NovelToon NovelToon
Sold

Sold

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Contest / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: R.angela

Ketika yang di sebut cinta sudah menyapamu, logika akan runtuh, akal akan mati Suri berkepanjangan!

Bellaetrix, atau yang biasa di panggil Bee, gadis riang yang bahkan bagi sebagian orang dianggap berisik, jatuh cinta pada cowok paling populer se-sekolahan.

Dengan kepercayaan diri yang di pupuk selama tiga tahun lebih, Bee akhirnya memberanikan diri menyatakan cintanya pada Elang.

Alih-alih diterima, Elang justru menertawakan nya dan menyuruhnya untuk memantaskan diri, baru kembali lagi.

Segala upaya Bee lakukan agar Elang menyukainya.

Namun setelah upayanya berhasil, kenyataan pahit menamparnya.

Ayahnya menjual dirinya pada pria yang bahkan tidak dia kenal!

Akan kah cinta Bee dan Elang bersatu?Benarkah Elang adalah cinta sejati Bee?

#Yuk, singgah ke lapak Mak..
#dede-dede yang masih imut, jangan mendekat ya, nanti nagih soalnya..
#up date tiap hari
#Salam sayang..muah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Insiden kebun sawit

"Sampai kapan meluk?udah sampai" ucap Bintang tersenyum.

Papa dan kedua asisten papa yang mengurus ladang mereka sudah lebih dulu tiba di pondokan mereka. Rumah sederhana yang di bangun saat papa nya sibuk mengurus ladang dan tak bisa pulang.

Kebun sawit mereka memang jauh dari perkotaan, wilayahnya bukan lagi masuk kota Pekanbaru, namun sudah berbeda kabupaten.

Kaki mulus putih Bee kini sudah kotor terkena percikan lumpur dari ban motor, pun pakaiannya. Saat tiba di sana, ada banyak pekerja papa yang sedang mengerjakan lahan mereka yang saat ini memang tengah panen, walau harga sawit sedang anjlok, di bawah tiga ribu per kilo nya.

Semua pekerja menyalami Bintang, yang di kenal kan sebagai pemilik baru lahan mereka sampai batas yang di tunjukkan papa. Sisa nya masih tetap milik papa.

Menyalami Bintang mereka lakukan hanya karena bentuk segan dan menghormati tuan tanah baru, nyatanya beberapa dari para pekerja, terlebih yang masih muda, justru fokus pada paha mulus Bee. Seperti ingin menelanjangi Bee, mata mereka tampak memerah.

Mungkin lama di pondok, jauh dari istri, hingga melihat wanita mulus langsung kayak orang kesurupan. Terbengong.

Masih memberi penyuluhan tentang bagaimana dia akan merombak sistem kerja, serta memperbaiki mekanisme kerja, dan juga kebutuhan dan kesejahteraan para pekerja, ekor mata Bintang melihat beberapa orang lelaki tanggung masih memperhatikan tubuh indah Bee, sementara sang gadis yang sedikit menjauh dari mereka sibuk memunguti biji sawit yang jatuh di sekitar pohon nya.

"Sampai di sini, lain waktu saya akan berbincang lagi dengan kalian semua. Kembali lah bekerja.." ucap Bintang, mendekati Papa.

"Aku akan berkeliling sebentar dengan Bee, kalau anda ingin kembali, tidak usah menunggu kami, aku yang akan membawa Bee pulang" ucap Bintang pelan ke arah papa, tak ingin ada yang dia ucapkan akan di dengar gadis galak itu, bisa-bisa mereka akan kembali ribut.

Alasan Bintang ingin mengajak Bee berkeliling, ingin memiliki waktu berdua dengan gadis itu, agar Bee bisa melihat sisi lain seorang Bintang. Agar pikirannya yang selalu berpikiran buruk terhadap Bintang sedikit berubah.

