NovelToon NovelToon
SURAT DARI BATAVIA

SURAT DARI BATAVIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Melalui surat-surat yang melintasi waktu 94 tahun, cinta tumbuh di antara dua orang yang tidak mungkin bersatu. Alina jatuh cinta pada keberanian Arya, dan Arya jatuh cinta pada harapan yang dibawa Alina.
​Namun, sejarah mencatat bahwa Arya dijadwalkan untuk dieksekusi mati dalam waktu tiga bulan. Alina bertekad mengubah takdir itu. Dengan pengetahuan sejarahnya, ia mencoba menuntun Arya menghindari maut. Tetapi, setiap huruf yang ia ketik untuk mengubah masa lalu, mulai mengacaukan realitas masa kini.
​Di tengah ancaman marsose Belanda di tahun 1930 dan memudarnya ingatan sejarah di tahun 2024, Alina dan Arya harus memilih: Menyelamatkan nyawa satu sama lain, atau menyelamatkan kemerdekaan bangsa yang mereka cintai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Salam Perpisahan

20 Desember 1930. Pukul 16.00 waktu Batavia.

Kamar Kos Gang Kenari.

Hujan deras mengguyur Jakarta sore itu. Arya sedang menjahit kantong darah palsu ke dalam kemeja putih bekas yang akan dia pakai di "hari H", ketika pintu kamarnya diketuk pelan.

TOK. TOK.

Ketukannya ragu-ragu. Lembut.

Arya buru-buru menyembunyikan kemeja dan kantong darah itu di bawah kolong tempat tidur.

"Siapa?"

"Sarsinah, Mas."

Jantung Arya mencelos. Dia membuka pintu.

Di sana, berdiri Sarsinah. Dia basah kuyup meski membawa payung. Kebayanya yang sederhana basah di bagian bawah. Wajahnya yang ayu khas perempuan Jawa terlihat sembab dan pucat. Di tangannya, dia memegang bungkusan kain batik.

"Sarsinah? Kenapa hujan-hujanan? Masuk," kata Arya, membiarkan pintu terbuka lebar agar tidak menimbulkan fitnah tetangga.

Sarsinah masuk, tapi tidak duduk. Dia berdiri mematung di tengah kamar yang berantakan itu. Matanya menyapu sekeliling, seolah merekam setiap detail kamar Arya untuk terakhir kalinya.

"Ada apa? Ibumu sakit?" tanya Arya khawatir.

Sarsinah menggeleng. Dia meletakkan bungkusan kain itu di meja, tepat di samping mesin tik.

"Ini... jarik baru buat Mas Arya. Saya batik sendiri dua bulan ini. Motif Sido Mukti. Biar Mas Arya bahagia dan mulia."

Suara Sarsinah bergetar.

Arya menatap kain batik itu. Sido Mukti. Motif yang biasanya dipakai pengantin.

"Terima kasih, Nah. Bagus sekali. Tapi kenapa kau menangis?"

Sarsinah menatap Arya. Air matanya tumpah.

"Mas... Mas mau pergi ya?"

Arya terdiam. "Pergi ke mana? Aku di sini."

"Jangan bohong, Mas," isak Sarsinah. "Semalam saya mimpi. Saya mimpi Mas Arya hanyut di sungai keruh. Saya panggil-panggil, Mas nggak nengok. Mas malah berenang menjauh ke laut."

Arya merinding. Firasat orang yang mencintai kadang lebih tajam dari intelijen Belanda.

"Itu cuma mimpi, Nah," elak Arya, suaranya parau.

"Bukan cuma mimpi. Mas Arya berubah. Mas nggak pernah lagi main ke rumah Ibu. Mas kelihatan... jauh. Kayak orang yang siap-siap pamit."

Sarsinah maju selangkah, memberanikan diri memegang lengan Arya—lengan yang ada bekas luka sabetan goloknya.

"Mas, kalau Mas ada masalah sama polisi... kita pulang ke desa saja ya? Ke Wonosari. Kita bertani di sana. Lupakan politik. Lupakan koran. Lupakan Batavia."

