menanti jodoh yang terbaik adalah impian semua orang,sebab itu pernahi diri karena jodoh mu cerminan dirimu.
tapi bagaimana bila dirimu sudah berakhlak sesuai syariat tapi ternyata jodoh mu tak sesuai harapan mu.
inilah kisah dari seorang gadis bernama vilara,gadis berhijab yang sedang menunggu jodoh dunia akhirat nya,
vilara dihadapkan oleh dua pilihan pemuda yang mencintai vilara dengan cara berbeda.
"umi andai vii tidak menikah dengan seorang santri atau anak ustadz apa ilmu yang selama vii dapat tidak bermanfaat",tanya vilara
"tidak nak,karena itu lah perjuangan sesungguhnya bagi mu,untuk menuntun seorang kejalan yang benar dengan ilmu mu,jalan yang diridhoi allah".ucap umi menasehati vilara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hardiantomy Corro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
Vii terdiam sesaat,sungguh miris yang dikira pemuda itu jatuh hati padanya berusaha dekat dengan nya serta gigih mencari perhatiannya,ternyata pemuda itu hanya mencari pengganti dari sosok wanita lain yang tak lain teman Vii sendiri.
"Heey,mbak Vii kenapa malah melamun,"ucap Sanah sambil menepuk bahu Vii.
"Heeheehee maaf,ayo mbak kita ke asrama santri putri".Ajak Vii untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ayo,tapi kita enggak pamit dulu ma ibu dan umi".ujar Sanah
"Ya sudah ayo".ucap Vii dengan melangkah menuju ruang tamu dimana orang tua serta abah dan umi sedang mengobrol.
"Maaf umi abah,Vii dan mbak Sanah izin mau keasrama santri putri".pinta Vii
"Kesana lah nak Vii sekalian keliling ponpes melihat-lihat acara untuk besok sudah selesai apa belum".ucap abah dan di iya kan oleh umi dan orang tuanya.
"Terimakasih abah umi,ibu mau ikut Vii apa mau disini?".tanya vii
"Ibu disini saja kasihan Mala masih capek".ujar ibu.
"Ya sudah kami permisi dulu,Assalamualaikum".pamit Vii
"Waalaikumsalam",jawab serentak
Vii dan Sanah keluar rumah menuju asrama,disana ternyata sudah banyak alumni yang berkumpul,dari mbak senior Vii hingga alumni tahun kemarin.
Vii dan mbak Sanah pun tegur sapa dengan para alumni melepas kangen bercerita tentang kehidupan masing-masing.bertukar pengalaman hidup juga.serta memberi dan menjawab pertanyaan yang ringan-ringan.
"Mbak Vii kesini nya sama siapa".tanya seorang alumni
"Sama mbak Sanah dan kedua orang tua
saya mbak".jawab jujur Vii
"Ooohh mbak Vii belum nikah tho",ucap salah satu alumni
"Belum mbak,doain ya mbak biar Vii segera nikah",ucap Vii sambil tersenyum.
"Amiiin'',ucap semua mbak alumni yang ada di dalam ruangan asrama.
"Mbak Vii gimana kalau taarufan sama ponakan saya",tawar mbak alumni
"Sama adik saya aja mbak Vii".ucap salah satu alumni juga.
Vilara pun hanya tersenyum canggung dia merasa kok begini amat nggak laku nya(sabar ya mbak vii nanti author kilo in biar laku😅)
"Jangan mau mbak Vii,"ucap mbak janah kemenakan umi.
"Emang kenapa?".tanya heran kedua alumni yang mengajukan adik serta ponakan untuk menjalani taarufan dengan Vilara.
"Karena mbak Vii cuma boleh taarufan dengan orang pilihan abah dan umi".jelas mbak Janah
Vii dan Sanah mengernyitkan dahi serta dua mbak alumni hanya manggut-manggut mengerti,mereka berpikir karena Vilara santriwati yang dekat dengan umi nya maka harus pemuda yang bibit,bebet,bobot nya sesuai kalau mereka apa atuh.
"Mbak Vii emang udah ada yang mau khitbah"bisik Sanah
"Belum ada mbak".jawab Vii berbisik juga
"Mbak Vii dan mbak Sanah kok bisik-bisik kenapa".tanya mbak Janah heran.
"Enggak mbak ini cuma nanti kita mau lihat tempat acaranya katanya mewah".bohong Sanah yang mendapat senggolan lengan oleh Vii.
"Ooohh,ya udah ayo sekalian aku juga pengen lihat".ajak mbak Janah dan dijawab anggukan oleh semua.
Mereka berjalan melewati asrama santri putra karena acara akan di adakan dilapangan sepak bola dibelakang asrama putra.saat mereka berjalan ada seorang yang memperhatikan mereka tepat nya memperhatikan Vilara,Vii tersenyum dia ikut tersenyum,Vii seolah mendengar serius dia tersenyum,Vii berjalan menjauh hingga tak terjangkau pandang dia terdiam.
"Woooyy enggak usah diliatin terus,udah khitbah sana".ujar bang Jou
Rinan hanya mendengus.
"Kalau dia mau sudah aku halalin sekalian aku karungin bang".ucap Rinan dengan nada jengkel.
"Coba dulu Rinan,siapa tau sekarang dia mau".ucap Jou
"Udah bang,aku sudah sering bilang sayang sama dia tapi responnya hanya senyum saja".jelas Rinan dengan nada kecewa
"Bagaimana kalau kamu minta izin dengan abah dan umi untuk taaruf dengan Vilara".ucap bang Jou memberi ide.
"Enggak lah bang takutnya nanti Vii terpaksa,aku tau posisi bang dia hanya menganggap ku seorang kakak dan satu lagi aku juga alumni ponpes ini jadi bang Jou tau sendiri lah,"terang Rinan
"Susah kalau begitu".ucap bang Jou dengan menghembuskan nafas kasar.
"Maka dari itu bang aku berusaha menjauh dari nya,kemaren waktu aku hanya melihat dari kejauhan aku percaya bisa mengendalikan perasaan ku ,tapi tak ku sangka karena tidak sengaja bertatap langsung rasa untuk mendekat lebih besar apa lagi melihat senyum nya seraya ada rasa enggak rela gitu bang bila senyum itu untuk orang lain".curhat Rinan sambil menepuk dada sesaknya.
"Benar kata abang Jou,aku harus ikhlas dulu".sambung Rinan
"Kalau seumpama Vilara dijodohkan oleh abah bagaimana pendapat mu?",tanya Jou
"Aku akan merana bang".ucap Rinan sedih
"Bukan kamu nya dodol,aku enggak tanya perasaan mu,aku tanya kira-kira Vii menolak atau enggak?"tanya Jou.
Rinan hanya menggeleng,dan diam tak ingin menjawab.
"Dia menolak".tanya Jou
Rinan menggeleng lagi.
"Dia mau?'',tanya Jou lagi
Rinan menggeleng.
"Wes angel ngomong karo wong seng loro ati karo kasmaran dadi siji (susah ngomong sama orang yang sakit hati dengan jatuh cinta bersamaan)".ucap bang Jou jengkel kemudian pergi meninggalkan Rinan sendiri.
Rinan yang mendengar hanya bengong karena tak tau apa bahasa yang diucapkan bang Jou.
kalo anak paman ato bibi itu sepupu Thor bukan keponakan, kalo keponakan, bibi ato paman ke anak saudaranya