Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 mulai cerewet
Keesokan harinya
Lala yang sedang menyisir rambut nya itu langsung melotot menatap Alex dari pantulan cermin.
" Lala jika sudah selesai keluarlah , aku ingin berpakaian" kata Alex yang masuk keruang ganti hanya memakai handuk yang dililitkan di pinggang nya sehabis mandi .
" Mmmh, ganti aja lah Om lagian Lala belum siap , kan kita juga suami istri " kata Lala yang masih fokus menatap cermin sambil menyisir rambutnya.
" Ini aja Lala belum pakai make up " kata Lala cepat-cepat mengambil toner dan menghapus lagi make up di wajahnya .
Alex membuka lemari dan mengambil beberapa pakaian nya " akkkh, " keluh Lala ketika ujung eyeliner masuk kedalam matanya .
" Lala hati-hati lah , kalau ujung pensil itu masuk ke mata kamu bagaimana?" omel Alex meniup dan juga membersihkan sudat mata Lala .
" Mmmm, iya " kata Lala kembali duduk di kursi depan meja rias .
" Behhhh, gila tubuh Om Alex berotot nya pantas kalau dipangku dia rasanya enak " batin Lala terus memperhatikan tubuh Alex dari kaca dengan berdalih sedang make up .
" Sampai tercucuk mata Lala" batin Lala yang benar-benar tidak bisa menutup mata dan ingin terus melihat tubuh Alex yang berotot itu .
Ini adalah kali pertama Lala melihat Alex tidak pakai baju .
Glukkkkk
" Besarnya" Lala mendadak gigit jari ketika Alex memakai celana dan dia melihat sesuatu .
" Hwaaaa, takut " Lala membayangkan nya lalu berlari keluar ruang ganti tiba-tiba.
" Kenapa lagi gadis nakal itu" bingung Alex melihat Lala yang tiba-tiba berlari keluar .
..............
Di perusahaan.
" Kak Anna mengapa perusahaan ramai sekali hari ini?" pertanyaan Lala yang ikut berdiri dilantai dasar untuk menyambut Presiden direktur.
" Hari ini seluruh pemegang saham akan datang keperusahaan untuk mengikuti RUPS , karena itulah perusahaan sangat ramai " kata Anna menjelaskan.
" Ehhhhh, lihatlah Pak Alex datang bersama Bu Dahlia " kata Anna lagi menatap dengan mata berbinar .
" Dia siapa?" tanya Lala melihat Alex berjalan bersama seorang wanita beserta puluhan bodyguard dibelakang mereka.
" Bu Dahlia juga pemegang saham disini" jelas Bara yang langsung menunduk begitu Pimpinan melewati mereka.
" Apa Bu Dahlia itu sudah punya suami ?" pertanyaan Lala lagi menatap rekan kerjanya dengan penasaran.
" Kenapa bertanya begitu La" Bara tergelak mendengarnya, apa Lala juga sudah terbawa arus seperti semua wanita di kantor ini yang menginginkan Presdir tetap sendiri .
" Bu Dahlia itu cantik , kalau belum bersuami kan cocok sama pak Alex " jawaban logis Lala dengan senyum lebar menatap mereka.
" Dia memang belum menikah , publik sering menjodohkan mereka karena setara dan satu lagi Bu Dahlia pernah beberapa kali bertemu Orang tua pak Alex " kata Anna membayangkan betapa beruntungnya Dahlia .
" Ibu " melek Lala .
" Ya , pak Alex memang memanggil ibu bukan Mama " kata Anna .
" Ihhhh, bukan itu aku hanya teringat ibuku " kata Lala segera pergi .
.............
Tok
Tok
" Ehhhh, selamat siang Nyonya kecil " sapa pelayan dirumah utama begitu melihat Lala datang .
" Apa Ibu ada dirumah?" pertanyaan Lala yang diangguki pelayan itu.
" Ayo , silahkan masuk " Lala mengikuti pelayan itu kedalam sambil menengok-nengok karena ini adalah kali pertama Lala datang kerumah orang tua Alex .
" Lala" Ibu dan Ayah menghampiri Lala begitu di panggil pelayan .
" Ibu , Ayah " kata Lala memeluk mereka berdua dengan ceria .
" Lala kenapa datang tidak mengabari , tau begitu Ibu masak buat kamu " ucap Ibu memeluk Lala dengan hangat .
