NovelToon NovelToon
Dipaksa Suami Menerima Istri Siri!

Dipaksa Suami Menerima Istri Siri!

Status: tamat
Genre:Pelakor jahat / Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: niya_23

Alya, seorang wanita lembut dan setia, tak pernah membayangkan rumah tangganya yang terlihat sempurna harus terguncang oleh kenyataan pahit. Suaminya, Reza, yang selama ini ia percaya dan cintai sepenuh hati, tiba-tiba membawa wanita lain dan memperkenalkannya sebagai istri sirinya. Hancur dan terluka, Alya dipaksa menerima kehadiran orang ketiga dalam hidupnya, meski batinnya menolak keras.

Namun, hidup tak semudah menelan kenyataan
Alya harus menghadapi dilema antara mempertahankan rumah tangganya demi Ibunya atau memperjuangkan harga dirinya yang diinjak-injak. Perlahan, rahasia demi rahasia tentang rahasia istri sirinya mulai terungkap, membuka luka lama dan menguji batas kesabaran Alya. Mampukah cinta bertahan saat kepercayaan telah dikhianati? Ataukah Alya akan menemukan kekuatannya sendiri untuk berdiri dan memilih jalannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niya_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Ruang kerja sore itu terasa sunyi. Sebagian besar karyawan sudah bergegas pulang, meninggalkan meja-meja kosong dan komputernya masing-masing dengan lampu yang sudah redup. Tetapi, Alya masih duduk di mejanya, menatap layar komputer dengan mata lelah. Tumpukan dokumen di sampingnya menunjukkan betapa sibuknya ia hari ini.

Dirga memperhatikannya dari pintu kaca ruangannya. Ia sengaja menunggu hingga kantor lengang, agar momen ini lebih tenang. Dengan langkah terukur, ia perlahan mendekati meja Alya.

“Kamu belum pulang?” tanya Dirga pelan, memecah kesunyian.

Alya menoleh, ia sedikit terkejut. “Pak Dirga. Iya Pak saya masih ada laporan yang belum saya selesaikan. Biar besok pekerjaan saya tidak menumpuk jadi saya selesaikan hari ini.”

Dirga tersenyum samar. “Padahal kamu sudah kerja keras seharian ini, Al. Jangan terlalu memaksakan diri kamu juga butuh istirahat.”

Alya tertawa kecil. “Kalau nggak dikerjain sekarang, nanti malah kepikiran di rumah malah saya jadi gak bisa tidur, Pak.”

Dirga menarik kursi dan duduk di seberang meja, menatap Alya dengan tatapan penuh perhatian. Ada jeda sejenak sebelum ia bicara lagi. “Alya, m aku tahu kamu orang yang sangat bertanggung jawab. Tapi, kamu juga manusia. Kamu boleh capek. Kamu boleh cerita.”

Alya terdiam, menatap jarinya sendiri yang meremas pena. Ada sesuatu dalam nada suara Dirga yang membuat dadanya hangat, berbeda dari sikapnya sebagai atasan.

Dirga menarik napas pelan, lalu menambahkan dengan hati-hati, seolah takut membuat suasana canggung.

“saya mungkin bukan orang yang paling tepat tapi kalau suatu saat kamu butuh tempat cerita, saya ingin jadi orang itu. Mungkin ini kedengarannya kecil tapi saya benar-benar serius.”

Alya menatapnya lama, matanya berkaca-kaca namun tersenyum tipis. “Pak Dirga” suaranya bergetar. “Saya berterima kasih bagi saya itu banyak berarti.

Dirga mengangguk singkat, tidak menuntut lebih. Ia lalu berdiri, memberi ruang. “Sudah malam, Al mau saya antar kamu pulang? Biar kamu nggak terlalu capek.”

Alya hanya menunduk, senyum masih mengembang di bibirnya. Ada sesuatu yang tumbuh pelan di antara keduanya bukan lewat kata besar, tapi lewat kepedulian yang kecil nan sederhana.

