NovelToon NovelToon
Dosen Itu Suamiku

Dosen Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Cintapertama / Tamat
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fatimah Afath ( arasimah )

Aku adalah mahasiswa baru tahun pertama ajaran baru. Aku ingin sekali kuliah tapi ayahku ingin aku menikah terlebih dahulu baru kuliah. Tadinya aku tak mau menikah dahulu karena aku masih ingin belajar dan meraih sukses karirku terlebih dahulu.

Namun apa mau dikata ternyata ayahku sidah menjodohkan aku. Maka biar aku bisa kuliah aku pun setuju untuk menikah terlebih dahulu.

Niatku nanti aku harus buat perjanjian dengan suami yang akan dijodohkan denganku itu. Aku ingin masih bebas menikmati dunia kuliah dan tak ingin punya anak dahulu.

Kalau bisa aku tak ingin disentuh dahulu, aku masih anak baru lulus SMA mau menemukan cinta sejatiku dahulu.

Dan singkat cerita aku pun menikah dengan seorang yang tak aku ketahui apa pekerjaanya , aku hanya menurut saja saat akan dijodohkan dan malam pengantin kami aku lebih dulu tertidur daripada suamiku itu.

Aku pun dipaksa tinggal dengan suamiku setelah menikah . Karena ternyata ayahku berobat keluar negeri, kehidupan rumah tanggaku dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Afath ( arasimah ), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

istriku lupa

Pesawat pun akhirnya lepas landas. Ara sudah memejamkan matanya di bangku penumpang sedangkan Bagas sedang memandang wajah istrinya.

Bagas berpikir akan memulai hidup barunya dengan Ara. Dia pun tersenyum sambil memandang Ara. Kehidupannya yang monoton pun kini telah berakhir sudah, waktunya menikmati kehidupan pernikahaannya.

Pesawat terbang selama empat jam Ara pun terbangun saat pesawat telah mendarat. Sedangkan Bagas sudah mengambil barang - barang yang akan dibawa oleh Ara.

Saat terbangun dia berkata," Untuk apa kamu bawa tas aku?."

" Ya tak apa - apa jika suami membawakan tas istrinya kan?." Jelas Bagas.

"..."

Ara pun merasa heran dengan tindakan Bagas saat ini. Karena ini pertama kalinya Ara merasa diperlakukan dengan baik oleh lelaki.

Dia pun membiarkan Bagas membawakan tasnya. Ara berjalan terlebih dahulu meninggalkan Bagas dengan tas Ara saat ini.

Mereka pun kebagian bagasi menunggu koper - koper mereka. Penerbangan lintas negara memang membuat lelah. Ara merasa badannya lelah setelah perjalanan.

Walaupun dia sudah tidur selama dalam perjalanan tak membuat badannya lebih segar. Bagas memesan taksi untuk sampai di rumah Ara.

Bibi pum sudah memasak dan sudah menunggu kepulangan nonanya. Karena majikannya sudah memberitahukan jika Ara akan pulang dengan suaminya.

Tadinya bibi merasa terkejut dengan pernikahan nona mudanya. Tapi setelah dia mendengar cerita dari majikannya dia pun memakluminya.

Apalagi saudara - saudaranya pun sudah mengetahuinya. Bibi pun diminta untuk melaporkannya kepada pak Rt setempat untuk kepulangan Ara dan suaminya.

Ara akhirnya tiba di rumah kedua orang tuanya. Rumah masa kecilnya tempat dia dilahirkan dan dibesarkan.

Meskipun orang tuanya saat ini belum pulang ke rumah tapi Ara sudah mengetahui kenapa orang tuanya tidak pulang untuk saat ini.

Supir taksi dan Bagas pun turun dari mobil membuka bagasi untuk mengambil koper mereka. Tapi Ara sudah masuk ke dalam rumah meninggalkan Bagas dengan kedua kopernya.

Tapi bibi datang membantu membawkan kedua koper milik Ara dan Bagas.

" Biar saya saya den." Pinta Bibi

Bagas pun menyerahkan kedua koper kepada bibi dan membayar taksi. Mengikuti bibi ke dalam rumah Ara.

Ara sudah masuk ke dalam kamar langsung mandi di kamar mandinya. Sedangkan Bagas baru sampai di kamar Ara setelah diantarkan oleh bibi asisten rumah tangga Ara.

" Ini kamar nona Ara den, saya akan menyiapkan makanan segera." Jelas Bibi.

Bibi pun bergegas pergi meninggalkan suami nona mudanya sendirian didepan pintu. Dia pun membuka pintu kamar Ara.

Setelah masuk dia untuk pertama kalinya dia melihat kamar anak perempuan dalam hidupnya. Apalagi sekarang anak perempuan ini adalah istrinya.

Nuansa kamar dominan berwarna putih dan lemari berwarna pink. Dinding dan langit kamarnya berwarna putih.

Tempat tidur dengan hordeng kelambu berwarna pink serta tempat tidur dengan seprei berwarna pink. Dalam hati Bagas pun berkata," Oh ini toh kamar istrinya nuansa pink dan putih.

