NovelToon NovelToon
Si Brondong Manis

Si Brondong Manis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Contest / Berondong
Popularitas:86.7k
Nilai: 5
Nama Author: YuBee

Si Brondong manis merupakan sequel atau lanjutan dari novel Cinta Itu Budeg.
Bercerita tentang anak muda yang terobsesi mengejar cinta seorang wanita yang usianya terpaut jauh darinya.
Bagaimana kisahnya? Yuk simak disini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YuBee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perempuan itu adalah Kamu

Waktunya menggempur si kudanil habis-habisan. Hari ini, sedari pagi aku dan Mbak Hanum sudah ada di kantor polisi. Akan memberikan kesaksian sejelas-jelasnya terkait kasus penganiayaan yang dilakukan Daniel terhadap Mbak Hanum.

Ketika memasuki ruang penyidik, Mbak Hanum mengeratkan pegangannya di lenganku. Aku tahu dia pasti nervous dan takut harus kembali mengingat semua yang sudah dialaminya. Kembali membuka luka yang bahkan mengering pun belum sempurna.

" Ada aku Mbak, gak usah takut." bisikku di telinganya. Wangi rambutnya langsung tercium di indera pembauku. Mbak Hanum mengangguk kecil seraya menggigit bibir atasnya.

Waktu penyidikan berlangsung alot. Memakan waktu sampai berjam-jam. Mbak Hanum sampai kelelahan karenanya. Bahkan sampai berulang kali menangis ketika mengingat semua kejadian naas tersebut.

Semua yang dia alami tertumpah sudah di ruangan itu. Semakin aku mendengar, semakin besar kebencianku pada si manusia sinting kudanil bin kingkong itu.

Berbagai penghinaan dan penyiksaan baik secara verbal maupun fisik sudah dialami Mbak Hanum. Ditendang, di tampar, di tonjok, diludahi, di sundut rokok, di lecehkan, bahkan di perkosa. Semuanya dilakukan Daniel pada Mbak Hanum. Saking emosinya, aku sampai mengeratkan tangan dan menghentak-hentakkan kaki dengan marah. Rahangku menegang kuat. Bahkan kalau bisa, ingin rasanya aku menulikan telingaku sendiri agar semua penuturan Mbak Hanum tak kudengar.

Bahkan tanpa sadar, aku ikut menangis ketika Mbak Hanum menangis. Aku benar-benar tak habis pikir, kenapa kecemburuan Daniel bisa begitu membutakan mata hatinya. Dia berubah jadi monster ketika Mbak Hanum melakukan sedikit saja kesalahan. Fix..Daniel sakit jiwa! Gak ada kata lain yang bisa menggambarkan perilakunya selain itu.

Semua barang bukti yang kami miliki, satu persatu dimintai penyidik. Dan kami kooperatif untuk itu. Kami ingin masalah ini cepat ditangani. Daniel segera di adili, dan Mbak Hanum terbebas dari semua kejahatannya. Dia bisa hidup bebas tanpa bayang-bayang manusia sinting itu lagi.

Tawaran penyelesaian secara kekeluargaan, kami tolak secara mentah-mentah. Proses hukum harus terus berlanjut. Dan aku akan memastikan, Mbak Hanum mendapatkan keadilan.

Sekitar pukul lima sore, kami baru bisa keluar dari ruang penyidik. Tinggal menunggu waktunya saja sampai pengadilan mempertemukan kami kembali dengan si kudanil dan semoga saja hukuman yang dia terima bisa sepadan dengan apa yang dia lakukan.

***

" Mbak lapar gak?" tanyaku setelah kita keluar dari kantor polisi.

Mbak Hanum hanya mengangguk sambil tersenyum kecil. Tampak sekali bahwa dia kelelahan dan juga tertekan setelah melalui serangkaian penyidikan tadi.

" Kita charge energi dulu yuk. Makan di tempat yang gak biasa sama aku." ajakku sambil memandangnya.

" Kemana?" tanya Mbak Hanum penasaran.

" Ke Teh Ita.."

" Siapa tuh?" tanya Mbak Hanum penasaran.

" Saung Teh Ita, daerah punclut, Ciumbuleuit." jawabku lengkap.

" Belum pernah denger.."

" Ya iya lah, Mbak kan pasti diajak makannya di resto mevvah terus sama si kudanil." ucapku sambil nyengir. Mbak Hanum langsung tersenyum kecut.

" Nggak usah nyindir." ucapnya ketus.

" Ups..sorry! Gak maksud Mbak. Maaf ya.." ucapku sambil membentuk tanda V dengan jari telunjuk dan jari tengah. Mbak Hanum langsung mendahuluiku masuk mobilnya.

" Mau ya makan disana." ajakku lagi dengan takut-takut.

" Terserah." jawabnya pendek.

Hufftt..salah ngomong nih aku! Orang lagi sensi masalah si kudanil, malah di pancing-pancing. Ya esmosi lah! Ogeb emang nih otak!

