NovelToon NovelToon
The King

The King

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:115.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elena Prasetyo

Aku adalah rajamu
Kau harus menuruti segala yang ku perintahkan
Jadilah wanitaku dan hidupmu akan bahagia

Layla tertawa mendengar semua kata-kata rayuan kuno yang sedang ditampilkan di sebuah drama kolosal. Bagaimana bisa manusia jahat dan selalu merendahkannya itu memerankan raja yang karismatik dan romantis dalam drama.

Tapi ... terpaksa Layla harus selalu menundukkan kepala pada Raja itu. Karena Layla adalah pembantunya.

"Sial ... kenapa dia tidak bisa sedikit mencontoh sikap perannya di drama?" keluh Raya sambil tterus membersihkan kamar Tuannya.

"Kau bisa jatuh cinta paddaku kalau aku melakukan itu"
Layla melihat Tuannya yang sedang bertelanjang dada dan tersenyum padanya. Debaran jantung yang tiba-tiba meningkat menandakan bahwa Layla memang sedang jatuh cinta padanya.

Bisakah Layla keluar dari pesona sang Raja atau semakin tenggelam di dalamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elena Prasetyo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Layla merasa sangat bersalah sekarang. Meskipun pak Zahid berkata kalau hal ini tidak lebih penting daripada keselamatannya, Layla tetap saja bersalah karena pergi tanpa melapor.

"Sekali lagi seperti ini maka aku tidak akan segan memecatmu!" kata pak Boni dengan sangat tegas dan jelas.

"Baik Pak" jawab Layla dengan tetap menundukkan kepalanya. Penyesalan apapun yang dirasakannya tidak sebanding dengan kerugian yang dialami oleh majikannya. Fans yang berhasil masuk ke rumah ini bisa saja memasang kamera tersembunyi untuk memata-matai idolanya. Dan kalau mereka pernah kemari, maka tidak akan sulit untuk datang lagi. Saat ini Layla diberikan nasehat keamanan rumah aktor terkenal oleh pak Boni.

"Apa kau dengar? Mulai sekarang kau tidak diperbolehkan untuk keluar tanpa ijin. Dan juga, keamanan rumah ini akan ditambah sampai kondisi yang aman. Gara-gara kau, mungkin rumah ini harus segera dijual" Layla terkejut dengan keputusan pak Boni untuk menjual rumah dengan mudah. Apa memang harus seperti itu? Asalkan ada keamanan yang cukup, seharusnya para penggemar itu tidak akan berani datang kemari lagi. Setelah memberikan perintah yang panjang, pak Boni menyuruh Layla untuk membuatkan teh untuk pak Zahid. Mereka baru saja datang dari pengambilan gambar selama tiga minggu diluar kota dan sekarang merasa sangat lelah.

"Pak Zahid, saya membawakan kopi" kata Layla di depan kamar majikannya.

"Masuklah" Layla membuka pintu dan menemukan majikan yang tadi tidak menyalahkannya sama sekali itu begitu sibuk di depan jendela.  Dia segera meletakkan kopi di meja yang hampir tertutup dengan kertas. Dan disaat itulah, Layla melihat sekelebat logo perusahaan ayahnya. Graham Real Estate? Kenapa pak Zahid memiliki kertas dengan logo perusahaan ayahnya? Apa mungkin perusahaan ayahnya mendukung pengerjaan film baru pak Zahid?

"Ada apa?" tanya pak Zahid membuyarkan pemikiran Layla.

"Tidak, Pak. Saya juga harus mengganti cover bed yang sekarang sesuai perintah pak Boni. katanya, kamar dan kamar mandi pak Zahid sudah selesai diperiksa"

"Ganti saja, asal tidak terlalu berisik"

"Baik, Pak" jawab Layla lalu segera mengambil cover bed baru untuk majikannya. Para penggemar pak Zahid ternyata cukup gila. Bagaimana bisa mereka menikmati waktu di kamar dan bath-up idolanya? Dan lagi, mereka juga mencuri pakaian dalam pak Zahid. Memangnya, mau diapakan pakaian dalam itu? Layla merasa bulu kecil di lehernya naik karena memikirkan hal ini.

Layla tidak tahu ada yang memperhatikan setiap gerak-geriknya saat ini. Zahid sungguh khawatir dengan keadaan perempuan ini. Penggemarnya yang agak gila bisa melakukan banyak hal termasuk membenci perempuan yang ada didekatnya. Tidak jarang, penggemarnya itu terlibat permusuhan dengan penggemar artis yang menjadi lawan mainnya. Dan setelah melihat Layla baik-baik saja, Zahid mulai merasa tenang. Dia tidak mempersalahkan penerobosan rumah yang dilakukan tiga penggemar gilanya itu. Tapi Boni tidak stuju dengannya. Boni melaporkan hal ini kepada polisi karena khawatir tiga perempuan gila itu kembali ke rumah ini di kemudian hari.

