Kisah cerita Cinta Dua Alam dimulai ketika Ana menemukan sebuah botol yang didalamnya terdapat tulisan Arab seperti ukiran Jawa berpadu padan dengan bahasa Arab. Tanpa Ana sadari bawah didalam botol itu ada jin yang selama ini disembah orang tua Ana, tanpa sepengetahuan Ana. Glen adalah jin yang ada di botol yang ditemukan Ana. Ana dan Glen saling jatuh cinta.
Glen makhluk gaib yang sangat mencintai Ana sehingga siapapun laki laki yang mendekati nya akan mati.
Ana sering disiksa Glen jika ada laki laki yang mendekati Ana. Ana dibanting, dicakar, dicekik bahkan dilempar keluar jendela hingga Ana mengalami patah tulang yang cukup parah.
Ana tidak boleh menikah jika menikah laki laki yang dinikahi Ana akan mati. itu janji Glen pada Ana tapi Ana tidak pernah memperdulikan Glen.
Ana 2 kali menikah dengan dokter dan kepala desa dan Glen membunuh semua suami Ana dengan caranya.
yuk baca selengkapnya di cinta dua alam
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dini Sulistyowati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 23
🌹😈🥀
Beberapa hari telah berlalu, Ana dan teman-temannya pergi berlibur disebuah pulau, disana mereka pergi dengan pasangan mereka masing-masing.
"Wow, tempat ini sangat indah" Ucap teman-temannya Ana
"Iya, ini cocok untuk bersenang-senang" Ucap teman-temannya Ana
"Reno, Beni, kalian pergi cari penginapan, biar pak Ahmad yang memarkirkan mobil kita disana" Ucap Ica
"Oke" Ucap Reno dan Beni
"Ca, ki, kita bertiga satu kamar kan" Ucap Ana
"Haha, ya enggaklah An, mana seru" Ucap Ica
"Iya An, kamu ini gimana sih" Ucap Kiki
"Hehehe" Ucap Ana
Beberapa menit berlalu Reno dan Beni pun datang mengabarkan bahwa sudah mendapatkan penginapan dan mereka pun segera masuk kedalam penginapan itu.
"Pak tidak usah sungkan-sungkan" Ucap Reno menggoda Ahmad
"Hust" Ucap Ahmad sambil melempar topi kearah Reno
"Ha ha ha" Ucap teman-temannya Ana tertawa
"Ana, Kiki, kita berpisah ya, butuh apa-apa tinggal telpon ya" Ucap Ica
"Oke" Ucap Ana dan Kiki
Hari itu merupakan pertama kali bagi Ahmad liburan bersama seorang wanita dalam satu kamar, namun Ahmad merasa sudah tidak malu-malu dengan Ana, karena mereka sudah sering melakukan hal-hal itu.
"Sayang" Ucap Ana sambil membuka bajunya
"Ana jangan mulai lagi, aku belum kuat hari ini, aku masih butuh tenaga" Ucap Ahmad
"Baiklah" Ucap Ana sambil menutup bajunya
Beberapa hari telah berlalu, liburan mereka telah usai, mereka pun kembali pulang, sesampainya dirumah, Ahmad sangat terkejut karena melihat Ayah dan Ibunya sudah dirumah.
"Ahmad, dari mana saja beberapa hari ini" Ucap Ayahnya Ahmad
"Hem, wisata aja yah, sama teman-teman" Ucap Ahmad gugup
"Ahmad, umurmu ini sudah cukup untuk menikah bukan?" Ucap Ayahnya Ahmad
"Iya Ayah" Ucap Ahmad
"Lantas, kenapa kamu masih bersenang-senang dengan membuang-buang waktumu" Ucap Ayahnya Ahmad.
"Maksud Ayah?" Ucap Ahmad gugup
"Ahmad, Ayah ini tau semua, walaupun Ayah tidak dirumah, Ayah tau apa yang kamu lakukan" Ucap Ayahnya Ahmad
Ahmad langsung gemetar dan berkeringat, Ahmad sangat takut bahwa Anak yang selalu diceritakan kepada semua orang dan sangat dibanggakan oleh Ayah dan Ibunya ini, ternyata tidak baik seperti yang orang-orang lihat.
"Hey Ahmad, Ayah tau kamu sering main game dan membuang-buang waktu sepanjang malam hanya demi game itu" Ucap Ayahnya Ahmad
"Huuff Ayah" Ucap Ahmad
"Kenapa kamu menghela nafas panjang?" Ucap Ayahnya Ahmad
"Tidak Ayah, sudahlah yah aku istirahat dulu" Ucap Ahmad
"Baiklah" Ucap Ayahnya Ahmad
Hari sudah berganti, bulan pun telah berganti, Ana dan teman-temannya mendapat surat dari sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan sekolahnya, Ana sangat senang hari itu, dia dinyatakan lulus dengan sempurna.
"Akhirnya kita lulus" Ucap Ana
"Yee kita lulus" Ucap teman-temannya Ana
"Haha aku sangat senang" Ucap Ana
"Aku juga" Ucap teman-temannya Ana
"Eh An, kamu sekarang gemuk kan ya?" Ucap Ica
"Haah, enggaklah, sama saja" Ucap Ana
"Iya An, kamu gemuk kan"Ucap Kiki
"Tapi kamu masih cantik kok walaupun gendut juga" Ucap Ica
"Ahhhh dasar kamu" Ucap Ana
Ya hari itu memang terlihat berbeda, kaki Ana agak bengkak dan Ana merasa berat untuk berjalan, namun Ana tidak merasa Aneh pada dirinya, hingga tibalah waktu dimana Ayah dan Ibunya Ana curiga.
