NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Si Anak Mami

Terpaksa Menikahi Si Anak Mami

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: shanty fadillah

JADILAH PEMBACA YANG CERDAS. NIKMATI ALURNYA YANG BERBEDA, BERSIAP-SIAPLAH TERTAWA, BAPER PARAH DAN PENUH TANGIS AIR MATA, YANG SIAP MENGOBRAK-ABRIK JIWA ANDA. DI BUMBUI KISAH CINTA 21++ JADI HARAP BIJAK MEMBAYANGKANYA 😃

SALAM RAFA REFA RAFI ❤❤❤❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shanty fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu Dan Takut.

Budayakan like sebelum membaca.

Bagi Vote seihklas anda.

Dan komentarlah sesuai alurnya.

Mari membagi bahagia dengan membaca.

🌱🌱🌱🌷🌷🌷🌱🌱🌱🌷🌷🌷🌱🌱🌱

🎀Selamat Membaca🎀

Hari ini hujan masih setia menemani, bahkan semakin deras mengguyur bumi, sang hujan seakan enggan untuk pergi, hujan bahkan turus semakin deras dan deras lagi.

Refa menatap seluruh ruangan rumahnya, bola matanya melirik kesana kemari, entah apa yang dia cari. "Heemz, sepi!" Gumamnya dalam hati.

Refa mencari keberadaan kedua orang tuanya, namun selama mata memandang seluruh ruangan dirinya tak mendapatakan siapa-siapa di rumahnya.

"Apa yang kau cari?" Suara itu terdengar begitu lembut di telinga Refa.

"Papa. Mama." Jawab Refa singkat.

"Mereka sudah pergi, sejak pagi, sebelum kau bangun tadi." Jelas Rafa.

"Haaaaah! Kok mereka gak pamit sama aku, sih!" Refa berdecak kesal.

"Mereka mau pamit, tapi kau belum bangun."

Refa hanya terdiam, dan berlalu dari hadapan Rafa. Gadis cantik itu merasa kesal kepada kedua orang tuanya. "Baru satu hari, jadi menantu, mama sama papa lebih sayang Rafa dari pada aku," omel Refa seraya meremas-remas tanganya.

Rafa yang sedari tadi memang mengikuti langkah sang istri, tersenyum geli mendengar omelan dari gadis cantik yang ada di hadapanya kini.

"Kau kenapa?" Rafa membelai Rambut istrinya.

"Isssh. Apaan sih!" Refa menghempas tangan sumainya. "Jangan aneh-aneh, ya!" Cetusnya.

"Maaf!" Ucap Rafa tersenyum kelu. Lelaki tampan itu lalu mendudukan tubuhnya di sofa. seraya menatap wajah Refa yang masih terlihat marah.

Refa mengambil benda pipih yang tak jauh dari kebaradaanya. Gadis cantik itu menghubungi seseorang, dan wajah Refa berubah riang saat Rafi menerima panggilan darinya.

"Baru beberapa waktu lalu, dia mengatakan akan selalu ada saat aku butuh, tapi apa!" Ucap Rafa cemburu. "Astaga, ada apa denganku, bukankah, aku sudah tau bahwa hal seperti ini akan sering terjadi," raut wajah Rafa berubah sedih, saat mengingat bahwa Refa dan Rafi akan tetap menjadi sepasang kekasih walau dirinya sudah menikahi Refa. Karna begitulah perjanjian di antara ketiganya.

Rafa meninggalkan istrinya, yang masih bercanda tawa dengan seseorang yang ada di seberang panggilan ponselnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Rafi sepupu dari Rafa sendiri.

__________________

Bruukkk

Rafa menjatuhkan tubuhnya di ranjang empuk milik istrinya, dirinya ingin memejamkan mata dan membawa Rasa cemburunya, berharap saat terbangun nanti hatinya sudah tak sesakit ini lagi.

Lelaki tampan berwajah pucat itu memandangi langit-langit kamar milik sang istri, dan berkali-kali berusaha memejamkan matanya, namun bayanga tawa Refa semakin membenam dalam benaknya

Semakin lama bayangan Refa semakin muncul di pelupuk matanya, rasa sakit di kepala juga ikut menyerangnya. "Aaagghhh!" Rintihnya. Berkali-kali Rafa menutup kepalanya dengan bantal empuk milik Refa.

Rafa beranjak dari ranjang empuknya lalu berdiri menuju kamar mandi, lelaki yang selalu di perhatikan sang mami, kini berusaha menyembunyikan rasa sakitnya sendiri, pelan dan perlahan Rafa terus berjalan, dirinya langsung mencuci wajahnya, berharap rasa sakit itu segera berlalu.

