Kegagalan dari Cinta Pertama terkadang membuat kita terpuruk dan sulit untuk memulai cinta yang baru ... Perasaan takut gagal, kecewa dan sedih kembali terus menghantui.
Begitu juga dengan Intan, kegagalan Cinta Pertamanya membuat ia trauma hingga ia menutup rapat hatinya. Ia membangun sebuah pintu besi yang sangat kokoh.
Lantas, adakah sosok yang mampu mendobrak pintu besi dari hati Intan?
Update tiap hari pkl 05.00 dan 17.00 WIB😁✌️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nikma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bermimpi setinggi mungkin, agar jatuh pun diantara bintang-bintang..
Satu minggu telah berlalu. Dan dalam waktu satu minggu itu Intan mengikuti saran dari Ifa sebelumnya untuk membiarkan hatinya memilih. Dan selama waktu itu ia memilih menyendiri untuk menata dan memantapkan perasaannya.
Intan sebelumnya juga sudah menceritakan hal ini pada orang tuanya, karna ia tak ingin membuat orang tuanya khawatir seperti sebelumnya. Sebenarnya, orang tua Intan tak masalah jika Intan menyukai seseorang, karna itu hal wajar diusianya. Hanya dengan syarat Intan harus tetap menjalani kewajibannya sebagai pelajar dan tentu dia harus bahagia.
Ifa juga mengetahui bahwa Intan memang butuh waktu sendiri. Sehingga, ia sudah memberitahu Setya juga untuk tidak sengaja menemui Intan. Dan walaupun ada ketidak sengajaan lebih baik menghindar. Karna, jika tidak Intan akan terus berusaha menekan perasaannya.
Akhirnya, setelah seminggu berlalu kini Intan lebih siap untuk menerima perasaannya. Walaupun sedikit, sudah ada keberanian dihatinya untuk kembali memulai. Intan juga masih menyadari bahwa kemungkinan jatuh kembali itu ada. Namun, dia juga tak ingin menyesal nanti ketika tak mencoba.
~Lebih baik berusaha dan bermimpi setinggi mungkin, lebih tinggi lebih baik. Karna, jatuhnya pun diantara bintang-bintang~
...****************...
Pemberitahuan, kepada seluruh ketua kelas segara ke aula bersama sekretaris sekarang juga!!📢📢
"Intan, ayuk ada panggilan." Ajak Dharma setelah mendengar pemberitahuan yang terdengar dari sound di kelas siang itu.
"Ya." Jawab Intan sembari membawa buku catatan kecil.
Dharma, Intan dan seluruh ketua kelas dan sekretaris dari semua kelas pun sama-sama bergegas menuju aula seperti pemberitahuan sebelumnya. Saat hendak memasuki aula, kebetulan Intan bersaman dengan Setya.
"Hai" Sapa Setya ramah. Intan hanya menunduk dan tersenyum untuk membalasnya.
Walaupun hanya seperti itu, Setya sudah merasa senang. Setidaknya, Intan tak lagi mengabaikannya.
Selama pemberitahuan berlangsung, Setya beberap kali mencuri pandang pada Intan. Intan pun demikian, hanya saja mata mereka selalu tak kebetulan bertemu.
Kenapa Intan juga mencuri pandang pada Setya? Tentu saja, karna Intan juga sudah mulai tertarik pada Setya. Rasa ingin mengenal Setya lebih dalam dan kehangatan yang Setya berikan sebelumnya membuat Intan menyadari perasaannya, bahwa hatinya sudah memilih Setya. Ia ingin memberi kesempatan dan mencoba sekali lagi.
Pemberitahuan hari itu membahas lomba dan serangkaian acara yang akan diadakan untuk menyambut hari kemerdekaan selama seminggu kedepan. Setelah selesai brefing dari guru, sesampainya di kelas Dharma selaku ketua kelas menyampaikan hasil pemberitahuan pada anggota kelasnya, termasuk penentuan siapa-siapa yang menjadi perwakilan untuk mengikuti lomba.
Dan Intan dan Ifa dapat lomba kaki seribu juga tarik tambang seperti di SMP dulu. Yah, sebenarnya Intan ingin diam tak berpartisipasi, namun teman-temannya mengharapkan itu, alhasil Intan hanya bisa menurutinya saja.
...****************...
Minggu perlombaan
Akhirnya, hari yang ditunggu tiba. Hari dimana giliran Intan untuk melakukan lombanya. Dia jauh lebih gugup daripada SMP dulu. Namun, melihat teman-temannya yang sangat mrmpercayainya membuat semangat Intan juga ikut meningkat. Dan hal itu akhirnya membawa kemeangan bagi kelas Intan.
"Yey, kita menang!"
"Intan, kamu leader yang hebat!"
"Bukan, tapi kita semua yang hebat!" Seru Intan senang.
Setya yang melihat kemenangan kelas Intan dari jauh juga ikut tersenyum senang melihatnya. Ia juga teringat sewaktu SMP, dimana Intan memenangkan lomba yang sama.
"Kamu selalu hebat.." Puji Setya dari jauh.
Kemudian, giliran perlombaan basket. Tentu Setya dan Bayu mewakili kelas mereka. Dan kebetulan Dharma yang mewakili kelasnya. Pertama kali bagi Setya berhadapan dengan Dharma untuk bersaing. Intan dan Ifa juga ikut melihat pertandingan itu. Hal ini tentu dimanfaatkan Setya untuk menunjukkan pesonanya.