Menuju punclut, jalanan sedikit ramai. Hingga sudah waktu maghrib kita baru sampai disana.

Selesai shalat, kami segera mengambil beberapa menu makanan yang menggugah selera. Konsep makannya memang seperti prasmanan, jadi kita ambil sendiri lauknya, pilih jenis nasinya, kemudian pesan minum. Bayarnya langsung dihitung di tempat, jadi gak ada kesempatan untuk nikung apalagi kabur. Hehehe.

" Biar aku aja yang bayar ya Mbak. Aku yang traktir." ucapku sambil menepuk dada.

" Hem.." jawab Mbak Hanum pendek. Bukan seperti jawaban sih itu mah, lebih mirip lenguhan sapi. Masih ngambek kayaknya si mbak manis. 😩

" Yuk makannya di atas. Biar bisa lihat view Bandung dari malam hari. City lightnya lumayan lah." jawabku sambil memberikan senyum kesumat. Yang disenyumi malah mendelik kemudian berjalan mendahuluiku.

" Tuh lumayan kan Mbak pemandangannya? Aku sering kesini nih sama temen-temen kampus. Harganya bersahabat banget, makanannya enak, plus dapat suguhan cantik kayak begini. Jadi kalau habis capek belajar, bisa sedikit terobati." jelasku mencoba mencairkan suasana.

Mbak Hanum hanya memandangku sekilas. Kemudian netranya kembali mengawasi city light di hadapan kami.

" Maafin aku soal tadi ya. Aku bener-bener gak ada maksud buat nyindir Mbak." ucapku lagi.

" Nggak apa-apa, aku maklum kok. Lagian memang bener, Daniel selalu bawa aku ke tempat makan yang mewah. Tapi aku selalu tertekan setiap kali pergi. Banyak banget aturan yang harus aku patuhi. Dari mulai cara berpakaian, cara berbicara, cara bergaul, semuanya harus sesuai standar dia. Salah sedikit aja, muka aku bisa ditempeleng." ucapnya kemudian tersenyum getir.

Aku sampai terhenyak mendengarnya. Dan tanpa sadar tanganku meraba pipinya dengan lembut.

" Seberapa banyak pipi Mbak ini menerima perlakuan kasar dari Daniel?" tanyaku, entah kenapa mataku langsung berkaca-kaca ketika menyentuh pipinya. Rasa sakit seperti menjalari hatiku.

Mbak Hanum tampak terkejut ketika kusentuh, tapi tak menghindar. Dia membiarkanku meraba pipinya yang terasa dingin karena angin malam.

" Kamu kenapa nangis?" tanya Mbak Hanum.

Aku langsung menyeka air mataku sambil memalingkan wajah dan menghentikan sentuhanku di pipinya.

" Aku sakit hati.." jawabku pendek.

Mbak Hanum tiba-tiba menangkup kedua pipiku kemudian menghadapkannya hingga sejajar dengan wajahnya. Netra kami beradu.

" Sekarang pipiku udah gak kerasa sakit lagi, karena kamu. Gak usah sedih gitu ah. Jadi makin berasa jalan sama bocah kalau kamu gampang nangis begini." ucap Mbak Hanum sambil tersenyum.

Hening berbahasa..suasana jadi berubah canggung gara-gara tangkupan ini.

" Mbak..aku boleh minta cium gak?" tanyaku polos. Tak tahan sumpah lihat bibirnya yang ranum. Manis banget kayaknya, jadi ingin ****. Eh? 😁

Mbak Hanum langsung menoyor keningku.

" Ndas mu! Minta cium segala lagi nih brondong! Gak ada! Aku gak akan kasih! Udah ah, ayo makan. Kamu kalau dibaikin lama-lama suka ngelunjak!" ucapnya sambil cemberut, tapi bisa kulihat semburat rona merah memenuhi pipinya. Mbak Hanum baper kayaknya..🤭🤭

Aku cuma pura-pura lunglai dengan penolakannya, tapi sebetulnya hatiku girang bukan kepalang. Mbak Hanum manis sukses kubikin melting. Semoga kedepannya jalanku makin mulus seperti jalan tol..😁

Suasana malam itu makin semarak mana kala pengamen datang silih berganti. Ada yang bersuara pas-pasan cenderung mendekati polusi bunyi, ada juga yang bernyanyi begitu merdu dan atraktif dengan banyak alat musik yang dia mainkan sendiri.

Sesekali kami akan tertawa melihat tingkah orang-orang yang kami lihat, membahas hal-hal kecil yang ringan dan menyenangkan, atau hanya diam saling beradu pandang.

" Enak kan Mbak makanannya?" tanyaku sambil memberikan secangkir teh hangat kepadanya. Mbak Hanum mengangguk diiringi senyum hangat.

" Enak banget, apalagi aku makannya pakai nasi merah. Berasa sehat..hehehe." jawabnya sambil terkekeh.

" Hari ini Mbak udah berusaha dengan baik. Aku mau kasih hadiah ya." ucapku sambil mengunci netraku pada manik mata hazel itu.