Dia pun duduk di kasur setelah memandangi ruangan kamar milik Ara. Lalu pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah seorang gadis dengan sebuah handuk saja.

" ah...." Teriak Ara.

" ... "

Bagas pun terdiam kenapa Ara berteriak.

" Apa yang kamu lakukan dikamar aku saat ini, keluar sekarang juga." Ucap Ara tanpa berpikir.

Saat ini ara betapa terkejutnya ada seorang laki - laki lain selain ayahnya memasuki kamarnya tanpa izinnya.

" Apa kamu lupa kalau aku ini suami kamu ?." Tanya Bagas.

"..."

Ara lupa jika dirinya kini telah bersuami, dia diam seperti patung.

" Jangan bilang kalau kamu lupa kita telah menikah dan telah menyempurnakan pernikahan kita. Apa yang belum aku liat dari tubuhmu saat ini?." Jelas Bagas sambil mengedipkan mata.

" ..."

Ara sungguh lupa jika saat ini adalah suaminya lelaki yang memasuki kamarnya. Dimana lagi jika bukan di kamarnya saat ini.

Pasti bibi juga akan mengantarkan suaminya ke dalam kamarnya seperti saat ini.

Ara melupakan kejadian memalukan barusan dia berjalan ke arah kamar tanpa memandang Bagas sama sekali dan dia tiba - tiba meleparkan handuk baru kepada Bagas.

" Mandi sana biar segar." Perintah Ara.

" Ah.. Aku kirain kamu akan memandikan aku saat ini." Goda Bagas.

Ara berbalik dan memandang Bagas lalu dia berteriak," BagasssssssSSSS!."

Bagas pun berlari ke dalam kamar mandi, sebelum Ara akan benar - benar mengamuk saat ini. Ara mencoba melemparkan bantal kearah Bagas.

Namun Bagas sudah masuk ke dalam kamar mandi dan melihat penampakan warna kamar mandi dominan berwarna putih. Dengan keramik berwarna putih serta bet up warna putih dan ada bunga putih di kamar mandi entah itu asli atau palsu.

Tapi itu terkesan memanjakan mata, Bagas pun bergegas membuka bajunya untuk segera mandi. Ara buru - buru mengenakan bajunya sebeluk Bagas keluar dari kamarnya.

Setelah berpakaian dia pun melihat dua koper didepan pintu kamarnya. Dia menarik koper baju Bagas dan menyiapkan baju untuk Bagas dan memasukan sebagian baju Bagas kedalam lemari Ara.

Setelah dia mengosongkan baju di dalam lemarinya untuk meletakan pakaian suaminya. Dia pun merasa malu untuk pertama kalinya dia menyiapkan pakaian suaminya.

Apalagi selama di hotel Ara tidak pernah menyiapkan baju untuk Bagas suaminya. Saat ini sudah harus menyiapkan segala keperluan suaminya mulai dari hal terkecil dulu.

Dia pun bergegas keluar kamar karena masih merasa malu terhadap Bagas. Jika saat suaminya nanti keluar pasti akan mengodanya dan akan segera menerkam dirinya dengan lilitan handuk.

Dia pun tersipu merah sehingga membuat mukanya semakin merah. Dia pun menutup pintu kamarnya dan berlari ke arah meja makan.

" Bibi apa yang bisa saya bantu?." Tanya Ara.

" Tidak ada non diam saja disitu sebagai pengantin baru nona sangat tidak romantis masa suami barunya ditinggal terus." Ledek bibi.

Ara pun tersipu malu karena pernyataan asisten rumah tangganya. Kini Ara pun berpikir jika saat ini dia tak sendiri lagi.

Ara termenung sambil menopang dagu, lalu bibi pun datang membawa sebuah kado dia berikan kepada Ara.

" Maaf ya non, saya tidak bisa datang saat non menikah kemarin. Bibi hanya bisa memberikan kado ini untuk non." Ucap bibi.

" Terima kasih bi." Jawab Ara.

Ara menerima kado dari bibi asisten rumah tangganya dan membuka kadonya, itu adalah satu set teko minum teh satunya berwarna pink dan satu lagi berwarna biru sepasang untuk suami istri.

Dia pun senang dengan kado pemberian dari sang asistennya. Dia pun menaruhnya di samping meja.

Mejanya terasa kosong ketika bibi sudah meninggalkan meja. Hanya ada ara di meja menunggu suaminya untuk makan.

Sedangkan Bagas yang baru selesai mandi pun hanya mengenakan handuk saja. Dia melihat pakaian yang disiapkan oleh istrinya dia pun tersenyum cerah.

Akhirnya mereka bersama menikah namun apakah pernikahan mereka akan kokoh?...

Terima kasih atas dukungannya tolong like dan koment ya terima kasih

1
Ana Ana
bahasanya terlalu berbelit belit
Kurman
🙏🙏
Nour Abd
make up minn 🙏
Rifqi Ariyanto
kok TDK lanjut
Mericy Setyaningrum
wih suka drama Korea juga nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!