rena seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara dikota besar...trauma masa lalu membuat dia tidak mempunyai pasangan meskipun usianya sudah cukup dewasa untuk menikah..waktu liburan kantornya keluar kota sesuatu yang buruk terjadi padanya yang membuat hidupnya jadi berantakan
apakah yang terjadi sama rena..??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hamil
Sudah sebulan sejak kejadian dipulau bali yang membuat rena dan dava akhirnya menikah.
Rena yang sudah mulai tinggal di rumah dava 2 minggu yang lalu , mulai terbiasa dengan kehadiran dava.Walaupun mereka belum pernah melakukan hubungan suami istri sejak mereka menikah ,dava tidak pernah memaksa rena.
Hari ini rena merasa tidak enak badan ,sejak bangun tidur tadi pagi dia sudah merasa mual mual
"Mungkin karena aku semalam kurang tidur" ucap rena kepada dirinya sendiri karena semalaman dia gelisah ,karena memikirkan dava tidak ada disampingnya.
Sejak mereka kembali dari kota Surabaya ,dia dan dava telah sepakat tidur seranjang walaupun tidak melakukan hubungan suami istri.Tapi sejak 3 hari yang lalu rena kurang tidur karena Dava telah keluar negeri untuk urusan pekerjaan.
Tok..tok..tok" terdengar suara ketukan dipintu kamar rena
Dengan memaksakan dirinya ,rena melangkah kan kaki nya untuk membuka pintu.
Lho nyonya muda kenapa" tanya bi inah yang khawatir melihat wajah rena yang pucat
Ga papa bi ,mungkin karena semalam kurang tidur" jawab rena memaksakan senyuman diwajahnya.
Ada apa bi? tanya rena lagi yang melihat bi inah seperti khawatir terhadap dirinya.
Nyonya besar tadi menyuruh saya melihat nyonya muda ,dari tadi pagi ga turun turun" jawab bi inah dengan wajah yang masih khawatir
Iya bi ,saya tidak nafsu makan bi ,makanya tadi saya tidak turun" jawab rena lagi yang merasakan kepalanya tiba tiba tambah sakit dan penglihatannya semakin kabur dan akhirnya dia tidak sadar kan diri
Nyonya muda..nyonya muda..tolong !"teriak bi inah yang memeluk tubuh rena yang tadi hampir terjatuh ke lantai
Nenek dava yang mendengar teriakan bi inah langsung memanggil pelayan yang lain ,mereka bersama sama menuju ke lantai atas
Nenek dava yang melihat rena pingsan jadi khawatir ,dia menyuruh para pelayan membawa rena kedalam kamar
Para pelayan bersama dengan bi inah langsung mengangkat tubuh rena dan membaringkannya diatas ranjang.
Nenek langsung menelepon dokter keluarga agar segera datang untuk memeriksa rena ,nenek duduk disamping rena sambil memegang tangan rena dengan wajah yang sangat khawatir.
"Inah..tolong hubungi dava,suruh dia langsung kemari" perintah nenek kepada bi inah
Baik nyonya" sahut bi inah yang segera melangkah keluar untuk menghungi dava yang tengah berada diluar negeri.
Sementara dokter yang ditunggu ,akhirnya datang juga ,langsung menuju kamar dava
"Silahkan dok" ujar nenek sambil beranjak dari tempat tidur ,agar dokter leluasa memeriksa rena.
"Bagaimana keadaan cucu saya dok? tanya nenek kepada dokter keluarganya
Dokter mengernyitkan dahinya bingung mendengar ucapan nenek dava ,setahu dokter keluarga ini hanya ada seorang cucu yaitu tuan muda dava.
"Darimana datangnya cucu ini? batin sang dokter ,nenek dava yang mengetahui kebingungan sang dokter akhirnya menjelaskan
"Wanita ini istri dava dok,bagaimana dok keadaanya? tanya nenek lagi setelah memperkenalkan rena
Selamat nyonya..anda akan mendapatkan seorang cicit" sahut dokter sambil tersenyum
"Benarkah dok ,cucu saya hamil? tanya nenek dava seakan tak percaya apa yang barusan didengarnya.
"Dari hasil pemeriksaan seperti itu nyonya ,tapi kalau mau lebih yakin ,sebaiknya nyonya muda ,memeriksakan diri kedokter kandungan " ucap sang dokter lagi
"Tapi dok kayak mana dengan kondisi cucu saya ,kenapa dia masih belum sadar juga? tanya nenek yang masih khawatir melihat rena yang masih belum bangun
"Saat ini masih tidak apa- apa ,itu hanya efek dari kelelahan akibat dari kurang tidur.Sepertinya nyonya muda begadang setiap malam.Apakah tuan dava tidak mengetahuinya? tanya balik sang dokter kepada nenek dava
"Davanya lagi diluar negeri dok ,urusan pekerjaan" sahut sang nenek menahan emosi karena dava lebih mementingkan pekerjaan daripada istrinya.