Tawaran itu terdengar begitu menggoda. Hidup tenang. Bertani. Menua bersama wanita yang tulus mencintainya. Jauh dari Van Heutz. Jauh dari kematian.

Tapi Arya tahu dia tidak bisa. Jiwanya sudah terikat pada dua hal: Kemerdekaan Indonesia, dan Alina di masa depan.

Dan demi menyelamatkan nyawanya sendiri, dia harus "mati". Yang artinya, dia harus meninggalkan Sarsinah.

Arya melepaskan tangan Sarsinah perlahan. Dia harus kejam. Dia harus membuat Sarsinah membencinya, atau setidaknya merelakannya, agar wanita ini tidak menderita menunggu mayat yang tak pernah pulang.

"Aku nggak bisa pulang ke desa, Nah," kata Arya dingin. "Duniaku di sini. Perjuanganku di sini."

"Tapi nyawa Mas terancam!"

"Itu risiko. Dan jujur saja, Nah..." Arya menatap mata Sarsinah, memaksakan kebohongan paling menyakitkan. "Aku nggak cocok sama kehidupan desa. Dan mungkin... kita memang nggak cocok."

Wajah Sarsinah pucat pasi, seolah ditampar.

"Maksud Mas?"

"Kamu pantas dapat laki-laki yang bisa kasih kamu rasa aman. Yang bisa nemenin kamu tiap hari. Bukan buronan kayak aku." Arya memalingkan wajah. "Lupakan aku, Sarsinah. Cari laki-laki lain. Jangan tunggu aku."

Sarsinah mundur selangkah. Bibirnya gemetar hebat.

"Mas Arya ngusir saya?"

"Aku membebaskanmu."

Hening yang menyakitkan. Hanya suara hujan yang menghantam atap seng.

Sarsinah menghapus air matanya kasar. Harga dirinya sebagai wanita terluka, tapi cintanya masih tersisa.

"Baik kalau itu mau Mas," bisik Sarsinah. "Tapi kain ini... tolong disimpan. Dipakai atau dibuang terserah Mas. Tapi ini doa saya buat keselamatan Mas."

Sarsinah berbalik dan berlari keluar menembus hujan.

Arya berdiri mematung di pintu sampai bayangan Sarsinah hilang di tikungan gang.

Lutut Arya lemas. Dia merosot duduk di lantai, menyandarkan punggungnya ke pintu. Dadanya sesak bukan main. Dia baru saja menghancurkan hati orang paling tulus dalam hidupnya demi sebuah skenario bertahan hidup.

Dia menatap kain batik Sido Mukti di meja. Motif harapan kebahagiaan yang kini terasa seperti kain kafan.

Arya menyeret tubuhnya ke mesin tik. Dia butuh Alina.

> Alina...

> Sarsinah baru saja pergi.

> Saya mengusirnya.

> Saya bilang padanya untuk melupakan saya.

> Ya Tuhan, Alina... rasanya sakit sekali.

> Saya jahat, kan?

>

20 Desember 2024. Pukul 16.30 WIB.

Alina membaca curahan hati Arya dengan air mata bercucuran. Dia bisa merasakan betapa hancurnya hati Arya.

Dan Alina juga merasa bersalah. Secara tidak langsung, dialah penyebab perpisahan ini. Kehadiran Alina membuat Arya tidak bisa mencintai Sarsinah sepenuhnya. Rencana "kematian palsu" ini memaksa Arya memutus semua tali silaturahmi.

> Kau tidak jahat, Arya.

> Kau melakukan apa yang harus dilakukan.

> Kalau kau tidak melepasnya sekarang, dia akan menderita seumur hidup menunggu kabar "suami yang hilang".

> Dengan begini, dia akan sakit hati sebentar, lalu dia akan bangkit. Dia akan menikah dengan pria lain, punya anak, dan hidup bahagia sampai tua.

> Kau memberinya kesempatan untuk hidup normal. Itu bentuk cinta tertinggi.

>

Di Batavia, Arya membaca kata-kata itu.