"Aku gak nyangka, Dharma lumayan hebat bermain basketnya." Gumam Ifa melihat permainan Dharma yang memang tak pernah terlihat bergabung dengan permainan apapun saat jam istirahat biasanya.
Intan hanya mengangguk untuk mengiyakan. Namun, matanya tak lepas dari Setya. Ia terus memperhatikan permainan Setya.
"Permainannya bagus dan ternyata dia sangat tampan ..." Gumam Intan tanpa sadar.
"Siapa? Dharma?" Tanya Ifa kaget mendengar ucapan Intan.
"Aahh. Bukan! Maksudku ..." Intan bingung menjelaskannya pada Ifa, karna dia memang belum menceritakan pilihan hatinya pada Ifa.
Sebelum berhasil menjawab pertanyaan Ifa, suara teriakan-teriakan para gadis dan pendukung kelas Setya yang kebetulan tepat disamping Intan dan Ifa pun membuat Intan dan Ifa kembali memperhatikan permainan yang ternyata Setya baru saja berhasil mencetak poin dan membuat kelasnya menang.
Senyum lebar menghiasi wajah Setya dan Bayu. Setya menoleh menatap Intan dan tersenyum senang padanya. Disaat yang bersamaan Intan juga menatap Setya hingga mata mereka bertemu.
Apakah kakak itu tersenyum dan memandangku? ...
"Indah, lihat Setya tersenyum padamu lagi." Seru Rini.
"Tentu saja." Jawab Indah sombong
Mendengar itu Intan pun menoleh menatap Indah yang berdiri disampingnya. Dan ia pun merasa sedih, karna merasa bahwa tatapan dan senyum Setya sebelumnya, memang bukan untuknya. Intan pun memilih pergi meninggalkan lapangan basket.
Setya yang melihat kepergian Intan dengan wajah sedikit murung pun menjadi bingung, apa yang terjadi pada Intan. Ia ingin mengejar Intan, namun ditahan oleh teman-temannya yang masih merayakan kemenangan mereka.
...****************...
Acara terakhir adalah jalan sehat sejauh 6 km. Mendengar saja sudah buat malas bukan? Ini sangat jauh dan pasti sangat melelahkan. Begitu juga yang dirasakan oleh Intan dan Ifa.
"Kita sudah berapa jauh sih? Ah, aku sangat capek!" keluh Ifa.
"Sepertinya sudah setengah perjalanan. Kita istirahat dulu saja." Saran Intan.
Dan akhirnya mereka berdua memilih istirahat sejenak. Sebelumnya tanpa mereka sadari Setya dan Bayu memilih berjalan di belakang mereka. Ketika, melihat Intan dan Ifa istirahat karna kelelahan membuat mereka juga memutuskan berhenti tak jauh dari mereka. Namun, tak disadari oleh Intan dan Ifa.
Setelah dirasa cukup beristirahat, Intan dan Ifa bergegas melanjutkan perjalanan. Saat sedang asyik berjalan tanpa sengaja Intan tersenggol hingga tersungkur oleh beberapa siswa yang berlari-lari. Melihat itu Setya reflek berjalan mendekati Intan dengan khawatir.
"Kamu gak apa-apa?" Tanya Setya khawatir.
Intan sangat terkejut melihat kedatangan Setya, bahkan ia juga mengkhawatirkannya. Intan pun jadi salah tingkah. Ifa juga terkejut melihat kedatangan Setya dan Bayu. Ia menatap Bayu seolah bertanya 'Sejak kapan kalian mengikuti kami?'
"Ya, aku baik-baik saja." Jawab Intan sambil berusaha beridri dibantu oleh Ifa.
"Aww!!" Pekik Intan kesakitan sembari memegang pergelangan kakinya.
"Apa sakit? Disini?" Tanya Setya sekali lagi sambil memegang pergelangan kaki Intan, seketika Intan meringis kesakitan.
"Sepertinya kamu terkilir Tan." Ucap Ifa khawatir. Intan yang juga menyadari keadaannya pun merasa cemas juga, bagaimana mereka kembali ke sekolah dengan kondisinya yang seperti ini.
"Naiklah!" Ucap Setya sembari berjongkok membelakangi Intan memberikan punggungnya.
"Huh?" Seru Intan bingung.
"Naiklah. Dengan kaki seperti itu kamu takkan bisa kembali ke sekolah." Tambah Bayu.
"Ta-Tapi ..."
"Gak apa-apa Intan. Kakimu lagi sakit." Potong Ifa.
Kemudian, tanpa pikir panjang lagi Ifa dan Bayu membantu Intan untuk naik ke punggung Setya.
"Pegangan yang erat." Ucap Setya sesaat sebelum berdiri. Intan dengan patuh mengeratkan pegangannya pada tubuh Setya. Setya tersenyum senang dibuatnya.
.
.
.
Bersambung..
krna ak gak suka dgn perselingkuhan
dtunggu updatenya ka
ak pikir kmu gak kan nulis cerita lagi sekian lama menghilang hemm...
ywdh semangat bwt cerita baru yg pastinya seru juga yaaa semangat
aku tunggu ka hehe