NovelToon NovelToon
Aku Pergi Dan Tak Kembali

Aku Pergi Dan Tak Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yanti Topato

Mona Gradies, wanita 26 tahun yang ceria, blak-blakan, dan sedikit ceroboh, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah bekerja di Aditama Group—perusahaan milik Wira Aditama, seorang CEO berusia 30 tahun yang dikenal dingin, tegas, berwibawa, dan gila kerja.
Di balik sikapnya yang tampak sempurna, Wira menyimpan dunia yang penuh kontrol, aturan, dan jarak dari siapa pun. Namun Mona hadir seperti gangguan yang tidak bisa ia atur—berisik, ceroboh, tapi jujur dan hangat.
Awalnya hanya kesalahan kecil dan perdebatan sepele di kantor. Tapi semakin lama, batas profesional dan perasaan mulai kabur.
Hingga satu peristiwa mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti Topato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23- Peringatan dari Sandra

Peringatan dari Sandra

Ruangan CEO mendadak terasa lebih sempit setelah kalimat Sandra tadi.

“Aku justru ingin bicara denganmu juga.”

Mona yang sudah setengah melangkah menuju pintu langsung berhenti, sementara Wira mengernyit tipis.

“Untuk apa?”

Sandra tetap tersenyum tenang. “Tidak lama.”

Wira menatap Sandra beberapa detik sebelum akhirnya berkata datar, “Mona tetap di sini.”

Sandra mengangguk santai. “Memang itu maunya.”

Mona langsung merasa makin gugup. Entah kenapa setiap berada di dekat Sandra, ia selalu merasa seperti sedang diuji. Wanita itu terlalu tenang, terlalu dewasa dan terlalu mengenal Wira. Hal-hal yang membuat Mona tanpa sadar merasa kalah.

Sandra akhirnya duduk di sofa kecil dekat jendela.

“Duduklah,” ujarnya pada Mona.

Mona melirik Wira sebentar. Pria itu mengangguk kecil seolah memberi izin. Akhirnya Mona duduk perlahan, sementara Wira tetap berdiri dengan ekspresi waspada.

Sandra memperhatikan mereka bergantian, lalu tertawa kecil.

“Kalian benar-benar tidak sadar ya?”

“Apa?” tanya Mona pelan.

“Cara kalian saling melihat.”

Deg

Mona langsung salah tingkah, sementara Wira terlihat makin tidak sabar.

“Kalau hanya untuk mengatakan itu—”

“Tunggu dulu,” potong Sandra tenang.

Ia lalu menatap Mona lebih serius. “Kamu tahu Wira itu seperti apa?”

Mona terdiam.

Sandra tersenyum tipis. “Dia keras kepala. Dingin. Sulit bicara jujur.”

“Terima kasih atas deskripsinya,” sahut Wira datar.

Sandra mengabaikannya.

“Dan yang paling buruk…” lanjut Sandra pelan, “dia selalu menanggung semuanya sendirian.”

Tatapan Mona perlahan berubah. Karena ia sadar… semua itu benar.

“Dia terlihat kuat,” kata Sandra lagi. “Padahal sebenarnya dia cuma tidak tahu cara bergantung pada orang lain.”

Ruangan menjadi sunyi.

Wira akhirnya berjalan mendekat. “Sudah cukup.”

Namun Sandra justru menatapnya lembut.

“Kamu marah karena aku salah?”

Wira diam dan diamnya selalu berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Sandra kembali menoleh pada Mona. “Aku tidak datang untuk merebut dia.”

Mona sedikit terkejut mendengar itu. “Hah?”

Sandra tersenyum kecil. “Kalau aku benar-benar ingin kembali, aku sudah melakukannya sejak lama.”

“Lalu kenapa…?”

“Karena aku penasaran.”

Tatapan Sandra melembut sedikit. “Aku ingin tahu wanita seperti apa yang akhirnya bisa membuat Wira berubah.”

Jantung Mona kembali berdebar tidak tenang, sementara Wira terlihat frustrasi sendiri.

“Aku tidak suka pembicaraan ini.”

Sandra tertawa kecil. “Itu karena kamu takut.”

“Aku tidak takut.”

“Bohong.”

Hening lagi dan untuk pertama kalinya… Mona melihat seseorang bisa menghadapi Wira tanpa takut sama sekali.

***

Beberapa menit kemudian, Sandra akhirnya berdiri. “Aku sudah mengatakan yang ingin aku katakan.”

Wira melirik dingin. “Syukurlah.”

Namun sebelum pergi, Sandra kembali menatap Mona. Tatapannya kali ini jauh lebih serius.

“Hati-hati.”

Mona mengernyit bingung. “Dengan apa?”

“Dengan dunia Wira.”

Ruangan langsung hening.

Sandra melanjutkan dengan suara pelan, “Dunia dia tidak sederhana.”

Kalimat itu membuat dada Mona terasa aneh. Karena ia tahu itu benar, Wira adalah CEO besar, keluarga kaya. lingkungan elit, tekanan bisnis, media, sementara dirinya... hanya perempuan biasa.

Sandra tersenyum tipis melihat perubahan wajah Mona. “Perasaan saja kadang tidak cukup.”

Setelah mengatakan itu, Sandra akhirnya pergi. Pintu tertutup pelan dan suasana mendadak terasa jauh lebih berat dari sebelumnya.

***

Mona menunduk perlahan. Kalimat Sandra terus terngiang di kepalanya.

Perasaan saja kadang tidak cukup

Wira yang menyadari perubahan ekspresinya langsung menghela napas kecil. “Jangan dengarkan dia.”

Mona tersenyum tipis. “Tapi dia benar.”

Wira mengernyit. “Benar tentang apa?”

“Kita berbeda.” Jawaban itu membuat ekspresi Wira berubah sedikit.

Mona berdiri perlahan sambil menggenggam tablet di dadanya. “Bapak punya dunia yang besar.”

“Mona!!”

“Sementara saya…” Mona tertawa kecil pahit. “Bahkan rumah sakit ayah saja saya kesulitan bayar.”

Kalimat itu membuat ruangan mendadak sunyi, karena untuk pertama kalinya… Mona mengucapkan ketakutannya dengan jujur.

Wira berjalan mendekat perlahan. Tatapannya tidak lagi dingin.

“Mona.”

“Saya tahu perasaan tidak bisa dipaksa.” Mona menunduk pelan. “Tapi kenyataan tetap ada.”

Wira berhenti tepat di depannya, lalu dengan lembut mengangkat dagu Mona agar gadis itu menatapnya.

“Aku tidak peduli soal itu.”

“Tapi orang lain peduli.”

“Biarkan.”

“Bapak bisa bilang begitu karena terbiasa hidup di atas.”

Wira terdiam beberapa detik dan untuk pertama kalinya… ia terlihat sedikit terluka mendengar ucapan Mona.

“Kamu pikir aku melihatmu rendah?”

Mata Mona langsung membesar. “Saya tidak bilang begitu—”

“Tapi kamu berpikir aku hanya tertarik sesaat.” Nada suara Wira tetap tenang, namun justru itu yang membuatnya terdengar lebih serius. “Aku tidak pernah bermain-main soal perasaan.” lanjut Wira.

Deg

Jantung Mona langsung berdebar lagi.

Wira menatapnya lama, sangat lama.

“Aku tahu dunia kita berbeda,” ucapnya pelan. “Tapi itu tidak pernah membuatku ingin menjauh darimu.”

Dan sekali lagi… Mona merasa pertahanan hatinya mulai runtuh sedikit demi sedikit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!