NovelToon NovelToon
Ibu Susu Anak CEO Arogan

Ibu Susu Anak CEO Arogan

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Ibu susu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:395.1k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Suaminya ketahuan selingkuh dan anak yang dikandungnya meninggal adalah petaka yang paling menyedihkan sepanjang hidup Belcia. Namun, di saat yang bersamaan ada seorang bayi perempuan yang mengira dia adalah ibunya, karena mereka memiliki bentuk rambut yang sama.

Perjalanan hidup Belcia yang penuh ketegangan pun dimulai, di mana ia menjadi sasaran kebencian. Namun, Belcia tak memutuskan tekadnya, menjadi ibu susu bagi bayi perempuan yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Penasaran dengan kisah Belcia? Ayo kita ikuti di novel ini🤗

Jangan lupa follow author💝
Ig @nitamelia05
FB @Nita Amelia
TT @Ratu Anu👑

Salam Anu 👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Kepulangan Sharon

Belcia yang terlambat menyadari kelakuan Jasper, akhirnya menarik tangannya dari genggaman pria itu setelah mereka sudah berada di depan kamar Leticia.

"Untuk apa Anda menarik-narik tangan saya?!" cetus Belcia dengan alis yang bertautan, sejak kemarin sikap Jasper semakin aneh dan membuatnya bertanya-tanya.

Jasper juga tidak mengerti dengan gerakan refleksnya itu, namun bukannya minta maaf, dia justru mencari alasan lain untuk berkelit.

"Aku justru menyelematkanmu dari semua orang. Memangnya kamu tidak berkaca dulu apa? Lihat air liurmu yang berantakan itu," ucap Jasper sambil membuang pandangan.

Belcia gelagapan dan reflek menyentuh pinggiran bibirnya, lalu mengusap dengan kasar. Sumpah demi apapun, yang tadinya ingin mengomel, kini dia malah malu setengah mati. Sedangkan Jasper melipat bibirnya, dia ingin tertawa.

'Ya ampun, Cia, kenapa kamu mempermalukan dirimu sendiri? Tapi ... Memangnya aku ileran ya?'

"Ck, malah melamun. Aku mau mandi," cetus Jasper yang langsung membuyarkan pikiran Belcia, satu tangannya berkacak pinggang, yang satunya lagi menggendong Leticia.

"Ya terus?" tanya Belcia dengan pupil mata yang membesar, belum bisa mencerna apa tujuan Jasper berkata seperti itu. Sementara Leticia tertawa-tawa melihat Belcia dan ayahnya berdebat.

"Ehehehe ...."

"Hah, sudahlah, bicara denganmu sama sekali tidak nyambung!" seru Jasper, akhirnya melenggang pergi ke kamarnya sendiri. Dia membawa Leticia, karena ingin sekalian memandikan putrinya juga. Sedangkan Belcia masih terbengong-bengong di tempatnya, sama sekali tak paham dengan apa yang Jasper ucapkan.

Sekali lagi, wanita itu mengelap pinggiran bibirnya menggunakan punggung tangan.

"Eh, Leticia mau dibawa ke mana?" pekik Belcia saat menyadari sang bayi dibawa pergi.

****

Hari sudah gelap, jalanan mulai diterangi oleh lampu-lampu yang terpasang di pinggiran. Sebuah mobil melandas cepat, memasuki gerbang rumah mewah yang tak lagi dia huni, sang pengemudi turun dari sana, yang tak lain dan tak bukan adalah Sharon, kaki jenjangnya melenggang diiringi raut angkuh, ini kali pertamanya dia menginjakan kaki lagi di rumah orang tuanya.

Para pekerja yang melihat wajah wanita itu langsung tercengang. Dan begitu pandangan Sharon menusuk, mereka langsung menundukkan kepala.

"Di mana Papa?" tanya Sharon dengan nada dingin.

"Tuan sedang makan malam bersama Tuan Marteen," jawab salah satu dari mereka, tanpa menatap lawan bicaranya.

Namun, Sharon tidak peduli, karena dia juga tak memberikan respon lagi, detik selanjutnya dia kembali melanjutkan langkah.

