NovelToon NovelToon
Mencintaimu Menyakitkan

Mencintaimu Menyakitkan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Lari Saat Hamil / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Indriani Sonaris

Aiden yang telah terbiasa menikmati rasa sakit karena mencintai Agneta. Ia sudah menutup hati untuk wanita manapun. Menjadi sosok yang dingin dan begitu tak tersentuh.
Sejak Agneta memilih Davero, ia memilih pergi menjauh meninggalkan Indonesia. Dan mulai menetap di Negara A tepatnya di kota N dan mulai merintis kariernya di sana.
Tetapi takdir mempertemukan dirinya dengan masalalunya. Masalalu yang merupakan kesalahannya...
Catherin....
Akankah Catherin meluluhkan hati Aiden, dan menggantikan posisi Agneta di dalam hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indriani Sonaris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24

Aiden berdiri di taman yang berada di dekat rumah sakit, ia menatap nyalang ke depan, lampu-lampu tampak indah di sana. Malam tanpa bintang menyelimuti kota N dengan cuaca yang

sangat dingin. Salju masih setia menghujani kota N.

Aiden memejamkan matanya mengingat perkataan Dokter sebelumnya yang menyebutkan golongan darah dari Jasmine.

Ternyata Jasmine adalah putri biologisnya yang bahkan tidak ia ketahui. Pantas saja saat pertama kali bertemu dengannya, ia merasa begitu familiar dan ada perasaan hangat yang

mengaliri hatinya.

                ‘Kenapa Catherine begitu tega menyembunyikan fakta

sebesar ini.’ Batin Aiden.

                Bagaimana kalau Aiden

tidak melihat mereka berdua tadi. Mungkin selamanya ia tidak akan mengetahui

fakta mengenai Jasmine.

                Jasmine adalah

putrinya.

                Air mata Aiden luruh

membasahi pipinya. Hatinya merasa sangat terharu dan tak menyangka, ternyata ia

masih memiliki keluarga. Setidaknya ia memiliki alasan penting untuk tetap

hidup.

                ----

                Di sisi lain,

Catherine duduk di sisi tubuh Jasmine yang terkulai tak sadarkan diri di atas brankar.

Ia menatap wajah tenang dan lelap putri kesayangannya itu. Di ambilnya tangan

Jasmine dan ia memegangnya dengan lembut.

                “Akhirnya keinginanmu

terkabul, Mine. Uncle tampan adalah Daddy mu,” gumam Catherine dengan air mata

yang luruh membasahi pipi.

                Catherine memikirkan

apa yang akan terjadi ke depannya. Akankah Aiden membawa pergi Jasmine darinya.

                Catherine masih

mengingat ekspresi kecewa dari Aiden tadi. Ia menjadi merasa sangat bersalah

pada Aiden. Mungkin ia memang sudah sangat menyakiti Aiden.

                Kamu membuatku menjadi seorang

yang lebih berengsek dari Davero. Aku membencinya karena ia tega menelantarkan

wanita yang sedang mengandung anaknya. Tapi alasan Dave lebih bisa di terima di

banding aku. Aku jelas jauh lebih berengsek darinya...

Kata-kata Aiden terus saja terngiang di

telinganya membuatnya semakin merasa begitu bersalah.

Catherine beranjak dari duduknya dan berjalan

menuju jendela besar yang menjadi pembatas dinding di sana. Ia menatap keluar

dimana salju masih turun dan lampu-lampu kota begitu terlihat indah.

                Pagi-pagi Evelyn

datang dengan sangat tergesa dan masuk ke dalam ruangan Jasmine.

                “Mine, Catherine.”

                Catherine menoleh ke

sumber suara, ia baru terbangun dari tidurnya yang tidur di sofa ruangan tempat

Jasmine di rawat.

                “Kamu datang,” ucap

Catherine mengusap kedua matanya. Tatapannya tertuju pada Jasmine yang belum

sadarkan diri.

                “Bagaimana ini bisa terjadi?”

tanya Evelyn berjalan mendekati brankar Jasmine diikuti Catherine.

                “Aku juga tidak tau.

Kemarin saat aku mengantarnya ke sekolah, tiba-tiba saja seorang pria

mendekatinya dan langsung menusuknya.”

                “Terus apa sudah lapor

polisi?” tanya Evelyn.

                “Sudah. Tapi jejaknya

sulit di temukan.”

                “Ya Tuhan. Mine

sayang, malang sekali. Siapa sebenarnya orang yang ingin mencelakai anak kecil

seperti Mine. Tega sekali,” seru Evelyn mengusap kepala Jasmine.

                “Lalu apa kata Dokter?

Bagaimana keadaannya sekarang?” tanya Evelyn.

                “Kemarin dia melakukan

operasi. Dan katanya sudah melalui masa kritisnya,” seru Catherine. “Semua ini

berkat dia. Kalau tidak ada dia, mungkin Mine tidak bisa tertolong,” ucap

Catherine menatap sendu Mine.

                “Dia? Siapa dia?”

tanya Evelyn mengernyitkan dahinya.

                “Ayah biologisnya Jasmine,”

ucap Catherine dengan tenang membuat Evelyn menoleh ke arahnya dengan kaget.

                “Pria berengsek itu?

Dimana dia sekarang? Aku akan memberi dia pelajaran. Enak saja datang begitu

saja setelah meninggalkan dan menelantarkan kalian berdua hanya karena dia nggak

bisa move on!” seru Evelyn sangat berapi-api.

                “Sudah aku katakan,

ini bukan salah dia,” jelas Catherine berjalan menjauhi brankar dan duduk di

atas sofa diikuti Evelyn.

