NovelToon NovelToon
Yohana

Yohana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Fantasi
Popularitas:381
Nilai: 5
Nama Author: Dutta Story_

Hana Wanita yang di Hamili mantanya, namun dia menikah dengan anak SMA yang patah hati di tinggal nikah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dutta Story_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

-

Malam itu, Hana hanya bisa pasrah dengan apa yang akan Vino lakukan. Dia terus menangis dan menahan sakit akibat perlakuan Vino. Keperawanannya pun direnggut oleh Vino, yang berniat menitipkan benihnya. Tangisan dan jeritan pilu Hana sama sekali tidak membuat Vino berhenti. Dia justru menikmati malam itu.

Vino meninggalkan bekas di tubuh Hana. Bahkan, dia sempat membisikkan sebuah kalimat saat melakukannya.

"Aku menitipkan bayi. Jika kamu bersedia, aku akan menikahimu," ucap Vino dengan senyuman sambil menggoyangkan tubuhnya.

Hari pun berganti, dan Vino merapikan kembali pakaian Hana. Hana sudah tertidur pulas dengan tangan dan kaki masih terikat. Suasana masih sangat pagi. Vino bersama Mondy pergi meninggalkan kamar dan membiarkan Hana tetap terikat di atas ranjang.

Di lobi, pemilik hotel, Pak Yosep, baru saja masuk. Dia melihat Leni, petugas lobi, sedang duduk dengan mata merah karena begadang semalaman. Pak Yosep bertanya kepada Leni mengapa Hana tidak menjawab teleponnya semalam.

"Len, apakah semalam Hana tidak masuk kerja?" tanya Pak Yosep.

"Masuk, Pak," jawab Leni.

"Tapi kenapa telepon saya tidak diangkat-angkat?" tanya Pak Yosep lagi.

"Semalam Hana sempat meminta saya untuk berjaga, Pak. Sampai saat ini dia belum kembali dari kamar satu kosong empat," ucap Leni.

"Hah? Apa dia baik-baik saja?" ucap Pak Yosep dengan cemas.

Pak Yosep langsung melangkah cepat menuju lantai atas tanpa berbicara lagi. Beberapa saat kemudian, dia sampai di depan kamar satu kosong empat. Pak Yosep mengetuk pintu karena dia merasa penghuni kamar masih berada di dalamnya.

Tok... tok...

Berkali-kali Pak Yosep mengetuk pintu dan memanggil, tetapi tidak ada jawaban. Dia pun mulai membuka pintu kamar.

Krekkk...

Saat pintu terbuka, Pak Yosep terkejut melihat Hana terikat di atas ranjang. Pak Yosep segera melangkah mendekat dan mencoba membangunkan Hana.

"Han... Hana..." panggil Pak Yosep.

Hana membuka matanya dan menatap Pak Yosep. Dia berbicara dengan nada yang sangat lemas karena perlakuan Vino semalam membuatnya tidak berdaya.

"Pak... bantu lepaskan aku, Pak..." ucap Hana.

"Sebentar, Hana, aku lepaskan kamu. Kenapa kamu bisa jadi seperti ini?" tanya Pak Yosep.

Pak Yosep langsung mencoba melepaskan ikatan di tangan dan kaki Hana yang begitu kencang. Hana hanya terdiam tanpa berbicara. Dia merasa malu jika harus menceritakan perlakuan Vino semalam.

"Kamu kenapa bisa seperti ini, Hana?" tanya Pak Yosep lagi sambil menatapnya.

"Saya tidak tahu. Tiba-tiba saya pingsan dan baru sadar saya sudah terikat," ucap Hana.

Pak Yosep sempat diam dan berpikir, ucapan Hana sangat tidak masuk akal. Dia pun kembali berbicara kepada Hana.

"Ya sudah, Han, kamu sekarang pulang. Tenangkan dirimu. Nanti kita akan bicarakan masalah ini," ucap Pak Yosep.

"Iya, Pak, terima kasih," ucap Hana.

Hana kini langsung pulang ke rumah, sementara Pak Yosep mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Dia langsung menuju ruangannya.

