NovelToon NovelToon
Istri Yang Terasingkan

Istri Yang Terasingkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Ibu Mertua Kejam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hafit

Kisah seorang istri yang selalu direndahkan dan dimanfaatkan oleh keluarga suami nya hanya karena dia bukan berasal dari keluarga terpandang yang kaya.....Nasibnya begitu miris bahkan selalu dibandingkan dengan istri adik suaminya sendiri yang dianggap dari keluarga terhormat oleh sang mertua.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hafit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit Tidak berdarah

***

"Iya, mudah-mudahan saja! Rasanya pengen secepatnya saja. Udah nggak sabar aku!" Ujar Tania, saat ini dia sedang berbicara dengan Ratna diseberang telpon.

Tania tidak menyadari sama sekali kalau suaminya sudah masuk ke kamar sedari tadi, dengan terus memperhatikan istrinya.

"Apanya yang tidak sabar?" Suara bariton Raka mengagetkan Tania yang sedang asyik bercengkrama dengan sahabat nya di telepon.

"Mas, bikin kaget aja!"

"Na, udah dulu ya, nanti aku telpon balik lagi." Setelah mematikan panggilan dari Ratna, Tania mendekati suaminya.

Raka menatap datar Tania, raut wajahnya benar-benar tidak bersahabat.

"Kenapa nggak dilanjutin aja, apa aku mengganggu kalian ngobrol? Kalau gitu biar aku keluar!" Raka yang tadi nya sedang duduk bergegas berdiri dan berbalik hendak keluar dari kamar.

Tania yang menyadari sikap suaminya yang aneh buru-buru meraih pergelangan tangan Raka.

"Mas, kamu kenapa sih?" Tanya Tania bingung, tidak seperti biasanya Raka bersikap seperti itu.

"Siapa laki-laki itu?"

Tania mengernyit bingung,"Laki-laki? Maksud nya?"

Raka tersenyum sinis.

"Nggak usah bohong Tania Putri." Sentak Raka menatap Tania dengan mata yang sudah memerah.

"Mas, aku beneran tidak mengerti maksud kamu apa? Laki-laki siapa?" Tania mencoba mencerna perkataan suaminya

"Masih pura-pura nggak tau juga! Setelah pergi sama laki-laki lain tanpa seizin suami sekarang malah berlagak seperti orang bodoh kamu Tania! Perempuan macam apa kamu ini haa...?"

Deg

Sakit sekali rasanya mendengar lontaran kata dari suaminya.

"Kamu menuduh aku Mas?" Tanya Tania dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Raka diam, naluri nya tidak tega melihat Tania yang seperti itu, tapi amarah nya jauh lebih mendominasi.

"Nggak usah nangis, aku nggak akan pernah tertipu lagi...." Ucapan lelaki itu semakin tajam

"Kamu menuduh tanpa bukti Mas," Tania menatap tajam suaminya, dia merasa terhina atas perlakuan suaminya malam ini.

"Kamu menuduh aku hanya dengan mendengar sepenggal kata-kata dari orang lain Mas, tanpa mau mendengar lebih dulu penjelasan aku?"

"Apalagi yang perlu dijelasin? Bukan kah seorang istri keluar rumah tanpa izin suami saja sudah dosa? Apalagi ini pergi nya sama laki-laki lain yang jelas-jelas bukan mahram kamu."

Tania tersenyum getir menatap suaminya yang menurut nya malam ini benar-benar seperti orang lain.

"Iya, memang aku bersalah pergi tanpa meminta izin terlebih dulu sama kamu! Untuk itu aku minta maaf, tapi aku melakukan semua ini bukan tanpa sebab Mas!" Tania mencoba bersikap tenang dan ia ingin meluruskan semua nya.

"Ada dan tidak sebab nya, tetap tidak pantas seorang istri pergi menemui laki-laki lain dibelakang suaminya Tania,"

"Siapa yang menemui laki-laki lain Mas? Itu fitnah Mas, pasti ada yang sengaja ingin membuat hubungan kita berdua retak, katakan siapa yang mengatakan seperti itu?" Tania mulai curiga dan mendesak suaminya.

