NovelToon NovelToon
Menikahi Kakak Pacarku

Menikahi Kakak Pacarku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: tayanlee

Salam dari author untuk pembaca 😊✨🙏

Putri Adelia yang biasa di panggil adel, usianya kini menginjak 24 tahun. Dia menjalani kisah cinta yang romantis dan begitu membuat iri orang-orang.

Kisah cintanya dengan devan alvano begitu indah dan tampak sempurna di mata siapa pun yang melihatnya.

Devan adalah sosok pria yang hampir tidak memiliki celah—tampan, mapan, dan selalu bersikap lembut pada Adel. Di hadapannya, Devan seperti pria yang hanya hidup untuk mencintai satu wanita.

Tapi tiba-tiba semuanya runtuh ayah adel memutuskan untuk menjodohkan nya dengan kakak Devan, yaitu Lucas yang usianya sudah 36 tahun terpaut jauh dari usia adel.

HEHEH SEMOGA SUKA YA SAMA NOVEL AKU 🙏😁✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tayanlee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23.

Rena melihat Adel yang baru saja keluar dari kamar, tampak Ia bersemangat.

" Susah siap nona " tanya Rena sopan.

" siap "

" apa aku sudah cantik? " tanya Adel.

Rena mengangguk pelan, Ia mengangkat dua ibu jarinya, menunjukkan bahwa Adel terlihat sempurna.

" Eh.. tunggu sebentar, aku belum izin " ucap Adel, Ia pun mengambil ponsel nya dari tas, lalu mengirim pesan singkat ke nomor Lucas.

Pesan:

' Aku pergi keluar bersama Rena ' pesan Adel.

tak lama ponsel Adel berbunyi, notif pesan.

' jangan pulang malam, kirim foto agar aku tahu di mana kamu berada ' tegas, kaku.

" Hah.... " Adel terkejut, Ia mengerutkan keningnya, jari nya yang lincah mulai mengetik pesan untuk Lucas.

' apa kau berniat untuk mengawasiku ' tanya Adel dalam pesannya.

' tidak, ' jawab Lucas singkat.

Adel menggerutu kesal dengan jawaban singkat Lucas.

' lalu, untuk apa aku harus mengirim foto? '

' untuk memastikan kamu tidak melakukan sesuatu yang aneh'

' memangnya aku anak kecil yang harus di awasi ' jawab Adel kesal, jari nya bahkan menekan ponsel dengan kuat.

' bukan, aku hanya ingin memastikan saja apa itu salah ' balas Lucas.

' emangnya kamu siapa? pa-pa aku, '

Adel menatap layar ponsel nya, emosinya mulai naik, jari nya mengetik cepat, akhirnya pesan itu terkirim.

Beberapa detik hening, lalu tak lama ponsel Adel berbunyi lagi, notif pesan berbunyi dan Adel Langsung membukanya tanpa pikir panjang.

' suamimu ' singkat, padat, dan jelas entah kenapa sedikit menekan.

Adel terdiam untuk beberapa detik dia menatap layar ponsel nya tanpa bergerak, nafasnya tertahan sebentar lalu mengendus pelan.

" ih... nyebelin banget sih jadi orang " gumam Adel.

Ada sesuatu dari jawaban itu, yang membuatnya tidak bisa langsung menjawabnya dengan mudah.

Rena yang sejak tadi berdiri di samping Adel hanya diam, tapi matanya menangkap perubahan kecil dari wajah Adel.

" nona...? " panggil Rena pelan.

Adel langsung mengalihkan pandangannya, ponsel nya ia masukan ke dalam tas, dia tidak berniat untuk menjawab pesan Lucas.

" Sudahlah malas aku balas dia " ucap Adel cepat berusaha untuk terdengar santai.

Rena tersenyum tipis.

" jadi kita lanjut? " tanya Rena.

" iya, ayo... sebelum aku berubah pikiran " jawab Adel, dengan nada kesal.

***

* Di sisi lain mike berdiri di depan Lucas dengan tablet di tangannya.

" tuan, nona Adel sudah keluar bersama Rena " lapor mike.

Lucas tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

" ikuti " perintah Lucas.

" sudah tuan " jawab cepat mike.

***

* Sementara itu Adel turun dari mobil dengan mata yang berbinar melihat deretan toko di depannya.

" Akhirnya... " ucap Adel pelan dengan senyum lebar.

" aku tidak sabar untuk menghabiskan uangnya " ucap Adel.

" ayo ren, kita masuk " ajak Adel, merekapun masuk kedalam.

Adel mengajak Rena masuk ke salah satu toko hill's yang cukup terkenal, dengan senyum lebar.

