NovelToon NovelToon
Cinta Seindah Senja Di Pesantren

Cinta Seindah Senja Di Pesantren

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Teen School/College / Tamat
Popularitas:8.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: rifda mawardani

Aisyatus sauqillah gadis cantik dan manis berkulit putih memiliki satu lesung pipi dia seorang santri yang terjebak cinta segitiga antara cinta masa lalunya atau menerima pinangan dari putera Yai tempatnya menyantri...
Siapakah yang akan dia pilih Muhammad Rifki ubaydillah cinta masa lalu yang sempat menghilang dan kembali saat Muhammad Ilzham mubarok putera yai sedang berusaha mendapatkannya dengan meminangnya langsung ke orang tuanya ..?
Akankah Uqi memilih Rifki yang masih membayanginya atau membuka hati dan memilih Ilzham..?
Ikuti terus ceritanya di karyaku Cinta seindah senja di pesantren .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rifda mawardani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Bersama

"Mas Zham Ada apa kesini ?" tanyaku

Kak Arif menarikku hingga aku terjatuh duduk di sebelahnya.

"Duduk dulu Uqi baru nanya ! gak sabaran amat" celetuknya

"Apaan sih Kak gak lucu tau" jawabku ketus.

Mas Zham hanya tersenyum melihat interaksiku dan Kakak jailku ini.

"Uqi gimana kabarmu ?"

"Alhamdulillah sehat Mas Zham, terima kasih ya kemarin sudah menolongku"

Bagaimanapun aku harus berterima kasih karena pertolongan yang di berikannya untung saat di danau kemarin Kak Arif menceritakan kejadian sebenernya jadi aku tau kalau manusia kutub ini yang menolongku dan dia memang masih punya hati.

"Alhamdulillah syukurlah kalau sudah sehat." seru Mas Zham

"Mas Zham kesini ada perlu apa ya ?" tanyaku tak sabar menunggunya yang tak kunjung menjawab pertanyaanku.

"Menjengukmu calon makmum" jawabnya sambil tersenyum melihatku.

Sedang aku hanya mengernyitkan dahi merasa bingung dengan apa yang di ucapkannya.

"Maksudnya .?"

"Kayaknya aku bakal jadi obat nyamuk ni ... mending aku pergi aja deh, calon Adik Ipar selamat berjuang jelaskan semuanya !" sela Kak Arif, berdiri memegang pundak Mas Zham dan melenggang pergi sejenak suasana jadi hening.

"Khemm ... Uqi" Mas Zham berdehem dan memanggilku

"Iya jelaskanlah !" titahku sedikit tak bersahabat

"Ini untukmu" Bukannya menjelaskan Mas Zham menyodorkan paper bag ke hadapanku terlihat jelas kegugupan di wajahnya sungguh ini pertama kali aku melihatnya seperti ini jauh berbeda dari biasanya.

"Apa ini ?" tanyaku masih belum mengambil paper bag yang dia pegang.

"Ini baju dan hijab" jawabnya

"Untuk ?"

"Untukmu"

Sungguh aku sangat jengkel dengan semua ini dia terlalu berbelit belit, ku ambil paper bag dari tangannya berharap dia segera menjelaskan semuanya.

"Uqi sebenarnya ~"

Tok ... tok ... tok ...

Ucapan Mas Zham terhenti karena suara ketukan pintu sontak membuat kami berdua menoleh kearahnya, Aku berdiri membuka pintu dengan mengerucutkan bibir.

'Huft siapa sih ganggu aja ?' batinku

Ceklek ....

"Ayah" seruku

"Assalamualaikum, Nak" ucap Ayah

"Waalaikumsalam Ayah" sahut aku dan Mas Zham bebarengan

"Kompak amat" timpal Ayah sembari menengok kebelakang melihat siapa yang ada di sana.

"Nak Zham sudah lama datang ?" Setelah kujabat tangan Ayah bukannya mengajakku ngobrol tapi Ayah malah menanyai Mas Zham dan duduk di sofa dekat dia duduk

"Belum lama Ayah" Jawb Mas Zham menyambut tangan Ayah menyalaminya.

