Bercerita tentang kisah cinta segitiga antara Mayra , Rama dan Marcel' sahabat Rama
Setahun berpacaran akhirnya Rama mempersunting Mayra, di usia pernikahan pertama Mayra tengah hamil buah cinta mereka dan akhirnya Mayra melahirkan putra kecilnya yang diberi nama Darren Adiguna
Pada usia pernikahan ke-4 masalah besar datang melanda keluarga kecil itu, dari masalah perusahaan yang akan diakuisisi serta masalah Darren harus dirawat dirumah sakit karena sakit parah.
Itu semua membuat Rama frustasi, ia dihadapkan dengan pilihan yang sulit.
Akhirnya Rama meminta bantuan pada Marcel sahabat yang sekarang menjadi musuhnya. Marcel bersedia membantu Rama dengan syarat Rama harus menukarnya dengan istri tercintanya. Entah setan apa yang merasuki Rama sampai ia menerima syarat dari Marcel "Kamu bisa membawa Mayra setelah putraku mendapatkan donor sumsum tulang belakang"
🌹Next in bacanya ya readers 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu_Merdeka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seranjang dengan Marcel
"Sial... malam ini aku tak bisa menikmati tubuhnya" gumam Marcel geram
"Rob... bawakan aku wanita cantik sekarang. Aku tunggu di kamar khusus" titah Marcel pada Roby, pengawal pribadinya
"Siap bos" Jawab Roby, ia paham betul wanita seperti apa yang diinginkannya oleh bosnya
Letak kamar khusus bersebelahan dengan kamar utama dimana Mayra dikurung.
Marcel terlihat sedang menunggu mangsanya datang.
"Tok..tok..."
"Masuk" kata Marcel
"Maaf bos, adanya cuma ini... dia masih anak baru bos" ucap Roby memperkenalkan wanita di sampingnya. Umur wanita itu seumuran dengan Mayra, hanya saja kulitnya coklat eksotis, sedangkan Mayra berkulit putih mulus.
"Pergilah..." titah Marcel seraya mengepakkan telapak tangannya
Gadis manis itu mendekati Marcel, meski terlihat lugu dan masih baru. Ia sudah terlihat lihai dalam menggoda pria sekamarnya. Marcel yang tak sabar ingin melampiaskan birahinya, ia segera melucuti semua pakaian wanita itu, sampai tak tertutupi oleh kain secuil pun.
"Tunggu tuan...! aku lebih suka tuan melakukannya dengan lembut." pinta wanita itu, ia merasa pelanggannya kali ini adalah orang yang kasar dalam berhubungan intim
"Plak" Marcel langsung menampar wanita itu
Seketika ia menindih tubuh wanita itu, ia malah melakukannya dengan kasar
"Ah... sakit tuan... sakit... perankan ritmenya tuan... tolong sakit' tuan" rengek wanita itu, mengerang kesakitan
Di kamar utama
Aku mendengar suara seorang wanita dari balik dinding, segera kutempelkan telingaku di dinding.
Suara desahan itu makin jelas, bahkan suara wanita itu terlihat seperti orang yang kesakitan. Tetapi suara erangan itu, mirip sekali dengan lelaki jahat itu
"Cepat keluar dari sini... ini bayaran mu" ucap Marcel sambil melempar 1 amplop berisi uang 50jt
Aku mendengar semua kata-katanya, ternyata dia adalah lelaki psychopat
"Oh Tuhan..
bagaimana bisa aku terjebak oleh lelaki brengsek seperti Marcel." aku sudah tak tau berbuat apa lagi, aku ingin kabur dari jeratan lelaki psychopat itu, tapi aku terkurung di kamar ini. Kalau aku kabur dari jendela ini, pasti aku akan tertangkap karena dibawah aku melihat banyak sekali pengawal yang berjaga 24jam non stop. Itu pun kalau aku berhasil keluar, kalau aku terjatuh sudah pasti aku akan mati.
"Cekreeekkk"
Marcel masuk ke dalam kamar tempat ku di sekap
Aku pura-pura memejamkan mata ku, berharap ia tak akan mengganggu ku karena sudah sangat lelah sekali.
"Deg" jantung ku seperti berhenti sesaat
Tiba-tiba Marcel membaringkan tubuhnya di sebelah ku. "Bagaimana ini, aku tak berani berkedip atau pun melirik sedikit." Nafas panasnya menerpa wajah ku. Seketika tubuh ku kaku ketakutan.
"Ternyata wanita ini cantik juga" Marcel membelai wajah ku
Aku menahan kegelian, aku tak boleh tergoda oleh lelaki psycho ini.
Tiba-tiba bibirnya menempel pada bidang bibirku, untungnya itu hanya kecupan biasa.
