Naura, gadis cantik penuh keceriaan dan kebahagiaan. dalam menikmati masa indah remajanya. namun semua berakhir dalam sekejap mata. disaat sang ayah Hendro ketahuan korupsi di sebuah anak perusahaan Besar.
Puncak kehancuran Naura, dimulai ketika kedua orang tua nya meminta supaya membujuk dan menggoda sang CEO supaya mencabut tuntutan nya. namun Naura salah sasaran karena tidak mengenal wajah sesungguhnya sang CEO. dia melakukan hubungan terlarang dengan sang asisten Dion.
Ikuti kisah selanjutnya, dimana nantinya Naura akan dilema menentukan pilihan antara Dion dan cinta pertama nya yang datang kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita silvia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membagi hatiku
Naura, menyembunyikan seluruh tubuhnya dibalik selimut tebal. dia merasa canggung memikirkan akan berdua kembali bersama Dion dikamar penganten yang berukuran luas tersebut. sesekali Naura mengintip dengan menyibak sedikit selimut itu, sambil menggigit bibir bawahnya. mereka kwartir jika Dion tiba-tiba masuk.
Satu jam berlalu, Dion belum juga datang dan terlihat. membuat Naura bernafas lega. hingga tanpa sadar dia sudah tertidur pulas, dengan balutan selimut.
Dion mengusap kasar wajahnya, berjalan lesu menuju kamar tidur. yang sekarang sudah ada Naura yang menunggu kedatangannya disana. pertengkaran hebat dengan Kedua orang tua nya membuat semangat Dion menurun, meskipun Dion sudah berusaha keras untuk membujuk, namun mereka belum bisa juga menerima Naura sebagai menantu mereka.
"Aku bisa maklum jika Mama tidak menerima Naura, paling tidak terima dan sayangi bayi yang tengah Naura kandung. bagaimana pun juga dia cucu mama, darah daging Dion." ucap Dion saat pertengkaran itu terjadi, sementara papa lebih memilih untuk diam.
"Baiklah. Mama akan beri dia kesempatan sampai bayi itu lahir Dion, setelah itu Mama tidak mau lagi melihat dia." Mama masih bersikeras dengan pendirian nya.
"Terserahlah ma, yang jelas Dion tidak akan menelantarkan anak dan istriku." bentak Dion yang sudah terbakar emosi. tanpa banyak bicara lagi Dion berjalan meninggalkan ruangan keluarga menuju kamar sendiri.
Ceklek.....,, piu terbuka. Dion masuk dan menutupnya secara perlahan, dia tidak ingin Naura terbangun.
Dion duduk disisi tempat tidur, memperhatikan wajah Naura dari balik selimut yang tersingkap di bagian wajah cantik nya.
"Naura, aku tidak tahu pasti kapan rasa cinta dan tidak ingin kehilanganmu ini bersemi di hatiku. yang jelas aku sangat menyayangimu sekarang dan tidak ingin kamu pergi lagi. meskipun kedua orang tuaku menentang hubungan kita." bisik Dion tangannya terangkat sebelah mengelus pelan rambut Naura. turun kebawah dan berhenti di bagian perut.
"Sehat terus di perut mama ya sayang, papa janji bakal terus menjaga dan merawat kalian." Dion mencium perut nya yang masih terlihat datar.
Dion membersihkan tubuhnya, menyegarkan kembali pikiran nya dengan berendam di bactub. aromaterapi yang tercium membuat perasaan Dion menjadi tenang.
Dion menyudahi mandinya, berjalan keluar dengan hanya mengunakan handuk kecil yang melilit bagian bawahnya, sedang satunya lagi untuk mengeringkan rambut pendek nya.
Naura yang terbangun, begitu mendengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki mendekat. kembali berpura-pura tidur. sambil sesekali memperhatikan Dion.
"Ya Tuhan, semoga saja dia tidak melakukan itu kembali. aku masih takut dan belum siap. meskipun aku juga tidak memungkiri ketampanan dan bentuk tubuhnya yang gagah. namun aku tidak memiliki perasaan lebih terhadap nya. melainkan hanya perasaan sebagai suami dari bayi yang aku kandung.
Frans cintaku, aku yakin kamu tidak akan menerima diriku yang seperti ini lagi,
Mengapa semua ini terjadi, setelah aku pergi meninggalkan mu karena keserakahan orang tuaku. sekarang aku harus bisa melepaskan mu Frans, dan semua bayangan mu dalam hatiku.
Sampai kapan aku harus begini, merintih daki menahan perih merindukan mu Frans, harus kah aku memilih dia, dia yang belum tentu bisa menggantikanmu.
Haruskah aku membagi hatiku, sementara aku yang tida pernah bisa menyakiti mu, tak mungkin aku bisa Frans. bisik hati Naura, sambil mengingat bait - bait lagu yang mengisahkan tentang perjalanan hidupnya yang sesungguhnya.
Dion yang sedang mengunakan piyama tidur, mengulum senyum. karena dia tahu Naura tidak tidur, melainkan mencuri-curi pandang kearahnya.
"Naura, aku akan berusaha untuk membuatmu jatuh cinta padaku. dan akan mengantikan posisi laki-laki yang bernama Frans itu."
Tetap semangat
Di tunggu cerita selanjutnya
Ttg hub Frans dan Lisa, ttg Sari dll
Tetap jaga kesehatan