"Ayo.." Bintang mengulurkan tangannya agar Bee menyambut hingga bisa jalan bergandengan.

"Mau kemana?papa mana?"

"Papa mu sedang memberi arahan pada para pekerja. Temani aku berkeliling. Ayo.." kembali Bintang menawarkan uluran tangannya.

"Dalam mimpi mu!" ucap nya jutek, berlalu pergi tanpa menoleh ke belakang untuk melihat apakah bintang mengejar atau tidak. Nyatanya dia sama sekali tak perduli.

Dia memang ingin berkeliling, jarang-jarang dia bisa menikmati alam seperti ini. Bee terus berjalan, menjalani jalan setapak.

Tanpa menoleh pun dia tahu kalau pria itu mengikuti langkahnya dari belakang.

Santai Bee, anggap aja makhluk astral, tidak tampak..nikmati waktu mu Bee..

Bee berusaha menikmati setiap langkah dan apa yang dapat dia lihat. Tak lama dia melihat ada binatang hitam yang melintas di antara pohon sawit, segera dia merogoh kantung Doraemon nya, hendak mengeluarkan ponsel.

"Sial ketinggalan hape gue" umpatnya pelan, menendang sebiji buah sawit yang sudah busuk.

Di tengah perjalanan mereka, Bintang di Salami oleh empat pekerja yang tadi tidak ada di pondok, karena sedang menyemprot lahan yang baru tumbuh. Lama berbincang, mengalihkan sejenak perhatian nya dari Bee.

Ini kesempatan buat gue lepas dari si mesum, masa iya jalan nikmati alam, harus bareng dia terus sih..ogah!

Bee mengambil kesempatan untuk berjalan ke arah berlawanan, memilih jalan setapak yang rimbun dengan pohon sawit. Masuk lebih kedalam, melintasi pohon dan rumput yang hampir tinggi. Semakin jauh berjalan, sesekali Bee menoleh, tak ada yang mengejarnya.

Senyum kemenangan pun tercipta di bibirnya. Semakin cepat pula dia berjalan, bahkan sesekali berlari kecil. Cukup jauh sudah. Kini hanya dirinya sendiri, tentram.

Di sisi sebelah kiri, ada aliran anak sungai buatan, yang airnya cukup bersih, walau tidak jernih, Bee mencoba untuk merendam kakinya, membersihkan sisa lumpur.

Kesenangan nya bermain air, membuat nya lupa waktu. Tak ada bosan. Di baringkan nya tubuhnya di bibir sungai, dengan kaki menjuntai ke air. Air Sepoi membelai wajahnya hingga mengajaknya untuk terlelap.

Sudah hampir satu jam, Bintang mencari Bee dengan raut wajah pucat, penuh rasa takut. Dia begitu ketakutan membayangkan gadis itu tersesat. Seluruh karyawan yang tersisa sudah dia kerahkan untuk mencari gadis itu, karena sebagian pekerja memang sudah pulang karena sudah jam nya.

Sialnya, Hutomo juga sudah pulang bersama kedua asisten nya. Kepanikan semakin merajai Bintang, saat gerimis turun, berjalan menyusuri setiap tapak jalanan menuju ke dalam. Bagaimana mungkin bisa menjelajahi ribuan hektar ladang sawit dengan enam orang?

Berkali-kali Bintang memanggil nama gadis itu, tapi tak ada jawaban. Sesekali yang muncul justru babi hutan yang sedang memakan biji sawit. Hujan pun turun dengan deras, membuat perasaan Bintang semakin kacau balau

"Yang kita takutkan nona justru terjatuh di lumpur, bos. Terlebih ini hujan, jalanan licin hingga bisa membawanya terseret ke muara anak sungai.

"Atau yang paling parah bos, itu..maaf sebulan lalu, ada gadis dari desa seberang yang melintas di sini, sepulang sekolah, beberapa pemuda mabuk menyeret nya ke dalam ladang, lalu memperkosa gadis itu bergiliran.

