NovelToon NovelToon
Kenapa Aku Berbeda

Kenapa Aku Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

bagi orang lain, cinta pertama seorang anak perempuan adalah seorang ayah tapi tidak Resty, karena baginya ayah adalah neraka baginya
inilah kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

Pagi datang pelan-pelan. Sinar matahari menyusup lewat sela gorden, jatuh tepat di ujung selimut tipis itu. Resty masih memeluk nya erat. Pas buka mata, Awi sudah duduk di kursi plastik dekat pintu. Di tangannya ada selembar kertas sama pensil warna yang ujungnya sudah tumpul.

"Nah, katanya mau gambar bintang," Awi nyodorin kertas itu. Suaranya serak seperti habis begadang semalaman. "Bapak yang jelek-jelek ya, kamu yang bagus."

Resty duduk. Kakinya yang semalam ditutupin selimut, sekarang dia julurin ke lantai dingin. Dia ambil pensil biru, terus mulai bikin titik-titik kecil. Satu, dua, tiga...

Awi ikut nimbrung. Garisnya miring-miring, bintangnya malah seperti kentang. Resty tidak kecil. Pertama kalinya dalam 8 tahun.

"Bintang Bapak jelek banget," Resty celek pipi Awi pakai pensil. "seperti awan ketiban cat."

Awi malah ketawa, lepas. Ketawa yang sudah lama dia tahan. "Iya, maklum. Bapak kan telat belajar jadi ayah. Jadi gambarnya juga telat."

Resty berhenti menggambar. Dia melihat bapaknya lama. Orang yang dulu cuma ada di foto lusuh, sekarang duduk beneran di depan dia. Bawa selimut, bawa kertas, bawa rasa bersalah yang sudah 8 tahun.

"ga apa-apa, Pak," Resty bisik. Dia menarik tangan Awi, terus gambar hati besar di tengah kertas mereka. "Bintangnya boleh jelek. Yang penting sekarang Bapak di sini."

Awi tidak jawab. Dia cuma menarik Resty ke pelukannya. Pelan, takut. Selimut tipis itu jatuh ke lantai, nutupin kaki mereka berdua sekarang.

Di luar, orang-orang mulia beraktivitas. Di dalam, dua orang yang baru belajar jadi keluarga, lagi sibuk merusak kertas pakai gambar bintang sama hati.

Pagi ini, sarang laba-laba beneran sudah tidak ada lagi. Yang ada cuma suara Awi ngajarin Resty ngeja. "B-I-N-T-A-N-G... bintang buat anak Bapak."

Resty merem di dada Awi. "Besok kita gambar bulan ya, Pak. Bulan sabit. Biar ada pasangannya. "Pak, laper." Resty nyolek perutnya. tidak berani ngomong keras-keras. 8 tahun kebiasaan makan sekenanya.

Awi langsung panik. "Laper...? Eh iya. Bapak masak...!Bapak bisa masak apa ya?"

"Bapak bisa masak apa ya?" Awi ngulang, lebih ke dirinya sendiri.Dia buru-buru bangun. Resty masih nyender di dadanya, tapi dia pelan-pelan nurunin. "Duduk sini dulu ya, Res. Jangan kemana-mana."

Langkahnya ke dapur terdengar buru-buru. Laci dibuka tutup. Panci bunyi "klang". Resty ngikutin dari belakang, tapi cuma ngintip dari balik tembok. Jaga jarak. Kebiasaan 8 tahun tidak hilang sehari. Awi buka tong beras, Kosong. Cuma ada segenggam berasa. Dia baru sadar, selama ini tidak pernah memberikan Resty uang. Uangnya selalu habis untuk mabukan. Awi diam di depan tong beras kosong itu lama banget. Segenggam beras di tangannya. Itu doang. Buat sepiring aja tidak cukup.

"Pak... kenapa?" Resty masih ngintip dari tembok. Suaranya kecil.

Awi tidak jawab. Dia menutup tongnya pelan. "Klang". seperti menutup pintu masa lalu.

Baru sekarang dia ngitung 8 tahun. tidak pernah ngasih Resty uang jajan, tidak pernah beliin beras. Semua uang... habis di warung pojokan. Buat botol. Buat lupa akan tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah.

Tangannya mengepal hingga buku jarinya memutih. "Bapak... bapak brengsek ya, Res."

Resty kaget. Dia maju selangkah dari balik tembok. "Kok gitu?"

Awi jongkok. Muka ketutup tangan. Bahunya naik turun. "Bapak tidak becus jadi orang tua. Anak sendiri lapar, beras tidak ada. Bapak malah..."

"Pak." Resty motong. Dia jalan nyamperin, terus duduk di lantai sebelah Awi. tidak nyentuh. Jaraknya masih sejengkal.

"Sudah lewat," kata Resty pelan. "Sekarang Bapak di sini. tidak mabukan lagi. Itu sudah cukup."

Awi mengangkat muka. Matanya merah. "Tapi kamu laper, Res."

Awi mengusap muka pakai punggung tangan.... Kasar! seperti mau menghapus rasa bersalahnya."Tapi kamu laper, Res," dia ngulang lagi. Suaranya pecah. "8 tahun kamu menahan lapar. Sekarang gara-gara Bapak..."

Resty motong lagi. Kali ini dia mengambil tangan Awi. tidak digenggam. Cuma disentuh ujung jarinya aja. Sejengkal jadi setengah jengkal. "Pak, dengerin." Mata Resty lurus ke mata Awi. tidak menghindar. "Dulu aku lapar karena tidak ada siapa-siapa. Sekarang lapar, tapi ada Bapak di sebelah....Beda."

Awi terdiam mendengar perkataan Resty. Kata "ada Bapak" itu berat banget di kupingnya. Dia meliri kompor. Air di panci sudah mulai masak. Blukutuk kecil. Segenggam beras tadi dia cuci pakai tangan gemetar.

"Buburnya encer ya," Awi ngomong sambil aduk-aduk. Ngeles. "seperti air.....tidak enak."

"Enak," Resty bohong terus ketawa kecil. "Tapi tidak apa-apa. Yang penting Bapak yang masak."

Awi menyendok bubur. Meniup lama banget. Takut kepanasan. Pas disuapin ke Resty, tangannya masih gemetar. Resty nerima. Mengunyahnya pelan terus dia colek pipi Awi pakakli jari yang tidak kena bubur.

"Sekarang giliran Bapak."

"Eh? Bapak tidak-"

"Makan!" Pertama kalinya dia menyuapi ke Awi. "Aturan baru. Kalau makan...bareng. Kalau laper... bareng. Kalau nangis... juga bareng."

Awi mangap. tidak bisa nolak. Dia menerima suapan dari sendok yang sama. panas, Hambar. Tapi panasnya sampai ke dada.

Dua orang. Satu mangkok bubur encer. Duduk di lantai. tidak ada meja, tidak ada lauk mewah. Tapi bagi Awi, makanan ini paling kenyang seumur hidupnya.

"Res," bisiknya pas mangkok sudah tinggal setengah. "Bapak janji. Mulai besok, tong beras ini todak kosong lagi. Bapak kerja apa aja. Kuli, angkut, apa kek."

Resty nyender lagi. Kali ini jaraknya sudah tidak sejengkal. Bahunya nempel ke lengan Awi."Kerja apa aja boleh, Pak!. Asal pulangnya ke sini, Ke rumah ini."

Awi manggut di atas kepala Resty. "Iya. Pulang ke rumah. Pulang ke anak Bapak."

1
Sarah Bagan
lnjut kak😊😊😊
glaze dark: oke kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!