Rena mengikuti Adel dari belakang, tatapannya mengikuti gerakan wanita itu yang terlihat sangat antusias.

Adel duduk di kursi empuk, matanya berbinar melihat deretan heels yang tersusun rapi di depannya berbagai model, warna dan desain yang elegant.

" Ini pertama kalinya aku keluar setelah hari itu " ucap Adel dengan senyum lebar, tangannya mulai menujuk beberapa pasang heels.

Seorang pegawai toko segera menghampiri Adel dengan senyum profesional.

" ada yang bisa saya bantu nona " tanyanya sopan dan senyum ramah.

" aku mau ini,.... ini sama ini " Adel menunjuk tiga heels sekaligus.

Rena berdiri di sampingnya sedikit tersenyum.

" Sepertinya nona sangat senang keluar " ucap Rena pelan.

 " iya,... aku tidak ingin mengurung diri di apartemen " Jawa Adel pelan.

Tidak lama pegawai toko kembali dengan membawa tiga kotak di tangannya.

Adel membuka satu per satu lalu mulai mencobanya, Ia berdiri melangkah pelan di dengan cermin besar.

tok...tok... tok

Suara heels menggema lembut, Adel berhenti menatap dirinya di cermin, untuk sesaat senyumannya memudar, bayangan dirinya di cermin terasa sangat asing.

Cantik, elegant, tapi...bukan dirinya yang dulu, bukan Adel yang tertawa bebas bersama Devan, tiba-tiba saja wajah Devan muncul.

Rena menyadari perubahan di wajah Adel, Ia mendekat.

" nona sepatunya cantik " ucap Rena pelan, dengan senyum tipis.

Adel tidak langsung menjawabnya, Ia menurunkan pandangannya ke bawah dan memperhatikan heels yang dia pakai.

" Cantik " gumam Adel.

Lalu Ia kembali tersenyum lebar, pandangannya di angkat menatap dirinya di cermin.

" Sangat cantik " ucap Adel.

" Ya udah deh, aku ambil semuanya " ucap Adel.

" semuanya nona? " tanya Rena sedikit terkejut.

Adel mengangguk pelan, dengan senyum manis di bibirnya.

" iya semuanya, agar aku bisa puas " jawab Adel.

Pegawai toko terlihat sangat bersemangat, Ia tersenyum tipis.

" tolong bungkus semuanya " pinta Adel.

" baik " jawab pegawai toko dengan sopan.

Adel berjalan menuju kasir, Ia menyerahkan kartu hitam yang di berikannya padanya, dengan senyum lebar dan puas.

" aku bayar pake ini " ucap Adel, Ia menyerahkan kartu itu pada pelayan.

" baik " jawabnya sopan dengan senyum formal, transaksi berlangsung cepat.

* Setelah mengunjungi beberapa toko, Adel merasa seperti hidup kembali, kini kedua tangannya penuh oleh kantung belanjaan, belum lagi Rena yang juga menenteng beberapa paperback.

Adel melangkah santai menyusuri koridor mall, lampu-lampu terang, suara ramai, dan hiruk pikuk di sekelilingnya.

" Ren kita kemana lagi ya? " tanya Adel, matanya masih berkeliling penuh rasa ingin tahu.

" Mungkin kita bisa ke kafe dulu nona, istirahat dulu sebelum lanjut " usul Rena.

" ide bagus, aku juga merasa capek " ucap Adel, dengan senyum lebar Adel dan Rena pergi mencari kafe.

* Tak lama Adel dan Rena masuk ke sebuah kafe, Adel menarik kursi lalu duduk di sana.

Aroma kopi dan roti panggang memenuhi udara, Adel duduk di dekat jendela menatap ke luar sambil menopang dagunya.

Adel duduk diam, tidak bicara, tidak tersenyum lebar seperti tadi, tiba-tiba saja Ia merasa hampa meskipun sudah berbelanja menghabiskan uang suaminya.

Rena memperhatikan dari sebrang meja.

" nona kenapa diam aja..?" tanya Rena.

Adel tidak langsung menjawabnya, matanya masih menatap orang-orang yang berlalu-lalang.

" ramai ya.... " ucap Adel pelan.

" tapi... kenapa aku merasa sendiri? " kalimat itu keluar begitu saja tanpa di tahan.

Rena terdiam, Ia juga menatap keluar mengikuti arah pandangan Adel.

" kadang... ramai atau tidaknya tempat...bukan itu yang menentukan perasaan kita nona "ucap Rena lembut.

Adel tersenyum tipis.

" iya mungkin " ucap Adel.

Pelayan datang meletakkan minuman yang di pesan di meja.