                “Bagaimana bukan salah

dia. Jelas-jelas dia menelantarkan kalian!” seru Evelyn.

                “Aku yang salah Eve.

Aku yang memilih pergi darinya.  Bahkan

saat mengetahui kebenaran kalau Jasmine adalah anak biologisnya, dia sangat

marah padaku,” seru Catherine mengingat kejadian semalam saat Aiden marah besar

padanya.

                “Ck, kenapa hubungan

kalian rumit sekali,” seru Evelyn menghela napasnya. Ia tidak memahami hubungan

Catherine dengan pria yang merupakan Ayah biologisnya Mine.

                “Baiklah, aku akan

belikan sarapan untukmu. Kamu tunggu di sini,” seru Evelyn beranjak pergi

meninggalkan Catherine seorang diri.

                ----

                Selang 20 menit dari

kepergian Evelyn, Aiden masuk ke dalam ruangan Jasmine.

                “Bagaimana keadaannya?

Apa dia sudah siuman?” tanya Aiden membuat Catherine mengangkat kepalanya

menatap ke sumber suara.

                Ia sedikit canggung

saat melihat Aiden berdiri di depannya menatap ke arah Jasmine. Pakaiannya

masih sama seperti kemarin. Ternyata Aiden tidak pulang. Mungkin Aiden sengaja

menghindari dirinya.

                “Dia belum sadar,”

jawab Catherine.

                Aiden berjalan

mendekati brankar dan sedikit menunduk. Ia mengusap kepala Jasmine, kemudian

mencium kepala Jasmine penuh sayang.

                Catherine yang melihat

semua itu merasa tersentuh. Ia ingat kalau Jasmine selalu saja menanyakan

perihal Daddy nya. Bagaimana Daddy nya itu, apa dia tampan apa dia baik. Kenapa

dia meninggalkan Jasmine.

                Semua itu kembali

terlintas di benak Catherine membuat air matanya tak mampu ia tahan lagi. Dia

merasa sangat jahat karena menyembunyikan semua

ini hanya karena keegoisannya. Tetapi kalau waktu itu ia berkata jujur pada

Aiden. Apa Aiden akan menerima dirinya dan mampu mencintainya? Atau hanya

sebatas tanggung jawab saja.

                “Masalah kemarin aku

minta maaf. Mungkin aku terlalu kasar padamu,” ucap Aiden membuat Catherine

kini menatap ke arah Aiden dengan tatapan sendu.

                Aiden kini sudah

menghadap ke arah Catherine dan menatap manik mata Catherine yang berkabut

karena air matanya.

                “Aku sadar semua ini

adalah kesalahanku. Aku yang sangat pecundang dan begitu berengsek. Aku sungguh

minta maaf karena membuatmu harus menanggung semua ini,” ucap Aiden.

                Catherine ingin

berbicara tetapi tetapi tenggorokannya terasa tersumbat sesuatu dan ia sulit

untuk mengeluarkan suaranya sendiri.

                “Cath, aku sudah

belikan sarapan untuk-  Aiden?” seru

Evelyn berdiri di ambang pintu melihat ke arah mereka berdua yang kini melihat

ke arahnya.

                “Aiden, kenapa kamu

ada di sini?” tanyanya tersenyum. “Apa kamu mengenal Catherine?”

                Evelyn menatap Catherine

dan Aiden secara bergantian dan perlahan senyumannya memudar.

                “Aiden... Cath...”

gumamnya semakin berdebar kencang menyimpulkan sesuatu yang pasti membuatnya

akan terluka. “Jadi Aiden ini-?”

                Evelyn menutup

mulutnya hingga menjatuhkan makanan yang ia bawa. Kemudian ia langsung berlalu

pergi meninggalkan ruangan itu.

                “Eve...?”

                Baik Aiden maupun

Catherine, keduanya sama-sama bingung.

1
Siarsazkia Siarsazkia
setelah bertahun ku tunggu akhirnya
Elok Pratiwi
tidak menarik
Amrisa Simatupang
jgn macam macam Aiden,ntar ada mine yg kedua Lo.. nikahi mommy mine dulu
Amrisa Simatupang
ayo mine jgn menyerah... ayo Aiden berjuanglah 🙏😁
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
bunda R2
lanjut up lg kak thor,,,udah lama baru up lg😁
bunda R2
👍👍
Amrisa Simatupang
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂🌹
Rinnie Hassan Azhoeri
thor ini kenapa di ulang lagi....
maunya sih extra part nya saja thooor....
hehehe maaf yaa....
Susi Yanti
udah , cuma sampai dsn critanya ?
Tulip
Aiden sdh mulai nih mesumnya mau kumat
Tulip
🤣🤣🤣🤣
Tulip
🤣🤣🤣🤣yok kita bentur kepala aiden
Tulip
masak gak tau dg isi hati sendiri aiden... dulu gimana waktu sm agneta terbakar gak lihat agneta sm varo. pengen tak getok tu si aiden
Tulip
e. e. e. masih kok cemburu kan cath kamu anggap sahabat
Tulip
dasar gak peka aiden, masak gak tau alasan cathetrin pergi.
Tulip
merasa ya aiden tersindir. samalah dgmu aiden saat sm cathren menyebutkan nama wanita lain.
Tulip
masak lupa dg kesalahan masa lalu ketika bersama ageta. sungguh terlalu
Tulip
mmmm anknya aiden dg masa lalunya kali ya
faa
bener banget takdir d dunia novel ada d tangan autor😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!