Dia tersenyum sinis saat melihat dua pria berbeda generasi itu benar-benar ada di meja makan. Suasana hangat yang sempat tercipta seketika hancur oleh kedatangannya yang selalu serampangan. Sharon mengambil satu makanan dari piring dan langsung memasukkannya ke dalam mulut.

Sontak hal tersebut membuat Marteen dan Tuan Den tercengang, mereka sama-sama menatap ke satu arah, sementara Sharon memasang wajah tanpa dosa.

"Eum, makanan di rumah ini masih selalu menjadi yang terenak," puji Sharon sambil mengunyah. Ditemani lipatan dahi Marteen yang semakin dalam.

"Jika Kakak mau makan, makanlah dengan benar," ujar Marteen memperingati wanita itu, sehingga Sharon menatap ke arahnya, dia tersenyum dan menaikkan satu alis.

"Tidak, aku datang ke sini bukan untuk makan. Aku hanya ingin melihat kabar Papaku tercinta, mumpung Papa masih ada," jawab Sharon sambil tersenyum dan menatap Tuan Den.

"Kak, jaga bicaramu!" seru Marteen yang tak suka dengan kalimat yang baru saja wanita itu lontarkan, sangat tidak sopan dan tentunya menyakiti hati ayahnya.

Sementara Tuan Den tak berkomentar banyak, dia selalu membiarkan apapun yang dilakukan oleh putri sulungnya itu, meski kerap mengecewakannya.

"Papa masih sehat karena ingin melihat kamu bahagia, Sharon," balas Tuan Den dengan suara berat dan cukup serak. Setelah ditinggal sang ibu, Sharon memang suka memberontak, dan semakin parah setelah Tuan Den menikah dengan ibunya Maureen serta Marteen.

"Tapi kebahagiaanku sudah lama lenyap, Pa, Mama membawanya," jawab Sharon, dia seperti ini sebenarnya hanya untuk menarik perhatian ayahnya. Karena dia merasa setelah sang ayah punya keluarga baru, dia sisihkan.

Tuan Den hanya mampu menghela napas pelan, sementara Marteen menatap miris. Jujur, sebenarnya dia kasihan, tapi terkadang Sharon lebih banyak menyebalkan.

"Sudahlah, lupakan pembicaraan ini. Setelah melihat Papa baik-baik saja, sekarang aku ingin bicara dengan adikku yang tampan ini," ujar Sharon seraya melayangkan tatapan ke arah Marteen.

Pria itu menangkat satu alisnya, mencoba menerka apa yang akan dibicarakan oleh wanita itu.

"Kita bicara nanti saja setelah aku selesai makan," kata Marteen memutuskan.

Sharon menarik kursi dan duduk tepat berseberangan dengan Marteen. Dia menggelengkan kepala.

"Aku mau sekarang, di sini, dan hanya berdua," tukasnya.

"Tapi Papa masih makan, Kak, biarkan Papa habiskan dulu, atau kita yang pergi!" cetus Marteen, tapi Tuan Den langsung menenangkan putranya dengan isyarat mata.

"Papa akan melanjutkannya di kamar," kata Tuan Den, lalu meminta pelayan untuk mengantarnya.

Rahang Marteen mengeras, sementara Sharon malah tersenyum senang, karena ternyata sang ayah mau mengalah untuk dirinya.

"Aku suka situasi ini. Di mana aku tidak perlu mengalah pada siapapun," ujar Sharon seraya mengambil makanan secara sembarangan lagi.

"Sebenarnya apa yang Kakak inginkan?" tanya Marteen berusaha tetap sopan, dia meletakkan alat-alat makannya karena sudah tak berselera.

Sharon melipat kedua tangannya di atas meja, dan menatap Marteen dengan lekat. "Aku lihat kamu tertarik dengan wanita yang ada di rumah Jasper. Aku ingin minta tolong, bawa dia pergi dari sisi Jasper, semakin hari dia semakin keterlaluan."

"Maksud Kakak Belcia?"

Sharon langsung menganggukkan kepala, jika Marteen lebih dulu mendekati wanita itu, dia yakin posisinya sebagai calon ibu Leticia yang baru tidak akan tergantikan.