"Aaahhhh!" Rafa menyandarkan tubuhnya di tembok kamar mandi. Tiba-tiba darah segar mengalir dari hidungnya, rasa sakit di kepala terus menerus menyerang dirinya.

.

.

.

Ceklek

Refa membuka pintu kamarnya, dengan membawa senyum yang tersungging di bibirnya, suara Rafi hari ini benar-benar membuat Refa merasa bahagia.

Bola mata Refa menatap ke kanan dan ke kiri, sorot matanya penuh selidik, gadis cantik itu mencari keberadaan Rafa, yang tak ada di dalam kamarnya. "Kemana dia?" Tanya Refa kepada dirinya sendiri.

Brukkk.

Refa menjatuhkan tubuhnya di ranjang empuk miliknya. "Terserah dia mau kemana, toh Rafa sudah dewasa, tak mungkin kalau akan salah jalan," gumam Refa lagi.

Gadis cantik itu meraih bantal empuk miliknya, namun tiba-tiba dirinya terbelalak tak percaya, mana kala Refa mendapati bercak darah berada di sarung bantalnya. "Haaaah!" Plotot Refa, dirinya segera beranjak dari tempat tidurnya untuk mencari keberadaan Rafa.

"Hiiihhhh!"

Suara itu terdengar begitu lirih, hingga membuat Refa semakin mencari-cari. "Rafa. Kau di mana?" Panggilnya.

"Aaaahhhh!"

Lagi-lagi suara itu terdengar semakin jelas, Refa melangkahkan kaki menuju kamar mandi.

Karna Refa merasa suara itu berasal dari dalam sana.

Ceklek.

Refa membuka pintu secara pelan dan perlahan.

"Rafa____!!" Pekiknya. Saat mendapati sang suami terkulai lemah di kamar mandi, dengan sigap Refa mendekati Rafa. "Kau, kenapa? Ayo!" Refa membantu suaminya itu berdiri agar keluar dari kamar mandi.

Pelan-pelan Refa membantu lelaki berwajah pucat itu dan membawa Rafa ke ranjang miliknya. "Air!" Pinta Rafa lirih. Dengan sigap gadis cantik itu segera mengambil air hangat untuk suaminya.

Panik yang luar biasa kini benar-benar memenuhi diri Refa, gadis cantik itu tak tau harus berbuat apa. "Rafa. Apa yang bisa ku lakukan untukmu?" Tanyanya pelan.

Rafa hanya tersenyum sendu, melihat kepanikan dari istrinya itu. "Aku tak butuh apa pun, hanya butuh kau ada di sampingku!" Pintanya kelu. "Jangan panik! Aku tak apa-apa." Rafa menenangkan istrinya.

"Ayo kita kerumah sakit!" Ajaknya seraya mengukir senyum penuh makna.

"Tidak. Aku ingin di rumah saja."

"Bagaimana jika mama dan papa pulang?"

"Biarkan mereka tau yang sebenarnya!" Tegas Rafa.

"Haaaaahhh!"

Refa menatap tajam wajah suaminya, rasa tak percaya benar-benar memenuhi benaknya.

"Apa yang akan terjadi, jika mama dan papa benar-benar tahu nanti." Ucap Refa dalam hati. "Aku dan Rafa baru saja menikah, mengetahui keadaan Rafa yang sebenarnya pasti akan membuat mereka kecewa." Gumam Refa lagi.

Rafa menatap heran sang Istri, yang seperti ketakutan sekali. "Tenanglah, Refa! Cepat atau lambat, orang tuamu pasti akan tau," ucap Rafa kelu.

"Diamlah. Jangan katakan apa pun!" Tegas Refa. Sementara Rafa masih menahan rasa sakit di kepalanya.

Gadis cantik itu, mendekati kembali keberadaan Rafa, di pengangnya tangan sang suami. "Rafa, tangamu dingin sekali." Ucapnya.

"Aku sudah terbiasa." Jawab Rafa singkat saja.

Refa melihat kekesalan dari raut wajah suaminya, yang membuat Refa, ingin sekali bertanya. Namun entah mengapa, Refa takut bahwa Rafa akan marah kepadanya.

"Bajumu basah. Duduklah! Biar aku akan membantumu mengganti baju." Seru Refa kemudian. Yang di sambut langsung dengan senyuman dari wajah tampan Rafa.

Rafa pun perlahan membangunkan tubuhnya. Untuk menuruti seruan sang Istri. Refa dengan sigap segera melepas baju suaminya, dengan begitu hati-hati.

