Hidup dengan kekayaan yang luar biasa dan membuatnya menjadi pengusaha sukses Nomer satu di Negaranya serta beberapa Hotel terbesar di Negara lain yang dikelola adik keduanya. Namun siapa sangka jika Maharani telah menjalai kehidupan pahit serta masalalu yang menyakitkan.
Kejadian tak terduga membuat hidupnya kembali bahagia
" Aku sangat sangat mencintaimu Mira "
" Aku juga "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanna Agustiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 : Kejujuran Darren
Shaka sudah rapih dengan setelan Tuxedo berwarna Navy nya. Ia menghampiri Mira yang sedang mengoles lipstik di bibirnya dan mencium puncak kepalanya.
" Kau baik-baik saja Sayang ? " Tanya Shaka
" Tentu saja " balas Mira dan berdiri dari duduknya lalu mengalungkan tangannya Shaka " Memangnya kenapa Ka ?" Sambungnya
" Hm aku lihat beberapa hari ini kamu pucat sayang. Kita ke dokter saja ya sayang " tawar Shaka.
Mira menggeleng pelan kemudian memeluk Shaka " Tidak perlu sayang. Aku hanya kelelahan saja " tolak Mira.
" Ya sudah lebih baik kamu istirahat saja sayang. Kamu tidak perlu ikut di pesta ke dua Kinara." Ucap Shaka mengelus kepala Mira
" Kau ini bagaimana.. tentu saja aku ingin melihat pesta pernikahan adikku. " dengus Mira serta tangannya memukul dada Shaka pelan. Yaa memang Mira lebih pendek hanya sebatas dada Shaka.
" Ya sudah. Tapi nanti kalau kamu lelah kita pulang saja ya " Bujuk Shaka. Mira mengangguk dan keduanya pergi ke Hotel.
Mobil berlambang kuda jingkrak itu melesat menuju Hotel bernama Kinara MH Assegaf. Itu karena Hotel ini gabungan dari Mira dan Kinara. Satu-satunya yang terbesar di Negara L.
*
*
*
*
Lima puluh menit akhirnya mereka sampai disana. Mereka langsung disambut Shilla Darren dan Iqbal.
Ke tiganya terkejut melihat wajah pucat Mira dan dengan segera mereka menghampiri Mira
" Nona, Anda baik-baik saja ?" Tanya Darren yang begitu khawatir
" Aku baik jangan menghawatirkan ku. Bagaimana perusahaan ? " tanya Mira
Shaka disebelahnya menepuk pelan dahinya ' Astaga istriku.. kau ini sedang sakit kenapa masih peduli dengan perusahaanmu ' Batin Shaka.
Didepan Mira mereka meringis melihat tingkah Shaka ' Ya Tuhan. Kenapa bos ku gila kerja sekali. Jika dia off selamanya juga tidak akan membuatnya bangkrut ' Batin Shilla
Mira hanya cuek mendengar isi hati mereka.
" Eee tentu saja baik Nona. Nona tidak perlu khawatir. Jika besok tak bisa hadir Anda bisa meeting lewat online Nona. " Darren akhirnya yang menjawab karena sedari tadi tak ada yang menjawab pertanyaan Mira.
Mata Mira melihat tangan Darren yang menggenggam tangan wanita yang ada disampingnya. Sadar akan tatapan itu Shilla segera melepas genggaman tangan Darren dan menunduk malu sekaligus takut.
Mira terkekeh melihat pasangan itu
" Tidak perlu malu dan takut. Saya memperbolehkan hubungan kalian "
Pasangan itu menatap Mira tak percaya
" Apa benar Nona ?" Tanya keduanya
Shaka terkekeh geli " Lihatlah sayang, bahkan keduanya kompak sekali " Ledek Shaka
Mira membenarkan ucapan suaminya lalu tersenyum. Ia menepuk bahu keduanya dan mereka kemudian masuk untuk melihat acara Kinara. Baru saja Mira ingin duduk dari atas pelaminan Fer berteriak agar berfoto bersama. Mira tersenyum dan menarik Shaka tentu saja ini moment yang ditunggu. Foto bersama keluarga Assegaf, Dirgantara dan Wijaya.
Selesai berfoto Mira lebih memilih makan daripada ikut mengobrol bisnis dengan suaminya, saat hendak makan tiba-tiba Mira merasa pusing, kepalanya Ia baringkan dimeja depannya. Shaka yang melihatnya langsung meninggalkan rekan bisnisnya dan menghampiri Mira
" Sayang kamu kenapa ?" Tanya Shaka yang masih ada dibelakang Mira. Dan saat membalik tubuh istrinya Shaka terkejut melihat Mira yang begitu pucat dan pingsan disana.
" Sayang " Ucap Shaka terlihat Khawatir. Tanpa menunggu lagi Shaka menggendong Mira. Semua tamu panik melihat Mira digendong Shaka begitupun dengan keluarganya.
Fer berlari mengejar kakaknya yang akan masuk ke lift. " Kakak kenapa Kak ? " tanyanya pada Shaka
" Mira sakit Fer. Dari tadi aku menyuruhnya istirahat di rumah tapi tidak mau dan kekeuh ingin kesini. Ya sudah Aku bawa Mira ke kamar dulu. Kamu hubungi dokter dan tenangkan Mommy " Pamit Shaka tak menunggu jawaban dari Fer. Shaka masuk ke kamar Khusus pemilik Hotel dan mengganti Gaun Mira dengan piyama yang tersedia di hotel.
