NovelToon NovelToon
Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Ku Balas Pengkhianatanmu Dengan Bismillah

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:140.3k
Nilai: 5
Nama Author: Queen_Fisya08

Mengkisahkan seorang wanita yang bernama Aulia Az-Zahra yang hidup dalam dunia penuh intrik, pengkhianatan, dan tipu daya orang-orang terdekatnya, dari suami yang berkhianat hingga keluarga yang ikut campur, ia belajar bahwa kepercayaan bukanlah sesuatu yang bisa diberikan begitu saja.


Dengan keberanian dan prinsip, Zahra memutuskan untuk membalas dengan bismillah, bukan dengan dendam, tapi dengan strategi, keteguhan, dan kejujuran...


Akan kah Zahra bisa membalaskan sakit hati nya? dan apakah Zahra juga bisa menemukan kebahagiaannya setelah ini?

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca dan tinggalkan komentar juga ya besty!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_Fisya08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Hari Pertama Sidang Perceraian Zahra

Hari pertama sidang perceraian Zahra dimulai pukul sembilan pagi di Pengadilan Agama..

Ruang sidang kecil itu tertutup untuk umum, tidak ada keramaian, tidak ada sorotan, hanya kursi kayu, meja hakim, dan suasana formal yang menekan.

Zahra datang tepat waktu, ia mengenakan pakaian sederhana berwarna gelap, wajahnya tenang...

Di sisi kanannya duduk Mira, pengacaranya, di sisi kirinya, ibunya, Bu Wati, menggenggam tas kecil dengan tangan yang sedikit gemetar.

Zahra menarik napas panjang sebelum masuk, ia tidak menoleh ke belakang. Ia tidak ingin ragu.

Tak lama kemudian, Genta masuk dari pintu lain, ia didampingi pamannya, Pak Hasan, wajah Genta terlihat lelah, matanya cekung, ia tidak menatap Zahra lama, hanya anggukan singkat.

Hakim membuka sidang dengan formalitas standar..

Nama Zahra disebut sebagai penggugat dan nama Genta sebagai tergugat.

Mira berdiri lebih dulu, menyampaikan permohonan cerai secara ringkas dan jelas, tidak bertele-tele, dan tidak emosional.

Kemudian hakim mempersilakan Zahra menyampaikan alasan.

Zahra berdiri, punggungnya tegak, suaranya terdengar jelas di ruangan yang sunyi...

"Saya mengajukan cerai bukan karena emosi, saya tidak marah, saya tidak membenci.” ucapnya

Ia menatap ke depan, bukan ke arah Genta.

“Saya mengajukan cerai karena rumah tangga kami tidak lagi aman secara psikologis dan struktural, ada tekanan berulang dari pihak keluarga suami yang tidak pernah dihentikan, hak saya sebagai seorang istri di abaikan, dan suami saya berada dalam posisi yang tidak mampu melindungi atau berdiri bersama saya dan saya pernah diselingkuhi dan selingkuhan nya masih tetap bersama ibu mertua saya" ucap Zahra tegas

Ruang sidang tetap hening.

“Saya tidak menyalahkan suami saya sepenuhnya, tapi saya juga tidak bisa terus hidup dalam kondisi seperti ini.” lanjut Zahra

Hakim mengangguk perlahan.

"Apakah tergugat membenarkan pernyataan penggugat?” tanya hakim.

Genta berdiri, suaranya berat.

“Saya membenarkan, apa yang Zahra sampaikan benar.” ucapnya

Ia menelan ludah.

“Saya gagal melindunginya, saya terjebak antara ibu saya dan istri saya, dan akibatnya, Zahra yang tersakiti"

Zahra tetap berdiri tanpa reaksi berlebihan, hakim mencatat, sidang berjalan singkat dan mediasi dijadwalkan, sesuai prosedur.

Saat sidang selesai, Zahra duduk kembali, ia tidak menangis, ia tidak gemetar, ia hanya merasa lelah.

Di luar ruang sidang, Bu Ratna berdiri dengan wajah tegang, ia datang tanpa undangan, ia mencoba masuk.

“Maaf Bu, sidang tertutup,” kata petugas dengan tegas.

"Saya ibu dari tergugat,” jawab Bu Ratna dingin.

"Tidak ada izin,” ulang petugas.

Bu Ratna menahan amarah, ia tidak berteriak, ia berbalik dan berjalan cepat menuju mobilnya.

Ia menunggu di dalam mobil, tangannya mencengkeram ponsel, rahangnya mengeras.

Ia tidak mendengar apa pun dari dalam sidang, dan itu membuatnya tidak berdaya.

Zahra keluar dari gedung pengadilan bersama Mira dan ibunya..

“Sidang pertama berjalan baik, kamu bersikap tenang, itu penting” kata Mira singkat.

Zahra mengangguk.

“Terima kasih sudah mendampingi.”

Bu Wati memegang lengan anaknya.

“Kita pulang?”

Zahra menatap ibunya.

“Ibu ingin ke mana?”

Bu Wati ragu sejenak.

“Ibu ingin lihat rumah kita.”

Zahra terdiam.

“Sekarang?”

"Iya Ra, ibu belum pernah benar-benar melihat rumah kita, sejak kejadian itu.” jawab Bu Wati pelan

Zahra mengangguk.

“Baik.”

***

Sesampainya mereka disana, rumah itu masih berdiri tapi tidak lagi layak disebut rumah.

Dinding menghitam, atap sebagian runtuh, bau hangus masih terasa meski waktu sudah berlalu..

Bu Wati berdiri lama di depan puing-puing itu, matanya basah, tangannya gemetar.