"Kak, dia adalah ibu susu Leticia, lagi pula dia tidak seperti apa yang Kakak pikirkan, dia bisa memposisikan dirinya. Jadi, lebih baik Kakak saja yang keluar dari rumah itu, kembalilah ke rumah ini," papar Marteen, dia menilai bahwa Belcia adalah wanita yang baik. Apalagi dengan sikap Jasper yang arogan, tidak mungkin Belcia menggoda kakak iparnya.

Raut wajah Sharon langsung berubah, dia mendengus kasar dan melempar makanan yang sudah hampir masuk ke dalam mulutnya.

"Kalau begitu biar aku saja yang membuatnya pergi dari rumah itu. Dan ingat, aku tidak akan kembali!" balas Sharon seraya bangkit dari tempat duduknya. Hanya karena ambisi, dia selalu ingin merebut apa yang dimiliki oleh Maureen, bahkan setelah wanita itu tiada.

Marteen memejamkan matanya sekilas.

"Apa yang akan dia lakukan?"

1
Deww_17
mampir thorr, ini anaknya Bee sama Biance yaa😍
Maulidza (Icha)
Bagus
Deistya Nur
keren, sukses dan semangat terus ka 👍💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Manisnya Jas melebihi gula Biang.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ga tau ijab qabulnya tau² sudah pesta anniversary saja Thor... pasti Cua mau punya adik tuh🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iya lah Jiwa sabarnya sudah minggat jadi naga kalau sudah jiwa emak²nya keluar Jas... namanya juga pereempuan.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah kaann bener ga tau tempat bucinnya Jasper... untung yang ada di situ ga sampe ileran dan tersedak.🤣🤣🤣
tapi baguslah terus usaha Jas, sampe halal.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Uhuuuyyyy... Es batu sudah cair awas meluber tumpah kemana² bucinnya ga bakal tau tempat kayaknya.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm akhirnya pecah b1sul juga ya Jasper.🤭🤭
ploongng karna sudah berani utarain perasaan kamu pada Bel.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pura² sakit demi dapat perhatian dari Bel, dasaaarr tuan arogan grngsiannya sampe kemana sihh.. malu bangeet kalau jatuh langsung gedebuukk sampe ke udel².🤣🤣🤣
tinggal ngaku saja Jasper ga perlu gengsi kalau suka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Diihhh... para siluman Iri... karna ga bisa bersaing dengan Belcia.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tiap baca novel kebanyakan pasti ada adegan pemeran tokoh perempuannya jatuh terus di tangkap sama pemeran laki²nya, pandang²an dan akhirnya pas sadar saling gugup... hadeuuhh jadi hapal banget aku.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
berasa korban dan egois banget Sharon padahal Marteen sebagai adik laki² baik dan mengalah terus tapi susah kalau orang sudah obsesi butuh hal yang membuatnya sadar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laahh iya lah Belcia datang buat Jasper karna ada Leticia jadi buat apa juga Bel datang cuma buat kamu yang tukang selingkuh.. apa lagi sudah Celap celup kayak teh celup.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurin kena batunya sendiri kaann..
tinggal menunggu nyonya Bliss dan Sharon yang belum kena.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
paling kerjaan si tuan Bliss dan istrinya supaya Belcia dipersalahkan
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh masa kamar ga di kunci buat seorang Pengusaha dan asisten, padahal mereka katanya bukan orang sembarangan otomatis keamanan diri itu penting biar ga jadi tindak kejahatan atau seseorang yang akan berbuat menjatuhkan, laahh ini kayak biasa saja siapa pun bebas bisa masuk... kalaupun bolak balik kaann bisa minta usahain kunci cadangan pada yang punya tempat.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Bel tinggalkan saja Leticia dan kamu kembali aktifitasmu biarkan si arogan yang pusing mengurus anaknya sendiri dari pada kamu di sana juga di salahkan terus.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
udah biarin saja Bel, jangan ngajuin diri sebelum Jasper yang ngajak karna dia bisa besar kepala kalau kamu yang duluan mau ikut... sekali² biar dia turunin tuh gengsi dan arogannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Cindy selingkuhannya si Ronan rupanya... tapi Belcia ga sadar dan ga tau.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!