"Ana, kamu kok sekarang seperti orang lagi hamil?" Ucap Ibunya Ana
"Haah Ibu ini, apa sih" Ucap Ana
"Iya An, Ibumu juga seperti itu dulu" Ucap Ayahnya Ana
"Sudahlah Bu, aku capek, aku mau istirahat dulu ya'' Ucap Ana
Hari-hari sudah berlalu, hingga Ana merasa perutnya semakin hari semakin membesar begitu cepat, Ana pun berteriak memanggil Ibunya.
"Ibu..., Ibu..." Ucap Ana
"Iya Ana, ada apa Nak" Ucap Ibunya Ana khawatir
"Kemari lah Bu, lihatlah tiba-tiba perutku sangat besar Bu" Ucap Ana
"Iya Ana, tunggu sebentar" Ucap Ibunya Ana
Ibu Ana keluar dan mencoba mencari Ayah Ana, Ibu Ana merasa ada yang tidak beres dengan Ana.
"Yah, lihatlah Ana, kemarin perutnya masih biasa-biasa saja, sekarang tiba-tiba membuncit seperti hamil 9 bulan dan siap untuk melahirkan" Ucap Ibunya Ana
"Yang bener Bu"Ucap Ayahnya Ana tidak percaya
"Iya yah, persis seperti aku dulu,aku 2 bulan sudah mengandung 9 bulan" Ucap Ibunya Ana.
"Siapa yang melakukan ini, apa mungkin mereka (jin yang disembah oleh orang tua Ana)?" Ucap Ayahnya Ana.
"Coba kita bantu Ana melahirkan Ana dulu yah" Ucap Ibunya Ana
"Baiklah, ayo" Ucap Ayahnya Ana
Malam itu Ana melahirkan seorang putra berkulit putih dan sangat sempurna, matanya sangat indah, membuat semua yang menatapnya akan jatuh cinta.
"Bu, apa maksud semua ini Bu?" Ucap Ana tidak percaya
"Ana, jawab Ibu Nak, apa kamu melakukan hubungan terlarang dengan makhluk gaib?" Ucap Ibunya Ana dengan tegas.
"emmm Ibu" Ucap Ana
"Ana, jawab Ibu Nak" Ucap Ibunya Ana
"Iya Buu" Ucap Ana menangis
"Celaka..... Ayah, bawa bayi ini dan mandikan segera dengan bunga 7 rupa, segera jemput Neneknya Ana agar Anak ini tidak seperti Ana, yang disukai dengan makhluk sebangsa jin itu" Ucap Ibunya Ana
"Baik Bu, Ayah berangkat jemput Neneknya Ana dulu" Ucap Ayahnya Ana
"Bu, Ana masih tidak mengerti Bu" Ucap Ana
"Tidak ada waktu Ana, istirahatlah biar Ibu yang menyelesaikan ritualnya" Ucap Ibunya Ana
"Ibu tunggu, itu Anak Ahmad Bu" Ucap Ana
"Bukan, diam lah kamu" Ucap Ibunya Ana
Ana sangat bingung dan masih tidak percaya dengan semua itu, bagaimana bisa dalam waktu kurang lebih 2 bulan sudah bisa melahirkan anak, Ana mengingat apa yang terakhir kali Glen katakan, bahwa Glen telah meletakkan benih didalam tubuh Ana.
"Apa ini Anak Glen" Ucap Ana dalam hatinya
"Tidak...tidak..." Ucap Ana menangis
"Aku sudah meminta Ahmad malam itu, aku sudah meminta Ahmad Yang melakukannya, bukan Anak Glen, bukan" Ucap Ana terus berbicara sendiri.
Disudut kamar Ana, Glen hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Ana, Glen mengikuti kemana bayi itu dibawa pergi, Glen terus tersenyum melihat buah hatinya yang sangat mirip dengannya.
Keesokan harinya bayi itu telah dibawa kembali Ayah Ana kerumah, Ana keluar dari kamarnya dan melihat bayi itu menatap padanya.
"Ibu, bolehkah aku menggendongnya" Ucap Ana
"Jangan Ana, ingat, jika ada yang bertanya tentang bayi ini, kamu jangan pernah bilang ini Anakmu, kamu harus pura-pura tidak terjadi apa-apa padamu dan kamu tetap Ana yang belum mempunyai Anak, Ingat itu" Ucap Ibunya Ana.
"Tidak Bu, aku akan menikah dengan Ahmad Ibu, aku akan menjelaskan pada Ahmad bahwa ini adalah Anaknya" Ucap Ana
"Ana Anakku sayang, semua orang tidak akan percaya Nak, tidak akan ada yang percaya, pergilah kerumah temanmu, pergilah seperti biasanya" Ucap Ibunya Ana.
"Ibu" Ucap Ana
"Ana pergilah" Ucap Ibunya Ana marah
Ana pun pergi keluar rumah, Ibu Ana pun menangis sejadi-jadinya, bagaimana bisa Ana yang begitu pendiam dan penurut itu, mengalami hal yang buruk seperti itu.
___________________________________
walaupun ceritanya pendek tp ada hal yg bisa kita ambil adalah ga ada satu kekuatan pun yg bisa melewati kekuatan dan kebesaran Allah swt