Ada debar-debar tak biasa kala Refa membuka bajunya, lelaki berwajah pucat itu merasa jantung dan hatinya berdetak tak seirama.

Begitu pun Refa. Gadis cantik itu terbelalak tak percaya, saat menatap tubuh Rafa yang lumayanlah, menurutnya.

"Jangan lama-lama memandangnya!" Seru Rafa malu-malu.

Refa hanya tersenyum mendengar ucapan itu. Dirinya masih sibuk mencari baju untuk di gunakan suaminya.

"Ini!" Refa menunjukan baju barwarna pink yang ada di tanganya..

"Itukan bajumu, bukan bajuku!"

"Benarkah?" Tawa Refa.

"Kalau ini!" Refa kembali menunjukan baju berwana putih.

"Boleh!" Ucap Rafa lelaki tampan itu segera mengambilnya dari tangan Refa.

Namun Rafa menghentikan niatnya untuk memakai baju, kala dua bola mata gadis cantik itu, menatap tubuhnya tanpa ragu.

"Aku tau aku tampan!" Canda Rafa tiba-tiba.

Ucapan itu seketika saja membuat Refa tersentak dari keterpesonaanya. Benar. Sebab lekuk tubuh Rafa benar-benar luar biasa. Gadis cantik itu dengan sigap memalingkan wajahnya Sementara Rafa hanya tersenyum melihat tingkah Istrinya.

"Apa kepalamu sudah tak sakit lagi?" Refa mengalihkan pembicaraan.

"Masih. Tapi sudah tak separah tadi.

"Apa kau sudah minun obat siang ini?" Tanya Refa lagi.

"Obatku habis!" Jawab Rafa dengan santainya yang membuat Refa melotot ke arahnya.

"Haaaaaaaah. Gila! Kau benar-benar gila." Omel Refa kesal.

Rafa kembali merebahkan tubuhnya. Setelah selesai menggunakan bajunya. Seraya menatap penuh senyuman saat melihat kepanikan di wajah Refa. Namun tak di pungkiri rasa sakit yang menyerang kepalanya kini benar-benar sakit sekali. Bahkan wajah Rafa semakin terlihat pucat dan semakin pucat saja.

.

.

.

TOK

TOK

TOk

Suara itu berasal dari pintu rumah Refa.

"Apa itu, papa dan mama?" Batinya

Gadis cantik itu, segera berlalu dari hadapan Rafa, dan segera membuka pintu rumahnya.

DANNNNNNNNNNN........

🤔🤔🤔

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱.

Kata hati Rafa.

"AKU"

Aku muak berpura-pura terliat kuat.

Aku muak berpura-pura terlihat sehat.

Aku lelah berpura-pura dalam kesakitanku.

Aku ingin menangis, tapi kenyataanya .

Aku hanya bisa menyembunyikan air mataku.

Aku ingin seperti mereka

Menghabiskan waktu tanpa di hantui ketakutan.

Ketakutan akan kematian

Yang bisa menjemputku kapan saja.

Andai aku bisa bicara pada sang kuasa.

Akan ku katakan kepadanya.

Bahwa aku masih ingin lebih lama

Hidup dan tinggal di dunia.

🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱

❤Jangan lupa bahagia buat kalian semua.

❤Salam damai dari.

🌷Rafa Rafi Refa.

🍀TERIMA KASIH🍀

1
Pembenci MC naif dan lemah
typo thor🗿
Pembenci MC naif dan lemah
gak tahu mau koment apa🗿
Shanty Fadillah
Suka sekali
nuraeinieni
ceritanya bagus
nuraeinieni
ya ampun baru baca nih novel sdh ngakak,,,😂
Ira Wati
aaaddddduuuuuuhhhhhh
Ira Wati
apa rasanya punya pacar punya suami
Ira Wati
itu refa ga ada hatinya ya
harusnya.rafa jujur aja sama org tuanya refa
Ira Wati
itu sikap.refa dan rafi ga pantes didepan.rafa
Ira Wati
visualnya ganti gaya dong
Nasiyah
bagus
Eli Herlina
reva nanti hamil gimana ???uma
Eli Herlina
sedih "dan terharu, aku nenangiis
Eli Herlina
ooh ooh jadi sedih
Fridae Pranciska
bagus, ceritanya asiik bagi sama, sama2 keras ego yg utama, tp asik.
anisa okta
waw
Fitri Yuliandini
sedih banget ceritany
Desy Puspita
Jubaedah kata lu NT dah kek wa mana adaaa, ini gue download tau, ga adaaaa pon😭🎤
Nerravieoyhon Yhona
bikin ngakak saja🤣
Nila Nadia Nadia
lanjut sini aj KK 😘😍🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!