Mohon bijak dalam membaca. Novel ini sedang dalam masa revisi. jika ada bab yang belum nyambung maka harap maklum ya. Bab yang telah di revisi akan muncul tulisan sedang revisi di atasnya, kecuali bab 1 sampai 4 yg sudah terhapus.
Dio terjebak dengan wanita masa lalunya. Wanita itu mempunyai anak yang sudah berumur 5 tahun. Dio terpaksa harus kembali pada cinta pertamanya demi anak itu. Dio terpaksa menceraikan Tania demi mempertahankan wanita masa lalunya. Tania berusaha membesarkan anaknya seorang diri. Di sisi lain selalu ada Marcel yang selalu memperhatikannya.
bagaimana kelanjutannya?
apakah Tania akan kembali ke Dio?
Apakah Tania malah bersama Marcel?
Apa Dio akan menyesali keputusannya setelah menceraikan Tania?
baca selengkapnyq di sini😊
bagaimana kisah selanjutnya???
yuk mari di kepoin setiap ceritanya. mohon maaf jika ada kesalahan penulisan di setiap cerita ya teman-teman.
Maklum aja ini novel pertama aku🤗
~♡♡SELAMAT MEMBACA♡♡~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah leatari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teringat dirimu
Tania begitu senang ketika melihat Dio sudah pulang. Dia memasak makanan kesukaan Dio. Di sana tersedia ayam goreng kalasan, Sambal belacan dan tumis kangkung. "Mas mau makan apa? Ini semua makanan kesukaan mas" ucap Tania sambil tersenyum.
Tania mengambilkan lauk dan memasukkannya ke dalam piring Dio. Dio memakan masakan Tania dengan lahap. " Enak sekali sayang. Mas merasa bosan setiap hari harus makan masakan rumah sakit." ucap Dio sambil memakan makanannya dengan lahap. " Kalau gitu tambah lagi dong mas. Ini ayam gorengnya" ucap Tara
Tibalah saatnya tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam. Dio berbaring di atas ranjang. Sementara Tania sedang membersihkan diri di kamar mandi. Pikiran Dio tidak berada di rumah. Ia memikirkan Dimas. Beberapa hari ini Dimas selalu berada di sampingnya. Rasanya seperti ada yang kurang saat Dimas tidak ada.
Dio mengambil ponsel miliknya yang berada di atas meja. Ia mengirim pesan untuk Dira. "Apa kau sudah tidur?" pesan Dio
Dira ternyata belum tidur. Ia juga sedang memikirkan Dio. Ia merasa merindukan Dio. Padahal belum sampai satu hari mereka tidak bertemu. "*Belum.. aku memikirkanmu. Aku rindu mas. " balas Dira
"Bagaimana keadaan Dimas. Apa dia sudah tidur. Bisakah kau mengirimkan foto kegiatan Dimas sekarang?" pesan Dio
"Dia sudah tidur. Apakah kau tidak ingin melihat fotoku juga." balas Dira*
Dio tersenyum saat melihat wajah Dimas yang begitu manis saat tertidur. "Baiklah kirimkan juga fotomu" balas Dio
Dira tersenyum penuh kemenangan. Ia sangat bahagia karena kini Dio akan kembali padanya. Walaupun belum seutuhnya. Dira yakin suatu saat Dio akan memilih dirinya di bandingkan Tania. Dira mengirimkan foto dirinya sedang memakai lingerine yang begitu tipis. Membuat Dio menelan saliva saat melihat fotonya. Namun Tania telah selesai dari kamar mandi. Ia naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Dio. Untung saja Dio sempat meletakkan ponselnya di meja. Kalau tidak Tania akan curiga.
" Bagaimana keadaan Dimas mas. Apa dia sudah sembuh" tanya Tania sambil memeluk tubuh Dio
" Ya begitulah. Aku harap aku dapat melihat dia bisa bermain seperti anak seumurannya. Aku ingin melihat dia bisa sekolah. Kau tahu sayang ternyata dia cucu presdir di perusahaan tempat mas kerja. Mas akan di promosikan naik jabatan ke posisi direktur." ucap Dio
" Kalau gitu aku turut bahagia mas. Ini kebetulan sekali ya. Mas sangat beruntug. Akhirnya jabatan yang dulu pernah hilang akan mas miliki kembali." ucap Tania
" Iya.. Kau tidak akan bisa tersenyum lagi jika kau sampai tahu keberuntungan lain apa yanh terjadi." batin Dio
Tania mendekatkan wajah ke Dio. Ia ingin mencium bibir Dio. Dio juga mendekatkan bibirnya ke bibir Tania. Namun entah kenapa Dio malah terbayang wajah Dira. " Aduh.." ucap Dio
Tania membuka matanya. " Ada apa mas? Apa yang sakit." tanya Tania
" Tidak ada. Maaf mas belum bisa memberi nafkah batin saat ini. Lebih baik sekarang kuta tidur saja ya sayang." ucap Dio sambil menutupi tubuh Tania dengan selimut.
Tania hanya bisa memandang tubuh Dio yang saat ini sedang membelakangknya. Ingin rasanya batin Tania menangis. Tapi Tania memilih untuk positif tinking dan mencoba mengerti posisi Dio saat ini.
Dio terus terbayang wajah Dira. Dua hari lagi adalah hari pernikahan dirinya dan Dira. Mungkin Dio akan sering membohongi Tania. Ia pasti lebih banyak meluangkan waktu untuk Dira dan Dimas. Sebab Dimas memang lebih membutuhan ayahnya saat ini. " Maafkan Mas Tania sayang." Ucap Dio sambil mencium kening Tania yang sedang pura-pura terpejam