> Benarkah dia akan bahagia?

> Alina, tolong cek sejarah. Apa ada catatan tentang Sarsinah?

> Saya perlu tahu dia baik-baik saja di masa depan.

>

Alina segera mencari. Nama "Sarsinah" terlalu umum. Tapi dia mencoba mencari silsilah keluarga Arya (yang asli).

Tidak ada catatan pernikahan Raden Mas Arya. Tentu saja, karena dia "mati muda".

Tapi Alina mencari data sensus penduduk lama atau catatan keluarga kerabat Arya di Wonosari.

Dia menemukan sebuah blog genealogi keluarga bangsawan Jogja. Di sana ada catatan kaki kecil tentang kerabat jauh.

"Sarsinah (1910-1985). Menikah dengan seorang guru desa pada tahun 1934. Memiliki 5 orang anak dan 12 cucu. Meninggal dengan tenang di usia sepuh."

Alina tersenyum lega.

> Dia akan bahagia, Arya.

> Empat tahun lagi, dia akan menikah dengan seorang guru. Dia punya 5 anak. Dia hidup sampai tua, dikelilingi cucu-cucunya.

> Keputusanmu hari ini menyelamatkan masa depannya.

>

Arya menghembuskan napas lega yang panjang. Beban berat di dadanya terangkat sedikit.

> Syukurlah. Terima kasih, Alina.

> Sekarang saya bisa fokus.

> Tinggal 11 hari lagi.

> Kain batik ini... akan saya pakai di hari terakhir saya. Sebagai penghormatan terakhir untuk masa lalu saya.

>

> Pakailah. Itu doa pelindung.

> Sekarang istirahatlah, Arya. Latihan napasnya libur dulu hari ini. Hatimu butuh napas juga.

>

Arya menutup matanya. Dia memeluk kain batik pemberian Sarsinah, tapi pikirannya melayang ke Alina di masa depan.

Dia sudah membakar jembatan di belakangnya. Tidak ada jalan kembali ke desa. Tidak ada jalan kembali ke kehidupan normal.

Satu-satunya jalan adalah terjun ke muara Ancol, tenggelam, dan muncul kembali sebagai orang asing tanpa nama.

"Tunggu saya, Alina," bisik Arya dalam gelap. "Saya akan bertahan hidup untukmu."

...****************...

...Bersambung... ...

...Terima kasih telah membaca📖 ...

...Jangan lupa bantu like komen dan share❣️...

...****************...

1
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Duhh ....berat nian mempertahankan rasa dan hidup seolah dipermainkan takdir.
Nyawa seolah dalam genggaman penjahat.
Damai sekejap, lepas beban berat
tapi belati dan peluru kembali mengintai.
Jika cinta butuh pengorbanan,semua telah berkorban.
Mengalah
Melepaskan
Merelakan dalam keikhlasan.

Bertahan walau hidup serasa di parit busuk.
Melindungi sekeping hati dari duka.

Menjaga dan mencoba memperpanjang kontrak hidup
mati-matian mencari jalan keluar
Pontang- panting dengan akses masa depan yang canggih

semoga kali ini bisa lolos lagi dari si mata satu
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Semoga sesuai perkiraan polisi tidak "curiga"
mau marah ke orang yang sedang kasmaran itu kog yo ndak tega😄.
cinta kadang membuat orang bodoh dan ahh ...sudahlah.
Sarsinah, terimakasih berkat kenekatanmu mesin itu kembali bertemu pemiliknya.