Zahra berdiri di sampingnya, ia tidak berkata apa-apa.

Tiba-tiba, Bu Wati terdiam, matanya menatap ke arah ujung jalan..

Seorang wanita berjalan cepat, mengenakan pakaian sederhana, wajahnya tertutup masker,..!

Bu Wati memicingkan mata.

“Itu…,” gumamnya.

Lalu Bu Wati dengan sigap mengambil ponselnya dan memotret wanita tersebut

Dan kemudian Bu Wati berteriak.

“Hei, tunggu Bu!”

Wanita itu menoleh sekilas, langkahnya justru dipercepat.

Bu Wati berlari mengejarnya.

Zahra kaget.

“Ibu!”

Ia pun ikut berlari.

Wanita itu masuk ke gang sempit dan menghilang..

Bu Wati berhenti dan napas nya terengah-engah.

Zahra memegang bahunya.

“Ada apa Bu?”

Bu Wati menatap Zahra dengan wajah pucat.

“Ibu lihat ibu-ibu yang waktu itu datang ke rumah kita, sebelum rumah kita terbakar.” ucapnya cepat lalu Zahra hanya terdiam.

“Dia bilang dari kelurahan, mau mendata warga untuk bantuan.” lanjut Bu Wati

Zahra menatap ibunya tajam.

“Apa? Sebelum rumah kita terbakar, ada wanita datang ke rumah kita?” tanya Zahra

Bu Wati mengangguk pelan.

“Ibu lupa nak, ibu baru ingat sekarang, waktu itu ibu pikir biasa.”

Zahra menutup mata sebentar, otaknya bekerja cepat.

“Bu, sepertinya ada yang sengaja ingin membakar rumah kita.” ucapnya kemudian

Bu Wati terdiam.

“Maksud kamu…?”

“Kebakaran itu tidak kebetulan, ada orang yang dengan sengaja ingin membuat rumah kita terbakar” jawab Zahra

Bu Wati menutup mulutnya.

“Ya Allah…”

Zahra menarik napas dalam.

“Kita harus lapor. polisi Bu! Ibu tadi mengambil gambar wanita itu kan?" Tanya Zahra

Sore itu juga, Zahra dan Bu Wati datang ke kantor polisi.

Mereka diterima oleh seorang penyidik, Zahra menyampaikan laporan dengan tenang. Ia menjelaskan kronologi kebakaran. Kematian ayahnya dan kemunculan wanita yang mengaku petugas kelurahan..

Bu Wati menambahkan detail sebisanya dan penyidik mencatat semuanya..

"Apakah anda mempunyai photo nya?" Ucap penyidik

"Ada pak, tadi saya baru memotretnya tapi menggunakan masker" jawab Bu Wati sambil menunjukkan gambar yang ia ambil

"Bisa kirim ke kami photo nya untuk mempermudah penyidikan" ucap penyidik

"Baik pak" Bu Wati langsung mengiriminya

"Terima kasih Bu, akan kami tindak lanjuti, kami butuh waktu" ucapnya

Zahra mengangguk.

“Kami siap bekerja sama.”

Saat keluar dari kantor polisi, Zahra berdiri lama di tangga depan, ia merasa lelah, tapi juga yakin.!

.

Untuk pertama kalinya sejak semua ini dimulai, ia tidak hanya bertahan, ia melangkah.

Dan ia tahu, mulai hari ini, kebenaran tidak lagi hanya ada di doanya tapi juga di jalur hukum..!

1
Yuni Ngsih
Authoooor ceritramu tuh bgs banget meskipun bertele - tele jd bcnya kurang asyik Thor trs yg punya ceritra ko banyak ujiannya...ok tetap semangat
Dewi Dama
erna kali bukan ema thoorr
Queen_Fisya08: maaf gak ada nama Erna di novel ini 🤭, itu Emak (Mamah)🙏
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
ini novel lucu dan konyol, banyak yg mati hahahaha, aneh ya ada2 aj author in
Mely Ktp
knp mak ratna segitu benci nya dgn zahra
Mely Ktp
knp mak ratna segitu benci nya dgn zahra
guntur 1609
lah seharusnya kan hanya akad saja. kok sampai ke pengurusan berkas. apa selama ni genta dan zahra nikah siri ya
guntur 1609
🤣🤣🤣🤣 ketangkap si zafran
guntur 1609
kalau gini ceritanya. datang genta di tangkap. trs Fadil. trs zahra. trs mamanya zahra. habis deh semuanya di tangkap sm rena hadeehh
guntur 1609
cerita yg lebay. masa semuanya bisa fi tangkap sm seorang rena. padahal mereka punya uang dan kuasa
guntur 1609
dari mna sebetulnya uang rena. kok bisa menyewa orang. apa pakai daun bayarnya
guntur 1609
knp gk dipolisikan saja. kok jd ribet
guntur 1609
jadi dilema kalau jadi fadil
guntur 1609
loh gmna ceritanya Fadil masih hidup
guntur 1609
bagus genta. mngkn nikah menjadi jalan takdir kalian
guntur 1609
jangan bilang nanti Fadil meninggal dan akhirnya zahra balik ke genta
guntur 1609
ni semua di mau dari kebencian Ratna. jadi merembet kemana2 semuany
guntur 1609
mngkn ni yg terbaik bagimu rena
guntur 1609
dasar Siska bodohm dikasih tahu merengjel. meni kasih tahu genta
guntur 1609
rasakan kau. kau hancurkan keluargamu sendiri.
guntur 1609
dasar laki pecundang. sdh rabu sifat mamanya sprti ular. masih saja terpedaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!