Pak Yosep adalah kakak Hana. Dia adalah pemilik hotel itu. Namun, ayah Hana tidak pernah memberitahu Hana bahwa Yosep adalah kakaknya. Sejak kecil, Pak Yosep sudah sangat mandiri, seperti Hana, dan tidak ingin merepotkan keluarganya. Oleh karena itu, Pak Yosep selalu memperlakukan Hana dengan sangat baik, berbeda dengan karyawan lain, tetapi Hana tidak pernah mengetahui kenyataan itu.

Saat pertama kali Hana melamar kerja di hotel Pak Yosep, dia terkejut karena tanpa banyak pertanyaan, dia langsung diterima bekerja. Kejadian ini membuat Yosep sangat khawatir. Dia tidak memiliki petunjuk apa pun mengenai penyebab Hana terikat di kamar lantai atas.

Saat itu, Aldo sedang duduk di kursi sekolah. Dia sedang menyelesaikan tugasnya yang belum selesai. Ketika Aldo sedang belajar, tiba-tiba seorang murid masuk ke dalam kelas dan mengejeknya. Aldo sudah terbiasa diejek dan dijahili oleh murid-murid lain karena dia tidak pernah ingin ikut campur dengan geng yang menguasai sekolah. Dia lebih fokus belajar agar bisa membanggakan kedua orang tuanya.

"Wih, si anak baik lagi mengerjakan tugas, nih," ucap Alex.

"Haha, iya, Lex. Anak baik tiap hari fokus sama pelajaran," sahut Lexy.

Aldo sesaat melihat ke arah Alex dan Lexy yang duduk di kursi depannya, lalu kembali melanjutkan tugasnya. Namun, Lexy mencoba mengambil buku tugas Aldo. Aldo pun berdiri sambil meminta buku tugasnya dikembalikan.

"Sini, aku belum selesai," ucap Aldo.

"Haha, tugas sampah!" ucap Lexy sambil membanting buku tugas Aldo.

Alex hanya tertawa melihat Lexy yang mencoba mempermainkan Aldo. Aldo tidak tinggal diam. Dia langsung berbicara dengan keras sambil menatap lekat kepada Lexy.

"Mau kalian apa, sih, hah? Tiap hari gangguin melulu! Aku bosan sama kalian yang sering ganggu," ucap Aldo.

"Sudah berani membantah, lo, ya?" ucap Alex.

"Harus diberi pelajaran nih anak," ucap Lexy lalu mendekat dan memegang kerah baju Aldo.

"A-nn," ucap Lexy sambil hampir melayangkan tangannya ke wajah Aldo. Namun, seorang guru tiba-tiba masuk ke dalam kelas.

"Lexy! Apa-apaan kamu!" ucap guru itu sambil menatap tajam.

Lexy langsung melepaskan pegangannya. Dia bersama Alex mencoba melangkah keluar kelas karena itu bukan kelas mereka.

"Enggak, Pak, cuma bermain-main, kok," ucap Lexy sambil melangkah cepat.

Aldo menarik napas dan kembali mengambil buku tugasnya. Guru itu langsung duduk di kursinya karena ada tugas yang akan dia periksa.

Jam pelajaran pun dimulai. Aldo masih menyelesaikan tugasnya karena di rumah dia tidak sempat menyelesaikannya. Ketika guru meminta untuk mengumpulkan tugas, Aldo masih mencatat. Guru itu duduk di kursinya dan melihat Aldo belum mengumpulkan tugas.

"Aldo, kamu belum mengumpulkan tugasmu," tanya guru itu.

Aldo belum menjawab. Dia melihat sekeliling, dan teman-teman sekelasnya juga menatapnya karena dia belum mengumpulkan tugas.

"Aldo, cepat sini tugasmu!" ucap guru itu.

"Aldo!" panggil guru itu lagi dengan nada keras.

"Maaf, Pak, saya belum selesai," ucap Aldo dengan nada pelan sambil menunduk.

"Cepat kamu berdiri di depan sini!" ucap guru itu sambil berteriak.

Aldo yang merasa takut langsung melangkah sesuai perintah gurunya. Di depan kelas, Aldo disuruh sit up seratus kali, sementara teman sekelasnya menertawainya. Meskipun Aldo adalah murid yang fokus dalam belajar, masalah cinta yang dialaminya membuat rasa malas tingkat tinggi pun kini hadir.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!