"Nggak usah banyak alasan Tania, tidak usah menyalahkan orang lain hanya demi menutupi kesalahan kamu sendiri,"

"Jadi kamu lebih mempercayai orang lain dari pada istri kamu sendiri Mas? Katakan saja siapa yang kasih tau kamu kalau aku pergi sama laki-laki? Apa ibu atau Sindi?" Desak Tania lagi,

"bukan,"

Tania tersenyum sinis, dan mulai mencurigai seseorang

"Aku mengerti sekarang, pasti wanita itu," Gumam Tania sembari berlari keluar dari kamar tanpa memperdulikan Raka lagi yang mencoba menahan tangan nya.

"Tania, kamu mau kemana? Aku belum selesai bicara!" Cegah Raka, namun sayang Tania sudah melangkah dengan cepat keluar dari kamar.

Bahkan sekarang Raka menyebut Tania memakai nama nya tanpa embel-embel "Dek" seperti biasanya.

Plak

Plak

"Dasar jal*Ng," Pekik Tania tanpa aba-aba menarik rambut Bella dan menampar nya secara beruntun.

"Apa-apaan kamu!" Teriak Dinda tidak kalah nyaring bahkan wanita paruh baya itu sampai berdiri karena kaget.

Mereka yang tadinya sedang duduk santai bahkan sesekali tertawa cekikikan dibuat kaget dengan kedatangan Tania yang tiba-tiba bahkan sampai menyerang Bella dengan brutal.

"Gil4 kamu Mbak!" Sindi membantu Bella yang jatuh tersungkur kelantai sembari memegangi pipinya.

"Tania, apa-apaan kamu ini?" Bentak Raka, Tania tersenyum sinis mendengar nya.

"Wanita itu memang pantas menerima nya Mas, dia kan yang sudah memfitnah aku dan menghasut kamu?" Berang Tania ujung jari nya menunjuk Bella

"Ma-maksud kamu apa?" Tanya Bella dengan suara terbata

"Nggak usah pura-pura! Kamu kan yang mengatakan kalau tadi siang aku dijemput sama laki-laki kerumah ini?"

"Me-memang benar kan, aku tidak berbohong! Jelas-jelas aku melihat nya sendiri," Jawab Bella lugas

"Oh, jadi benar pelakunya? Padahal tadi aku hanya menggertak saja Lo....Dasar jal4ng murahan!"

Plak

Tania kembali menampar wanita itu dengan keras

"Mas, istri kamu sudah gil4," Sindi masih saja membela Bella begitupun dengan Dinda yang kemudian maju menarik rambut Tania dengan keras.

"Lepas Bu...." Tania mencoba melepas kan pegangan tangan Dinda yang memegang erat rambutnya,

DUG

"Aduh, pinggang ibu." Rintih Dinda yang tiba-tiba jatuh kelantai karena Tania berhasil melepaskan tangan nya. Karena Dinda tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya akhirnya wanita paruh baya itu jatuh begitu saja.

"Tania, apa yang sudah kamu lakukan sama ibu haa?" Raka mendorong bahu Tania membatu ibunya bangun.

"Mas, aku tidak melakukan apapun, ibu jatuh sendiri tadi," Elak Tania membela dirinya sendiri.

"Alasan aja kamu Mbak, pasti kamu sengaja kan melakukan nya karena kamu dendam sama ibu!" Tuduh Sindi, Tania buru-buru menggeleng

"Sindi ambil minum buat ibu, cepetan!" Titah Raka sembari menduduk kan Dinda ke kursi.

"Kamu sudah keterlaluan Tania, aku tidak menyangka demi menutupi kebusukan kamu sendiri kamu rela melukai ibu dan menuduh orang lain memfitnah kamu." Cecar Raka kembali menatap Tania dengan perasaan marah.