Aku yang heran melihat pemandangan ini hanya termenung berdiri mematung.

"Uqi kenapa kamu bengong di sana sini duduk dekat Ayah !" titah Ayah

"Yah Uqi gak ngerti maksud semua ini tolong jelaskan !" pintaku

"Nak Zham belum menjelaskan semuanya ?" tanya Ayah menoleh melihat ekspresi Mas Zham

"Belum Ayah" jawab Mas Zham menunduk menutupi kegugupannya.

"Nak ... Sebenarnya orang yang pernah Ayah ceritakan dia adalah Mas Zham" jelas Ayah

"Apa !!!" reflek aku berteriak membuat semua yang ada di ruang tamu kaget menoleh ke arahku, Aku menutup mulutku

"Maaf Uqi hanya kaget" ucapku menundukkan kepala malu

"Bagaimana Apakah Uqi menerima lamaranku ?" tanya Mas Zham

"Bisakah Mas Zham memberiku waktu untuk berfikir dan kita saling mengenal dulu ?" Aku masih belum bisa menjawab karena di hatiku masih ada Rifki namun aku juga tak bisa menolak karena Ayah dan keluargaku yang lain sepertinya menyukai Mas Zham.

"Aku mengerti Uqi ... karena kamu sudah tau mulai saat ini Aku akan berusaha meyakinkanmu bahwa aku bisa jadi imam yang baik untukmu dan aku akan membuktikan perasaanku ini tulus, juga akan membuatmu menghapus semua ingatan maupun perasaanmu padanya." Dengan penuh keyakinan Mas Zham mengucapkannya memandangku lekat.

"Baiklah kalian bicara berdua saja Ayah mau ganti baju" sergah Ayah berdiri meninggalkan kami.

"Perasaanku padanya ... Maksudnya .?" tanyaku yang tak mengerti dia siapa yang di maksud

"Kak Arif sudah menceritakan semuanya padaku tentang Rifki" jelasnya

"Kakak" lirihku mencengkram erat paper bag yang kupegang di pangkuanku

"Jangan marah padanya ! Aku yang minta Kak Arif menceritakan semua tentang kamu Uqi"

"huft dasar Kakak" lirihku

"Nak Zham Uqi ayo makan dulu !" ajak ibu yang muncul tiba tiba dari ruang tengah

Kami berdiri berjalan beriringan menuju tempat makan ternyata Kakak dan Ayah sudah ada di sana menunggu kami, Aku duduk berdampingan dengan Mas Zham sepertinya keluargaku memang sengaja menyisakan tempat untuk kami duduk berdampingan.

"Uqi ambilkan Mas Zham makanan" seru Ibu

"Ibu jangan panggil Aku Mas panggil Zham aja sebentar lagi kan Ibu juga akan jadi Ibunya Zham." pinta Zham yang sukses membuat semua orang menoleh pada kami.

"Oh baiklah Nak Zham Ibu akan memanggilmu seperti itu ." ucap Ibu, Mas Zham hanya tersenyum sumringah mendengarnya.

Akupun mengambilkan makanan untuk Mas Zham tapi entah mengapa saat ini aku jadi canggung padahal ini bukan pertama kalinya aku mengambilkan makanan untuknya bahkan aku juga sering memasakkannya.

"Emmmm ... Ibu masakanmu sungguh lezat ." celetuk Mas Zham.

"Ini bukan masakan Ibu saja, Uqi juga ikut memasak kok" jelas Ibu

"Benarkah ... Uqi besok besok masakin lagi ya" pinta Mas Zham yang di tanggapi tawa oleh keluargaku reflek aku memelototi Mas Zham.

"Ibu ... ternyata tatapan anak Ibu serem juga ya" Semua keluargaku semakin keras tertawa.

"Kamu belum tau ya Zham Uqi kalau udah ngambek beee anak bayi yang sedang nangis pun kalah sama dia" ledek Kak Arif

"Kakak apaan sih " Dengan geram aku berucap memelototi Kak Arif dan dia hanya tersenyum menanggapinya, kecanggungan pun hilang Mas Zham pandai menguasai keadaan juga mudah sekali akrab entah karena memang kepandaiannya dia bisa seakrab itu atau mungkin dia sering ke rumah tanpa sepengetahuanku.