Sementara itu, di sisi lain kota, Reno semakin gencar mengumpulkan bukti. Ponselnya dipenuhi catatan, rekaman, dan laporan hasil investigasi. Setiap helai fakta menjerat nama Nadia lebih kedalamnya.

“Semua jalannya mengarah kepada Nadia,” gumam Reno yang sedang berada di rumahnya, menatap papan penuh tempelan foto dan catatan merah.

Dengan senyum tipis, ia menambahkan satu dokumen terakhir yaitu bukti kuat yang siap diserahkan kepada pihak berwenang.

“Kamu harus merasakan dinginnya, jeruji besi  Nadia,” gumam Reno.

Suara ponselnya bergetar, Reno dengan cepat membuka sebuah pesan yang ternyata dari informan yang ia bayar. Reno membuka pesan itu membacanya dengan cepat, matanya menyipit.

Sebuah video singkat terpampang di layar ponsel Reno. Gambar buram dari kamera pengawas memperlihatkan sosok Nadia duduk berhadapan dengan Ryan di sebuah kafe. Wajah Nadia terlihat menegang, matanya menyala dengan amarah yang ditahan. Sementara Ryan duduk bersandar, ekspresi licik tergambar jelas.

Reno memperhatikan dengan saksama, jantungnya berdegup cepat. Pada detik berikutnya, terlihat Nadia meletakkan sebuah amplop cokelat di meja. Ryan meraihnya dengan senyum tipis penuh kemenangan.

Reno menyipitkan mata, menekan tombol pause di layar. Bayangan Nadia yang kesal dan amplop yang penuh misteri terhenti tepat di depan matanya.

“Amplop itu? Apa ini motif Nadia memb*nuh Ryan karena pemerasan?!” gumam Reno lemas ia menarik napas panjang suranya berubah menjadi lirih hal ini seperti vonis bagi Reno.

***

Suara detak jam dinding yang terdengar, lambat namun terasa menghantam dada. Reza tengah duduk kaku di kursi, kemejanya kusut, wajahnya tegang. Di hadapannya, manajer personalia membuka map berisi berkas yang sudah diputuskan jauh sebelum pertemuan ini dimulai.

“Pak Reza, Maaf Kontrak kerja Anda tidak kami perpanjang,” ucap sang manajer dengan suara tenang, namun tegas.

Kata-kata itu jatuh seperti palu yang menghantam dadanya. Reza terdiam, jemarinya mengepal di atas meja. Matanya berkedip cepat, seolah mencari celah untuk menyangkal kenyataan yang sudah bulat.

“Tidak diperpanjang?” suaranya pecah, setengah berbisik. “Tapi saya sudah bekerja keras di sini. Saya berhak diberi kesempatan, Bu Ratih.”

Manajer hanya menunduk singkat. “Keputusan ini final. Kami menghargai usaha Anda, tapi perusahaan membutuhkan citra yang baik dan anda tidak bisa lagi memenuhi hal itu.”

Reza terhenyak, tubuhnya kaku. Ada rasa panas menjalar di dadanya, bercampur dengan getir yang tak terucap. Ia berdiri perlahan, langkahnya berat. Setiap hela napas terasa menyakitkan, seolah dunia menutup pintu di hadapannya.

Saat keluar dari ruangan, lampu lorong terasa terlalu terang, menyilaukan mata yang mulai basah. Reza menggenggam erat kardus kecil yang berisi barang-barangnya. Ia duduk di mobilnya yang terparkir di pinggir jalan. 

Masalah dengan Nadia pun tak kunjung selesai. Nadia yang dulu manis kini selalu marah-marah, curiga, dan banyak menuntut. Rumah tangga mereka yang baru genap 6 bulan sudah mulai terasa sesak.

Reza lalu membuka ponselnya. Untuk melihat sekilas media sosialnya Ia melihat video Alya yang sedang menerima penghargaan dari kantornya, disambut tepuk tangan. Mata Reza mulai berkaca-kaca. Karena keadaan Alya sekarang berbanding terbalik dengan keadaannya saat ini.