Zahid masih melihat Layla yang mengganti penutup ranjangnya dari belakang. Wajah Layla terlihat lebih kecil dari terakhir kali dia melihatnya. Dan tangan yang pernah dipegangnya itu juga terlihat lebih pucat.

"Apa kau tidak makan dengan benar?" tanyanya tiba-tiba membuat perempuan di depannya menoleh.

"Hah? Saya ? Saya makan Pak"  jawab Layla ragu.

"Apa kau terbiasa tidak makan kalau tidak ditemani?" Zahid menghentikan kegiatan membaca profil perusahaan Graham dan berjalan ke arah asisten rumahnya. Layla terlihat bingung dengan jawaban yang akan diutarakannya. Wajah bingung yang sangat cantik, pikir Zahid lebih mendekat.

"Saya makan dengan teratur, Pak" jawab perempuan itu dengan mata yang tidak berani melihatnya. Zahid mengangkat tangannya dan membingkai wajah perempuan yang kini tepat berada di hadapannya. Hangat, dan terasa rapuh.

"Aku pikir, kita sama-sama perlu perbaikan nutrisi" kata Zahid lalu menatap mata asisten rumahnya.

Kini, Layla merasa semua bulu yang ada di tangan dan lehernya bangun. Perasaan apa ini? Kenapa laki-laki ini membuatnya merasakan sesuatu yang seperti ini? Padahal pak Zahid hanya menyentuhkan punggung jarinya ke wajahnya dan tubuhnya perlahan melemah begitu saja, tanpa alasan. Layla mengedip-ngedipkan matanya, berusaha kembali ke akal sehatnya.

"Pak Zahid memang menjadi lebih kurus dari sebelumnya. Apakah pengerjaan film baru Anda berat?"

"Aku tidak tahu kalau kau begitu memperhatikanku"

"Tidak, Pak. Bukan begitu. Hanya saja ... kekasih Anda pasti khawatir"

"Kekasih? Sejak kapan aku memiliki kekasih?"

Layla gugup karena merasa salah bicara.

"Bukannya perempuan yang Anda temui sebulan yang lalu adalah ..." katanya berbuah sentilan lemah di dahinya. Saat Layla malu karena sentilan itu, majikannya bergerak lebih mendekat.

"Tidak ada laki-laki yang akan mengajak kekasihnya ke pemakaman seperti itu"

Layla merasa lega tidak tahu kenapa karena jawaban majikannya.

"Tapi ... mungkin saja laki-laki seumur Anda bisa melakukan itu" kata Layla lagi terus merasa salah bicara. Majikannya tertawa dan semakin mendesak Layla mundur ke arah ranjang.

"Sekarang kau berani mengatakan kalau aku tua? Memangnya penampilanku tampak setua itu bagimu?"

"Maaf, Pak. Saya tidak bermaksud seperti itu"

Karena semakin mundur, Layla terjatuh telentang di atas ranjang. Pak Zahid kini lebih mendesaknya dengan mengurungnya. Membuat Layla berada tepat diantara tubuh majikannya dan ranjang besar.

"Apa menurutmu, aku setua itu?" tanya pak Zahid semakin membuat Layla tidak bisa berpikir. Layla adalah perempuan yang pintar. Sejak sekolah dengan guru-guru terbaik yang didatangkan orang tuanya sampai sekarang, tidak pernah ada yang membuatnya tidak bisa bicara seperti sekarang. Yang bisa dilakukannya hanya berkedip dan mencoba untuk bernapas tanpa mengenai bibir pak Zahid yang hampir menempel di hidungnya.

"Kau belum menjawabku Layla. Apa lima belas tahun lebih tua membuat aku tampak setua itu?" tanya majikannya lagi, semakin membuat Layla berpikir kalau dia bodoh.Karena tidak bisa memikirkan jawaban yang akan membebaskannya dari semua ini.

"Tidak, Anda tidak terlihat ... tua"

"Lalu, apa aku tidak tampan?"

Kenapa laki-laki ini menanyakan hal-hal semacam ini dalam posisi seperti ini?

"Tampan"

"Apa badanku lebih bagus daripada tubuh laki-laki lain yang pernah kau lihat?"

