REVISI...!!
Ketika ketiadaanku menjadi angin segar untuk mu maka aku bersedia pergi dari sisi kehidupanmu.
Dan
Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan.
Nama nya Azura, wanita ini terpaksa menikah dengan laki-laki yang bernama Elvan. Elvan berjanji akan membiayai semua biaya perawatan ibu Azura selama dia menjadi istri nya.
Laki-laki yang awal nya di kenal sangat baik oleh Azura ternyata seorang yang kejam. Wanita ini memutuskan untuk pergi di saat diri nya tahu bahwa Elvan dan ketiga sahabat nya hanya menjadikan nya seorang wanita taruhan.
Jangan Lupa Like Rate Coment And Vote.
Selamat membaca😊😊
Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23.Kabar Duka
Pagi menjelang, Azura mulai membuka mata nya, wanita itu kemudian menarik selimut karena saat ini tubuh nya tak menggunakan sehelai benang pun. Azura menatap ke wajah Elvan yang masih tertidur pulas, wanita itu kemudian menitikan air mata lalu pergi ke kamar mandi.
Cukup sakit, karena ini adalah yang pertama kali dan di lakukan dengan kasar pula. Azura menangis di bawah guyuran air, wanita itu menumpahkan semua sakit yang ia rasakan. Cukup lama Azura mandi, kemudian wanita itu mengganti pakaian nya. Ia menatap ke arah Elvan yang masih tertidur, namun tiba-tiba telinga nya mendengar suara nada dering telpon.
Azura mengangkat telpon, mulut nya ternganga, dan air mata yang semula kering kini membasahi pipi nya kembali. Azura terkulai lemas, mencoba menguatkan hati dengan kabar yang baru saja ia terima.
Azura bergegas mengemasi semua barang nya, wanita itu bahkan tak bisa berpikir apa pun saat ini. Namun tiba-tiba ia di kaget kan dengan suara bel, Azura membuka pintu terlebih dahulu, namun baru saja membuka Azura mendapatkan tamparan yang lumayan keras dari Risma.
"Dimana Elvan?" tanya nya dengan nada tinggi.
"Masih tidur." jawab Azura sambil mengusap wajah nya "Kenapa nyonya menampar saya? apa salah saya?"
"Dasar wanita tidak tahu diri." umpat Ines yang datang bersama Risma. " Kau apakan Elvan?"
"Aku tidak mengerti." ujar Azura.
"Kau hanya wanita murahan dan barang taruhan anak ku, seharusnya kau bisa sadar diri siapa diri mu ini." tutur Risma.
Azura terperangah dengan ucapan Risma, wanita itu kaku tak mengerti dengan ucapan wanita itu.
"Apa maksud anda?" tanya Azura tak mengerti.
"Kau ini hanya wanita taruhan Elvan, dia bertaruh untuk mendapatkan mu demi saham 40% milik Raka."
Azura tak percaya, wanita itu bersandar lemas pada pintu, namun seketika Vilna datang karena gadis itu seperti mendapatkan firasat yang buruk akan kakak nya.
"Pergi kalian." usir Vilna "Jangan membual pagi-pagi."
"Siapa yang membual? semua nya adalah kebenaran." ujar Risma.
Kesal, gadis itu mengambil selang air yang lumayan panjang lalu menyemprotkan nya ke arah Risma dan Ines. Risma dan Ines langsung lari karena takut kebasahan.
Vilna menghampiri kakak ipar nya, "Semua bisa di jelaskan kak." ujar Vilna.
"Kakak mu sangat jahat pada ku, apa salah ku?" ucap nya terisak "Dia telah merenggut paksa yang selama ini ku jaga."
Vilna memeluk Zura, gadis itu memberikan sedikit kekuatan meski ia tahu saat ini Zura sedang merasa hancur. Seketika Azura teringat akan kabar yang baru saja ia dapat.
"Kakak akan pulang." ucap nya bangkit dari duduk nya.
"Kakak mau pulang kemana?"
"Ibu ku.....ibu ku meninggal." jawab Azura dengan derai air mata nya.
"Jika kakak menggunakan bus, itu membutuhkan waktu yang cukup lama, sebaiknya kakak menggunakan pesawat saja."
"Kaka tidak punya uang Vilna."
"Ada Vilna kak, Vilna akan bantu kakak dan sekarang cepat ambil barang-barang kakak, masalah kak Elvan biar Vilna yang memberitahu nanti."
Azura mengambil tas yang sudah ia siapkan tadi, kemudian mereka langsung berangkat ke bandara untuk menuju ke kota Azura. Tak lupa Vilna memberi sedikit uang yang ia ambil sebelum keberangkatan Azura.
"Hati-hati kak, maaf Vilna tak bisa ikut, yang sabar." ujar Vilna.
Gadis itu kemudian pulang, ia penasaran dengan apa yang telah terjadi pada kakak nya tadi malam.
Di kamar Azura, Elvan yang baru saja bangun merasa sangat pusing, ia melihat kesekeliling kamar. Elvan menatap satu persatu pakaian yang berserakan, terutama pakaian milik istri nya.
"Apa yang telah aku lakukan pada nya?" ujar lalu melihat bercak darah di atas tempat tidur.
Elvan mengusap wajah kasar, pria itu berpikir keras untuk mengingat apa yang telah terjadi pada nya. " Brengs*k....siapa yang telah menjebak ku?"
Elvan kemudian bangun, pria itu langsung pergi mandi di kamar Azura. Setelah selesai ia beralih ke kamar nya untuk berganti pakaian. Elvan mencari Azura, namun ia tak menemukan istri nya.
"Apa yang kakak cari?" tanya Vilna.
"Ke mana Azura?"
"Kak Azura pulang." jawab nya singkat.
"Pulang kemana?"
"Ibu nya meninggal." ujar Vilna membuat Elvan syok.
"Kakak harus menyusul nya." ucap lalu pergi kekamar nya kembali.
Vilna mengikuti kakak nya, gadis itu masih penasaran dengan apa yang terjadi.
"Apa kakak mabuk tadi malam?" tanyq Vilna.
"Tidak, kakak di jebak." jawab Elvan.
"Kak Azura trauma, bahkan dia kaget saat mamah memberitahu jika kak Azura adalah wanita taruhan kakak." tutur Vilna membuat Elvan memberhentikan aktifitas nya sejenak.
"Apa kau bercanda?"
"Ines dan mamah Risma datang pagi sekali, mereka memberitahu semua nya."
"Pasti mereka yang telah menjebak kakak," ujar Elvan kemudian langsung pergi begitu saja.