“Kenapa justru dia yang bersinar sekarang saat aku sedang hancur begini?” bisiknya lirih.

Ia menyandarkan kepala di setir, merasa kosong. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Reza benar-benar menyesal telah melepaskan satu-satunya perempuan yang benar-benar mencintainya dengan tulus.

Bersambung....

Kasih like yah guyss...

1
Surati
bagus ceritanya 👍
Didin Wahidin
yg bener aja Thor, ada suster julid
evi carolin
dr awal sdh jelas mamanya Dirga ga suka sama kamu lbh baik ga usah diteruskan ckp hubungan kerja aja ,jelas jelas sifat mmnya Dirga spt itu lbh baik nikmatin hdp smp bertemu jodoh yg meratukan mu ,Dirga bucin ama kamu biar aja kan ada mmnya yg ngerecokin hdp anaknya seterusnya
evi carolin
selamat berbahagia Reza ,selamat atas segalanya , selamat menikmati hidup pilihan mu
evi carolin
perasaan aman tuh kawin lg taunya ketahuan,eh giliran mo dilepas kaya cacing kena abu 😜 panas panas deh rumah tangganya si Reza ama gundiknya apa lg ditambah bukti nikah dia yg terbaru .... yuhuuu .../Facepalm//Facepalm//Facepalm/
evi carolin
ya iyalah ,masak bisanya ngasih dr milik istri pertama ,keliatan banget ga mampu nafkahin istri kedua,mulai dr nol buat istri kedua ya .... bkn tinggal nyomot punya istri pertama /Joyful//Joyful//Joyful/
Rina Susilowati
poligami hampir semua diawali dengan selingkuh. seperti sewa pelacur, ketahuan baru bilang poligami 😆
Merry Marmut
seru thor
Ma Em
Akhirnya Alya bahagia bersama Dirga dan Arsya , setelah Alya banyak merasakan penderitaan dan berakhir dgn kebahagiaan , terima kasih Thor semoga author selalu sehat dan panjang umur sukses selalu 🤲🙏😘🥰
Lisa Yacoub
ceritanya bagus, thor .....dgn nasehat yg bijak dan menyentuh.
Arieee
bagus👍👍👍👍👍
Arieee
👍👍👍👍👍👍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰bagus
cinta semu
Bu Rini makin berani .. semoga Alya & Dirga bisa mengatasi ny💪
partini
doa istri Solehah dan ibu itu wow sekali loh
Moms Putri
ceritanya acak adut
Ma Em
Alhamdulillah Alya sekarang sdh hamil , ternyata Alya tdk mandul tapi yg mandul mantan suaminya Alya , semoga Alya dan Dirga selalu bahagia apalagi beberapa blm lagi anaknya akan lahir , semoga pernikahan Alya dan Dirga langgeng .
Ma Em
Semangat Thor semoga anaknya segera sembuh dan sehat selalu 🤲🤲
Jue
Di dunia nyata soal jodoh maut ini terletak di tangan Allah SWT , Restu ibubapa itu hanya syarat untuk melengkapi sebuah bahtera perkahwinan atau lebih tepat perkataan restu itu sendiri datang dari bahasa Sanskrit lama ( Agama Hindu ) , Ketika sudah bertemu dengan orang yang kita rasa tepat maka boleh saja menikah tanpa restu dengan syarat ada wali hakim jangan sampai lari menikah di sempadan pula , Lalu perlahan-lahan ambil hati mentua dengan sikap diri kita yang baik dan ingatlah bahawa sesuatu yang datang pada kita di bawah aturan Allah SWT maka yang maha kuasa adalah sebaik-baik perancang hidup setiap makhluknya di muka bumi ini ..... 💪
Rieya Yanie
biar tahu rasa reza
Ma Em
Bu Desi tdk akan menyesal punya menantu Alya karena Alya orangnya baik , sabar serta penyayang dan pilihan Dirga itu tdk akan salah .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!