Aku lalu mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasku.

Mbak Hanum menerimanya sambil tersenyum.

" Buku ini masih banyak yang kosong, nanti Mbak tulis segala sesuatu yang membuat hati Mbak kopong. Tumpahkan saja disini, jangan ditahan sendiri." ucapku puitis.

Mbak Hanum membuka cover buku tersebut dan mendapati gambar dirinya.

" Bagus banget." ucapnya sambil meraba gambar wajahnya di buku itu.

" Aku paling suka manik mata Mbak Hanum. Makanya tatapan matanya aku buat tajam. Seperti menembus hatiku setiap saat." jawabku lagi-lagi beralegori.

Mbak Hanum membuka halaman berikutnya, ada bait-bait puisi yang sengaja kutulis disana.

...Perempuan itu adalah kamu,...

...Memerangkapku dalam manik mata seumpama rindang perdu....

...Sejuk, laksana hujan yang rela terberai menyapu debu....

...Bisakah kunamai rasa ini cinta menggebu?...

...Karena sejak masa itu, aku tak lagi mengenal istilah lain dimana hatiku pagut tertumpu....

...Bila berkenan, ijinkan aku menggenapkan hatiku dengan mencintai hatimu....

...Mengiuhkan jiwamu seumpama namaku....

...Teduh.....

Mbak Hanum terdiam lamaaa sekali. Aku sampai takut dengan reaksinya.

" Bolehkah aku berharap lagi?" tanyanya lirih, seraya mengunci netranya memandang wajahku.

*

*

*

*

*

Uwuuuu....jadi melting sendiri ini othor. Iki piye jar??? 😍😍😍😍

1
Ertalina Sitorus
Semoga masa masa beratnya bs dilewati dgn ikhlas dan semangat ya ka.. Tuhan tdk pernah memberi uijian diluar kemampuan kita😊 tetap setia menanti karya2 kerenmu kakak💪💪👍👍👍
Bima Sendi
lanjut ga nih thor?
Muhammad Ilham
bukanya first kiss teduh sama Tania ya🤔
hehe😅
widya widya
semoga semua lekas kembali normal ya thor.
semangat dan sehat selalu untukmu
terhibur banget banget membaca karya2 author
semoga diberikan selalu rejeki yang tak berkesudahan , kebahagiaan dan kenikmatan selalu dr Yang Maha Besar
widya widya
tengah malam mewek bacanya
widya widya
semoga hanum diberikan kebahagian
widya widya
pengen gw pepes rasanya si daniel
Dy
assalamu'alaikum...

kangen iihh....😭😭😭

sehat sll ya Thor....
di tunggu update_tan nya....

buat semua²nya jg shat² ya....🤲🏻

smga kita sLLu dlm lingungan-NYA
Mkhoriyaa
kak kapan novel ini dilanjut nulisnya kak?
jusalma
assalamualaikum ka..
gmna kabar nya?
semoga sehat2 terus ya ka.
ka kapan mulai nulis lagi?
kangen bgt cerita ini lanjut,
semoga bisa secepat nya up lagi ya ka😇🤗
Yulnita
thooor... apa kabar muuuu... 😍

semoga sehat selalu dan semoga bahagia ..😍😍😍

thor aku rindu karya mu... 😍😍😍😘😘😘

YuBee: baik kak..
Alhamdulillah sehat.
semoga kakak juga sehat selalu ya 😊
total 1 replies
Dark Yuli
kok gak up
Win Prasetya
tetap semangat thor.. sabat n tawakal adalah kuncinya.. karyamu akan tetap saya tunggu...
ariyatti
Thor tetap semangat semoga selalu sehat...
yang sabar dan selalu kuat,aku tetap menunggu karyamu ...
jusalma
tetap semangat ya thor aq akan selalu menunggu karya2 mu thor
Rany isbandi
badai pasti berlalu jangan lupa selalu berdoa dan jangan larut dalam kesedihan mendalam karna itu sakit 😭
aku doain athor cepet pulih bangkit dari keterpurukan,tetep tabah dan sabar,semangat 💪 lagi
aku bakal tetep nungguin sampe kamu mau😄
semangat💪💪
Yulnita
aku akan sll menunggu karya mu thooor... semangat... 😘😘😘💪💪💪
Kristia Ningsih
perasaan kudanil ke Hanum itu bukan lgi cinta,tapi obsesi. klau emang cinta gk bakalan tega nyakitin Hanum.. lagipula org seperti kudanil ini mungkin punya penyakit mental yg jg harus d obati dan jg harus d beri pelaran bukan di bela..

di lingkungan aku jg ada kejadian seperti kudanil dan Hanum,,bedanya si perempuan ini memilih bertahan meski udah jd samsak hidup.
Yulnita
sabar yaa uncle ted dan mba hanum... semoga mba hanum mendapatkan ke adilan yg se adil2 nya... 😘😘😘
Anti Deta
kasihan Hanum kasih hukuman berat kudanil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!