NovelToon NovelToon
Legenda Api Yang Menghilang

Legenda Api Yang Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:567
Nilai: 5
Nama Author: Absonen

Di masa lalu, dunia pernah diselamatkan oleh para Grandmaster penyihir terkuat dari berbagai kerajaan yang menguasai elemen alam.
Di antara mereka, satu nama berdiri di puncak: Shiranui Akihara, Grandmaster Api dari Kerajaan Solvaria.
Setelah memimpin perang besar melawan pasukan iblis dan membawa kemenangan bagi umat manusia, ia tiba-tiba menghilang. Dunia percaya sang legenda telah gugur.
Namun kenyataannya, Akihara masih hidup.
Kini ia bersembunyi di sebuah desa terpencil, menjalani kehidupan damai sebagai orang biasa, berusaha meninggalkan masa lalu yang penuh perang dan kehilangan.
Tetapi kedamaian itu mulai runtuh ketika legenda tentang Neraka Iblis kembali muncul.
Raja Iblis Argiel Lucifer dikabarkan bangkit kembali, ditemani oleh sosok misterius bernama Railer Zernaldha.
Bersamaan dengan kebangkitan Tujuh Dosa Besar, dunia kembali berada di ambang kehancuran.
Kini Akihara harus memilih:
tetap hidup sebagai manusia biasa…
atau kembali menjadi legenda yang pernah menyelamatkan 🌏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Absonen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23 [Mata di Kegelapan]

Kapak itu turun.

Udara terbelah sebelum logamnya benar-benar menyentuh apa pun.

Namun satu langkah kecil…

cukup.

Tubuh Shiranui Akihara bergeser tipis ke samping.

Nyaris.

Sangat nyaris.

CRASH.

Tanah di tempat ia berdiri sebelumnya pecah.

Kayu lantai penginapan hancur.

Akihara tidak membalas.

Belum.

Matanya tajam.

Tubuhnya rendah.

Tanpa pedang.

Dan di depannya

Seekor Orc raksasa.

Tinggi, berat, membawa kapak sebesar tubuh manusia.

Namun yang membuatnya berbeda…

Kosong.

Tidak ada mana.

Tidak ada aura.

Seperti bayangan yang dipaksa memiliki bentuk.

“…aneh.”

Akihara berbisik pelan.

Orc itu tidak menjawab.

Tentu saja.

Ia hanya bergerak lagi.

Lebih cepat.

Lebih brutal.

Kapak berayun horizontal.

Akihara menunduk.

Angin dari tebasan itu melewati kepalanya.

Ia langsung masuk ke jarak dekat.

Tinju.

THUD.

Menghantam perut Orc itu.

Namun

Tidak ada reaksi.

Tidak ada napas terhenti.

Tidak ada rasa sakit.

Seolah ia memukul batu.

“…bukan makhluk hidup.”

Orc itu langsung membalas.

Siku besar mengarah ke kepala.

Akihara menahan dengan lengan.

CRACK.

Tekanan berat menghantam.

Namun ia tetap berdiri.

Matanya menyipit.

“Kalau begitu…”

Api kecil mulai muncul di telapak tangannya.

Namun sebelum ia melanjutkan

Pintu terbuka keras.

Liora Raizen keluar.

Napasnya cepat.

Matanya langsung menangkap situasi.

“…Akihara!”

Ia melihat Orc itu.

Dan tanpa ragu

Tangannya terangkat.

CRACK.

Petir menyambar.

Kilatan terang membelah malam.

Serangan itu mengenai Orc tersebut.

Namun

Efeknya…

Aneh.

Tubuh Orc itu sedikit tersentak.

Namun tidak terbakar.

Tidak rusak.

“…tidak efektif?”

Liora bergumam.

Akihara tidak menoleh.

“Dia kosong.”

Liora mengerti.

Dalam satu detik.

“…jadi ini…”

Sama seperti di Hinomura.

Mereka tidak perlu bicara lagi.

Orc itu bergerak lagi.

Namun kali ini

Dua lawan.

Akihara maju.

Liora di belakang.

Gerakan mereka…

Sinkron.

Seperti dulu.

Akihara menarik perhatian.

Menghindar.

Masuk.

Menyerang.

Liora

Menutup celah.

Petir menyambar dari sudut yang tidak terlihat.

CRACK.

BOOM.

Serangan demi serangan.

Dan akhirnya

Akihara membuka celah.

Ia memutar tubuhnya.

Api di tangannya membesar.

“…cukup.”

Ia menghantamkan telapak tangannya ke dada Orc itu.

FWOOSH.

Api meledak.

Tubuh Orc itu berhenti.

Retak.

Lalu

Hancur.

Menjadi abu hitam.

Dan…

Tidak ada mana yang keluar.

Hening.

Liora menurunkan tangannya.

“…ini benar-benar…”

Akihara menatap abu itu.