Mia menggerakkan wajahnya, membuat mata dan bibirnya sejajar dengan mata serta bibir laki-laki yang mengurungnya ini. Kenapa pak Zahid berusaha bersaing dengan laki-laki yang pernah dilihat olehnya?

"Memang tidak lebih bagus, tapi mereka jelas lebih muda daripada pak ... Zahid" Sekali lagi, Layla memberikan jawaban yang salah. Tapi jawabannya membuat dirinya terbebas dari kurungan badan majikannya. Lebih baik dia melakukan pekerjaannya dengan cepat lalu pergi sebelum pak Zahid kembali ke arahnya.

Yang dikhawatirkan oleh Layla tidak terjadi. Pak Zahid tetap berada di meja tempat kertas-kertasnya tadi menumpuk. Dan tepat sebelum dia membuka pintu untuk keluar kamar, majikannya itu bertanya lagi.

"Layla, seandainya pria seumurku menikah dengan gadis sepertimu. Apa itu dianggap sebagai sesuatu yang ... buruk?"

Layla tidak jadi keluar kamar, dia tetap memegang cover bed kotor dan berusaha mencari jawaban yang terkesan bijak.

"Kalau Anda dan gadis itu saling mencintai, sepertinya tidak akan ada masalah tentang umur"

"Benarkah? tapi ... bagaimana kalau gadis itu dan aku sama sekali tidak pernah bertemu?"

"Apa pak Zahid akan segera menikah?"

Layla tidak mengerti kenapa dia merasa kecewa mendengar majikannya berbicara tentang gadis lain dan pernikahan. Padahal itu bukanlah urusannya. Layla juga memiliki urusan perjodohan dimana dia dan calon suaminya tidak pernah saling bertemu sampai sekarang.

"Tidak, maksudku bukan seperti itu. Aku sedang mendalami peran di film-ku"

Layla terdiam dalam waktu singkat dan membayangkan apa yang akan terjadi padanya.

"Seandainya pernikahan itu harus terjadi, maka harus terjadi. Berapapun beda usia dan keadaan kedua calon suami istrinya" jawab Layla dan dibalas dengan tatapan menghargai dari majikannya. Layla tidak membuang waktu untuk tetap berada di kamar pak Zahid dan segera turun ke tempat cuci baju.

1
wiji rahayu
digantung.. wkwkwk. author .. ga ada cita2 bikin end.. happy ending Layla n Zahid kah?/Casual/
Alwie Yahya: top.. bikin penasaran laylavszahid❤❤
total 1 replies
Miyagi Mitsui
cerita gantung kat thorr..
suka author nya buat cerita seru tapi kok digantung .kesian kami para readers
.
T A M A T

😂😂😂
Lela
kok jd mia? bingung aku
Dewi💕
ko ini ga d lanjut thor
Be A M
Author kmn????
lama tak update.... Semoga author sehat selalu. up lagi y Author 🌹💖💖
Be A M
😘😘😘🤗
Be A M
Semangat Author

kangen Layla
Khotika Khotika
muter2...
Ikanovita Wati
berbelit-belit ceritanya
Nur meini
Lanjut thor
Meilie Yin Yi Paramitha
Zahid hanya melindungi Layla tp yg di lindungi tak menyadari nya 🤔🤔🤔🤧🤧🤧
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
Numero Uno kk 👍👍👍
lanjutkeun, cemungut author ☺️💪💪👍
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693: sekian purnama ku tunggu kabar kau Zahid, kenapa belum muncul juga 🤨😝😝🤔🤔🤔
ayo dong up lagi kk otor, cemungut 💪😍
total 1 replies
Ririn Santi
sepertinya selama ini Zahid hny mengalihkan perhatian musuh tanpa bs mematikan langkah musuh, sungguh sia2, Krn klu layla naik, mrk pun akan muncul.
sepertinya pemikiran mrk berdua yg hrs di perbaiki
Ririn Santi
up LG dong thor
Ririn Santi
hormon bumil LG naik turun
yong he Lin
ini kok bolak balik salah tulis tokoh ya...layla jadi mia berulang kali
Meilie Yin Yi Paramitha
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔👏
༄༅⃟𝐐𝐌ɪ𝐌ɪ🧡ᴍᴏᴇᴛ𝐀⃝🥀83709693
kapan dong akurnya yaa, bikin gregetan, malah makin ruwet... cepat dong selesaikan thor... pusing neh pala Barbie beb... 🤦🤦🤦
Nur meini
Zahid kenapa sih kamu nggk tahu istrimu hamil😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!