"Mas, tadi siang aku memang dijemput sama laki-laki, tapi laki-laki itu Mas Rendra suami nya Ratna sahabat aku! Mas masih ingat kan sama Ratna? Teman aku yang di desa dulu, kami tadi siang pergi bertiga Mas. Tapi Bella sengaja mengarang cerita dan tidak mengatakan yang sebenarnya!" Bella mencoba menjelaskan yang sebenarnya

Raka melihat kearah Bella yang tiba-tiba berubah gugup dan buru-buru menggeleng

"Jadi___

"Jangan percaya Mas, bisa saja kan Mbak Bella bohong, dan malah mengkambing hitamkan Mbak Bella. Mbak Tania itu licik Mas, lihat tadi kan bagaimana dia dengan tega nya mendorong ibu!" Hasut Sindi mencoba mempengaruhi Raka yang dilanda kebingungan.

"Be-benar Mas, aku nggak liat ada perempuan lain selain Mbak Tania di situ! Aku mengatakan yang sebenarnya, nggak mungkin aku berani berbohong." Ucap Bella menyakinkan

"Jangan percaya omongan dia Mas, wanita itu sengaja mau membuat hubungan kita hancur, agar dia bisa mendapatkan hati Mas Raka lagi!" Ujar Tania berharap suami nya percaya

"Diam!!!!!!"

Suara Raka menggelegar, mereka semua sontak terdiam

"Mas,"

"Diam Tania, nggak usah banyak alasan lagi, kamu sudah bikin aku kecewa! Aku muak," Suara Raka terdengar dingin

"Jadi kamu lebih percaya sama mereka Mas, ketimbang sama istri kamu sendiri?" Tanya Tania memastikan dengan jelas.

"Tania, aku mungkin bisa terima atas kesalahan yang kamu perbuat itu, tapi aku tidak menyangka kamu bisa begitu kasar sama ibu aku! Seketika aku jadi ragu kalau selama ini apa yang ibu katakan semuanya benar." Ucap Raka tanpa berani menatap istrinya.

Deg

Jantung Tania terasa berat dan sakit, seperti ada sesuatu benda besar dan tajam yang sedang menekan dadanya saat ini. Benar-benar sakit...

1
Suanti
tania keluar aja dri rmh gugat cerai aja raka biar tau rasa tuh 🤭
Fitrya Alyani: siap kaka😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya tania, jangan lemahh
Fitrya Alyani: benar banget
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
telpon ojek aja bu 🤪
Fitrya Alyani: biar ada alasan ja tuu mertuanya
total 1 replies
Suanti
lain kali tania rekam pki hp semua percakapan bella. dinda. dan ibu biar raka tau ngimna kelakuan ibu terhadap tania 🤭
Fitrya Alyani: benar sekali kak, lain kali lah ya🤭🥰
total 1 replies
Suanti
gitu dong tania harus tegas jgn mau di injak2 sama mereka harus berani melawan jgn melemah 🤭
Fitrya Alyani: jangan mau di injak-injak ya kak🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebaiknya bicara baik-baik dulu ya tania. jangan langsung menuduh suamimu
Fitrya Alyani: jangan gegabah kan, ulat bulu memang bahaya😄😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
usaha yg sia-sia /Facepalm/
Fitrya Alyani: mulai menggatal sama suami orang 🤣🤣
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
cinta boleh Tania, bodoh jangan ya. ajak suami mu untuk pindah
Fitrya Alyani: terkadang cinta memang membuat orang buta😄🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
Raka kalo memang kamu sayang tania, mending kamu minggat aja dah
Fitrya Alyani: setuju....Dari pada terus menderita ya kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kalo udah jahat mah, memang ada saja idenya
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
beri tahu suami mu tania
Fitrya Alyani: percuma, suaminya lemah kalau soal keluarga😄
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya jangan lemah tania. semakin kamu lemah, semakin kamu di siksa
Fitrya Alyani: jahat banget kan
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
mending kamu pakai uang itu untuk cari kontrakan aja
Fitrya Alyani: iya juga😄, tapi Raka nya terlalu memanjakan keluarga nya.
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan lemah tania
Fitrya Alyani: mengalah terus Tania 🥰
total 1 replies
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
makanya di suruh raka.
Fitrya Alyani: Raka nya lembek
total 1 replies
Fitrya Alyani
💪🥰
Fitrya Alyani
🥰💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!