Adel menoleh ke arah Rena.

" Ren, menurut kamu... seseorang bisa benar-benar melupakan orang yang dia cintai? " tanya Adel tiba-tiba.

Rena terdiam sejenak, Ia sedikit terkejut dengan pertanyaan Adel yang tiba-tiba, Ia menatap mata Adel dalam.

" saya tidak tahu pasti nona... "

" tapi... mungkin bukan melupakan, melainkan belajar hidup tanpa dia " jawab Rena hati-hati.

Kalimat itu membuat Adel sadar, tapi juga menyakitkan.

* Adel menikmati kopi dan roti yang Ia pesan.

Bunyi bel pintu kaca yang ada di kafe berbunyi menandakan bahwa ada pelanggan yang datang, Adel tidak menghiraukannya, tapi saat dia mendengar suara yang tidak asing, Adel segera menoleh ke arahnya.

" kita bisa bicarakan bisnis nanti, lebih baik kita isi tenaga kita dulu " ucap pria patuh baya.

Adel membeku, cangkir kopi yang hampir menyentuh bibirnya berhenti di udara, matanya menatap lurus ke arah pintu, tepat pada sosok pria yang baru saja masuk.

1
KIM TAMIE
Kira2 Lucas bakalan kaut juga ga ya gendong ala ala2 karung beras seperti Adel. Secara berat badanku hampir 2 karung beras 50kgan 🤣🤣🤣🤣
Estella🍂: Kak heh😭🤣🤣😭😭
total 1 replies
KIM TAMIE
hati2 Del..kayanya Rangga ngincer laki lu tuh
KIM TAMIE
Cieeeeeee....yg udah mulai posesif.
Lucas so sweet banget.
Duuuh..aku ikut baper nih 🤭🤭
Shabrina Darsih
wkwkwkwkwk
adel adel jd Salting 😀
KIM TAMIE
jangan bikin mereka cepet2 akur dulu thor..mereka ber2 nih lagi lucu2nya.
Nagih banget ceritanya thor...jadi candu nih
KIM TAMIE
Adel kamu tau ga???
kasus kita beda tipis, 11 12 triliyun lah kira2 🤭
Kl km merasa dilecehkan suamimu, aku justru diperkosa suamiku sendiri Del, ingat DIPERKOSA..dan anehnya aku selalu minta lagi dan lagi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
KIM TAMIE
Jangan buru2 dibikin bucin ya thor, biarkan begini dulu.
Biar reader kegemesan sama kisah mereka ber2 😉
KIM TAMIE
Del...kita tuker posisi aja kl elu ga mau dipeluk Lucas.
suer gue ikhlas 🤣🤣
Sals
kasihan banget Lucas, harusnya adel juga patuh bukan ngelawan atau judes terus ke lucas
KIM TAMIE: Lucasnya juga kurang tegas, walaupun belum ada cinta, tapi yg namaya bini adalah tanggung jawab suami. Ini bininya sering diganggu Devan, eh Lucasnya diem2 bae.
total 1 replies
KIM TAMIE
Duh gemes jadi pengen nyantet Decan.
ote beli menyan ah 🛵🛵
Estella🍂: 😭😭😭😭😭😭
total 3 replies
KIM TAMIE
jangan2 adik ipar bikin lagi....duh gemesnya
KIM TAMIE
Hayoloh Deeeel....panik ga tuh 🤭🤭🤭🤭.

Bikin dia bunting Lucas, buktikan kl tongkat saktimu ga cuma bisa dipake pipis doang 😂😂😂
Reni Anjarwani
lanjut thor semoga segera ada cinta diantara mereka
lov_e
ih gemes deh ma mereka🤣🤭
KIM TAMIE: hooh ikutan gemes ya 😄
total 1 replies
KIM TAMIE
READER: cieeeee yg udah mulai ada getaran cintaaaaa, dag dig derrrr rasanya 😄
aaaaah...Reader juga ikutan seneng nih
KIM TAMIE
Del dengerin petuah gue baik2 ya Del.
Tak semua sakit sembuh dengan obat, apalagi kl udah berkeluarga, sedikit ADEGAN biasanya malah ampuh menyembuhkan penyakit.
Laki lo sakit coz dia kecapean nahan....lu tau khan apa yg gue maksud 😁😁
lov_e
lanjut thor🙏🤭
KIM TAMIE
rawat laki lu baek2 Del.
atau ga aku rebut nih laki lu 😂😂😂😂😂
Estella🍂: awas nnt ada yg cemburu🤣
total 1 replies
KIM TAMIE
Cie cieeeeeeeee....yang mulai tumbuh benih2 cintaaaa 💜💜💜
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!