Semua ucapan para pekerja itu semakin membuatnya gila. "Bagaimana bisa para pemuda masuk ke lahan kita?" salak Bintang.

"Mereka melompati pagar pembatas bos, sebenarnya tujuan mereka adalah berburu celeng bos, untuk di jual" sahut salah satu dari mereka.

Bintang dan kelima pemuda lainnya kembali melakukan penyisiran. Langit semakin gelap karena hujan yang awet. Dua jam, dalam pencaharian. Dimana gadis itu, tak ada satu pondok pun di tengah ladang bisa tempatnya berlindung.

Pikiran Bintang yang di penuhi segala ketakutan yang mungkin terjadi, membuatnya tak lagi memikirkan keselamatan nya. Tujuannya hanya satu, menemukan wanita yang sudah berhasil mencuri hatinya.

"Kamu dimana Bee? jangan takut, aku pasti akan menemukanmu" cicitnya semakin masuk ke dalam. Kini mencari ke arah yang berbeda, mencoba kemungkinan-kemungkinan yang ada, hingga dirinya pun kini jauh dari para pekerja itu.

"Beeeeee....Beeeeeeeee...." sekencang mungkin dia berteriak, di sela petir yang menyambar.

"Bee..."

"Tolong...tolong.." suara rintihan wanita sayup-sayup di tangkap telinga nya. Semakin mendekati suara yang semakin lemah terdengar.

Kembali petir menyambar, Bintang terus menerobos semak, lalu hampir terjatuh, untung nya bisa menahan bobot tubuhnya, lalu kembali berjalan.

Gadis itu terduduk di kubangan lumpur, dengan satu kaki tertimpa pohon sawit yang sudah di tumbang dan membusuk, hanyut oleh derasnya air hujan di atas tanah merah yang licin.

Akhirnya roh Bintang kembali ke tubuhnya setelah menemukan gadis itu. Tatapan keduanya saling bertemu. Bee yang menahan kesakitan di pergelangan kaki nya, menatapnya. Tangisan nya kini pecah saat melihat Bintang, seolah mengucap syukur atas doa nya agar di temukan seseorang.

1
ayu nuraini maulina
🤣🤣🤣🤣senjata ampuh para wanita mengacam suami nya
ayu nuraini maulina
y wajarlah Dy curiga
ayu nuraini maulina
bego sh bee
ayu nuraini maulina
bagus emng emng kelakuan loe bee, jd perlu d kasih sadar kmu t bee pea bodoh,goblok bkn nya bersyukur dpt suami kyk bintang
ayu nuraini maulina
bodohhhhh, goblok, dasar cwe jalang kmu bee durhaka sama suami kmu bee
ayu nuraini maulina
makin gedek sama sifat bee😡😡😡😡
ayu nuraini maulina
kmu nya yg bego bee malah berharap elang mulu
ayu nuraini maulina
CK bee baru nyadar kmu dari kmrin kmn aja ngurusin si elang mulu
ayu nuraini maulina
t nyadar dirimu egois bee
ayu nuraini maulina
ak g ska peran cwe nya yg terlalu goblok
ayu nuraini maulina
kamu t emng goblok gmn si bee percuma sklh otak g pinter
ayu nuraini maulina
preet
ayu nuraini maulina
diih wajar lah suami kyk gt kmu aja yg pea
ayu nuraini maulina
mau2 nya bee KTM am mantan ck😑😑
ayu nuraini maulina
pemaksaan wooy
ayu nuraini maulina
g ada beda sama bee pemaksaan
ayu nuraini maulina
kmu t emng harus d gitukan bee biar kmu nyadar g egois trus
ayu nuraini maulina
salah sndr g pamit ap gunanya punya suami n menikah
ayu nuraini maulina
diihh msh nyebutin nm orang lain
ayu nuraini maulina
Pinokio anknya ayah gopeto🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!