tok....
"Aku nggak lapar Bik." jawab dara dari dalam
Pras terkejut mendengar ucapan dara, Pras segera ke dapur menemui Bik Jum, mencari kebenaran.
"Bik, sejak kapan dara mengurung diri di dalam kamar?"
"Sejak den Pras pergi. Saya sudah beberapa kali membujuknya tapi nyonya tetap tidak mau keluar
"Makasih Bik." ucap Pras.
Pras mengambil piring, mengisinya dengan nasi, sayur dan ikan. Pras membawanya ke kamar.
"Dara buka pintunya." panggil Pras
Dara terkejut, masih jam tiga sore, Pras sudah ada dirumah
"Dara buka, jangan sampai aku mendobraknya. Aku hitung sampai tiga. Satu ...dua ...ti... ga
Kira kira apa yg dilakukan Pras selanjutnya?
Kencengin like, poin dan vote.
Hati ini carzy up!!!
klo belasan taun iyaa itu baru bener 😁😁😁
ada typo ya thor, typonya ganggu lho
Aku sekalian ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN by Ira. Yuk mampir kakak di jamin seru jangan lupa like dan commen
Menjadi sosok yang berbeda bukanlah hal yang baik namun tidak juga buruk. namun apa jadinya jika seorang gadis tiba-tiba bertemu dengan keluarga yang terpandang dan kaya. Namun dia harus merelakan identitas aslinya menghilang begitu saja? Aira adalah gadis yang kehilangan namanya semua orang memanggilnya dengan Aurelia sejak hari itu semua berubah, namun itu juga awal pertemuannya dengan Dekarsa bersaudara.
Zidan memiliki cacat di wajahnya hingga membuat orang-orang membencinya dan menyebutnya monster, dia di asingkan oleh orang tuanya sendiri dan karena itu ia memiliki dendam terhadap ibunya. Dia selalu kesepian sampai dia bertemu dengan sosok Aurelia yang selalu menyemangati dan mendukungnya, dia juga yang membatunya untuk tampil Tampa sebuah topeng mengerikan itu lagi.