Bagaimana rasanya jika nanti kamu ikut membaca semua kata cinta Arya untuk Alina?
mungkin nanti ini jalan keluar terbaik, meski harus babak belur hatimu Sarsinah.
Lanjutkan sejarah bahwa kau bahagia dengan Sudiro, punya putra putri dan cucu.
Yakinlah kebahagiaan itu di ciptakan sarsinah ,bukan datang sendiri.
doktrin dirimu, doktrin otakmu bahwa kau akan bahagia meski awal berlayar akan banyak ombaknya
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Masa lalu yang berontak terhadap masa depan.
masa lalu yang tua tak mau mengalah begitu saja.
masa depan yang muda ngotot mempertahankan sesuatu yang ghoib.
Cinta memang suatu kekuatan maha dahsyat.
Beruntungnya Arya di cintai dua wanita cerdas di masanya.
Atas dasar cinta ,tindakan kecil menimbulkan kecerobohan.
kecurigaan dan rasa yang masih membara mencoba mencari jawaban.
Semoga perang rasa ini ,tidak membunuh ketiganya dalam kehampaan .
kehancuran dan terbongkarnya kedok "mati" ala Arya dan di sutradarai Alina🤣
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
bagus, buat kalian yang suka baca buku ini rekomendasi bagus.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
gantian sarsinah yg cemburu
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Waduh pertarungan versi 1931 dan masa depan... disini kayak Alina bisa merubah yang terjadi di tahun itu atau antisipasi mungkin dari catatan masa depannya.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
Sedikit saya udah bisa menangkap alur ini cerita Arya Alina ini. saya penasaran jadi lanjut lgi ya kak👍
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Wahh, ....sarsinah auto terlonjak kaget,takut dan rasa tak percaya🤭.

hayooo kira2 dengan cara apa supaya alur sejarah tidak berubah drastis dan masih berjalan di rel yang benar.



kerinduan yang terasa hendak berkarat.
naluri perempuan yang kadang terkesan hebat.
Yang tercinta ,susah payah menyembunyikan identitas.
Yang mencinta kalang kabut mencari cara untuk bisa berkomunikasi.
Bertemu dengan beban yang mencuat
rindu yang terpaksa di padam kan ,demi sebuah hati yang lain.
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
Oohhhoooiii ....ingin membolak balik sejarah ,namun semua berjalan tak sesuai keinginan.
kerumitan baru segera muncul ,apakah alina rela memberitahu sarsinah bahwa arya masih hidup??
menunggu kelanjutannya thor
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
aduh rumit rumit wes kna Remington 😁
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
padahal nggak nyata tapi sakitnya kayak nyata ya Alina.
Ai Emy Ningrum
bagus bnget ceritanya..breath taking story..
Ai Emy Ningrum: /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
apakah akan see Arya again😁
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
perempuan itu sungguh kuat ,teguh dan berani, meski terluka dan butuh waktu untuk membalut nya ,tapi hidupnya akan selalu baik2 saja.
hidup berjalan sesuai realita, menikah ,punya anak cucu dan bahagia di usia senja adalah impian semua makhluk hidup, termasuk Arya sekalipun mungkin tak dapat bersama .
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
semakin menarik next kaka
tanty rahayu: siap ka 😍😍😍
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
lanjut kaTant
tanty rahayu: tencuhh loh ka mampir lagi
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
menjemput kematian rancangan sendiri....
bagaimana jadinya kalau ,si mata satu tidak membunuh dengan menembak? tapi menikam dengan belati tajam dan berkarat? terjadi tetanus justru akan efektif mencabut nyawa ...
Meski rumit tapi semangat lah mengobrak abrik takdir yang coba kalian lawan. ..
semoga takdir mau berbaik hati ,membelokkan sekian detik nasib Raden mas Arya ...
dan jalinan lintas dimensi ini ikut abadi di abad beda
tanty rahayu: iya juga ya... 🤭
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
di saat dua orang cerdas bersatu walaupun berbeda tahun
🍒⃞⃟🦅 𝐀⃝🥀 B3NassIR🪡
sejatinya cinta
rasa takut kehilangan itu wajar adanya
hari2 kosong ,tiba-tiba terisi dan ketika akan habis masa nya ,maka hati lah yang bicara
tak peduli logika diantara ada dan tiada tapi kau terasa nyata.
salah kah jika ada harapan untuk bisa bersama, walau itu mustahil
Semua memenuhi rongga dada ,hingga sesak mendera
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
atas nama cinta tidak ada yg salah klo harus mengakui nya Alina 🥲
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!