" Ibu tidak perlu repot-repot, Lala udah makan kok " kata Lala duduk bersama orang tua Alex .
" Dimana Alex nak? Mengapa datang sendirian, dia tidak mengantarmu ?" pertanyaan Ayah yang khawatir hubungan Lala dan Alex tidak berjalan baik .
" Dia masih di kantor Yah, habis ini Lala mau kesana " kata Lala meminum beberapa teguk teh yang di buatkan pelayan .
" Ibu tadi Lala ke mall dan lihat gelang bagus , Lala beliin juga untuk Ibu " kata Lala mengeluarkan kotak perhiasan dari salah satu paper bag nya .
Lala memasangkan gelang itu di tangan Ibu dengan excited karena reaksi ibu juga sangat senang .
" Lala ini sangat bagus , terimakasih" senang Ibu dengan terharu tidak menyangka akan dibelikan Lala gelang seindah ini .
" Kamu tidak membelikan Ayah juga?" pertanyaan Ayah menatap Lala .
" Ayah juga mau gelang?" pertanyaan Lala dengan polos yang membuat ibu langsung tertawa .
" Ehhhh, ini Lala juga beliin Ayah hadiah " kata Lala memberikan satu paper bag pada Ayah .
" Dan Ini makanan siang untuk Ayah dan Ibu, Lala nggak bisa lama karena harus ngantar makanan ini untuk Alex " kata Lala karena bagaimanapun Lala hanya izin 1 jam di kantor tadi .
" Kenapa buru-buru sih nak , udah nanti Ayah suruh aja Alex makan diluar biar kamu bisa main disini dulu " kata Ayah akan menelfon Alex .
" Tidak Ayah, lain kali aku akan datang bersama Alex dan akan main lebih lama tapi untuk sekarang Lala harus mengantar makanan untuk nya , dia kalau sudah sibuk bekerja sering lupa makan jadi Lala mengantarkan makanan setiap hari untuk nya " kata Lala yang membuat kedua orang tua Alex tersenyum.
" Baiklah nak, hati-hati pulangnya, janji ya nanti kesini lagi " kata Ibu yang diangguki Lala .
Setelah berpamitan Lala buru-buru kembali ke kantor karena sudah kepepet dari waktu izin nya .
............
" Huhhhh, Huhhh, 3 menit lagi " kata Lala segera berlari menuju ruangan nya karena takut telat.
" Ehhhh " kaget Lala yang sebenarnya tidak terlambat hanya saja divisi teknik tiba-tiba banyak orang bahkan ada Alex juga didalam .
" Se, selamat siang , pak Alex " sapa Lala ketika Alex terus menatapnya begitupun semua orang .
" Dari mana?" tanya Alex yang sudah mencari bahkan menunggu Lala sejak 40 menit yang lalu .
" Da, dari luar Pak" jawab Lala menatap orang-orang disekelilingnya yang menunduk takut .
" Bisa-bisanya keluar tanpa izin " kata Alex menatap Lala tajam , Alex menjadi sangat khawatir ketika Lala pergi namun meninggalkan ponsel nya hingga Alex tidak bisa tau dimana keberadaan nya .
" Lala kan udah izin sama kepala divisi sebelumnya pak " kata Lala yang mengikuti prosedur perusahaan tidak melanggar sama sekali .
" Mulai hari ini divisi teknik jika ada karyawan yang ingin izin untuk keperluan apapun , izin padaku " tegas Alex .
" Baik Pak " kata mereka mengangguk patuh .
" Kalian semua kembalilah bekerja " ucap Alex .
" Lala kamu datang keruangan saya untuk perbaiki beberapa sistem dan fitur aplikasi baru yang dirancang Asisten Rey " ucap Alex .
" Baik Pak " kata Lala meletakkan kunci mobilnya diatas meja lalu berjalan mengikuti Alex menuju ruangan nya .
" Dari mana?" pertanyaan Alex ketika mereka berada di lift.
" Dari luar?" jawab Lala berdiri sedikit menjauh dari Alex .
" Aku tanya dari mana? Ketemu siapa?, mengapa meninggalkan kantor di jam operasional? ada urusan apa? Mengapa tidak izin padaku dulu " pertanyaan beruntun Alex namun poin yang paling penting adalah pertanyaan terakhir .
" Om kok jadi cerewet sih ?"
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