Mungkin sebaiknya tuan dava tidak pergi jauh jauh dulu untuk sementara ,lebih baik dia menemani istrinya dirumah.Karena kalau nyonya muda keseringan begadang ,takutnya itu akan menganggu kondisi bayinya" ucap sang dokter menjelaskan panjang lebar
Baiklah dok ,nanti saya akan menasehati dava" ujar nenek dava kepada dokter
**********
Di Amerika
Dava yang lagi beristirahat dikamar hotelnya ,tiba- tiba terbangun karena mendengar dering hp nya ditengah malam.
Hallo" ucap dava tanpa melihat layar hpnya
Tuan..ini bi inah ,tuan disuruh nyonya besar kembali sekarang ,nyonya muda pingsan" ucap bi inah panjang lebar
Apa! baiklah bi"ucap dava terkejut mendengar rena pingsan dan tidak ingin bertanya lagi ,karena dalam pikirannya sekarang dia harus pulang ke rumah secepatnya.
Setelah menelepon beno dan menyuruh langsung datang ke sana ,menggantikan beberapa pekerjaan yang masih belum selesai ,dava langsung menuju bandara
Menjelang sore ,dava telah sampai dirumahnya. Begitu dia memasuki rumah ,dia sudah ditunggu neneknya diruang tamu.
Hmm..kena lagi" gumam dava dalam hati
Dava ayo ke kamar oma ,ada yang mau oma bicarakan" ucap oma sambil menuju ke kamarnya diikuti dava dari belakang.
Dikamar oma dava melihat wajah oma yang kelihatan serius.
Tadi rena pingsan dan sudah diperiksa dokter" ucap oma memulai percakapan
"Kamu tahu kenapa dia pingsan? tanya oma sambil melihat dava
Dava hanya menggelengkan kepalanya ,karena bagaimana dia tahu sementara dia sudah beberapa hari tidak melihat dan mendengar kabar rena karena kesibukan kerjanya.
"Bagaimana kamu tahu jika kamu selalu mengutamakan pekerjaanmu ,Tempo hari oma sudah menasehati kamu ,tapi kamu sepertinya tidak mendengar kan oma" ucap oma dengan marah kepada cucu satu satunya itu.
Maafkan dava oma" sahut dava yang tidak ingin membantah omanya.
"Apa yang terjadi dengan rena oma? tanya dava lagi yang melihat omanya hanya diam saja
Omanya yang tidak tega melihat wajah cucunya yang merasa bersalah ,akhirnya memberitahu bahwa rena hamil.
A..Apa! rena hamil? tanya dava dengan wajah yang seakan tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.
Iya..kenapa dengan wajahmu ,sepertinya kamu tidak bahagia mendengarnya ? tanya oma yang heran melihat ekspresi dava
Bukan oma ,dava terkejut sekaligus bahagia mendengar dava akan menjadi seorang ayah" ucap dava tidak yakin dengan perkataannya sendiri.
Dia memang terkejut sekaligus bahagia dengan kehamilan rena ,tapi dia tidak yakin dengan rena.
"Akankah rena bahagia dengan kehamilannya? batin dava didalam hati.
Tapi kamu jangan senang dulu ,kehamilan rena masih terlalu lemah ,karena sang ibu terlalu banyak pikiran" terdengar suara omanya lagi berbicara.
Jika kamu masih ingin menjadi seorang ayah ,kamu harus mengurangi pekerjaaanmu selama kehamilan ,tidak boleh lagi ada kegiatan keluar kota apa lagi keluar negeri" ucap tegas omanya lagi
"Tapi kenapa oma? tanya dava yang penasaran dengan ucapan omanya
Itu bukan perkataan oma ,jangan kamu salah paham ,itu anjuran dari dokter.Sejak kamu keluar negeri ,rena sepanjang malam tidak bisa tidur dan itu menganggu ke kondisi kesehatan janinnya ,sepertinya anakmu tidak ingin kamu jauh jauh dengannya "ucap omanya lagi menjelaskan panjang lebar
Dava yang mendengarkan penjelasan omanya ,hanya diam saja.Dia tidak tahu harus berkata apalagi ,antara senang atau tidak kah? karena menurutnya bukan karena sang anak yang ingin dekat dengannya ,tapi kemungkinan karena sang ibu yang membenci kehamilannya yang membuat dia banyak pikiran.
"Sekarang kembalilah kekamarmu ,istrimu telah menunggumu ,dan jangan lupa pesan dari dokter ,jangan kamu langgar lagi" ucap sang oma sambil mengingatkan sang cucu agar tidak melakukan kesalahan lagi.