“…dikirim.”

Kalimat itu dingin.

Namun sebelum mereka sempat berpikir lebih jauh

Langkah.

Di belakang.

Satu.

Dua.

Mereka berbalik.

Lebih banyak Orc.

Keluar dari gelap.

Satu.

Dua.

Tiga.

Lebih.

“…serius?”

Liora menghela napas.

Akihara tidak menjawab.

Ia hanya bersiap lagi.

Namun

Tiba-tiba

Semua Orc itu…

Berhenti.

Diam.

Tidak bergerak.

Seperti patung.

“…?”

Liora mengernyit.

Akihara tidak menurunkan guard-nya.

Instingnya justru…

Berteriak lebih keras.

Ada sesuatu.

Lebih besar.

Lebih dalam.

Dan kemudian

Di kejauhan.

Di antara semak-semak hutan gelap

Sepasang mata muncul.

Kuning.

Menyala.

Tidak besar.

Tidak kecil.

Namun…

Berat.

Seolah dunia itu sendiri sedang dilihat.

Liora membeku.

“…itu…”

Akihara tidak bergerak.

Matanya bertemu dengan mata itu.

Dan untuk pertama kalinya sejak lama

Ia merasakan sesuatu yang tidak ia sukai.

Bukan takut.

Namun…

Ancaman yang tidak bisa diukur.

Hening.

Beberapa detik.

Atau mungkin lebih lama.

Lalu

Mata itu… hilang.

Begitu saja.

Dan dalam waktu yang sama

Semua Orc

Lenyap.

Tidak mundur.

Tidak jatuh.

Namun…

Menghilang.

Seolah tidak pernah ada.

Hutan kembali sunyi.

Angin kembali berhembus.

“…apa itu tadi…”

Liora berbisik.

Akihara tidak menjawab.

Ia masih menatap ke arah itu.

Matanya tajam.

Namun untuk pertama kalinya

Ia tidak punya jawaban.

Beberapa detik kemudian

“Kamar.”

Akihara berbalik.

Mereka berdua langsung masuk.

Pintu dibuka.

Dan

Noa…

Masih tidur.

Tenang.

Seolah dunia di luar tidak ada.

Liora menghela napas panjang.

“…syukurlah…”

Akihara berdiri diam.

Lalu perlahan

Ia duduk.

Di lantai.

Liora juga.

Tanpa bicara.

Tanpa sadar

Mereka tertawa kecil.

Bukan karena lucu.

Namun karena…

Mereka masih hidup.

Beberapa saat berlalu.

Hening yang nyaman.

Akihara menatap lantai.

“…kenapa kamu ikut?”

Liora menoleh.

“Sejauh ini.”

Akihara melanjutkan.

“Ini bukan urusanmu saja.”

Hening.

Liora tidak langsung menjawab.

Tangannya menggenggam sedikit kain bajunya.

“…karena…”

Ia berhenti.

Pipinya sedikit merah.

“…aku tidak mau…”

Ia menarik napas.

“…kamu hilang lagi.”

Hening.

Kalimat itu sederhana.

Namun berat.

Akihara tidak langsung menjawab.

Dadanya terasa…

Aneh lagi.

Hangat.

Dan sedikit sakit.

“…begitu ya.”

Hanya itu yang keluar.

Namun kali ini

Nada suaranya lebih lembut.

Liora menunduk.

“…jangan salah paham.”

Namun suaranya pelan.

Dan tidak lama

Ia tertidur.

Begitu saja.

Akihara menatapnya.

Wajahnya tenang.

Berbeda dari biasanya.

Matanya turun sedikit.

Ke pakaian yang ia kenakan.

Baju lama.

Milik ibunya.

Yang ia berikan tanpa banyak pikir.

Dan sekarang

Dipakai oleh seseorang yang…

Ia tidak tahu bagaimana menjelaskannya.

Akihara tersenyum kecil.

“…aneh.”

Ia berbaring di lantai.

Tidak jauh dari Liora.

Noa di atas kasur.

Dan untuk sesaat

Semuanya terasa…

Normal.

Seperti keluarga kecil yang tidak pernah direncanakan.

Matanya perlahan tertutup.

Namun

BRAK.

Suara keras dari luar.

Diikuti teriakan.

“AAAAAA-!!”

Akihara langsung membuka mata.

Tubuhnya bangkit dalam satu gerakan.

Liora juga terbangun.

“…apa itu?!”

Akihara tidak menjawab.

Ia langsung menuju pintu.

Membukanya.

Dan

Desa Kurohana…

Tidak lagi sama.

Beberapa bangunan hancur.

Tanah rusak.

Dan di permukaan tanah

Jejak kaki.

Besar.

Banyak.

Sangat banyak.

Seolah sesuatu

Baru saja berjalan melewati desa ini.

Dan jumlahnya…

Bukan satu.

1
Awkward
flbck kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!