Aku menunggu situasinya sedikit tenang, setelah merasakan nafasnya mulai normal kembali, aku berkedip beberapa kali meliriknya. Ternyata dia sudah tertidur pulas!
jarak wajahnya sangat dekat dengan ku, aku harus mengatur nafas ku agar tak membangunkan drakula di hadapan ku.
Perlahan lahan aku turun dari ranjang, aku bergegas ke kamar kecil, karena aku sudah menahannya dari tadi.
"Untung lelaki psycho itu sudah terlelap, jadi aku tak perlu memakai ini lagi." selesai buang air kecil, aku membuang pembalut ku ke tempat sampah. Aku merasa tak nyaman memakainya
Aku kembali berjalan keluar, aku rebahkan tubuh ku ke atas sofa. Aku tak mau tidur seranjang dengan lelaki brengsek seperti Marcel.
Hanya beberapa menit saja aku sudah menguap dikuasai oleh rasa kantukku. Aku pun terlelap melingkar di atas sofa tanpa beralaskan bantal dan selimut
Ternyata Marcel hanya pura-pura tertidur, ia tahu kalau Mayra belum terlelap.
Marcel bergegas turun dari ranjangnya, lalu ia membopong tubuh Mayra ke atas ranjang
Sebenarnya Marcel merasa iba pada wanita yang terlelap di sampingnya. "Gadis ini tak bersalah, aku hanya memanfaatkannya untuk membalas dendamku pada Rama." gumam Marcel membelai rambut hitam Mayra
Marcel menarik selimutnya ke atas, menutupi sebagian tubuhnya dan Mayra. Mereka terlelap di ranjang yang sama.
Pagi hari
Aku mulai membuka mataku
Suara kicauan burung di hutan, membuat ku terbawa suasana pagi yang indah.
Aku ingin melihat suasana pagi di pucuk hutan ini. Saat mau bangun, aku tersadar ada sesuatu yang menindih perutku. Ternyata itu adalah tangan Marcel, perlahan lahan aku sisihkan tangan kekar itu dari tubuhku.
Aku takut membangunkannya.
Sungguh sial nasibku, ia malah terbangun dari tidurnya.
"Kamu sudah bangun" tanya Marcel lirih
Aku hanya mengangguk, meskipun pertanyaannya terdengar lembut, aku takut menyinggungnya dan membuatnya marah
"Buatkan aku sarapan?" pintanya sambil beranjak dari tempat tidur
"tuan mau makan apa?"
"Terserah" jawabannya singkat, sembari melangkah ke kamar mandi
"Yes... akhirnya aku ada kesempatan untuk keluar dari kamar ini" Aku berjalan keluar menuruni anak tangga dari lantai 3.
Setiap lantai ada dua pengawal yang berdiri menjaga di samping tangga.
Aku melanjutkan langkahku sampai ke lantai dasar. Sungguh aku melihat banyak wanita cantik dengan pakaian yang sama dan potongan rambut yang sama pula, mereka semua terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing
"Ana.. dimana dapurnya?" tanya ku saat melihat ana sedang memberikan arahan pada asisten yang lainya
"Mari ikut saya!" jawab Ana
Akupun mengikutinya dari belakang.
Setibanya di dapur, Ana memberikan informasi padaku. Kalau tuanya setiap pagi harus makan nasi, dan lauk kesukaannya adalah rendang
"Kenapa makanan kesukaannya bisa sama dengan ku." gumam ku
Pagi ini aku akan memasak rendang untuknya, aku bisa mengambil hatinya terlebih dahulu, setelah itu aku yakin ia akan memperbolehkan ku berjalan-jalan disekitar sini. Dan saat waktunya tiba, aku bisa melarikan diri dengan gampang. Aku hanya punya waktu 5 hari dari sekarang, kalau sebelum 5 hari kebohongan ku terbongkar, aku tidak tahu nasibku akan berakhir seperti apa
"Nona kenapa melamun?" tanya Ana
Aku tersadar dari angan-angan ku
"Oh.. nggak papa, cuma sedikit jenuh aja.
Pagi ini aku masak rendang aja ya?"
"Ya terserah nona Mayra." jawab Ana
"Kamu kok bisa tau namaku? kan aku belum sempat memberitahu mu" tanya ku bingung. Semalam aku tak punya kesempatan untuk menanyakan ini pada Ana
"Aku tahu dari tuan Marcel, sepertinya tuan menyukai mu." kata Ana
"Apa itu benar, aku tak pernah mengenalnya. Kenapa dia bisa menyukaiku?" tanya ku penasaran
"Karena baru kali ini tuan Marcel menempatkan seorang wanita di kamarnya. Setahuku tuan selalu menempatkan mereka di kamar khusus." jelas Ana
"Lalu apa pekerjaannya? " kataku sambil memasak
kalo di pikir 2semua nya gk kesalahan Rama aja,,