Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 Nina Menggoda Diandra
Pagi pagi Diandra sudah terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat lapar sekali alhasil bangun tidur setelah membersihkan wajahnya dia langsung menuju ke arah dapurnya.
Diandra membuka kulkas untuk mencari bahan makanan yang barangkali masih ada tersisa.
Dan beruntung Diandra masih menemukan sebutir telur.
"Lumayanlah" gumam Diandra.
"Aku harus belanja bahan makanan hari ini" gumam Diandra lagi karena stok bahan makanannya benar benar sudah habis.
Diandra langsung saja berkreasi menggoreng telur yang hanya sisa sebutir itu menjadi telur yang lezat dan bisa mengenyangkan perutnya sampai nanti dia berbelanja lagi untuk mengisi kulkasnya yang kosong.
Akhirnya Diandra selesai sarapan, beberes sebentar kemudian mandi dan bersiap siap menuju ke mini market yang ada didekat rumahnya. Kebetulan mini market itu juga menyediakan sayur sayuran segar dan juga perikan ikanan dan daging.
Sesampainya ditujuan langsung saja Diandra belanja karena dia ingin cepat selesai dan segera pulang ke rumah lagi. Tidak butuh lama Diandra pum selesai berbelanja dan kemudian pulang setelah mengambil motor di parkiran.
Sesampai di rumah Diandra dikejutkan oleh sosok Nina yang sudah duduk di teras rumahnya, Diandra tersenyum merasa kocak demi melihat Nina yang sudah ada di rumahnya tanpa memberi kabar.
"Hehhhh dari mana kamu?" hardik Nina seolah sedang berbicara pada anak perempuannya yang baru saja pulang keluyuran.
Diandra semakin tertawa dan langsung saja menaruh motor di garasi kemudian turun dengan membawa barang belanjaannya.
"Kamu itu yang ngapain? Pagi pagi sudah nongkrong di teras rumah orang" Diandra malah gak mau kalah ikut menghardik Nina.
"Ibu rumah tangga macam apa ini?, bukannya urus anak sama suami malah keluyuran"
"Hahahahahahaaaaa,,, " Nina tertawa lepas mendengar ejekan Diandra yang gak kalah sengit.
"Kamu dari mana?. Tumbenan aja pagi pagi gak ada di rumah" tanya Nina kemudian.
Diandra duduk dikursi yang ada di teras rumahnya dan menaruh belanjaannya di atas meja.
"Nihh, aku habis belanja" jawab Diandra sambil menunjuk bungkusannya.
"Kamu juga kenapa gak kabarin kalau mau ke sini"
"Surprise kan"
" Hemmmm, malah kamu yang kena surprise"
Nina hanya meringis mendengar ledekan Diandra.
"Serius aku penasaran, kamu ada apa pagi pagi kemari? Ada kerjaan buat aku?" tanya Diandra lagi dengan rasa penasarannya yamg masih belum terjawab.
Nina tersenyum sambil memainkan rambutnya yang tergerai panjang.
"Gak ada, sabar aku pasti bakalan ajakin kamu kalau aku sudah ada kerjaan yang cocok buat kamu" jawab Nina kemudian.
"Aku hari ini lagi gak terlalu sibuk, makanya aku sempatkan main kemari"
"Anak anak kamu sama siapai kalau pagi pagi kamu sudah ada di sini?"
"Ada Tomi, kebetulan dia ambil cuti 2 hari"
"Tomi ambil cuti 2 hari tapi malah kami suruh urusin anak anak?"
"Biasa aja kali Di,,urusan rumah tangga itu tanggung jawab berdua lah, mau urusan anak anak atau apa aja yang ada di rumah" jelas Nina santai.
"Lagian Tomi emang biasa kok urus anak anak, malah lebih telaten dia lo daripada aku"
"Baguslah kalau gitu, Tomi paham juga sama tanggung jawabnya sebagai suami, selain bekerja cari duit" gumam Diandra paham setelah mendengar penjelasan Nina.
"Di,,, aku penasaran soal Wisnu"
Diandra tampak sedikit shock saat tiba tiba saja Nina menyebut nama Wisnu.
"Penasaran apa?" tanya Diandra akhirnya.
"Kira kira dia sudah punya istri belum ya?"
"Ahhh ya mana aku tau lah Nin"
"Kamu gak penasaran?"
"Ihhhhh buat apa? Aku gak kepo yaa sama urusan orang" Diandra nampak heran dengan ucapan Nina yang aneh itu.
"Kamu kan mantan dia masa kamu gak pengen tahu kehidupan dia?" jelas Nina kemudian.
"Kamu aneh aneh aja deh Nin, aku sama sekali enggak kepikiran buat kepo atau penasaran sama kehidupan Wisnu, kalaupun dia sudah berisitri ya syukurlah, dia sudah move on artinya" jelas Diandra panjang lebar.
"Ehhh belum tentu yaa dia sudah move on, gak segampang itu, apalagi dia tiba tiba aja kamu putusin demi menikah sama Bagas itu" gerutu Nina saat menyebut nama Bagas tampak masih terlihat kesal.
"Hemmmm,,, ngapain sih ngingat ngingat lagi" Diandra sebal mendengar kata kata Nina tadi.
"Sorry,,," ucap Nina meminta maaf.
"Tapi Di,,,andai dia masih sendiri balikan aja deh sama dia"
"Mulaiiiiii,,,"
"Ya gak papa dong,,,siapa tau masih ada benih benih cinta yang tersisa, tapi aku yakin Wisnu pasti masih ada rasa cinta sama kamu" jelas Nina menerka nerka.
"Asal aja kalau ngomong" gumam Diandra.
"Aku yakin Di"
"Asal kamu itu Nin, dari dulu kalau ngomong asal aja gak jelas"
"Hahahahahahaaaa,,"Nina tertawa keras saat mendengar gerutuan Diandra.
"Aku bakal cari tau deh, mau ku jodohin lagi dia sama kamu" lanjut Nina yang seperti sengaja meledek Diandra agar makin kesal sahabatnya itu.
"Semoga aja dia belum beristri, aamiin" ucap Nina lagi.
"Ngelanturrrrrr banget sihhhh" Diandra makin kesal kemudian berdiri dari duduknya dan berniat masuk ke dalam rumah.
"Masuk dah yuk, kita buat es teh mau gak?" tawar Diandra kemudian.
"Ya mau lah" jawab Nina sambil ikut masuk kedalam bersama Diandra.