Drama di tempat makan pun usai, Setelah makan aku membantu Ibu membereskan semua sisa makanan juga mencuci piring sedang Ayah dan Kak Arif mengobrol di ruang tamu bersama Mas Zham.

"Uqi bawa cemilan ini ke depan" titah Ibu memberikan dua toples berisi krupuk singkong (jalepak bahasa jawanya) juga biskuit di atas nampan.

"Ibu saja ya ... Uqi mau ke kamar " tolakku

"Uqi ~" Ibu menekankan kata katanya

"Iya Iya ...."

Aku beranjak ke ruang tamu terdengar jelas suara tawa mereka entah apa yang mereka bicarakan sampai segitu kerasnya tertawa

"Eh panjang umur ni anak baru aja di omongin udah muncul" ucap Kak Arif

"Kalian ngomongin aku tentang apa ?" Ku taruh nampan di atas meja dan membuka tutupnya.

Tak ada yang menjawab mereka malah terdiam setelah kehadiranku.

"Ayah ke dalam dulu ya mau istirahat kalian ngobrol saja" pamit Ayah

"Aku juga mau ngerjain tugas kuliah dulu, kalian hati hati berdua jaga jarak ingat belum halal !" Kak Arif pun ikut pergi meninggalkan kami berdua.

Setelah kepergian mereka tak ada yang memulai percakapan hingga ruang tamu yang awalnya ramai menjadi hening, sampai Mas Zham buka suara.

"Uqi ..." panggilnya

Aku mendongakkan kepala melihatnya yang ternyata menatapku entah sejak kapan ?.

"Iya Mas Zham ...."

1
Nina Maryanie
di rumah jg tetap ternikmat dan tercepat adalah mie instan jg Imah..he he...
Nina Maryanie
bau bau mau di khitbah ini kau uqi..kasian deh guru olahraga nya yang ngarep jg ke uqi
Nina Maryanie
dari lidah turun ke perut trus mampir di hati mu uki..modus tu Gus mu
Nina Maryanie
mampir Thor
.dah 3 tahun masuk kan di rak..tp baru ini ada waktu baca nya . masih tergoda yang ceo2.. sekarang dah blambak di dracin Drakor ..jadi baru baca balek ke novel toon
Hikaway 2005
lama bgt kk alurnya, yg baca karya author ini pasti mantan santri semua
Meysha Talitha Putri
Luar biasa
Senja Jingga
berbeda dari yg sblm nya
Djenab Purwaningsih
Luar biasa
Erna Widya
makin mesra aja mas zamnya ma mbk uqi🥰🥰 jiwa jombloku meronta2 kayak kata mas arif🤣🤣
Ning Rahman Wiratama
Kecewa
death_rose 🌹
Lumayan
death_rose 🌹
Luar biasa
zhana qizief
maaf kak koreksi dikit , kata muhrim itu kan istilah untuk orang yang memakai kain ihram,nah kan untuk hal ini kata yang benar itu mahram yang artinya haram dinikahi👌
bung@ter@t@i
cerita ny bagus ...tpi sayang masih sedikit yg bacanya
bung@ter@t@i
ya Allah indah bngt sih kisah mereka
bung@ter@t@i
wkwkwkwk jadi inget masa lalu ngebayangin posisi in pas ngaji kitabnya yg keinget bantal di didudukin 🤣🤣🤣ya ampun saking polosnya aku 🙈🙈🙈🙈
bung@ter@t@i
ya Allah aku pernh ngalamin di posisi uqi nikah muda tpi Mash pengen ni'mat in dulu masa remaja tanpa ad anak , tpi setlh bbrp bln kodrat sebagai istri Hadir tanpa anak rmhtngga sepi
bung@ter@t@i
klo inget kebar -bar an Zahra sy yakin Zahra bisa hempaskan klo ad pelakor hihihi 😁
bung@ter@t@i
aish yg namanya mantan gak di novel gak di dunia nyata pasti bawa pengaruh buruk ya 😂🤭
bung@ter@t@i
hemm zham kan putra kiyai knp sekertaris ny BKN laki laki sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!