"Dimana aku? siapa aku? kenapa aku berada disini?!"
Nadia Rebecca Marshall, terkejut bukan main mendapati dirinya masuk ke dalam novel, yang baru saja selesai ia baca.
Nadia seorang gadis biasa, yang memiliki kehidupan ekonomi pas-pasan, tidak pernah menyangka menjadi tokoh Antagonis dalam novel yang selalu ia baca.
Pemeran Antagonis yang memiliki nama yang sama dengannya, wanita yang sangat jahat, dan sangat dibenci oleh Protagonis pria.
Bagaimana Nadia dapat bertahan, dan membuat dirinya tetap hidup, sebagai tokoh Antagonis yang akan mati dengan tragis, dalam dunia novel yang pernah ia baca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23.
"Aaa... !!" Emily terkejut melihat ke arah sofa.
Tubuh Iriana nyaris polos berada di atas tubuh karyawan kepercayaan James, yang juga hampir sama seperti Iriana dengan pakaian berantakan.
Mereka saling berciuman sembari tangan mereka berupaya melepaskan pakaian mereka, dan seketika berhenti begitu keluarga James menghambur masuk ke dalam ruangan tersebut.
( Pertunjukan yang menghebohkan! lihatlah kekasih yang sangat kamu cintai itu, berciuman dengan karyawan mu, khi khi khi.. ! ) Nadia tertawa lucu di dalam hatinya melihat raut wajah terkejut James.
Sementara Emily, dengan cepat tangannya menutup matanya, "Mataku ternoda!!" suara Emily terdengar nyaris berteriak.
Iriana seketika tersadar dari pengaruh obat, begitu terkejut melihat James, bersama keluarga James masuk ke dalam ruangan itu.
James tidak percaya melihat apa yang ia lihat.
Ternyata suara hati Nadia kembali terbukti benar, kalau teh yang tadi akan diberikan Iriana kepada Nadia, memang benar Iriana masukkan obat afrodisiak.
Dan bisikan hati Nadia tentang keadaan Iriana di dalam ruang kantornya, kembali terbukti benar.
"Memalukan! apa yang kamu lakukan disini, Iriana?!!" sembur Lilyana dengan lantang.
Iriana buru- buru membenarkan kembali pakaiannya yang berantakan, ia terlihat begitu panik melihat mata James terbelalak tidak percaya melihat keadaannya.
"Ja.. James, aku akan jelaskan.. ini.. ini tidak seperti yang kamu lihat, James!!" Iriana dengan panik mencoba menjelaskan pada James, sembari terburu-buru membenarkan pakaiannya.
"Iriana, aku tidak menyangka permainanmu sungguh berani sekali! kamu melakukannya di ruang kantor James?!" sindir Nadia nyaris tertawa lucu melihat Iriana yang terlihat begitu panik.
James yang terperangah tidak percaya, kembali mengingat suara hati Nadia yang ternyata kembali terbukti benar.
Ia memikirkan kembali apa yang dikatakan suara dalam hati Nadia, tentang kehidupan tragis yang akan dialaminya beserta keluarganya.
Tidak! aku tidak akan membiarkan semua hal yang mengerikan itu terjadi padaku, dan keluarga ku! bisik hati James tidak berkedip melihat pemandangan, yang ia lihat saat ini.
"James! James! dengarkan aku!!" Iriana menghambur ke arah James yang masih belum buka suara, karena sedang memikirkan perkataan dalam hati Nadia.
"Ck!" James seketika menepis tangan Iriana, yang mencoba meraih tangannya, "Jangan sentuh aku! menjauh!!" sentaknya dengan nada dingin.
"Kak, lihat!!" Julian memberikan dokumen rahasia perusahaan Hector kepada James, yang ia ambil dari atas meja sofa.
James mengatup kan gerahamnya menahan amarah melihat dokumen yang diberikan Julian.
Ia benar-benar telah salah mempercayai Iriana selama ini, kalau saja ia tidak mendengar suara hati Nadia, mungkin saat ini dokumen rahasia perusahaan Hector, telah jatuh ke tangan musuhnya.
Semua apa yang dikatakan isi hati Nadia memang terbukti benar
Sementara itu Nadia tersenyum puas melihat James yang terlihat kecewa pada Iriana.
Mengingat sakit hati pemilik tubuh asli Nadia, yang telah ia gantikan saat ini, karena selalu diabaikan dan dibenci James.
Nadia akhirnya dapat membalaskan sakit hati pemilik asli tubuhnya, dengan memperlihatkan wanita seperti apa Iriana sebenarnya.
( Hatimu pasti hancur kan, James? melihat wanita yang sangat kamu cintai itu bercinta, dan hampir telanjang didepanmu bersama dengan pria lain! kasihannya, ck ck ck.. ! )
Nadia geleng-geleng kepala melihat Iriana, yang tidak sepenuhnya berhasil membenarkan pakaiannya yang berantakan.
James menoleh ke arah Nadia.
James merasa kesal mendengar isi hati Nadia, karena ia sama sekali tidak sakit hati melihat Iriana bersama dengan pria lain.
"Ke sini kamu!" James menarik tangan Nadia, yang ingin melangkah ke meja kerjanya.
"Eh! mau apa kamu?! lepaskan aku!!" Nadia menarik tangannya dari cengkraman tangan James.
Dengan kuat James menggenggam tangan Nadia.
Sementara Iriana dan karyawan kepercayaan James, dengan panik mencoba menjelaskan, kenapa mereka bisa sampai melakukan hal yang memalukan di ruangan James.
Bersambung........
jelas² dia udah dengar suara hati nya Nadia, tapi masih z mau nemuin cew jadi²an nya🤣🤣🤣🤣🤣/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ini ceritanya 98% ada di dracin.
aku dah nonton beberapa kali sampe hafal alurnya