Senavia arneta, seorang gadis berusia 16 tahun yang duduk di bangku kelas 1 di salah satu sekolah favorit di kota S.
Gadis yang memendam cinta diam-diam hingga beberapa tahun kemudian cinta sepihaknya membawanya pada takdir perjodohan dengan cinta pertamanya.
TIDAK ADA ALASAN UNTUK KU MENCINTAIMU SEDALAM INI. "SENAVIA ARNETA"
Erick raditya, pemuda tampan yang di kagumi para hawa. Dia ramah dan pintar juga seorang ketua OSIS.
Seorang pria yang dicintai secara diam-diam, namun akhirnya dia pun jatuh cinta pada gadis yang mencintainya diam-diam.
Akankah cinta membawa mereka pada kebahagiaan? atau hanya saling menyakiti?
CINTAMU TELAH MENGUBAH BENCIKU.
"ERICK RADITYA"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAKDIR??
Sena menghentikan mobil siapa saja yang lewat..dia kalut melihat darah yang begitu banyak keluar.
Rumah sakit...
sesampainya di rumah sakit ibu itu langsung mendapatkan perawatan di ruang IGD..sena menunggu di luar ruangan. dia tidak tau apa yang harus ia lakukan, lalu kemudian ia ingat tas ibu itu yang juga turut sena bawa. dia membuka tasnya dan mengambil hp dari dalam tas itu, ia mencoba mencari kontak keluarga ibu itu yang bisa ia hubungi untuk memberi kabar kecelakaan itu.
maaf bu,,aku ga sopan ngutak ngatik barang ibu..batinnya
sena menghubungi kontak yang bertuliskan PAPA di hp itu...dan sena menceritakan tentang semua yang terjadi pada ibu sinta..ya namanya ibu sinta, sena mengambil kartu tanda penduduk ibu sinta untuk mengurus segala sesuatu yang diperlukan.
dokter keluar ruangan dan menanyakan keluarga pasien..
permisi..apa anda keluarga pasien? tanya dokter
bu..bukan dok,,ada apa ya dok?? jawab sena gugup,,hal hal yang menakutkan sena bayangkan saat ini.
begini, saya butuh persetujuan keluarga pasien untuk operasi!!
operasi dok?? tanya sena
iya..pasien harus segera di operasi karena terjadi pendarahan di kepalanya, jika tidak segera dilakukan operasi khawatir akan membahayakan nyawa pasien. tutur dokter itu...
dok..lakukan apa saja asal ibu sinta selamat, saya yang akan menjaminnya dok..
baik...kalo begitu, tolong urus surat suratnya dulu ya...
iya dok baik...
saya permisi..pamit dokter
iya dok..
sena berjalan linglung, gimana ini..kalo ga segera di operasi ibu sinta bisa bahaya, tapi kalo di operasi biayanya darimana..ah bodo lah, yang penting aku urus urus suratnya dulu..baru mikirin biayanya. ucap sena mantap..sena harus memikirkan kemungkinan terburuknya.
sena menunggu di luar ruang operasi, pikirannya mulai resah karena belum ada satu orang keluarganyapun yang datang atau sekedar memberi kabar. dia sudah tak memperdulikan penampilannya yang acak kadul tak karuan, bahkan jilbabnya terlihat penuh darah..mungkin darah itu menetes waktu sena memangku kepala ibu sinta.
dokter keluar ruang operasi...
dokter,,gimana keadaan bu sinta?
pasien kehilangan banyak darah, dan stok disini sedang kosong...ucap dokter
kalo boleh saya tau apa golongan darahnya dok??
golongan darahnya O...jawab dokter
saya O dok..ambil darah saya aja dok..
baiklah kalo gitu mari ikut saya..
baik dok...
operasi sudah selesai dilakukan, dan bu sinta sudah dipindahkan ke ruang rawat, sena masih setia menunngu bu sinta diruangannya, karena dari pihak keluarga belum ada yang datang karena jauhnya jarak. keluarga bu sinta ada di kota B.
dengan baju yang lusuh dan masih terasa pusing sena duduk di sebelah ranjang bu sinta. dia menundukan kepalanya yang terasa berat. mungkin tidur sejenak bisa mengurangi pusingnya pikirnya. senapun tertidur.
jari jari tangan bu sinta bergerak sedikit demi sedikit,.sena merasakan pergerakan itu, karena jari jari tangan bu sinta di genggamannya..
ibu sudah sadar?? tanya sena
dimana saya??
ibu di rumah sakit, tadi ibu kecelakaan..sebentar ya bu aku panggil dokter dulu...
bu sinta hanya mengangguk,,siapa gadis itu..terbit senyum penuh arti dari bibirnya yang pucat.
sena kembali ke ruangan bu sinta bersama dokter..
gimana keadaan ibu?? apa yang ibu rasakan? tanya dokter...
belum sempat bu sinta menjawab pertanyaan dokter, pintu ruangan itu terbuka dengan sedikit keras...
sena mematung melihat orang yang berada di depannya...
lanjut di next episode ya guys....
biar pembacanya ga mabok sistah... 😄
mampir ya kak Thor...
percaya sama ular