" Kamu kenapa sayang ?? Jangan buat aku khawatir " Ucap Shaka dengan nada khawatir
Tak lama dokter datang dan memeriksa Mira. Kemudian Ia menaruh kembali stetoskopnya ke dalam tas
" Bagaimana Dok ?" Tanya Shaka
" Apa Nona Mira sering telat makan dan kelelahan Tuan?" Tanya Dokter itu
" Iya Dok " ucap Shaka. Kemudian dokter itu menuliskan resep pada kertas
" Nona mempunyai riwayat Magh. Saya sarankan agar Tuan selalu mengingatkan makan. Ini saya tuliskan Resep vitamine serta obat pereda Magh " Jelas Dokter itu
" Kalau begitu saya permisi Tuan " pamit dokter itu
" Ah yaa.. terima kasih dokter " ucap Shaka. Kemudian dokter itu pergi tak lupa menutup pintu.
*
*
*
*
Mira sadar dari pingsannya dan melihat sekeliling dan menemukan Shaka disampingnya yang sedang memeluk dirinya
" Ka " ucap Mira lemah
Shaka melihat Mira yang sudah sadar langsung mencium bibir Mira " Kamu membuat aku khawatir sayang " ucapnya dengan sedih.
" Maaf Sayang " kemudian Mira kembali mencium bibir suaminya.
" Kenapa tidak bilang jika punya riwayat Magh hm ? Kamu tahu aku sangat cemas sayang " ucapnya dan mengelus kepala Mira.
" Jangan ulangi lagi sayang " tegas Shaka
" Iya sayang.. Maafkan aku" ucap Mira. Shaka kemudian mencium kening Mira agak lama. Mira memejamkan mata merasakan cinta dan kekhawatiran Shaka mengalir lewat Ciuman di keningnya.
" Tidurlah sayang ini sudah malam " ucap Shaka. Mira mengangguk dan kembali memeluk Shaka.
" Bandel sekali istriku " gumamnya.
" Aku dengar sayang " Ucap Mira yang masih terjaga. Shaka meringis kemudian kembali mencium Mira. Keduanya berpelukan dan terlelap bersama dengan damai.
Sementara itu di ballroom hotel sepasang kekasih terlihat sedang makan berdua
" Aku tidak menyangka jika Nona mengizinkan kami mempunyai hubungan " Ucap Shilla
" Yaa aku juga tidak menyangka jika aku melanggar ucapanku sendiri. " ucap Darren
" Maksud kamu apa ? " Tanya Shilla
Darren mengusap tengguknya " Eumm ituu... sebenarnya aku yang membuat usulan jika di perusahaan tidak boleh ada yang berpacaran " ucap Darren
" Ha ? " Mata Shilla membola. Tak lama ia memukul lengan Darren. Sedangkan yang dipukul hanya bisa mengusap lengannya yang terasa panas.
" Nyebelin tau nggak ! Kamu itu nyiksa aku tahu " Teriakan Shilla mampu membuat keluarga Mira dan kedua orang tua Shaka menatap ke arahnya.
Sadar karena menjadi pusat perhatian akhirnya Shilla menunduk malu. Seorang lelaki yang sedang duduk tidak jauh dari mereka tertawa keras membuat Shilla semakin memerah
" Kak Shilla, memangnya Kak Darren nyiksa kakak yang bagaimana ? " Goda Fer yang menaik turunkan kedua alisnya. Ia kembali tertawa keras disusul oleh semua yang ada disana.
" Aku malu " ucap Shilla lalu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Darren segera memeluk Shilla lalu tersenyum menatap ke arah Fer yang sedang mengacungkan jempolnya.
" Shilla kau tahu, dari awal aku sudah menyukaimu " ucap Darren
Sontak pelukan itu terlepas dan ia melihat kedua mata Darren.
" Aku tidak bohong Shilla. Sejak kamu datang ke perusahaan saat itu aku mencintaimu, hanya saja aku takut jika aku harus berterus terang pada Nona, karena sudah pasti salah satu dari kita akan dipindahkan. " Kejujuran Darren membuat kedua mata Shila berkaca-kaca.
Ia kembali memeluk Darren " Aku pun sama sepertimu Darren "
Darren tersenyum karena pada awalnya ia tahu jika Shilla mencintai dirinya hanya saja mereka takut untuk berterus terang pada Mira.
" Aku hanya bisa menjahilimu untuk bisa lebih dekat dengan dirimu Shilla. Kau ingat bukan saat ada rekan Nona yang tertarik denganmu, saat itu aku sangat marah dan ingin menghabisi tua bangka itu hanya saja aku tak berani " ucap Darren
" Iya aku ingat. Saat itu kamu langsung mendiamiku selama satu minggu dan itu membuatku sangat kesal. " ucap Shilla
Tak lama ponsel Darren bergetar dan saat ia melihat namanya kedua orang itu menyernyit
" Halo Nona " ucap Darren
" Putuskan kerjasama kita dengan Mitra utama " perintah Mira
Darren dan Shilla terkejut mendengar perintah Mira
" Ee alasannya apa Nona ? " Tanya Darren
" Karena tua bangka itu sudah berani mengoda kekasihmu " Jelas Mira lalu mematikan teleponnya
Sedangkan keduanya masih terkejut dengan alasan Mira yang membatalkan kerjasama hanya karena Ceo Mitra utama pernah menggoda Shilla. Jangan tanya kenapa Mira mengetahui, itu karena Darren dan Shilla memakai jam tangan pemberian Mira.
" Ya tuhan Nona Mira sungguh mudah sekali mengatakan alasannya " gumam Shilla.
" Itu karena kakak ku menyayangi kalian seperti saudara " ucap Fer yang lewat dibelakang mereka.
.
.
.
.